NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:70.2k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Perbandingan

"Kamu itu sudah gendut begini maka jangan banyak makan terus." bu Ningsih menatap anak pertama dia yang sedang mengunyah ayam goreng.

"Ya namanya juga lapar loh, Bu." Anisa menjawab dan dia tetap santai saja mengunyah ayam goreng tersebut.

"Selalu saja melawan kalau diberitahu soal kesehatan untuk diri kamu sendiri, Kamu makan terus dan jarang sekali olahraga." bu Ningsih terus mengoceh karena dia juga tidak ingin bila Anisa terus larut dalam makanan itu.

"Kakak coba setiap pagi jogging sehingga mengurangi berat badan, jangan terlalu banyak makan karbo seperti itu." Arumi juga ikut membuka suara.

"Iya iya si paling langsing, aku tidak sama seperti dirimu yang rajin olahraga dan memiliki tubuh bagus." Anisa langsung menjawab ketus.

"Adik kamu itu memberi nasihat agar tidak semakin gendut saja kamu ini, tapi kalau diberi nasihat terus aja seperti ini dan mudah sekali tersinggung." bu Ningsih menatap sang anak sulung.

"Sudah lah, nanti kalau Anisa memang sudah niat maka dia akan olahraga juga." pak Hardi membuka suara.

Bu Ningsih hanya bisa menarik nafas panjang karena sebenarnya dia bukan mau menghujat Anisa seperti itu, itu dia ingin memberi semangat agar Anisa bisa merubah pola hidup dia yang terkesan memang buruk, dia selalu banyak makan dan terkadang bila malam hari selalu saja memakan makanan berat.

Berat badan Anisa saat ini sudah mencapai sembilan puluh kilo, tentu saja itu menjadi sangat besar bila untuk ukuran para gadis, sementara para gadis lain memiliki tubuh yang langsing dan kulit sehat karena itu adalah daya tarik tersendiri dan tentu saja akan lebih enak dipandang.

Anisa tidak peduli dengan hal itu namun bila ada orang yang menghujat maka dia sakit hati juga, Bu Ningsih ingin sekali bila Anisa sedang sakit hati seperti itu maka dia memiliki motivasi untuk berubah dan menjalani hidup yang sehat agar bisa merubah pola hidup dia, namun Anisa larut pada makanan yang membuat diri dia semakin besar saja.

Nanti bila diberi nasihat maka dia akan tidak terima dan justru mengatakan bahwa orang tuanya pilih kasih, Anisa beranggapan bahwa selama ini hanya Arumi saja yang terus diperhatikan dan disanjung oleh semua orang, meski terkadang ucapan dari bu Ningsih menyakiti hati dia karena Anisa memang mudah sekali tersinggung.

"Kamu lihat ini Arumi yang memiliki....

Braaaaak.

Praaaaang.

"Ya Arumi memang memiliki segalanya dan dia cantik serta langsing!" Anisa membanting piring yang ada di atas meja.

"Kakak Kenapa bersikap seperti itu kepada, Ibu?!" Arumi juga ikut kaget dan dia tidak terima.

"Kalian hanya suka sekali menghujat aku dan membandingkan antara aku dan Arumi, tidak pernah sekali saja ada yang kalian banggakan dari diriku." Anisa menatap semua yang ada di sana dengan air mata berderai.

"Kak, kok kamu jadi sensitif begini dan malah marah sama kita semua." Arumi merasa aneh dengan tingkah Anisa.

"Kau tidak akan pernah paham bagaimana menjadi aku! karena selama ini kau yang terus saja unggul dan aku selalu di bawah." Anisa menunjuk wajah Arumi.

"Anisa! Ibu bukan mau membandingkan kamu dan Arumi, tapi Ibu hanya memberikan contoh yang bagus dan supaya kamu memiliki jalan hidup yang bagus juga." jelas bu Ningsih.

"Oh gitu, jadi jalan hidup yang bagus itu milik Arumi kan dan jalan hidup yang aku pilih ini sangat buruk sekali." Anisa berkata dengan sengit.

"Apa yang ada di dalam otak kamu saat ini, Anisa?!" bentak bu Ningsih karena lama-lama dia juga ikut emosi dengan tingkah sang anak.

"Ibu bela saja dia terus dan tidak usah pernah peduli dengan aku lagi." Anisa bergegas masuk ke dalam kamar.

Pak Hardi hanya bisa menarik nafas panjang bila sudah ada pertengkaran seperti ini karena dia juga tidak tahu harus bagaimana untuk menghentikan mereka, nanti salah ucap malah semakin panjang saja perdebatan itu dan dia akan kena amuk oleh mereka semua.

Kadang perasaan Anisa memang begitu sensitif karena mungkin saja dia mudah tersinggung setelah mendengar omongan dari banyak orang, belum lagi terkadang bu Ningsih salah memilih ucapan ketika akan menasehati sang anak dan malah membawa nama Arumi juga sehingga Anisa merasa di bandingkan dengan sang adik.

