NovelToon NovelToon
I Will Be The New Me

I Will Be The New Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Kontras Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Chicklit
Popularitas:287.4k
Nilai: 5
Nama Author: Strlightt

[PERINGATAN: ALUR CERITA INI AGAK BERAT DAN TIDAK DI PERUNTUKAN BAGI ORANG-ORANG YANG SUKA ALUR SECEPAT GLEDEK]

MOHON UNTUK BERSABAR KARENA KONFLIK DI SINI CUKUP BANYAK DAN RUMIT.

Quinn de Alger Shuvillian, seorang putri dan juga anak pertama dari bangsawan berpangkat Count menjadi orang pertama yang dijatuhi hukuman mati dengan mendapat persetujuan hampir seluruh masyarakat kerajaan Ethereal.

Air susu dibalas air tuba. Itulah satu-satunya peribahasa yang mampu merangkum semua yang terjadi selama 20 tahun Quinn hidup.

Sensasi sakit dan syok setelah kepalanya terpisah dari leher masih terasa begitu nyata. Namun, anehnya setelah ia menutup mata beberapa detik. "Mengapa aku bisa bangun? Apa aku sudah berada di neraka?"

Tidak. Quinn sedang tidur siang di kamarnya sendiri. Kamar yang sangat nyaman yang rela ia tinggalkan demi orang yang dia cintai.

Quinn kembali ke 3 tahun sebelum dia mulai dipermainkan oleh semua orang-orang yang merusak hidupnya.

Apa keputusan yang akan dia ambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Strlightt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG + Visual Characters

"Potong saja lehernya!"

"Beri pendosa itu ganjaran yang setimpal!"

"Manusia berhati busuk seperti dia tidak pantas hidup!"

"Jangan biarkan dia hidup!"

"Dasar serigala berbulu domba!"

Gerombolan manusia berkumpul di alun-alun setelah mendengar bahwa hari ini akan diadakan hukuman mati yang dapat disaksikan oleh publik.

Hinaan dan caci maki terus berkumandang kala empat orang prajurit istana dipimpin oleh seorang algojo menyeret gadis ringkih berbaju lusuh membelah lautan manusia yang memberi jalan untuknya naik ke panggung tempat guillotine (alat pemenggal kepala) berada.

Dengan sorot mata yang dipenuhi keputusasaan, gadis itu berjalan maju tanpa mau mengangkat wajahnya. Iris redup biru laut itu hanya mampu menatap langkah kakinya yang gontai.

Malu? Sebenarnya tidak juga. Hingga detik ini dia masih dilanda kebingungan karena sampai hari penghakiman tiba, kesalahan besar macam apa yang telah dilakukan sampai dia pantas mendapat hukuman mati, Itu semua belum terjawab.

Suara sorakan terus terdengar memenuhi alun-alun kota Helldelune. Kalau dipersilakan mungkin orang-orang akan menghujaninya dengan batu.

Gadis itu adalah Quinn de Alger Shuvillian. Putri sulung dari Count Savero de Alger Shuvillian. Ia telah menjadi pelaku percobaan pembunuhan terhadap tunangan Raja baru yang merupakan mantan kekasihnya, yaitu Raiden Vill de Sorrentine.

Dia berdiri sejajar dengan seorang gadis berambut pirang yang berpenampilan anggun bak seorang ratu yang amat sempurna.

"Raiden! Apa yang telah aku lakukan padamu sampai kau tega melakukan ini?!"

Pemuda tampan berwajah baby face itu mengerutkan dahi menatap Quinn dengan hina "kau itu sangat licik. Jadi aku yakin kau tidak bodoh untuk mencari jawaban sendiri."

"Licik?"

Gadis baik seperti dirinya yang selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain dan tak pernah berburuk sangka terhadap siapapun itu mana mungkin berpikiran licik hanya untuk mendapatkan tahta.

Quinn dituduh telah meracuni Raja terdahulu yang notabenenya adalah ayah Raiden agar dia cepat naik tahta dan menjadikannya seorang Ratu. Namun ternyata, setelah Raiden menyelesaikan acara pemahkotaan, ia memilih sepupu Quinn untuk dijadikan sebagai calon Ratu.

Karena iri dan usahanya gagal untuk menjadi Ratu, ia dengan tega meracuni minuman sepupunya sendiri saat tengah berkunjung ke rumah untuk meminta restu kepada ayah Quinn.

Kurang lebih begitulah tuduhan yang diterima oleh Quinn malang yang tak tahu menahu soal apapun.

Padahal selama Raiden menggelar acara pertunangan, Quinn sama sekali tak keluar dari rumah. Dia sibuk menangisi lelaki bajingan yang memanfaatkan dirinya untuk menutupi kesalahan yang telah diperbuatnya (Raiden lah yang meracuni ayahnya sendiri).

Quinn terus mengurung diri di kamar sampai akhirnya Penelope, sepupunya, datang berkunjung ke rumah dan menggunakan alasan 'ingin menghibur' kepada sang kepala keluarga untuk memaksa Quinn keluar dari kamar.

Di hari itu jugalah Penelope meminta untuk mengobrol sambil mengadakan pesta teh berdua dengannya. Quinn sendiri tak punya tenaga untuk memikirkan kejahatan apa yang bisa dia lakukan demi balas dendam tetapi tiba-tiba Penelope tergeletak di tanah dan beberapa dayang yang lewat mengetahui itu. Melihat wajah Quinn yang datar membuat mereka berkesimpulan bahwa dialah yang telah berusaha membunuh saudari sepupunya.

