NovelToon NovelToon
Mas Dosen, Ayo Cerai!

Mas Dosen, Ayo Cerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: za.zhy

Nala Purnama Dirgantara, dipaksa menikah dengan Gaza Alindara, seorang Dosen tampan di kampusnya. Semua Nala lakukan, atas permintaan terakhir mendiang Ayahnya, Prabu Dirgantara.

Demi reputasi keluarga, Nala dan Gaza menjalani pernikahan sandiwara. Diluar, Gaza menjadi suami yang penuh cinta. Namun saat di rumah, ia menjadi sosok asing dan tak tersentuh. Cintanya hanya tertuju pada Anggia Purnama Dirgantara, kakak kandung Nala.

Setahun Nala berjuang dalam rumah tangganya yang terasa kosong, hingga ia memutuskan untuk menyerah, Ia meminta berpisah dari Gaza. Apakah Gaza setuju berpisah dan menikah dengan Anggia atau tetap mempertahankan Nala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon za.zhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Mas Dosen, Ayo Cerai!

Nala Purnama Dirgantara, ia menarik nafas panjang, menatap kosong pada tangannya yang baru saja di genggam oleh suaminya, Gaza Aliandra.

“Mas…” panggil Nala. 

Gaza menatap Nala, lalu kembali fokus pada telepon genggamnya. Senyum terukur di sudut bibirnya. Manis dan membuat Nala terpesona, tapi yang harus Nala ketahui, Gaza hanya suaminya saat bersama orang banyak. 

Nala lelah, ia ingin bebas tanpa perlu bersandiwara, pernikahan tanpa cinta, desakan keluarga dan banyak hal lainnya membuat Nala kehabisan energi.

“Mas, Ayo cerai!”

Sontak saja, pria yang tadi sibuk dengan telepon genggam itu menghentikan aktivitasnya. Ia menatap Nala. Matanya menyipit seolah meyakini apa yang baru saja Nala ucapkan.

“Ulangi!” Gaza berucap penuh penekanan.

“Aku ingin kita bercerai saja,” ulang Nala, lalu menundukkan pandangannya. “Satu tahun kita menikah semuanya penuh sandiwara. Tak ada cinta di antara kita, hanya wasiat Ayah, jadi…”

“Sandiwara?” Gaza tersenyum mengejek. “Satu tahun lalu aku memenuhi permintaan Almarhum ayahmu. Menikahi kamu didepan jenazah ayahmu sendiri, lalu kamu bilang itu sandiwara?” 

Nala meneguk ludahnya kasar, suara Gaza tak meninggi tapi penuh penekanan. 

“Bukan itu, kehidupan setelah pernikahan. Semuanya penuh kepalsuan, di hadapan keluarga dan orang-orang kita terlihat baik-baik saja, tapi saat di rumah… kita asing.” Suara Nala bergetar, menahan gejolak yang selama ini ia pendam.

“Lalu kamu ingin seperti apa? di cintai? Kamu tau aku gak bisa untuk itu, Nala. Untuk saat ini jangan menuntut itu padaku,” tegas Gaza.

Mendengar itu, Nala sontak menatap Gaza. “Maka dari itu, ayo bercerai! Agar kamu bisa bersama dengan orang yang kamu cintai!”

“Cukup!” bentak Gaza. “Jangan memancing emosiku, kita sedang di rumah keluargaku. Bersikap baiklah.” 

Nala menekan dadanya saat ia merasakan denyut samar, sakit tapi tak bisa disembuhkan seorang diri.

“Aku capek! Capek sekali, Gaza Aliandar,” ucap Nala lirih.

Setelah mengatakan itu, Nala segera berbalik memasuki kamar mandi. Ia tak mau Gaza melihatnya menangis dan terkesan lemah. Hanya dengan berkedip saja, Nala yakin air matanya pasti akan jatuh.

Gaza menghembuskan nafas berat melihat sikap Nala yang tiba-tiba berubah. Tapi, tak ada yang salah dari ucapan Nala. Pernikahan ini penuh sandiwara dan saling menyakit. Namun, menuruti permintaan Nala adalah sesuatu yang tak mungkin Gaza lakukan. 

Cukup lama Nala di kamar mandi, menenangkan diri dan memastikan tak ada sisa air mata di pipinya. Saat keluar, dia masih melihat Gaza berdiri di tempat tadi. Tanpa beranjak sedikitpun, seolah menunggu Nala.