Sudah banyak sekali selama ini orang yang memuji Arumi karena gadis itu memang memiliki paras yang begitu menawan, bahkan selama ini juga banyak para pria yang datang untuk mengajak Arumi keluar sekedar jalan-jalan, sampai saat ini juga tidak ada pria yang tertarik kepada Anisa sehingga banyak orang mengatakan bahwa Anisa akan menjadi perawan tua.

"Anisa mau kemana? jangan keluar di saat pikiran sedang seperti itu, Nak." Pak Hardi menghadang langkah sang anak.

"Aku butuh keluar untuk mencari udara segar, Pak." Anisa segera menyambar kunci motor.

"Hati hati di jalan dan jangan terlalu ngebut." teriak pak Hardi.

Bu Ningsih hanya diam saja karena dia terkadang juga emosi dengan Anisa yang begitu keras kepala, dirinya sudah merasa benar karena memberi nasihat agar Anisa ada perubahan dan mau merubah gaya hidup dia itu, tidak pernah didengar oleh sang anak dan justru melawan Dengan cara demikian sehingga hati orang tua ini merasa sakit juga.

"Sudah, perdebatan berat badan ini cukup sampai di sini saja." pak Hardi menatap mereka semua.

"Aku bukan mau membandingkan antara Anisa dan Arumi, tapi aku juga kasihan karena selama ini dia terus menjadi omongan para warga." Bu Ningsih berusaha menjelaskan perasaan dia.

"Ya tapi tidak seperti itu cara yang kamu ambil, dengan cara kamu membandingkan maka itu menyakiti perasaan Anisa." Pak Hardi berusaha menasehati sang istri.

"Ah dasar Anisa saja yang mudah tersinggung." kesal Bu Ningsih dan dia juga sudah terbawa emosi.

"Kamu juga jangan terlalu lantang memberi nasehat kepada Kakak mu, nanti dia akan semakin merasa benci kepada kamu." Pak Ardi menatap Arumi.

"Iya, Pak." Arumi mengangguk kecil karena dia memang tidak pernah membantah.

"Sudah, mari hentikan perdebatan ini Dan tolong tidak usah dibahas kembali." pinta Pak Hardi dengan sangat serius.

"Ya kau terima saja anak mu yang gemuk dan tidak akan pernah bisa berubah itu." sewot Bu Ningsih sambil berlalu masuk ke dalam kamar.

Pak Ardi menarik nafas panjang Karena terkadang dia juga begitu pusing memikirkan tingkah sang istri, kalau sudah debat seperti ini maka tidak akan pernah ada ujung karena mereka tidak ada yang mau salah, dia ingin menengahi namun pada akhirnya dia juga yang akan terlibat masalah itu.

Hallo semua kembali lagi dengan cerita Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Tri Lestari
baru sebentar lho zo udah musnah
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah baru geh nongol si Zora dah musnah aja ...kasian amat 🤣...

member purnama yang senior pda sibuk pacaran aja sih 🤭...musnah dah tuh member yang baru netes 🤣🤣
Ass Yfa
walah..mlh ketemune Zora..jels kalh..
Ass Yfa
kasihan Digo..berharap yg tdj pasti..mundur alon2 Go
Apriyanti
lanjut thor 🙏
neni nuraeni
waduh s Anisa jht juga ya,,,, kasian Zora udah lah dia baru jdi member purnma,, mlh lngsung metong
Eli Rahma
wah zora musnah yach
Eli Rahma
tenanglah Ki...mak othor udah nyiapin jodoh buat dirimu..tapiii masih diumpetin..🤣

aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
Iis Dawina
lha br juga gabung dah musnah LG tuh Zora kasihan
Nurr Tika
baru masuk agensi purnama udah musnah
tse
kasihna sekali Zora harus musnah da. arwahnya malah jadi makanan iblis jahat yang merasuki tubuhnya anisa...
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Raffaza Direzky87
buktinya zidan yg gak bisa bela diri, masih pantas bersanding sama ratu ular alias purnama...
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Nengsih Irawati
Y ampun kasihan banget sih km Digo🥺
yanti ikhsan
mungkin Digo bukan jodohnya Kiara,,klo Digo gak ahli beladiri setidaknya pandai ilmu agama seperti Zidan..
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
Nurr Tika
jangan putus semangat go blm tentu apa yg dikatakan koswara benar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bhahaahaaa Digo di roasting member baru nya purnama 🤣🤣...tau sendiri member purnama pedes2 bacot nya 🤣
Nikmatul Ngainiah
Menghilang dulu Digo,biar Kiara merasa kehilangan,biar tidak digantung perasaan anak orang.
Marsiyah Minardi
Dihh masa gitu aja dah patah hati Digo
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
K & T K & T
pagi jg Bess..
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!