NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian Safitri

Sebuah kecelakaan yang membuat Sultan diharuskan menikahi janda adik kandungnya.Perjalanan cinta yang rumit membuat Hanum berada di persimpangan jalan, kebingungan melanda ... memilih antara tetap bertahan, atau menyerah. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah rahasia besar tentang masa lalu Sultan yang sekarang resmi menjadi suaminya.Akankah Hanum menemukan cinta sejatinya, yang ternyata sepertinya memang sudah disiapkan oleh Tuhan dengan dibungkus sekelumit masalah?

Season 2.


Seorang gadis bernama Cinta berada di ambang dilema saat William, atasannya di kantor mendadak mengajaknya menikah. Memendam cinta kepada kakak kelas sedari dulu membuat Cinta akhirnya menerima pinangan William. Namun, sebuah fakta terkuak usai pernikahan itu terjadi, membuat Cinta begitu menyesali keputusannya.

Cinta hancur saat dia tahu dirinya ada di tengah-tengah antara William dan Raisa. William sangat mencintai Raisa, tapi Raisa mencintai Willmar yang tak lain adalah saudara kembarnya. William hanya menjadikan Cinta sebagai pelarian.

Apakah yang akan Cinta lakukan setelah mengetahui perasaan William padanya? Akankah Cinta berusaha mendapatkan hati William, atau lebih memilih mundur setelah sakit yang tak berkesudahan William berikan padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apartemen

Sore hari di jalanan ibukota, kemacetan yang terjadi hampir di setiap ruas jalan, terlebih di jam jam rawan seperti di jam pulang kerja seperti sekarang.

 

Sebuah mobil terus melintasi jalanan yang semakin padat, setelah menempuh waktu yang cukup lama sampailah mobil tersebut di parkiran bawah tanah gedung sebuah apartemen.

Seorang pria dengan pawakan tinggi gagah keluar dari mobil dan bergegas membuka pintu lainnya. Dengan sopan pria itu meletakkan tangannya di samping atap mobil, mempersilahkan penumpangnya untuk turun dengan hati-hati agar kepalanya tak membentur atap mobil, kemudian turunlah seorang wanita sambil membetulkan letak rok nya yang terlihat kusut. Gadis itu memberikan sedikit senyuman yang tertahan, terlihat gugup.

Sultan kemudian menutup kembali pintu mobil lalu berjalan menuju bagasi, mulai mengeluarkan satu per satu barang dari sana. Keduanya berjalan beriringan menuju lobby lalu naik lift menuju lantai tujuh gedung itu. Tak ada percakapan yang terjadi antara keduanya.

Hening.

Sampai keduanya tiba.

"Biar aku tunjukkan padamu, ini ruang tamu, dapurnya ada di sebelah sana!" Sultan menunjuk sebuah ruangan di bagian ujung.

Mereka berjalan mengelilingi setiap ruangan, terlihat sang pria sambil menjelaskan sementara istrinya hanya mengangguk.

"Ini kamar utamanya, maaf ... hanya ada satu kamar disini karena memang awalnya aku tinggal sendiri, kamu bisa istirahat disini," ucap Sultan.

Hanum melemparkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, desain interiornya terlihat sangat manly di dukung dengan semua aksesoris dan perabot yang ada. Perlahan gadis itu mulai berjalan mendekati peraduannya kemudian duduk di tepi ranjang sambil melihat Sultan melepas dasinya.

"Istirahatlah! Kamu pasti lelah setelah seharian menempuh perjalanan jauh." Sultan baru saja bangkit dari sofa yang terletak di samping pintu kamar.

"Aku mau mandi dulu Mas, badanku rasanya sudah lengket semua," balas Hanum.

Sultan membalikkan badannya tepat di depan pintu ketika akan keluar kamar.

"Ya, aku ada di ruang kerja. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, panggil saja kalau kamu perlu sesuatu."

"Terimakasih banyak Mas."