Nala menghembuskan nafasnya kasar. Ia memilih berlalu, tapi tangannya kembali di cekal oleh Gaza. Tatapan suaminya berhasil membuat nyali Nala mengecil.

“Nala, jangan pernah berpikir untuk berpisah. Keluarga Aliandra sangat menjaga  reputasi keluarga. Jadi, sebesar apapun keinginan untuk bercerai, itu tidak akan terjadi.” Gaza kembali memperingati Nala, gadis manis yang ia nikahi secara paksa setahun lalu.

Nala tersenyum, ia memperlihatkan deretan giginya hingga membuat Gaza mengerutkan keningnya. Tadi ia melihat Nala yang sedih, seolah menjadi istri paling tersakiti. Lalu sekarang tersenyum lebar seolah semua baik-baik saja.

“Aku akan membuat Pak Gaza menceraikan aku, jadi bersiaplah.” Nala berucap sembari mengedipkan matanya.

Gaza menyipitkan matanya, entah apa lagi yang akan Nala lakukan. Tapi, Gaza menduga setelah ini, istri kecilnya ini akan semakin membuatnya pusing.

“Nala…” Gaza memperhatikan istrinya dari atas hingga ujung kaki.

Nala yang merasa di perhatikan segera menarik diri, ia menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.

“Ganti pakaian kekurangan bahan itu. Tubuhmu terlalu kurus, gak pantas.” Gaza tersenyum mengejek, kemudian berlalu dari hadapan Nala. Ia mengabaikan Nala yang menatapnya penuh dendam.

“Apa? Kurus? Aku…”

“Sholat, Nala…” potong Gaza. “Sholat, agar pikiranmu jernih dan tidak berpikir untuk bercerai. Kamu tau… itu tak mungkin.” Gaza kembali menegaskan ucapannya sebelum hilang di balik pintu.

Nala meraup udara sebanyak mungkin, satu ruangan dengan Gaza membuat dadanya sesak. Sikap dingin Gaza semakin hari semakin menyiksa, semua bukan tanpa sebab. Nala mencintai pria itu, semakin hari semakin tak bisa mengendalikan perasaannya. Jadi, sebelum semua semakin menyiksa, berpisah adalah jalan satu-satunya. Jalan menuju move on dari cinta sepihak, begitulah pikir Nala.

Nala memutuskan mengganti pakaiannya, bukan karena ucapan Gaza. Tapi saat ini Nala berada di rumah mertuanya. Setelah ia keluar dan berkumpul bersama keluarga suaminya, maka penampilannya akan menjadi pusat perhatian, mengingat keluarga suaminya cukup taat agama.

setelah berganti dengan baju yang lebih sopan, Nala menuruni tangga, tujuannya adalah ruang keluarga. Di sana semua telah berkumpul, Ibu mertuanya, adik iparnya dan jangan lupakan tetua di rumah ini, Neneknya Gaza, perempuan paling cerewet setelah Ibunya Nala.

“Kak Nala…” panggil, Zanna adik perempuan Gaza. wajahnya adik kakak itu mirip, hanya saja Zanna mempunyai sifat ramah dan mudah bergaul, tidak seperti Gaza. “Sini, duduk.” 

Zanna menepuk sofa di sampingnya, tapi belum sempat Nala duduk. Gaza sudah menariknya untuk duduk di samping pria itu.

“Kak Gaza!” teriak Zanna. “Biarin Nala duduk di samping aku, Kak. Ihh… pelit banget, ‘kan Kakak tiap hari berdua terus,” protes Zanna.

Gaza tak menjawab, ia membiarkan adiknya meluapkan semua kekesalannya. Ia tetap merangkul pinggang Nala membuat istrinya bergerak gelisah.

“Sudah, jangan ribut. Biarkan saja Kakakmu, Nala ‘kan istrinya, jadi wajar,” ucap Maya, Ibu dari Gaza dan Zanna.

Zanna yang mendengar ucapan Ibunya semakin kesal. Bagaimanapun Nala dan Zanna sudah berteman lama. Semenjak Nala menikah dengan Kakaknya, keduanya jadi jarang bertemu dan berbagi cerita.

“Hem…” 

Semua seketika hening ketika wanita tua itu berdehem ringan, ia menatap satu persatu orang-orang yang ada di ruangan. Tatapannya berhenti pada Nala, tajam serta penuh selidik. 

“Sudah hamil?” Puspa, Nenek tua yang dihormati keluarga Aliandra.

