NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pelayan Cantik

Terjerat Cinta Pelayan Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Cintapertama
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

Alya—gadis 20 tahun, terpaksa bekerja menggantikan ibunya yang sakit keras. Ia menjadi seorang pelayan di sebuah mansion mewah milik seorang pria kaya yang terkenal dingin dan arogan.

Suatu hari keduanya bertemu.

Maxime, pemilik rumah tersebut jatuh cinta pada gadis itu dan memintanya untuk menikah dengannya.

Namun, Alya menolak, karena merasa dipermainkan oleh pria itu.

Pria itu tidak menyerah, ia melakukan segala cara untuk mendapatkan hatinya.

Apakah pria itu akan berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab satu

"Alya." panggil seorang gadis padanya. "Kau ditunggu kepala pelayan di ruangannya, sekarang." lanjutnya memberi informasi.

"Untuk apa?" tanya Alya heran. "Aku tidak merasa melakukan kesalahan."

"Aku juga tidak tahu. Sebaiknya cepat pergi ke sana. Kepala pelayan terlihat serius." jelas gadis itu padanya.

"Baiklah." sahut Alya, mendadak cemas.

*

*

Ruangan kepala pelayan berada di bagian ujung mansion ini. Biasanya ruangan itu dijadikan tempat untuk' mendidik' para pelayan yang tidak disiplin ataupun membuat masalah.

Karena hal tersebut juga menjadi salah satu tugas dari kepala pelayan.

Alya, gadis cantik berusia dua puluh tahun itu, menyusuri lorong sepi yang mengarah ke ruangan kepala pelayan dengan perasaan khawatir, sekaligus gelisah.

Ini pertama kalinya ia di panggil ke ruangan tersebut setelah beberapa bulan bekerja.

Ia tidak punya pekerjaan lain yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dan juga membayar biaya rumah sakit yang jumlahnya tidak sedikit.

Gaji yang ia terima dengan bekerja di rumah ini lumayan besar. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga membayar biaya pengobatan ibunya yang di vonis menderita kanker payudara stadium tiga.

Ibunya harus menjalani beberapa kali sesi kemoterapi untuk memperkecil sel kanker yang telah menyebar di bagian sekitar. Setelah ukurannya menyusut, baru bisa menjalani operasi untuk membersihkan sel kanker tersebut.

Dan biaya yang diperlukan tentunya tidak sedikit.

Ia harus bekerja dengan baik agar bisa tetap bekerja di sini.

Namun, kini ia malah di panggil ke ruang kepala pelayan.. Hatinya terus berdebar-debar tak karuan di sepanjang perjalanan.

Langkahnya terhenti tepat di depan ruangan kepala pelayan. Ia mengetuk pintu itu dengan tangan yang gemetar.

"Ya, masuklah!" sahut seseorang dari dalam ruangan tersebut.

Alya lalu membuka pintu tersebut, dan melangkah masuk.

"Permisi Tuan." ucap Alya sopan, sambil menundukkan kepalanya sedikit.

"Silahkan duduk, Alya." ucap kepala pelayan datar.

Alya duduk tegak di hadapannya.

"Saya ingin membicarakan sesuatu kepadamu." lanjutnya, tampak serius.

"Minggu depan, Tuan muda akan kembali ke rumah ini." ucapnya, mulai menjelaskan. "Selama ini, ibumu yang biasanya bertugas untuk mengurusi segala kebutuhannya. Mulai dari menyiapkan makanan, pakaian dan juga keperluan lainnya."

Alya hanya diam mendengarkan.

"Tuan muda sudah tahu bagaimana kondisi ibumu. Dan saya juga sudah mengatakan padanya jika kau lah yang akan menggantikan ibumu untuk mengurus segala keperluannya." lanjutnya.

Ia lalu menatap Alya tajam. "Tuan muda bukan lah seseorang yang sulit di urus. Tapi... dia tidak suka dengan orang yang terlalu banyak bicara. Apalagi seseorang yang terang-terangan berniat untuk menggodanya."

Kata-kata itu lebih terdengar seperti sebuah peringatan keras, dari pada sekedar informasi biasa.

"Saya mengerti, Tuan." sahut Alya, mengangguk mengerti. "Saya benar-benar ingin bekerja di sini." ucapnya yakin.

