Tio Hanggara Patih anak sulung dari 3 bersaudara, siswa SMA Kelas 12 yang sebentar lagi akan lulus tetapi kejadian satu malam yang tidak pernah terpikirkan oleh dirinya menimpanya. Dia harus menikah di usia yang begitu muda dengan seorang janda cantik dari kota, sedangkan dirinya memiliki cita-cita yang sangat tinggi. kehidupannya yang monoton seketika berubah 180° dari yang biasanya kehidupan nya tentang belajar dan membantu orang tuanya. Tidak pernah dekat dengan wanita sekalinya dekat langsung nikah.
Celine Amanda Cortez Janda cantik berusia 25 tahun yang memiliki 1 anak laki laki bernama Kaisar Abraham Cortez. Celine anak dari pasangan George Mark Cortez pria berkebangsaan Inggris dan Desi Ayunda perempuan berkebangsaan Indonesia.
Celine adalah seorang direktur dari perusahaan Cortez setelah sang ayah pensiun.
Niat hati mau mengembangkan usaha nya di bidang makanan malah harus nikah dengan anak sekolahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lionel Andreas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Revisi bab 1
"Buuuk ibuuuk ibuuuuk......" ucap Tio sambil teriak.
"YAA, ibu di belakang ini lo lee kamu itu kebiasaan kalau masuk rumah gak salam dulu" sahut bu Juminten dengan rasa kesalnya.
"he he he he maaf buk, Tio lagi seneng ini ya udah Tio ulang kalau begitu" ucap Tio sambil cengengesan
" Assalamualaikum ibu Tio pulang " sambil mencium tangan.
" Waalaikumsalam anak gantengnya buk'e. Ada apa to kamu kok sampai lupa ucap salam? sini duduk ibuk ambilin air minum" Jawab bu juminten sambil mengambil air untuk sang anak
" gluk gluk gluk... ahh seger buk tenggorokanku" ucap Tio
" ya makanya jangan teriak teriak kamu Le mbok kirain telinga buk e udah budek" ucap bu juminten sambil merasa kesal
" ya Allah buk'e gak baik ngomong kaya gitu" jawab Tio sambil mengelus dada.
" Terus kamu ngapain tadi teriak teriak masuk kedalam rumah sampai lupa salam, bikin buk'e kaget aja" ucap bu Juminten sambil menatap anaknya
" Buk tadi disekolahan bu guru bilang anak anak yang mau lanjut kuliah atau kerja siapa aja disuruh data"ucap Tio.
"Tio pengen lanjut kuliah buk jadi Tio minta pendapat ibuk" lanjut Tio sambil tersenyum
"Le kamu tau to kalau keluarga kita ini pas pasan hidupnya kuliah juga butuh uang le ibuk jujur kalau ibuk udah gak sanggup buat biayain kamu kuliah le, kamu juga punya dua adek yang masih pada sekolah. Bapak juga udah tua ibuk juga keluarga kita cuma dapat penghasilan dari jualan bakso bapak kalau baksonya laris Alhamdulillah bisa buat beli kebutuhan sehari-hari ibuk sudah bersyukur nak" ucap bu juminten berusaha memberikan penjelasan
" Buk tapi Tio pengen lanjut kuliah buk, Tio kuliah juga buat bantu ekonomi keluarga kita biar nanti kalau Tio lulus bisa cari kerjaan yang bagus. Ibuk taukan kalau jaman sekarang nyari kerjaan susah" ucap Tio sambil menunduk
"Ya buk'e tau nak kalau jaman sekarang nyari kerjaan susah, kamu juga tau gitu kok le kalau nyari kerjaan sekarang susah lebih baik kamu langsung kerja aja" ucap bu juminten
" Buk jaman sekarang itu nyari kerjaan susah yang s1 s2 aja kesulitan nyari kerjaan apalagi yang cuma lulusan SMA" ucap Tio berusaha memberi pengertian kepada ibunya
" Ibuk tau makanya sayang uang nya le kalau buat kuliah, jadi sia-sia kalau ndak jadi apa-apa" sahut bu juminten
" kamu lihat itu mas joko sama mbak put itu lulusan s1 jurusan bisnis ujung ujungnya juga jadi tani" lanjut bu juminten
" Buk tapi.." ucapan Tio terpotong
"udah dulu ya le buk e mau lanjut masak nya bentar lagi magrib lebih baik kamu mandi " ucap bu juminten sambil pergi ke dapur.
Malam harinya waktu keluarga pak parto sedang makan di meja sangat lah ramai dengan suara si bungsu yang menceritakan kegiatannya tadi di sekolah.