Nala menggeleng, tapi ia tetap tersenyum. “Maaf, Nek…” hanya itu yang Nala ucapkan setiap orang bertanya perihal dirinya.

“Besok kita kerumah sakit,” ucap Puspa membuat suasan kembali hening.

Nala mengangguk tapi tangannya dengan cepat menepis tangan Gaza yang masih merangkul pinggangnya. Pelan tapi pasti, Nala menggeser duduknya sedikit menjauh dari Gaza.

Gaza merasakan pergerakan Nala, pria itu menoleh ia menatap Nala yang membuang muka ke arah lain. Tatapan intimidasi Gaza tak berhasil membuat Nala takut.

“Apa susahnya menghamili istri sendiri,” sindir Puspa lagi, kini wanita tua itu menatap Gaza kesal.

“Anak itu anugerah, Nek. Kami sudah berusaha, hasilnya tetap menjadi keputusan Allah.” Gaza berusaha bersikap bijak.

Nala mendengus kesal. Keputusan Allah mana yang suaminya tunggu. Gaza tau betul kenapa hingga saat ini Nala tak bisa hamil. Tapi selama ini Nala hanya bisa membela diri sendiri. Sedangkan suaminya, berlindung di balik kata-kata bijak dan menyalahkan takdir.

“Huff, Nek, sebenarnya… Akh…” Nala tidak sempat menyelesaikan ucapannya. Gaza kembali menarik pinggangnya hingga terasa sakit. “Mas pelan-pelan.” Suara Nala tertahan, ia nyaris membentak jika tidak ingat dia sedang berada di mana.

Maya mengerutkan keningnya, “Nala mau ngomong apa?” tanya Maya berusaha mencari tahu.

Nala kembali merasakan genggaman kuat di pinggangnya. “Lupa, Bu.” Nala menjawab seadanya.

“Kalau memang kamu belum siap hamil, biarkan Gaza menikah lagi!”

1
Hanifah 76
Luar biasa
sweet candy
keras kepala,batu bngt jdi perempuan,sdah skit sllu ga apa2,bsok sdah sakaratul maut pun tetap aj ga ap2
sweet candy
gimana Nala ga semakin meragu klo perlakuan dia aj ga jelas bgtu
sweet candy
perkara cerai aj pun berbelit2,intinya klo sepihak sdah ga mau bertahan krna skit hati,kecewa,ga ad kecocokan ya udah pisah aj,knapa hrus bnyk bertanya bukti2,tinggal dtang ke rumah skit,buat bukti dia masih virgin,sdah clear smua
sweet candy
harga diri konon
sweet candy
lagian kok ibu mertuanya di perhatikan dri bab2 sebelumnya,seakan2 mendekatkan mereka berdua,ga sdar kah ad menantu mu yng tak dianggap sama anakmu,mertua ga tau aturan
Teh Euis Tea
suka ceritanya
Rosnah Ismail
selesaikan ceritanya....seru amat
Rose Misun
bila updatenya author? lama sudah menunggu..
siti salamah
baca sudah sampai bab ini, tdk ada perbaikan kalimt seperti nya ma,f ya. Author, kalimat "bnyk yang kurang nyaman nd bca nya" contoh meyakini, mungkin mksd nya me yakinkan,, klimat bwah ntk bwa juga aga aneh jdi nya, senyum sinis ini apalgi,, itu tdk nyaman di bcanya,,
Aila Varisa
/Heart//Heart//Heart/
Aila Varisa
bner jga...
awalnya aku pngen arka sama nala
tpi gpp deh..sama zanna aja💪💪💪💪
Aila Varisa
berarti mata mata nya teman kkn mreka donh🤣🤣
Aila Varisa
hmm...bkn gaza sih yg salah mnurut ku,, anggia ngapain coba chat kyk gtu
Aila Varisa
huh...aku tau bkn penulis,,,tpi kok aku gk stuju jga mreka baikan .. kyk nya ccok sama arka..
salah nya bkn aku yg tentuin🙏
Aila Varisa
aku bneran gak setuju nala sama gaza...😭
Ida Romawati
kok gak up lagi kak, ditunggu lo
Aila Varisa
pisah aja udah..
lbih ccok sama rey
旅 Yuu
antara yoga sama rio ga sih?
Ainin Mu
q paling suka tipe * novel kaya gini ,TDK menyakiti fisik tp batin wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!