NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:603.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Malam itu, langit seolah sedang berduka. Hujan deras mengguyur aspal kota, menyamarkan jejak ban mobil hitam legam yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju sebuah gudang tua di pinggiran pelabuhan. Di dalam salah satu mobil itu, Alana meringkuk dengan tangan terikat. Jantungnya berdegup begitu kencang, hingga ia merasa dadanya akan pecah.

Gadis berusia sembilan belas tahun itu tidak tahu apa salahnya. Yang ia ingat, setengah jam yang lalu, sekelompok pria berjas hitam mendobrak pintu flat kecilnya dan menyeretnya tanpa penjelasan.

"Turun!" bentak salah satu pria saat mobil berhenti.

Alana diseret kasar masuk ke dalam gudang yang lembap. Aroma karat dan oli menusuk indra penciumannya. Di tengah ruangan, di bawah lampu gantung yang berkedip-kedip, seorang pria paruh baya bersimpuh dengan wajah babak belur.

"Paman?" bisik Alana tertahan. Suaranya tenggelam oleh isak tangis.

Paman Alana, satu-satunya keluarga yang ia miliki, hanya bisa menunduk ketakutan. Di hadapan sang paman, berdiri seorang pria yang tampak sangat kontras dengan lingkungan kumuh itu.

Pria itu duduk di sebuah kursi kulit yang entah datang dari mana. Ia mengenakan setelan jas custom-made berwarna abu-abu gelap yang melekat sempurna di tubuh tegapnya. Tangan kanannya memainkan sebuah pemantik api emas, sementara matanya yang sebiru es menatap kosong ke arah kegelapan.

Ia adalah Dante Volkov. Sosok yang namanya hanya berani dibisikkan di lorong-lorong gelap karena kekejamannya.

"Kau datang terlambat, Lukas," suara Dante terdengar rendah, namun sanggup membuat bulu kuduk siapa pun berdiri. Dingin, tanpa emosi, seperti suara kematian itu sendiri.

"T-tuan Dante... saya mohon... beri saya waktu seminggu lagi," rintih Paman Lukas sambil bersujud di kaki Dante. "Uang itu... saya akan mencarinya."

Dante menghentikan gerakan pemantiknya. Ia sedikit mencondongkan tubuh ke depan, membuat cahaya lampu mengenai garis rahangnya yang tegas dan tajam. "Waktu adalah komoditas yang mahal di duniaku. Dan kau sudah menghabiskan seluruh jatahmu."

Dante kemudian memberi isyarat kecil dengan jarinya. Salah satu anak buahnya mengeluarkan sebuah pistol berperedam dan mengarahkannya ke kepala Lukas.

"TIDAK! JANGAN!" Alana menjerit histeris. Ia meronta, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman pria yang memegangnya. "Tolong, jangan bunuh dia! Saya mohon!"

Keheningan seketika menyelimuti gudang itu. Dante perlahan mengalihkan pandangannya. Untuk pertama kalinya, mata dingin itu menatap tepat ke arah Alana. Gadis dengan rambut berantakan, wajah pucat, dan mata besar yang digenangi air mata.

Dante terdiam beberapa detik. Ia memperhatikan bagaimana bibir gadis itu gemetar, namun ada binar keberanian—atau mungkin keputusasaan—di matanya yang murni. Alana tampak seperti seekor merpati putih yang tersesat di sarang serigala.

"Bawa dia ke depan," perintah Dante.

Alana didorong hingga jatuh tersungkur di depan kaki Dante. Ia bisa mencium aroma parfum mahal pria itu—campuran kayu cendana dan tembakau mahal—yang terasa sangat mengintimidasi.

Dante bangkit dari duduknya. Ia melangkah perlahan mengitari Alana, seperti predator yang sedang menginspeksi mangsanya. "Siapa namamu, Gadis Kecil?"

"A-Alana," jawabnya dengan suara nyaris hilang.

Dante berlutut di depan Alana. Dengan jari-jarinya yang panjang dan dingin, ia mengangkat dagu Alana agar gadis itu menatapnya. Alana tersentak. Mata pria itu tidak memiliki kehangatan sedikit pun. Kosong.

"Pamanmu berhutang sepuluh juta dollar padaku. Sebuah angka yang tidak akan bisa kau hasilkan meski kau bekerja seribu tahun lamanya," ucap Dante sembari mengelus pipi Alana dengan ibu jarinya. Gerakannya lembut, namun terasa seperti sayatan pisau.

"Tolong... biarkan paman saya hidup. Saya akan melakukan apa saja," pinta Alana dengan sisa keberaniannya.

Dante menyeringai kecil—sebuah seringai yang tidak mencapai matanya. "Apa saja?"

"Iya, apa saja."

Dante berdiri tegak kembali, menatap anak buahnya lalu kembali ke arah Alana. "Lukas, nyawamu hari ini selamat. Tapi mulai detik ini, keponakanmu bukan lagi milikmu. Dia adalah jaminanku. Dia milikku."