"For what? " Sultan menatap wajah istrinya.

"Semuanya, terimakasih untuk semua yang sudah Mas Lakukan untukku," lirih gadis itu.

Sultan mengangguk, kemudian membuka pintu dan segera meninggalkan kamar sementara Hanum bergegas ke kamar mandi, merasa sudah sangat ingin membersihkan diri.

Hanum Salsabiela Himawan, gadis berusia dua puluh dua tahun yang beberapa waktu lalu sempat menjadi janda. Suaminya tewas dalam bertugas menjaga perbatasan negara akibat terjadinya kerusuhan disana.

Sakti, nama mendiang suaminya yang meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari di rumah sakit khusus tentara. Hanum merasa sangat hancur saat itu karena dia belum sempat merasakan manisnya menjadi pengantin baru dan sudah langsung di tinggal kan oleh suaminya untuk pergi bertugas, sehari setelah upacara pernikahan.

Sakti memberikan wasiat terakhir kepada Sultan, kakak kandungnya agar pria yang lebih tua tiga tahun darinya itu mau menggantikannya menjaga wanita yang sangat dicintainya dengan cara menikahi Hanum setelah kepergiannya. Merasa hanya Sultan lah satu-satunya orang yang tepat untuk itu.

Lima bulan setelah masa berkabung, Sultan dan Hanum telah resmi menikah atas restu dari seluruh keluarga besar. Dan tepat pada hari itu juga, Sultan membawa istrinya ke Ibukota karena alasan pekerjaan, meninggalkan Semarang, kota dimana keluarga besarnya tinggal.

Lima belas menit berlalu, Hanum keluar sudah mengenakan piyama lengan pendek berwarna maroon yang terlihat sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Rambutnya di ikat tinggi kuncir kuda, dia berjalan sambil meratakan moisturizer di wajahnya.

Gadis cantik yang baru saja menikah pada pagi tadi itu berhenti tepat di depan pintu ruang kerja suaminya, baru saja dia berniat membuka pintu tapi alangkah terkejutnya dia karena mendadak pintunya terbuka.

"Oh, kamu sudah selesai?" Sultan juga terkejut mendapati Hanum muncul di depannya.

"Ya Mas, lekas mandi! Aku akan menyiapkan makan malam," balas Hanum.

"Baiklah."

"Oh ya, apa ada makanan yang ingin kamu makan?" tanya Hanum.

"Terserah kamu saja, aku bisa makan apa saja karena aku bukan pemilih makanan," jawab Sultan.

"Baiklah kalau begitu." Hanum mengangguk.

Segera gadis itu menuju dapur, membuka kulkas lalu menghela nafas panjang begitu melihat isi kulkas. Hanya ada beberapa sayuran, daging ayam, makanan ringan dan minuman kaleng yang tersusun rapi di tempat nya.

Setelah sejenak berpikir dirinya hendak memasak apa, tak lama kemudian Hanum mulai lincah meracik bahan makanan, menyalakan kompor dan mulai sibuk dengan spatula. Memotong sayur sambil sesekali mengaduk-aduk isi wajan.

Aroma wangi masakan yang menyeruak ke seluruh penjuru ruangan membuat Sultan merasa lapar, lelaki itu mulai berpikir apa yang sebenarnya sedang dimasak oleh istrinya karena baunya saja sudah sangat menggugah selera.

"Apa ada yang bisa aku kerjakan?" tawar Sultan.

Hanum menoleh dan mendapati suaminya sudah berada di sampingnya, pria itu terlihat berbeda dengan pakaian kasual. Ini pertama kalinya Hanum melihat suaminya tanpa setelan formal.

"Tidak perlu, ini sudah selesai. Duduk dan tunggulah sebentar biar aku siapkan," timpal Hanum.