"Saya tahu, dan saya yakin jika kau adalah seseorang yang sangat bertanggung jawab pada pekerjaan mu. Sama seperti ibumu." ucap kepala pelayan, tegas.

"Terima kasih, Tuan."

"Baiklah. Kau boleh pergi dan melanjutkan pekerjaan mu." ucapnya mengakhiri pembicaraan.

"Baik, Tuan. Saya mohon izin undur diri." pamitnya, lalu melangkah keluar dari ruangan itu.

...🌺🌺🌺...

Alya bukanlah gadis yang banyak tingkah. Ia benar-benar datang ke mansion mewah ini untuk bekerja. Ia tidak pernah membuat masalah, ataupun terlibat permasalahan dengan rekan sesama pelayan.

Namun, bukan berarti pekerjaannya selalu lancar. Selalu saja ada yang berniat untuk mencari masalah dengannya. Bukan karena pekerjaannya yang selalu terlihat sempurna dan mendapat pujian, melainkan karena kecantikannya yang dianggap melebihi 'standart' seorang pelayan.

Ia sendiri selalu merasa bingung, bagaimana sebenarnya 'standart' yang selalu mareka sebutkan itu.

Alya terlahir dengan kulit putih bersih, bak porselen. Tubuhnya tinggi semampai, dengan berat badan yang ideal. Sorot matanya tajam, dengan warna cokelat yang menunjukkan kepercayaan diri tinggi, dan kehangatan yang memikat.

Ia mungkin lebih cocok berprofesi sebagai seorang model, daripada menjadi seorang pelayan. Namun pada kenyataannya, ia hanyalah seorang pelayan biasa, sama seperti mereka.

Ia bahkan tidak pernah memperdulikan segala pujian dan rayuan yang di lontarkan oleh beberapa pelayan pria kepadanya. Karena hal tersebut, Alya kerap kaloli di cap sebagai gadis yang sombong.

Namun, ia tak pernah menghiraukan hal tersebut. Karena di mansion ini, tidak semua orang membencinya. Bagi yang sudah mengenal dirinya dan ibunya, ia selalu di anggap sebagai anak yang berbakti dan juga pekerja keras.

Mereka tahu jika beban yang di tanggungnya tidaklah kecil. Di usia yang masih terbilang muda, ia harus menjadi tulang punggung dan berjuang keras untuk bertahan hidup serta membiayai pengobatan ibunya.

Ia punya beberapa teman di rumah ini. Mira dan Desi, temannya sesama pelayan. Bibi Sari, di bagian dapur, dan paman Herman si tukang kebun.

Mereka semua sangat baik kepadanya.

Terkadang Bibi Sari sengaja membungkuskan sisa makanan yang masih layak dimakan, untuk ia bawa pulang. Tubuh rampingnya bukan terbentuk karena sengaja dilatih, melainkan karena ia terlalu mengirit pengeluaran.

Terkadang, ia bahkan sengaja melewatkan sarapan dan juga makan malamnya, untuk sekedar menghemat sedikit pengeluarannya.

Beruntung ia bisa mendapatkan jatah makan siang di rumah ini.

Sebenarnya ia bisa saja mendapatkan sarapan, makan siang sekaligus makan malam setiap hari jika tinggal dan menetap di mansion ini. Namun, jika ia tinggal di sini, ia tidak bisa menjaga dan merawat ibunya di rumah dan ketika ibunya di rawat di rumah sakit.

Sehingga, ia terpaksa menghemat jatah makannya, untuk ongkos pulang-pergi dari mansion menuju rumahnya.

Walaupun semua ini terasa sulit baginya. Namun ia tidak pernah menyerah, apalagi mengeluh. Ia harus tetap kuat menjalani kehidupan demi ibunya, wanita yang telah melahirkan dan merawatnya selama ini dengan tetesan keringat dan air mata.

Banyak orang yang tidak tahu, bahwa Alya terlahir tanpa seorang ayah. Ibunya tak pernah menceritakan siapa ayahnya dan di mana keberadaannya saat ini.

Bahkan, Alya tidak tahu apakah ayahnya saat ini masih hidup, atau justru sudah meninggal.

Namun, Alya tidak pernah bertanya kepada ibunya. Karena kesedihan ibunya, sudah cukup menjelaskan semuanya.