"Ayah..ayah tolong aku...aku tidak melakukan semua itu," dengan suara yang parau Quinn memohon pada ayahnya yang juga menghadiri penghukuman nya.

Savero menatap tajam putrinya yang sudah sangat tak karuan wujudnya itu, kebencian terpancar dari sorot mata sang Count yang merasa dirugikan oleh tingkah Quinn. Sekarang namanya tercoreng karena tuduhan atas perilaku buruk Quinn.

Sementara adik bungsu Quinn sama sekali tak bergeming. Dia melempar tatapan yang sama persis dengan ayah mereka. Sejak dulu Killian memang memiliki sifat yang sama persis dengan ayahnya, seseorang yang mudah membenci.

"Sangat mengenaskan." Batin Killian

Killian menatap dingin sosok kakaknya yang sudah di baringkan dibawah lempengan pisau pemenggal. Rambutnya sangat kusut dan gimbal, tubuhnya sudah tampak seperti tengkorak yang hanya berkulit saja. Tulang dan garis pipinya menonjol. Bibirnya amat kering.

"Yang Mulia. Anda bisa memulai penghakiman Lady Quinn."

Penelope yang terus menggenggam tangan Raiden memundurkan langkah lalu menutup mulutnya dengan telapak tangan.

Dia diajak Raiden untuk secara langsung melihat dari dekat pemenggalan itu "Raiden, aku takut."

"Tenanglah sayang. Kita hanya bisa menyaksikan ini sekali seumur hidup jadi kita harus menikmati pemandangan ini." Balas Raiden sambil mengelus punggung tangan calon Ratu nya.

Mata Quinn memang sudah tidak bisa bekerja maksimal. Namun dia dengan jelas melihat seringai tipis terpatri di bibir sepupunya.

"Aku bersumpah negara ini akan hancur di bawah kepemimpinan Raiden! Dan kalian semua akan sadar seburuk apa sikap Raja yang kalian agung-agungkan itu!"

Raiden tersulut emosi, dia menggeram marah "wanita ini tetap saja ingin mencari masalah dengan keluarga kerajaan." Sinisnya.

Quinn tersenyum. Sebuah senyuman yang menyiratkan kebencian mendalam "jangan cemas. Setelah kematian ku ini, jangan harap kalian bisa mendapatkan kebahagiaan."

Sang algojo langsung melepas tali penahan pisau pemotong dan dalam sekejap mata, kepala Quinn sudah terlepas dari tubuhnya.

Darah mengotori tanah alun-alun yang menjadi saksi kematian Quinn, sosok yang di kambinghitamkan oleh Raja dan calon Ratu negara ini.

"Gantung tubuh dan kepalanya di pintu masuk kota agar semua orang tahu siapa saja yang berani mencari masalah dengan keluarga kerajaan akan bernasib sama." Titah Raiden kepada para pengurus jasad Quinn.

akhir yang Ironis bukan?

**Pengenalan Karakter: Part 1

Quinn de Alger Shuvillian (17 tahun**)

2. Savero de Alger Shuvillian (37 tahun)

3. Killian de Alger Shuvillian (15 tahun)

4. Penelope Van Marchetti (18 tahun)

5. Raiden Vill de Sorrentine (18 tahun)

6. Finn Han Blackbird (20 tahun)

7. Bastien Lombardia (70 tahun)

8. Izeqiel de Sylvestria (18 tahun)

9. Iryssa de Sylvestria (15 tahun)

10. Dietrich Carl Veretty (19 tahun)

11. Julien Bianchi (19 tahun)

12. Rupert Khieldinh (20 tahun)

13. Vincent Van Marchetti (40 tahun)

14. Floyd Barclayn (19 tahun)

15. Jean Dvorack (20 tahun)

16. Lin Hwa

17. Christian de Santis (18 tahun)

1
Anonim
Bagus bngt ceritanya. Sayang sekali authornya gak lanjutin cerita sebagus ini smp slsai
chataleya
Raiden psikopat 🙈
chataleya
emang dari awal udah jahat ternyata
chataleya
pendeta agung ada darah kerajaan.. lebih baik dia aja yang jadi raja.
tapi sayangnya aku gak bisa ikut pemilu disana 😄
chataleya
karya yang sangat bagus.. 😍
chataleya
Quinn jadi lady badas🤭👍
chataleya
apa yang lady Quinn lakukan adalah cara yang tepat. kalau terus-terusan menjadi Quinn yang dulu, bisa-bisa kena autoimun. bahagia dan bersikap seperti dirimu sendiri 👍
farien
udh 2 tahun nunggu kk😄
Raine
Kapan up lagi author,, setahun loh ini
Amanda Saraazillah A
lanjut, crazy up kk
Frando Wijaya
next Thor 😃
Frando Wijaya
tpi syngny....hidup Quinn tdk bahagia sikitpun...krn hidup Quinn yg kehidupan sebelomny mati dgn menyedihkn....semua gara2 keluarga toxic Quinn sendiri...
Frando Wijaya
gila! pantas aja....melepaskn kekuatan pixie lalu jd manusia biasa.... bner2 deh 🤦🤦
Frando Wijaya
kemampuan melht masa dpn huh...klo begitu alasan gk blh biarkn keluar adalah takdir kematian kpn dtg eh...
Erni Nofiyanti
lupa ceritanya,udh 2 bulan ngga up
Frando Wijaya
next Thor 😃.
Frando Wijaya
next Thor 😃
Hana Agustina
lagiii lagiii lagiii
qisqiss
Ditunggu kelanjutannya thor
qisqiss
semangattt thorr, alwayss nunggu author up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!