" ibuk bapak tadi adek ada temen baru loh" ucap Nina
" adek punya temen baru lagi nak? siapa namanya?" sahut bapak
" Namanya Cantika dia tadi kasih adek bekalnya juga" ucap Dewi sambil tersenyum
semua nya tersenyum dan mengucapkan syukur dalam hati karena anak/adek mereka mendapatkan teman.
" Mas Tio sama mas firman gimana sekolahnya hari ini " ucap bapak tiba-tiba
" Alhamdulillah lancar pak. Mas, itu bapak tanya kok diam aja" ucap firman sambil menyenggol bahu sang kakak
" hah hah ada apa.. ada apa?" ucap Tio kaget
" Mas kenapa dari tadi ngelamun? mas ada masalah?" ucap firman khawatir
" iya mas kamu kenapa ada masalah sini ceritain sama bapak" sahut pak parto
" ah gak kok pak mamas cuma kecapekan aja"jawab Tio sambil menunduk
sedangkan bu juminten yang mendengar perkataan anak dan suaminya hanya diam tidak menimbrung.
selesai makan malam Tio langsung pamit pergi ke kamar.
" Buk, pak , Tio mau ke kamar duluan" ucap Tio dan langsung pergi.
Sedangkan yang masih disana menatap bingung sang anak/kakak
" Mamas Tio kenapa ya kok aneh banget hari ini biasanya mamas yang selalu tanya tanya adek" ucap si bungsu
" Mamas mungkin capek jadi mau istirahat " ucap Firman
" yah padahal adek mau minta tolong buat bantuin adek ngerjain tugas " sahut Nina
" ya sudah sama mas firman aja ya belajar nya, ayo" ucap firman sambil menggandeng tangan adek nya menuju kamar untuk belajar.
Dan sekarang tinggal bapak dan ibuk yang saling diam tapi tiba-tiba
" Buk Tio kenapa kok tiba-tiba begitu tadi pagi masih semangat" ucap pak parto
" Buk'e gak tau pak" jawab bu juminten singkat
" Buk jangan bohong sama bapak gak biasanya Tio begitu kalau gak ada masalah, pasti Tio sudah cerita sama ibuk kan?" jawab pak parto
" iya iya pak, Tio minta kuliah, trus ibuk bilang udah gak sanggup lagi buat kuliahin Tio " ucap buk juminten sambil pergi membawa piring kotor untuk dicuci
" Astaghfirullah buk rejeki pasti ada kok, anak minta sekolah ya kita usahakan " ucap pak parto
" Bapak kira anak bapak cuma Tio masih ada Firman sama Dewi yang masih sekolah pak, ibuk pusing harus bayar sekolah anak anak, bayar utang , kebutuhan sehari-hari, bapak kira kuliah bayar pakai daun? HAH!?" ucap bu juminten sambil sedikit berteriak.Di pintu dapur ada Tio yang mau ke toilet jadi mendengar pertengkaran orang tuanya jadi merasa bersalah. Tio kemudian pergi ke kamar sambil menahan sesak di dadanya
" Ya Allah pak buk " ucap lirih Firman sambil melihat sang kakak dan ikut pergi dari sana.
Tok tok tok " mas, mas udah tidur? ini firman" ucap Firman
" ya ada apa dek masuk aja"jawab Tio
klik kriet bunyi pintu kamar dibuka.
" Mas, mas ada masalah ya kalau ada bisa cerita ke Firman kok" ucapnya sambil menunduk takut menyinggung sang kakak.
" Ga mas gak ada masalah kok. kamu ngapain kesini butuh bantuan mas?". ucap Tio
" Ga mas bohong tadi sore Firman denger mas debat sama ibu terus tadi juga ibu berantem sama bapak"sahut Firman.
" mas kalau mau kuliah kuliah aja gak papa nanti firman ngomong sama ibuk sama bapak biar Firman sekolah tamat SMP aja" lanjut firman
" Kamu ini ngomong apa to dek gak baik ngomong kaya gitu, katanya mau jadi orang sukses nanti, ya harus sekolah tinggi biar bisa cari kerjaan mapan" ucap Tio
" Tapi nanti ibuk sama bapak pusing mikirin biaya sekolah kita mas" ucap Firman sambil berkaca-kaca.
" Kamu gak usah pikiran itu Firman tugas kamu cuma belajar gak ada yang lain, nanti kalau mas mau kuliah bisa cari uang sendiri " ucap Tio sambil menyeka air mata sang adik.
" Sudah lebih baik kamu belajar saja atau mau disini dulu temenin mas ngerjain tugas" lanjut Tio
" Ya sudah Firman ke kamar dulu mau belajar " ucap Firman sambil berjalan keluar pintu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...