NovelToon NovelToon
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan

Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Nurfaizah Jiza

TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan

(BELUM DI REVISI!!)

Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.


Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.

"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."




_ Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(1) Keberkahan terindah

Ada sebuah keluarga besar yang sangat taat pada agama, sebut saja keluarga Muhammad atau nama lengkapnya Muhammad Saman Al-Fakhri biasa dipanggil Ustadz Saman, mempunyai seorang istri yang sangat Sholehah,segala perkataan suaminya selalu ia turuti yang tak lain bernama Salma Susanti.

Dari awal pernikahan mereka ingin sekali mempunyai lima orang anak perempuan. Tapi qodarullah, Allah menganugerahi mereka lima orang anak laki-laki. Anak pertamanya bernama Muhammad Awaluddin Al-Fakhri, yang kedua bernama Muhammad Hamzah Al-Fakhri, anak ketiganya bernama Muhammad Ramadhan Al-Fakhri, anak keempatnya bernama Muhammad Rabbani Al-Fakhri, dan anak kelima bernama Muhammad Hadian Al-Fakhri dan mereka masih menginginkan anak perempuan. Alhamdulillah istrinya saat ini sedang mengandung anak ke enamnya.

Di usia kandungan Ustadzah Salma kelima bulan, Ustadz Saman mengajak tiga anaknya yaitu Ramadhan, Rabbani, Hadian dan istri tercinta ke Mekkah untuk tinggal disana karena ada suatu pekerjaan khusus.

Sedangkan kedua anak laki-laki nya yang lain, Awalludin menimba ilmu di pesantren kota Medan dan Hamzah berada di pesantren milik Abahnya di Bogor.

Bulan terus berganti, keluarga besar itu sangat-sangat begitu antusias menanti kehadiran seorang bayi perempuan.

Kandungan umi Salma sudah memasuki usia sembilan bulan dan hari ini beliau harus menjalani operasi Caesar karena ada sedikit pergeseran di pinggulnya yang mengakibatkan dirinya tidak boleh melahirkan secara normal.

Di lorong rumah sakit, perawat memberikan waktu untuk Umi berbicara sebentar dengan Abah sebelum masuk ke ruangan operasi.

"Abah maafin umi yaa kalau selama ini umi selalu membuat Abah repot." ucapnya sebelum memasuki ruang operasi sembari terus menggenggam tangan suaminya

"Umii sayang, Abah sudah memaafkan umi dan umi tidak pernah merepotkan Abah, justru Abah sangat berterimakasih karena umi? kita telah dikaruniai anak-anak yang masya Allah. Semangat ya untuk sabar bertemu putri kita kita. Abah dan anak-anak selalu berdo'a disini." dikecupnya kening istrinya lalu beralih ke arah perut buncit istrinya

Tangan Abah diletakkan di atas perut Umi dan berkata lirih

"Bismillah ya nak? kamu pasti bisa berjuang bersama-sama dengan Umi."

Setelah itu umi Salma dibawa kedalam ruang operasi dan Abah serta ketiga anak lelakinya tidak pernah berhenti berdo'a untuk umi tercintanya.

Dan dua jam kemudian, lahirlah seorang putri cantik yang dinantikan.

Salah seorang dokter yang ikut menangani keluar dari ruang operasi.

"Ailati sayyidati Salma?"(Keluarga Ibu Salma?)

"Na'am, ana zaujiha," (Ya, saya suaminya) jawab Abah

"Min fadlik ta'ala litua'dziba tufaliqi." (Silahkan masuk untuk mengadzani anak anda)

"Bikhair syukraan lak." (Baik, terima kasih) ucap Abah dan setelah itu berlalu ke dalam

Dilihatnya istrinya masih ditangani oleh dokter lalu berjalan mendekati Umi yang terkulai lemas.

"Abah? Alhamdulillah putri kita sudah lahir," lirih Umi menitikkan air mata kebahagiaannya

Dikecupnya kening sang istri

"Alhamdulillah Umi... Terimakasih ya Allah" ucap Abah lalu sujud syukur.

Dan setelah beberapa saat kemudian, suster membawa bayi perempuan tersebut yang telah dibersihkan dan memberikan nya kepada sang ayah. Lalu Abah dengan penuh haru mengadzankan telinga kanan putrinya dan iqomah ditelinga kiri nya.

"Bahh, apa Abah telah menyiapkan nama untuk putri kita?" Umi Salma bertanya

"Alhamdulillah umi, namanya Jizah Nurreen Ahmad yang artinya Hadiah yang bercahaya dan terpuji bagaimana? Umi setuju kan." Abah menatap sang istri

"Masya Allah indah sekali bahh." lirih Umi penuh syukur

Sementara itu, diluar ruangan ketiga anak lelaki sangat bahagia. Ramadhan (Dhana sebutannya) anak yang paling dewasa disitu selalu menggendong Hadian yang baru berusia 2 tahun dan Rabbani (Banni) yang berusia 5 tahun dengan penuh hati-hati karena keduanya begitu aktif.

Jarak usia mereka yang berdekatan membuat siapapun yang melihatnya pasti berpikir akan pusing dan sudah pastinya kerepotan, tapi tidak ada pada Abah Saman dan Umi Salma hal yang seperti itu, justru menjadi kan keluarga mereka sangat-sangat bahagia.

Setelah si kecil Jizah sudah berumur tiga bulan dan Abah telah menyelesaikan pekerjaannya, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah air.

Rasulullah Saw, bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kalian.” (HR. Abu Daud)

Keberkahan terindah seperti apa yang kau dambakan? Apakah sama halnya dengan keluarga besar ini?

Apapun itu, semuanya sudah pasti yang terbaik dan jangan lupakan bahwa Allah selalu memberkahi tiap-tiap hamba-Nya dengan keindahan.

...___________________________...

Mohon dukungan dan maafnya bila pada bab awal masih banyak kekurangan, karena ku sendiri masih baru dalam dunia penulisan ini.

Terima kasih, jangan lupa like dan komen 🙏

1
devi aryana
Luar biasa
UMI MIZUKI
bagus Sabil belajar agama
Echa Noeralie
mau nangis jg bc novel ini sedih dan mngkel...
Syaiful Ardi
baru gabung dari bab 1 suka alur cerita sambil belajar
Diah Ratna
baca sambil angis,thor.
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
Diah Ratna
pasrah ,sabar,salut buat ustad khoirul.
mau donk yg ky ustad khoirul
Diah Ratna
ustad khoirul,kadang takdir Allah indah cuma manusia nya mau belajar sabar dan bersyukur atau tidak.
Diah Ratna
kata2 terakhir nya ngenak dihati
Diah Ratna
mungkin takdirnya ustad khoirul
Diah Ratna
mewek bacanya,jizah aku belum bisa sepertimu yg ikhlas dan sabar dalam menjalani takdir
Diah Ratna
menunggu Khairul melamar ga datang2,kalah gercep m bang Aldi.
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku
Elik Suwarni
bagus banget karyamu Thor👍👍
Tin Lin Cahaya
wallahi.. eluhq netes thorr...
aNDiaNa
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
amalia
terlalu pjg bab nya
amalia
aamiin ya allahhh
amalia
dikit2 cium kening🙃
amalia
yg jizah dirumah sendiri trs ada yg ketuk2 pintu gmn kok gk ada lanjutan nya
amalia
visual nya fira lebih cantik dr jizah🙃
amalia
seneng ya pnya abang2 yg baik2 gitu tetep sayang sm adik bontot nya meski udah pada pnya istri abang2 nya😔😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!