"Apa?" Paman Lukas terbelalak, namun ia terlalu takut untuk memprotes. Ia justru tampak lega karena nyawanya tertolong, meski harus menumbalkan keponakannya sendiri.

Alana merasa jantungnya seolah berhenti berdetak. "Apa maksud Anda, Tuan?"

Dante tidak menjawab. Ia berbalik dan melangkah pergi menuju pintu keluar. "Bawa dia ke mansion. Bersihkan dia. Aku tidak suka barang milikku terlihat kotor."

"Tunggu! Tuan Dante!" Alana mencoba mengejar, namun dua pria besar langsung mencekal lengannya.

Sebelum keluar, Dante sempat menoleh sedikit. Cahaya bulan yang masuk dari sela-sela atap gudang membuat wajahnya terlihat seperti malaikat maut yang tampan namun mematikan.

"Mulai hari ini, duniamu hanya sebatas dinding mansionku, Alana. Jangan pernah berpikir untuk lari, kecuali kau ingin melihat kepala pamanmu dikirim dalam kotak kayu ke depan pintumu."

Dante melangkah masuk ke dalam mobil Rolls-Royce miliknya, meninggalkan Alana yang hancur bersimpuh di lantai gudang yang dingin. Gadis itu tidak tahu bahwa malam ini adalah akhir dari kebebasannya, dan awal dari sebuah obsesi gelap pria yang tidak mengenal kata cinta.

Mobil-mobil itu menderu pergi, membelah malam yang pekat, membawa sang mawar putih ke dalam sangkar emas milik sang predator dingin.

...Selamat datang di karya keduaku di Novel Toon ini yang berjudul 'Obsesi Sang Predator Dingin'. Semoga kalian menyukai kisah ini!...

...Peringatan: Cerita ini ditujukan khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas (21+). Mohon bijak dalam memilih bacaan. Seluruh konten dalam cerita ini adalah fiktif belaka; adanya kesamaan nama tokoh, tempat, maupun latar merupakan unsur ketidaksengajaan....

...Untuk mendapatkan pengalaman cerita yang utuh, aku memohon agar pembaca tidak melompati bab, karena setiap bagian sangat memengaruhi alur dan retensi buku ini. Mari saling menghargai karya dengan membaca secara berurutan. Jangan lupa tinggalkan like, komentar, follow, dan vote ya! Terima kasih! 😘...

1
beybi T.Halim
sad ending terbaik bulan ini,walau ceritanya sdh berbulan2 yg lalu
beybi T.Halim
wah..ternyata sad ending kehilangan bayi dan ibunya secata bersamaaan.,berharap ada sesion 2 dimana dante bertemu dgn wanita yg spesifikasinya spt Alana,tapi jiwanya lebih bar bar dari Alana,mudah2an🤭,semangat buat penulisnya salam sehat sll💝
beybi T.Halim
hanya di dunia halu yg defenisi cinta adalah segalanya.,pdhal.klo real life nya tidak ada cinta saat perutmu lapar dan dompetmu kosong🤭cinta gak bs dimakan ,setidaknya dimansion itu perutmu tidak lapar alana walau harga dirimu diinjak2👍
Rynda Atmeilya
alur cerita dan bahasa penulisannya baguuus, g mau skip
Rynda Atmeilya
waaaaaaaa😍😍😄
Silvi Cantik
Apasii kok gini?
레이디핏
Apasih anjirrrr kenapa ending nya giniiii buat mimpi aja napa sihhhhhh author elahhh
레이디핏
Yaaa sialan tak tau diri sekali kau ini Pemaksaannnnn
Dodoi Memey
mantap aku langsung baca ..keren Thor
Rita Juwita
luar biasa.. tapi berakhir menyedihkan thor..
Evy
Astaga.. astaga.. astaga.. kenapa jadi begini...
Lucyana H
ya nama jg novel...di akhir cerita klo ga sad ending..ya happy ending🥺
Alorra?
kenapa harus sad ending sihh 😒
Hazelisnut
Adweeeeeee!!!!!😭 kenapa Alana harus mati!!??
Aila Varisa
iss.. mending sama si Dante..
klo aku jadi dia nma nya jga udh nikah,,cinta bakal tumbuh dengan sendirinya,,heran,,dripada capek sebagai pelayan
Ayu Apriliana
ceritanya bagus banget, endingnya anti mainstream, good job kakak penulis ❤️
Ning Vian
sad ending ternyata,,,gk jadi bacadeh
silvani riskasyahputri
baru kali ini ending nya tegang ,sad,bukan happy pemeran utamanya ..tapi asli cerita ini bagus bgt aku suka 😍
Hanifah 76
Luar biasa
yuni sianturi
lanjutin thor gak mungkin ceritanya bad ending
ntah apa kek, transmigrasi contohnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!