NovelToon NovelToon
Jangan Bedakan Aku

Jangan Bedakan Aku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:503.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yenita wati

Menjadi anak yang dibedakan oleh ayah kandung sendiri memang sangat menyakitkan. Itulah yang terjadi pada Anisa, gadis cantik dan baik hati yang dibedakan dengan adiknya hanya karena pepatah kuno. Tak hanya itu, adiknya yang bernama Salsa sangat membencinya karena selalu dipuji tetangga karena rajin dan ramah.

Anisa yang selalu mendapatkan perlakuan berbeda pun hanya diam dan menerima apapun keputusan sang ayah. Hingga akhirnya, ketika seorang pengusaha kaya ingin melamarnya, lagi-lagi dia harus mengalah pada adiknya yang menyukai pria itu. Dia menggunakan cara berbeda agar pria itu mau menerima adiknya, yaitu menikahi pria sopir angkot yang menyukainya selama ini.

Namun, bagaimana jadinya jika ternyata sopir angkot itu adalah seorang CEO yang sedang menyamar? Dan apa yang terjadi saat Anisa melihat bahwa suami adiknya malah melakukan KDRT dan menjadikan Salsa pembantu di rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anisa Si Menantu Idaman

Di sebuah rumah sederhana di pinggir kota. Seorang gadis sedang duduk di beranda rumahnya sambil bersenandung. Di depannya ada banyak pakaian yang sedang dilipatnya. Terlihat bahwa dia baru saja mengangkat pakaian itu dari jemuran.

"Wah, rajinnya, Anisa," sapa seorang ibu yang merupakan tetangga Anisa. Namanya Bu Lena, terkenal cerewet dan suka menggosip, namun itu tidak berlaku pada Anisa yang sangat baik dan ramah.

"Makasih, Bu, takut numpuk aja pakaiannya, hehe," kekeh Anisa sambil terus melipat pakaiannya.

"Salsa mana?" tanya Bu Lena sambil melihat ke dalam rumah mereka.

"Oh, Salsa sedang mencuci piring, Bu," ujar Anisa.

"Hah, mana mungkin? Semua orang di daerah ini juga tau kalau adikmu itu gadis paling malas di sini," cibir Bu Lena.

"Ah, enggak, Bu. Salsa sangat rajin, kok. Hanya saja, karena nggak keliatan mata aja jadi orang nyangkanya kayak gitu." Sebisa mungkin Anisa membela sang adik yang memang pemalas. Sebenarnya saat ini Salsa sedang menikmati tidur siang di kamarnya.

"Udahlah, Anisa, jangan ditutupin. Kemarin Bu Yani datang ke sini nganter sayur, dia lihat kok adikmu tiduran di sofa sambil main hp. Sedangkan kamu yang ngepel."

"Enggak, Bu, itu kebetulan aja. Salsa beneran rajin, kok."

"Udahlah, Nis, Ibumu juga sering cerita ke kita kalau adikmu itu memang males. Bangun paling siang, tinggal makan, seharian main hp di kamar atau kalau nggak siang tidur siang. Tiap malem selalu minta uang ke Ibumu buat nongkrong." Sepertinya Bu Lena memiliki ingatan yang sangat tajam.

Anisa terkejut mendengar bahwa ibu mereka yang telah menjelek-jelekkan adiknya sendiri. Meskipun itu kenyataan, namun dia tidak suka jika sang Ibu seperti menyebarluaskan aib anaknya sendiri.

"Bu, maaf, saya harus ke dalem dulu," ucap Anisa yang ingin mengakhiri obrolan itu.

"Ya udah, Nis. Oh ya, Rio titip salam buat kamu." Sambil cekikikan, Bu Lena pun pergi dari sana. Rio adalah anaknya yang bekerja sebagai dokter. Dan Bu Lena menginginkan gadis rajin seperti Anisa yang menjadi menantunya agar rumahnya rapi dua puluh empat jam.

Begitulah ibu-ibu komplek perumahan itu. Mereka seakan berlomba-lomba mengincar Anisa karena pekerjaan gadis itu sangat rapi dan bersih, bahkan mengalahkan mereka. Itulah sebabnya Anisa disukai semua orang di daerah itu.

Anisa pun pergi ke dalam bermaksud ingin mematikan air yang tadi dimasaknya. Namun, ternyata ada sang ibu yang sudah mematikannya. Namanya adalah Bu Dewi.

