NovelToon NovelToon
Sesetia Langit Menemani Senja

Sesetia Langit Menemani Senja

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.5
Nama Author: Arrafa Aris

Senja tak pernah menduga, jika di rahimnya bakal hadir dua sosok malaikat kecil akibat pelecehan yang dilakukan Bumi terhadapnya.
Pasca menikah dengan Bumi, Senja seringkali mendapat perlakuan kasar.

Bahkan Bumi tega beberapa kali mencelakai Senja hanya untuk melenyapkan bayi yang dikandungnya.

Di saat Senja tak mendapat kasih sayang dari suaminya, kehadiran Langit sudah cukup menjadi pelipur lara baginya. Namun, kehadiran Langit justru membuat Bumi menjadi cemburu sekaligus takut jika Senja akan jatuh ke pelukan Langit.

“Aku nggak mau kamu menjadi hujan. Tapi langit seperti namamu, Mas. Bak sebuah pepatah, 'Sesetia Langit Menemani Senja'. Langit yang begitu setia menemani senja meski ia nggak selamanya indah.” Senja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrafa Aris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. SLMS

Suara hentakkan pintu seketika membuat Senja terlonjak kaget disertai sebuah paper bag yang langsung melayang mengenai perut buncitnya.

Brakkkk!!

“Kenakan gaun itu! Hari ini kamu harus menemaniku menghadiri perayaan ulang tahun pernikahan Mama Papa!” tegas Bumi.

“Tapi Mas ....” Ucapan Senja seketika terputus saat Bumi langsung membentaknya.

“Apa kamu nggak mendengar apa yang barusan aku katakan, hah!”

“Maaf Mas, aku nggak bisa. Soalnya aku merasa kurang enak badan, kepalaku juga pusing.” Sambil tertunduk Senja berucap lirih sembari memegang perut buncitnya yang terasa sedikit kram.

Bumi menghampiri lalu mencengkram pipi Senja. Mendorongnya tanpa rasa bersalah sehingga membuat wanita hamil itu terjatuh.

“Akkhh!” pekik Senja sambil memegang perutnya yang terasa semakin kram. “Ssstttt ... aduh! Sakit Mas.”

“Sakit? Jika bisa, biarkan dia lenyap detik ini juga! Aku bahkan nggak pernah mengharapkan kehadirannya dalam kehidupanku!" Ucapan keji tak berperikemanusiaan itu, terlontar begitu saja dari dari bibir Bumi.

“Mas!” Senja langsung mendongak. “Dia juga nggak pernah berharap hadir dalam kehidupanmu! Jika bukan karena perbuatan bejatmu ma ...."

Plak!!

Ucapan Senja terputus tak kalah sebuah tamparan keras mendarat di pipi.

Bumi berjongkok lalu mencengkram pipi Senja. Menatap tajam sepasang mata sendu yang kini sudah menganak sungai.

“Kamu tak ada bedanya dengan ladies di club' malam itu. Menjajakan tubuh kepada pria hidung belang! Kamu dan mereka sama saja. Sama-sama pela*cur, wanita murahan!”

Mendengar hinaan serta tuduhan yang terlontar dari bibir suaminya, Senja tersenyum miris.

“Aku memang bekerja di club' malam. Harus aku akui jika kehidupan di dunia malam itu sangat kotor. Aku juga nggak munafik jika tubuhku sering di sentuh oleh banyak pria. Karena itu sudah resikonya bekerja di tempat seperti itu. Akan tetapi, aku nggak pernah menjual diri. Para pria hidung belang juga tahu, mana PSK dan bukan. Sedangkan dirimu, malah lebih bejat daripada pria hidung belang itu.”

“Kamu!!” hardik Bumi.

“Kenapa? Apa kamu sudah lupa betapa beringasnya dirimu menjamah tubuhku? Merenggut paksa kesucianku sekaligus menghancurkan hidupku!" Senja mengepalkan kedua tangan menatap benci pada suaminya.

Bumi tersenyum sinis, mengetatkan rahang lalu menarik rambut Senja. “Jelas saja aku nggak mengingatnya karena aku dalam pengaruh minuman alkohol. Jika aku sadar mana mau aku menyentuh tubuhmu!”

Selesai membalas ucapan Senja, Bumi tak melepas tangannya. Namun, semakin menarik rambut Senja supaya wanita hamil itu berdiri.

“Akhh!! Lepasin Mas, sakit!!” keluh Senja merintih sakit.

Bumi kembali menyeringai membawa Senja mendekati tembok lalu mendorong tubuh sang istri dengan kasar.

Seperti orang yang sedang kesetanan, Bumi seakan belum puas. Ia mencekik leher Senja sehingga wanita hamil itu kesulitan bernafas.