Sultan menarik bangku dan duduk disana sambil memperhatikan istrinya sibuk menyelesaikan masakannya. Sudah ada ayam goreng mentega, capcay dan bakwan jagung manis diatas meja. Hanum mengambil piring, mengisinya dengan nasi lengkap dengan lauknya lalu menyodorkan pada suaminya, tak lupa pula ia menyodorkan segelas air.

Mereka makan dalam diam, hanya suara sendok yang beradu dengan piring yang terdengar memenuhi ruangan tersebut.

Selesai makan malam, kini keduanya sudah berada di dalam kamar sekarang. Mereka sama-sama canggung, bingung mesti berbuat apa.

Sultan berjalan ke arah kasur dan mengambil bantal lalu meletakkannya di sofa. Dia merebahkan badannya yang sudah amat penat.

"Tidurlah, sudah malam," ucap Sultan

"Tapi ...,"

"Aku tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak padamu, aku tahu kita menikah karena keadaan. Aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa ijin darimu, percayalah," ucap Sultan seolah mengerti dengan apa yang sedang ada di pikiran istrinya.

"Bukan itu maksudku, tapi ...," sergah Hanum.

"Tidak perlu berpikiran macam-macam! Tidak apa-apa." Sultan mulai memejamkan matanya ketika melihat istrinya mulai terbaring.

Hanum menarik selimutnya sampai menutupi sebagian tubuhnya, gadis itu berusaha memejamkan matanya. Berguling, gelisah sampai berganti posisi namun nihil, dia sama sekali tidak mengantuk.

Hanum bisa melihat dengan jelas wajah tampan pria yang saat ini telah resmi menyandang status sebagai suaminya, ketika dirinya dalam posisi saling berhadapan. Terdengar dengkuran halus dari bibir Sultan, menandakan jika pria itu telah memasuki alam mimpinya. Gadis itu kemudian menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, berjalan menuju almari. Dicarinya kain tebal yang bisa dia gunakan untuk menghangatkan tubuh Sultan.

Dibentangkannya kain berwarna biru muda, mungkin Sultan begitu lelah akibat kesibukan selama beberapa hari yang lalu ketika berada di Semarang sehingga tidurnya terlihat begitu pulas.

Hanum kembali merebahkan diri di atas kasur, meraih remote pengatur suhu udara, mengaturnya agar tak terlalu dingin.

Itulah yang dia lakukan di malam pertama pernikahannya.

.

Tbc ❤️

1
Firgi Septia
si raisa pick me😒
Nenie Chusniyah
luar biasa
Dita Aja
Luar biasa
Iwan Setiawan
sip
Felycia Fernandez
suka banget jalan ceritanya 👍👍
Ramlah Gante
cinta yg terpendam
Wa Ira susanti
bagus, AQ suka baca novel ini
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
cerita yg menarik smpai yg membacanya seolah berada dlm cerita tsb....Sungguh Thor menarik cerita mu....👍👍👍😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Dua nama yg indah & bgus smua...👍👍👍
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Bahagianya Wina....😍
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Aduuuh...Dion....Dion....gak mikir perasaan nya Wina...ntar di tggl Wina nyaho dech....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
S'pa yg wafat yaaaa....?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
kan yg lagi happy Dion...❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Dion paling , sangking seneng nya sama Wina...😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
ha...ha..ha....Sultan tdak fokus mengancing kan kemeja nya..
😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Smoga Dr Wina berjodoh dg Dion hingga mrk menemukan k bahagiaan serta bisa mengasuh putri kcil nya Dion....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Gimana cerita nya Sultan yaaa...koq cuma Adam & Raka yg di ceritakan Reno nyapun bagaimana ?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Smoga Dion tdak passed away , bisa terselamat kan utk Yara putri tercinta nya....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
untung Adam , Sultan serta Dion & Raka menemukan persembunyian Mauryn & Reno., betapa malu nya Adam memiliki tmn spti dua org tsb ( Mauryn & Reno )
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
waaah Hanum luar biasa tegar....& kuat smoga cpt bertemu kmbli dg Sultan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!