NovelToon NovelToon
Satu Cinta Untuk Istri Ketiga

Satu Cinta Untuk Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Istana/Kuno / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom young

Apa jadinya ketika seorang pria yang tidak memiliki perasaan harus disandingkan dengan seorang wanita yang mampu merubah seluruh hidupnya, Raja Gustaf pria dingin keturunan bangsawan itu sudah memiliki dua istri, akan tetapi selama pernikahan dengan kedua istrinya dia tidak merasakan arti cinta yang sesungguhnya.

Namun dengan datangnya Layla Candra kedalam hidupnya menjadi istri ke tiga Gustaf merasakan adanya perasaan cinta untuk Layla...

Namun Layla sendiri merasa pernikahnya dengan Raja Gustaf adalah kematiannya setiap hari, karena ia di paksa menikah oleh Ayahnya sebagai aliansi demi sebuah wilayah benteng Candra...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahpter~1 Mahkota berlumur darah

Pada zaman kerajaan kuno yang mana setiap kalinya harus membuktikan kekuatan perang demi menjunjung sebuah tahta dan kekuasaan di negeri itu. Yang mana setiap kalinya tidak ada perdamaian dan selalu ada pertumpahan darah di setiap sudutnya membuat hawa panas selalu menguak di udara bahkan tanah selalu berbau amis darah.

"Serang!!!!" teriak salah seorang Raja yang terkenal akan ke kejamannya. Raja itu bernama Gustaf ia sudah menaklukan beberapa kerajaan di negara ini, bahkan beberapa rajanya sudah tunduk di bawah ke kuasaan nya.

Dan siang ini perang itu kembali terjadi, perang antara dinasti kerajaan Malta Wijaya dan kerajaan Batara Candra.

Yang mana di pimpin oleh Raja Gustaf sendiri dan kerajaan Batara Candra dipipin oleh putra mahkotanya Pangeran Laksamana, dan kedua adiknya Mahesa dan Kudus.

Perang kedua ini terjadi mana kala Raja Gustaf tiba-tiba menyerang benteng Candra dengan pasukannya.

Hingga membuat pasukan Candra mengalami kelemahan karena serangan mendadak itu. Bahkan Kudus dan Laksmana saja juga sudah terluka karena peperangan ini sungguh diluar kendali mereka.

"Hahah... Akui saja kekalahanmu. Pangeran Laksmana!!" Raja Gustaf, tertawa sumbang saat ia berhasil mengalahkan seribu pasukan yang dibawa oleh Pangeran Laksamana.

"Tidak akan! Sebagai seorang kesatria Candra. Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan." Pangeran Laksmana juga nampak kekah pendirian ia pantang pulang sebelum menang.

"Jadi jangan bermimpi seorang Candra akan berlutut di bawah kekuasaan Malta Wijaya!" Pangeran Laksmana menatap Raja Gustaf bengis, ia kembali mengayunkan pedang itu pada Raja Gustaf.

Akan tetapi tubuh pangeran Laksmana yang melemah akhirnya ia gugur di medan perang dan kedua adiknya Kudus dan juga Mahesa menjadi tawanan Raja Gustaf.

"Dengar semua, bawa Pangeran Mahesa dan Pangeran Kudus, jadikan ia sebagai tawanan dan jangan lupa kirimkan pesan pada kerajaan Candra!!" kata Raja Gustaf dengan suara yang menggema.

Ke kejamannya sungguh diluar nalar bahkan ia meminta Prajurit untuk memenggal kepala Pangeran Laksmana dan mengirimkan nya ke kerajaan Candra.

Saat sudah sampai di perjalanan menuju Kerajaan Candra, prajurit yang di perintahkan Raja Gustaf langsung melempar surat dan melempar sebuah kain merah yang menyamarkan warna darah kepala Pangeran Laksmana.

Prajurit kerajaan Candra langsung mengambil surat itu dan mengirimkannya pada Rajanya, Raja Batara.

"Salam hormat yang mulia, selembar surat dari Prajurit Malta Wijaya yang mengirimkan ini." kata sang Prajurit sambil memberikan surat itu pada Raja Batara.

Ia dengan tangan gemetar langsung mengambil surat itu dan meminta penasihatnya membacakannya.

"Salam hormat kepada Raja Batara, kedua Putra kebanggan Candra telah menjadi tawanan ku, jika kau ingin putramu kembali, harus ada harga yang harus dibayar, dan jangan lupa buka juga hadiah yang aku berikan padamu."

Semua orang yang ada diruangan kerajaan menatap pada satu buntelan kain merah, mata mereka semua yang ada diruang itu langsung terpatri kesana.

"Agusta... Tolong kau buka, apa isi kain itu?" perintah Raja Batara, suaranya gemetar, bukan karena ketakutannya pada kekalahan melainkan dia hanya takut jika firasatnya akan benar

"Ya-Tuhan. Pangeran Laksmana!!!" semua wanita yang ada diruang itu menjerit histeris, bahkan istri dari Pangeran Laksmana sampai jatuh pingsan.

"Sungguh Raja tidak memiliki hati nurani, beraninya ia memenggal kepala kakaku!" Layla menatap bengis, matanya berkaca-kaca. Tapi ia tidak bisa menangis bahkan rasanya Layla begitu ingin balas dendam pada Raja Gustaf.

Raja Batara langsung lemas, ia. tidak menyangka kalau dugaannya benar.