"Alya, makanlah dulu, Nak." ucap Bibi Sari, menyodorkan piring berisi makanan ke hadapan Alya yang sedang duduk beristirahat di halaman belakang. "Jam istirahat akan segera berakhir."

"Iya, Bibi. Terima kasih." ucap Alya, lalu memakan makanan itu dengan segera. Ia sudah sangat lapar karena menahannya sejak pagi.

"Bibi dengar, tadi kau di panggil ke ruangan kepala pelayan. Apa ada masalah?" tanyanya khawatir.

"Tidak, Bibi. Kepala pelayan hanya memberitahukan padaku, bahwa aku yang akan menggantikan tugas Ibu untuk mengurus keperluan Tuan muda setelah ia kembali nanti." jelasnya.

"Oh, karena itu. Iya, Tuan muda memang akan kembali minggu ini." jelasnya tenang. "Kau harus menjaga sikapmu di depannya. Jangan sampai membuat masalah." lanjutnya menambahkan.

"Iya, Bibi." sahutnya, lalu segera menghabiskan makan siangnya.

Pekerjaan barunya nanti sepertinya tidaklah mudah. Ia hanya berharap tidak akan mendapatkan masalah apapun ke depannya.

...🌺🌺🌺...

Hai semua!

Ini karya terbaru ku. Semoga ceritanya bisa menghibur kalian ya.

Jangan lupa mampir dan memberi dukungan pada karya ini ya.

Tekan tombol ❤️ agar cerita ini masuk di daftar favorit kalian. Kalian bisa mendapatkan update terbaru dari cerita ini.

Jangan lupa juga like, komentar dan gift, rate nya ya... 😅😅 Biar aku tetap semangat nulisnya...

Ceritanya ini tidak ada artinya tanpa dukungan dari kalian semua...

Terima kasih... 🤗❤️

1
Xlyzy
Alya yang kuat ya, semoga Oprasi ibu mu berhasil
Miu.Nuha
aishh wanginya itu lohh...
mengalihkan duniakuu~
Miu.Nuha
iya, cari second love gih biar move on /Determined/
Rain Aricia
Ya udah lah gapapa, sekarang pikirin dirimu dulu mau ga jadi model itu
Rain Aricia
Dia kan tau diri Max
Rain Aricia
Kalau gitu suruh lah dia log out dari club malam itu, Max
🔵 MULIANA💦
bisa-bisanya kepikiran nyolong peralatan rumah tangga /Facepalm/
-Thiea-: soalnya barangnya bermerek semua.. dikira yang punya rumah kagak bakalan tahu..😁
total 1 replies
🔵 MULIANA💦
kayaknya itu ungkapan hatinya deh 🤭
🔵 MULIANA💦
lah, masih sempat-sempatnya /Facepalm/
🔵 MULIANA💦
bayarannya, tanpa bunga kan max 🤭
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih meni eweh gawe sia ih 🫣😆/Chuckle/
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
lumayan terharu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
untungnya si Al masih punya nurani ke baikan tersisa yah, klw nggak udh aku tendang tuh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
adeuh 🤦 meuni sok asa 😤 Jol seak gampangnya menyebut dirinya ayah. akibat obses yg tak jelasnya itu.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kayaknya klw ada di hadapan kehidupan ku, aing tak Sudi mendengar ucapan itu, lihatny🫤a pun aing tak Sudi 😒🙄☹️
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
masa sih, masa iya 😒🙄
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
andai di sini bisa kirim stiker kaya di wa nanti aing bakal kirim Poto stiker aku yg natap mode kaya 😒. untuk ucapan seperti itu sebel rasanya.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
harusnya Lo om cari info yg lebih dalam lagi, jadi jangan seolah menyalahkan emaknya si Al, karena pasti ada satu hal yg membuatnya pergi dari kau paham tuan.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
dari sudut bicara anda ini kayak menganggap hal sepele, kayak menggampangkan aja gitu 🤦 terserah lu lah om.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
om kau emang tua keladi yang rese, gw klw jadi emaknya si Al sama kayaknya karena nggak mudah. soalnya kau tiba² muncul terus bikin suasana kacau di kondisi kagak Bae rese Lo ya om.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!