"Lho, Ibu udah pulang? Kok Nisa nggak lihat?" tanya Anisa heran. Karena yang dia tahu, ibunya sedang pergi ke toko pakaian miliknya.

"Oh, iya, tadi Ibu pulang dari belakang. Kenapa, Nak?" tanya Bu Dewi.

"Nggak apa-apa, Bu. Oh ya, ada yang mau aku tanyain sama Ibu."

"Tanya apa?"

"Kenapa Ibu bilang sama Bu Lena tentang kelakuan Salsa? Barusan dia lewat dan bilang semuanya," protes Anisa dengan wajah sedikit kecewa.

"Ya biarin aja. Memangnya Ibu nggak kesel liat adikmu yang kerjanya cuma main sosmed, belanja online, nongkrong, ngabisin duit orang tua aja kerjanya." Bu Dewi terlihat begitu emosi menceritakan kejelekan Salsa.

"Ya ampun, Bu, jangan gitu dong. Gimana pun juga, Salsa itu adik Nisa dan anak Ibu. Kita jangan ceritain kejelekan dia dong. Kasian dia jadi gunjingan tetangga. Lagian Ibu kenapa sih kok kayaknya nggak suka banget sama Salsa."

"Ya karena dia kesayangan ayahmu! Liat sekarang, gara-gara ayahmu manjain dia, kayak gini deh jadinya! Udah lulus kuliah pun dia nggak mau kerja. Maunya kerja kantoran padahal nilainya jelek karena males kuliah! Kayak jadi beban di rumah ini!"

"Udahlah, Bu. Ayah sayang sama Salsa kan karena dia itu anak ayah juga. Kalau bukan ayah yang sayang sama dia siapa lagi?"

"Ya sayangnya gak jelas. Gara-gara pas Salsa lahir terus ayahmu lulus tes CPNS, terus dia anggap yang bawa keberuntungan. Dari kecil sampe besar nggak pernah dimarahin, taunya dimanja aja!"

Anisa menarik nafas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Dia mendekati ibunya, lalu mengusap lengannya pelan. "Bu, ayo sekarang sholat dulu, Ibu belum sholat Dzuhur, kan? Nanti sore, Nisa bantu ibu tutup toko, ya." Begitulah cara Nisa meredakan emosi ibunya. Menyuruhnya menunaikan rukun Islam yang kedua.

"Iya, iya, ya udah ibu sholat nih." Bu Dewi pun langsung pergi ke kamarnya dengan wajah yang masih ditekuk.

Saat Anisa akan berbalik ke depan, tiba-tiba saja Salsa datang sambil bertepuk tangan. "Wah, hebat! Ada penjilat di sini!"

1
Yusmaniar
bagus kisah nya, untuk bisa di ambil inti cerita nya. bahwa sebagai ortu jangan lh kita pilih kasih terhadap anak" kita. 👍👍👍
Misaza Sumiati
ada yah ayah seperti Ramli
Kessie Juteks
Luar biasa
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
Anisah
Luar biasa
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
wes lah Bu Dewi,pegatan AE Karo pak Ramli
marai sutris 😵😵😵
🌹🪴eiv🪴🌹
eh.masih ngarep uang oprasi ya
astoge 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
ho ho ho keblondrok pemirsah 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
orang inceranya Anisa sampe belain bayar utang ratusan juta
malah nggak dapat , itung-itung an lah 🤭🤣
falea sezi
kapok. kau ramly
Ibrahim Efendi
cukup bagus dan menarik untuk dibaca. baik alur cerita dan bahasa, cukup baik.
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya nya
karya sungguh baik dan bisa memberikan pelajaran..
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
makasih banyak kak thor buat karya nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
Yunerty Blessa
maka nya Ramli kalo bicara tu hati² nah sekarang apa dah jadi....
Yunerty Blessa
kena kau Ramli..
Yunerty Blessa
menyesal pun dah tak berguna... Salsa
Yunerty Blessa
rasakan itu Ramli..kalo buat lagi suruh Dewi letak banyak² lada... biar kapok itu mulut
Yunerty Blessa
kurang ajar memang kau Ramli... Adit tampar saja mertua mu.. terlalu kelewatan
Yunerty Blessa
rasakan Bagas balasan buat mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!