"Atur kepergian ku, menemui Raja Gustaf!!!" Kata Raja Batara dengan tangan yang mengepal kuat.

Ia langsung pergi dari singa sananya. Sementara itu Layla langsung mengejar Ayah Handanya.

"Ayah tunggu Ayah. Apakah Ayah yakin akan menemui Raja jahat itu?" nafas Layla terasa berat ia engan menyebut namanya.

"Ayah tahu kamu khawatir tapi kedua kakamu sedang di jadikan tawanan Layla." Raja Batara berusaha tenang.

"Tapi jika Ayah datang kesana, sama saja Ayah mengaku kalah dan Raja jahat itu akan merasa menang Ayah." Layla yang pandai berdebat kali ini ia berharap pendapatnya akan di setujui Ayah Handanya.

"Ayah tahu kamu khawatir Layla. Tapi kali ini saja percayalah pada Ayah, Ayah akan membawa kedua kakamu kembali tanpa luka sedikitpun." Raja Batara mengusap lembut pucuk kepala Layla.

Raja Batara langsung pergi dari hadapan Layla, ia bersiap akan memenuhi pangilan Raja Gustaf,

"Suatu waktu, nanti kepalmu yang akan aku pengal Gustaf!" batin Layla, matanya berkaca-kaca. Ia ingin membalas perbuatan Raja Gustaf yang selalu haus dengan pertumpahan darah.

Sementara itu di dalam Istana Candra, sedang berduka. Karena gugurnya Pangeran Laksmana. Ratu Saraswati terus menangisi putranya yang gugur dalam medan perang.

Para istri juga nampak menangis terpukul dengan kejadian ini, bahkan istri Pangeran Laksmana berniat akan mengakhir hidupnya namun Layla langsung menghalangi.

"Kaka apa yang akan kau lakukan!" Layla langsung membuang gelas racun yang hendak diminum Laras.

"Aku tidak kuat Layla, jika harus hidup tapi tanpa Laksamana." Laras menangi histeris.

Saat ia tahu yang dikirim siang tadi adalah kepala suaminya ia langsung luruh seketika, ia mengingat semalam Laksamana menggodanya meminta anak, namun siang ini Laksamana telah tewas terbunuh, dan sekarang Laras harus menjadi janda di usiannya, yang masih muda.

"Sudah kaka, jangan ucapkan itu lagi, kau tidak sendirian, ada aku, ibu dan juga sodara lainya." Layla langsung menarik kaka iparnya kedalam pelukannya.

Laras menangis sesengukan dipundak Layla. Sementara Layla tidak bisa menangis bahkan ia berniat akan memenggal kepala Gustaf dengan tangannya sendiri.

Disaat semua orang rumah sedang berduka Layla diam-diam menyelinap keluar Istana mengikuti kemana Ayah Handanya tanpa membawa beberapa pengawalnya dan prajurit yang masih tersisa.

"Jika Ayah pasrah akan hal itu aku tidak akan pasrah, malam nanti setelah Raja jahat itu istirahat aku akan memenggal kepalanya! Dan hari ini adalah hari terakhir ia bisa tertawa menertawakan kekalahan kerajaan Candra!" Layla tersenyum menyeringai.

Ia menutup tubuh dan wajahnya rapat, ia malakukan penyamaran itu dengan sempurna.

Sementara itu, Raja Batara sudah sampai di perkemahan Raja Gustaf yang tepat dibangun di tanah perbatasan.

Ia tertawa dari kejauhan saat melihat Raja Batara datang menemuinya.

"Hahaha... Sudah ku pastikan. Dia akan datang menjemput putranya! Tapi ini semua tidak akan terjadi." batin Raja Gustaf, ia telah sengaja mengatur skenario itu.

Saat tiba di tenda perkemahan Raja Gustaf, Raja Batara langsung turun dari tandunya ia langsung dikawal dan datang kehadapan Raja Gustaf dengan berat hati.

"Selamat datang Raja Batara, apa yang membutmu datang kemari menemuiku!" Raja Gustaf tersenyum sinis, seolah ia sengaja mempermalukan kekalah Raja Batara.

1
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ di usir bocah
Seroja_layu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dasar memang sifat lu itu ....susah kasih tahu lalat jika bunga lebih wangi di banding sampah 🤧🤧🤧
vj'z tri
selamattt 🫣🫣🫣🫣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 masa langsung kebuka kartu lu
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 salah cari lawan Mpok
vj'z tri
samperin say 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
hayolah keluarkan insting detektif mu 🤧🤧🤧
vj'z tri
maka nya kenalan Mpok kalau gak kenal 🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
hadeuhhhh para lampir mulai bergosip ria 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
kerennnnnn🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
yakin amat mas bro ,kaya nya nanti lu yang tunduk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
mau kesel ,tapi semua itu benar 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
hadeuh 🤧🤧🤧kan juga gegara u nyerang tadi malam neng 🤧🤧
FiaNasa
akankah Laila bisa mewujudkan dendamnya pada guztaf
vj'z tri
yang kemarin itu di hapus ta ?
Blueberry Solenne
iya tapi tindakannya terlalu kejam
Blueberry Solenne
Dasar ibl!$ serakah ya
Blueberry Solenne
wah sekeluarga di sandera, kejam juga tu raja Gustaf
Blueberry Solenne: Heheh takut kena sensor,
total 2 replies
Blueberry Solenne
Ya Tuhan serem amat isinya kelapa orang (takut di hide jadi di plesetin)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!