NovelToon NovelToon
Jodohkah Kita(Mungkin)

Jodohkah Kita(Mungkin)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:700.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: triani

Diah Wulandari gadis desa yang menunggu dirinya pantas untuk menjadi jodoh tetangganya Anwar ,

kehidupan memberinya keberanian untuk mencari jati diri agar pantas berjodoh dengan pria idaman nya

akankah mereka berjodoh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

prolog

“ah ... menyebalkan” Hujan sepertinya enggan berhenti sore ini,

sehingga membuat seorang gadis yang sejak tadi terus menggerutu tak juga beranjak dari duduknya di sudut ruangan yang memang langsung berhadapan dengan jendela kaca,

tak jarang matanya menatap keluar untuk memperhatikan hujan,

dia adalah Diah Wulandari siswi SMA di desa yang terpencil di jawa timur, di kota kelahiran pahlawan proklamator kita Blitar

“Diah ....., piye nggak muleh to?” tampak seorang teman menghampiri Diah yang termenung di sudut aula

“aku nggak bawa mantel” jawab Diah pelan sambil memperhatikan air hujan yang masih terus menetes

“yo wes ra po po, nebeng aku aja!” anak cowok dengan rambut yang sedikit bergelombang itu menawarkan tumpangan pada Diah karena memang rumah mereka bersebelahan,

mereka berteman sejak kecil, tapi nasib Anwar lebih baik karena dia adalah putra dari tuan tanah di desanya,

jadi sudah pasti hidupnya berkecukupan, berbeda dengan Diah dia hanya seorang anak buruh tani, karena tak punya sawah sendiri untuk di garap, jadi bapaknya biasa menggarap sawah milik keluarga Anwar.

Keluarga mereka memang sangat dekat, mereka sudah seperti kerabat dekat, sering kali keluarga Anwar yang mengulur tangannya untuk membantu keluarga Diah,

tapi tak jarang keluarga Diah enggan menerima bantuan karena tidak mau terlalu berhutang budi pada keluarga anwar

“nggak usah lah aku nunggu hujannya reda saja !” Diah masih mencoba menolaknya,

“ini wes sore lo, nanti ibukmu cemas lo!” setelah terlihat berfikir sebentar

“baiklah, ayo ...!”

Diah beranjak dari duduknya disambut senyum lega oleh Anwar ,

mereka pun berjalan beriringan menuju ke parkiran tempak anwar memarkirkan motornya,

langkah mereka terhenti di samping motor metik warna putih milik Anwar, biasanya Diah lebih suka naik angkot sampai di jalan utama,

dan akan jalan kaki menuju rumahnya kira-kira 5 km lagi, tapi dia juga lebih sering di bonceng oleh Anwar,

apa lagi jika berangkat sekolah, mereka selalu berboncengan, karena orang tua Anwar selalu memaksanya untuk berangkat bareng.

“tas sama sepatumu ,kamu masukkan sini saja biar nggak kehujanan!” Anwar tampak memegangi tas kresek yang sudah terbuka yang dia ambil dari dasbok motornya, dia memang selalu sedia tas kresek unjuk jaga-jaga.

“tasnya saja lah yang aku masukkan, sepatunya biara aku pakai saja, sini tasmu sekalian!” Diah mengambil alih tas kresek dan memasukkan tasnya ke dalamnya dan kini dia juga meraih tas milik Anwar

**********************

Di rumah Diah

“pak udan e kok nggak terang-terang yo ...!” tapak bu kasih ibunya Diah mondar mandir di depan pintu

“duduklah buk, Diah pasti masih ngiyup, nggak usah khawatir!” saut bapaknya Diah,

pak Darman yang sedang duduk di ruang tamu yang luasnya kura-kira hanya 4x3m itu dengan kursi rotan dan meja jadulnya, dan di atasnya ada secangkir kopi yang di temani singkong rebus di dalam piring.

“bapak ini gimana, ini sudah sore pak, wes mau magrib, tapi Diah belum juga pulang!”

Tak berapa lama tampak motor Anwar berhenti di tepi jalan

“alhamdulillah ...!” bu kasih tampak lega melihat Diah bersama Anwar sudah pulang

“maaf ya buk, kami terlambat pulangnya!” Anwar ikut turun dan mencium punggung tangan bu Kasih bergantian dengan Diah

“nggak pa- pa nak, ibuk seneng kamu bareng sama Diah, ibuk sudah khawatir, makasih ya, kamu masuk dulu biar ibuk buatkan teh anget!”

“nggak usah buk, aku langsung pulang saja, bajuku basah, nanti saja kesini lagi!”

Sebelum Anwar melangkahkan kakinya untuk menuju motornya langkahnya terhenti oleh suara pak Darman

“nggak masuk dulu, ini ada singkong rebus kesukaanmu lo!” bak Darman dari dalam ikut menyahut

“nanti saja pak, saya pulang dulu”

“makasih ya ...!” Diah ikut bicara dan melambaikan tangan pada Anwar

“iya”

Diah pun segera masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar mandi setelah melepas sepatu basahnya dan menaruh tas kreseknya

1
Ayuk Witanto
ntar tak cari
Ayuk Witanto
bener manusia cuma bisa berencana tuhan yg menentukan
Ayuk Witanto
Adrian suami impian banget
Ayuk Witanto
😘😘
Ayuk Witanto
Alhamdulillah mereka berteman baik
Ayuk Witanto
itu kelebihannya
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
ikut gemes
Ayuk Witanto
hutang penjelasan
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
kelupaan tuh Diah...🤣
Ayuk Witanto
aku nangis bacanya ..nyesek 😭😭😭😭😭
Ayuk Witanto
tetangga julid
Ayuk Witanto
nyesek gak tuh...
Ayuk Witanto
hayo jawab apa
Ayuk Witanto
akankah mereka benar2 berjodoh
Ayuk Witanto
Adrian bener2 merencanakan dengan matang dan pastinya gercep
Ayuk Witanto
karna othor yang maksa Adrian Diah 🤣
Ayuk Witanto
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!