Dengan wajah yang kian memerah, Senja memukul-mukul lengan Bumi. Meminta supaya suaminya itu menghentikan aksinya.

“Gugurkan bayi itu! Sudah berapa kali aku peringatkan padamu, gugurkan!! Aku nggak menginginkannya!!” bentak Bumi lalu melepas cekikkannya dari leher Senja.

Senja langsung terbatuk-batuk lalu terduduk sambil memegang lehernya. Menghirup udara sebanyak mungkin demi memenuhi pasokan oksigen ke dalam paru-paru.

Bumi kembali berjongkok lalu menampar perut buncit Senja dengan keras.

“Akkhh!! Mas!!” pekik Senja.

“Aku nggak akan berhenti menyakitimu, jika kamu nggak menggugurkan bayi itu! Wanita sampah!” ancam Bumi disertai makian.

Senja hanya bisa menangis mendengar ancaman serta kata makian dari suaminya.

“Ingat, saat berada di pesta itu, jangan membuatku malu. Kamu tahu kan, di sana kebanyakan orang-orang berkelas!” ancam Bumi lagi. Setelah itu ia langsung meninggalkan Senja tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Sepeninggal Bumi, Senja semakin terisak sambil mengelus perutnya yang semakin terasa kram juga sakit.

“Sayang, meski kehadiran kalian nggak pernah di harapkan olehnya, percayalah Momy akan selalu menjadi pelindung bagi kalian.”

Senja mengambil paper bag yang tergeletak lalu perlahan berdiri. Duduk di sisi ranjang kemudian menyeka air mata.

*********

Tiga puluh menit berlalu ....

Bumi kembali masuk ke kamar Senja. Seketika rahangnya mengetat saat mendapati wanita hamil itu sedang tertidur. Ia kembali menampar perut Senja dengan keras.

“Akhh! Mas.” Senja terkejut. “Aku nggak bisa pergi bersamamu. Aku benar-benar nggak enak badan.”

Bumi menarik rambut Senja. “Aku nggak peduli, kamu sakit atau nggak pokoknya kamu harus menurut. Segera bersihkan dirimu lalu kenakan gaun itu! Aku beri waktu dua puluh menit!”

Selesai berucap, Bumi memaksa Senja beranjak dari tempat tidur lalu dengan kasar menggiringnya ke kamar mandi.

“Cepetan! Ingat, hanya dua puluh menit!” tegas Bumi. “Aku menunggumu di bawah!”

Setelah itu, Bumi langsung meninggalkan kamar menuju lantai satu. Duduk di sofa sambil memikirkan cara untuk melenyapkan bayi yang sedang tumbuh di rahim Senja.

Beberapa menit berlalu ....

Senja menatap pantulan dirinya di depan kaca. Sesekali ia meringis merasakan sakit di sekujur tubuh.

“Baby twins, kalian harus kuat demi momy. Nggak mengapa momy menahan sakit demi mempertahankan kalian. Kita harus berjuang bersama.”

Setelah itu, Senja meraih tas tangannya lalu meninggalkan kamar. Menyusul Bumi yang sedang menunggunya di bawah.

“Bagus,” ucap Bumi sesaat setelah Senja menghampirinya. Mengangkat tangan lalu menatap arlojinya.

Ia mencengkram lengan Senja lalu kembali mengancam sang istri. “Sedikit saja kamu melakukan kesalahan di pesta itu ... maka kamu akan tahu konsekuensinya!”

Begitu keduanya masuk ke dalam mobil, Bumi langsung meminta sang supir mengantar mereka ke hotel tujuan.

“Kamu ingat kan pesanku tadi?” ucap Bumi lalu melirik Senja.

“Iya, Mas.” Senja menyandarkan kepala lalu memejamkan mata karena merasakan pusing. Suhu dingin air conditioner mobil seketika membuatnya menggigil pelan. “Paman, tolong turunkan suhu AC-nya.”

“Biarkan seperti ini! Aku merasa gerah!” Bumi tersenyum sinis. Sengaja membiarkan Senja kedinginan.

Sedangkan Mang Dul tak bisa berbuat apa-apa meski pria paruh baya itu merasa kasian pada Senja.

“Mas! Aku kedinginan,” ucap Senja dengan lirih.

“Kedinginan? Aku nggak peduli bahkan jika kalian membeku sekali pun aku nggak peduli. Jika perlu, aku ingin kalian lenyap dari hadapanku sekarang!” balas Bumi sambil tersenyum sinis.

“Sepertinya kamu perlu memeriksakan kejiwaanmu, Mas. Kamu tak ada bedanya dengan seorang psikopat!” ucap Senja dengan geram.

Bumi langsung mendekat dan lagi-lagi ia menarik rambut Senja dengan kuat. Satu tangannya menekan perut buncit Senja.

Sehingga membuat wanita hamil itu langsung merasa sesak sekaligus menahan sakit.

“Yang membuat aku menjadi psikopat itu kalian. Kamu dan bayi si*alan ini! Wanita sampah, murahan dan nggak tahu diri! Masih bagus aku mau bertanggung jawab lalu menampung kalian. Jika tidak, kalian hanyalah gelandangan!!”

Sepasang mata Senja menatap benci sang Suami sambil menahan sakit.

...----------------...

Note : Jangan di boom like ya, readers. Setidaknya jeda selama 3 menit. Jika kalian boom like tanpa membaca, sama saja masuk boot sekaligus menurunkan performa karya.

Tolong hargai tulisan penulis ya. Salam santun dunia literasi. 😘🙏

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪🙏🏻
Shifa Burhan
novel pemuja pebinor
G.I
Cerita bagus tapi goblok...goblok kek yang nulis...masih bertahan dgn orang seperti itu...omong kosong...bikin novel tentang kebohongan saja...menyesal bacanya
MallesMellow: Boss novel lo mana?
total 1 replies
arsenmakapuas
mantappp criatanya
Istifada
Luar biasa
Afternoon Honey
bagus ide ceritanya
Murti Ningsih
ceritanya bagus dan penuh bawang /Puke/
Susi Susilawati
Luar biasa
Shella Antika
jadi illfeel sama si senja gk bisa jaga marwahnya sebagai istri mw sibumi salah tapi kan masih sah suaminya ini pergi kermh pria lain meskipun itu sahabat atw sepupu suami tapi hrs jaga batasan antara perempuan sdh menikah sama pria lajang...klo gt gk ada bedanya kelakuan si senja sama si bumi dan si jingga..
Jeni Safitri
Buat apa menyesal dan ditangisi senja iklaskan aja, jangan salahkan bumi k4n di awal dia mmg ngk suka kehadiran kamu dan calon anakmu berkali" mencelakan kalian tapi kamu bertahan menjelang lahir entah buat apa dan apa untungnya pergi nunggu lahir, yg harus disalahkan itu kamu
Jeni Safitri
Rasainlah sama kamu senja sdh jelas" berkali" bumi mencelakakan kandunganmu bahkan bibik dan mang dul sdh mengajak pergi jauh kamu bertahan sampai lahiran, skrg nikmatilah kesedihan itu buat apa menyesal anakmu meninggal
Jeni Safitri
Malas kali dengar keluhan senja tidak baik" saja dan sll merasa dlm bahaya saat di dekati bumi tapi ngk mau jg pergi jauh bawa kandungannya biar selamat lahiran
Jeni Safitri
Ah banyak cerita kamu senja, mmg apa bedanya pergi skrg dgn pergi saat kamu sdh lahiran, bagusan skrg kamu pergi jauh kalau sdh lahiran 2 bayi yg akan urus di perjalanan, niat pergi atau engak sih atau bicara hanya cari simpati
Jeni Safitri
Ck. Senja sdh jelas suami spikopat masih aja bertahan kalau mau pergi ya pergi aja ngk perlu bilang" biarkan penyesalan yg dia rasakan, kalau dia tau kamu mau pergi di ambilnya anak mu nanti bagaimana
G.I: Bukan salah Senja..
salah yang nulis cerita ini...karena yang nulis cerita ini lagi sakit jadi Senja disakiti terus
total 1 replies
Jeni Safitri
Jatuh dari tangga biasanya org mormal aja bisa geger otak lah ini kandungan baik" aja apa bisa gitu ya, takutnya anaknya cacat lagi k4n mendapat benturan berkali"
Jeni Safitri
Senja kamu mmg bukan wanita murahan tapi kamu wanita yg ngk punya harga diri sudah jelas mengalami siksaan masih aja bertahan dgn pria spikopat itu, kalau kamu wanita yg punya harga diri yg tinggi kamu ngk akan mengemis sama pria itu dan ngk sudi di siksa fisik dan mental mu
AJ_86: Wkwkwk 🤣🤣✌️
total 1 replies
Jeni Safitri
Ada ya laki kejam gini
Silvia Tatipikalawan
kak lanjut kabar gembira dari langit & senja mempunyai anak kak
Silvia Tatipikalawan
sedih
aish
pemeran wanitanya di sini jadi jalang gk bngt walau bumi slh tpi yg wanita lebih parah jijik bngt berlindung di balik kata sahabat peluk cium smpe lakuin hubungan intim mlh berharap hamil anaknya si langit lgi berhenti baca krna kecewa wlw gk bisa di tebak alurnya tpi gk gini jg awal' suka bngt mkin ujung mkin aneh alurnya acakadul🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!