Rumah Kevin
"... tolongin." Cukup lama Karin terdiam setelah ambruk diatas meja dengan mulut menganga layaknya ikan didaratan sebelum meminta tolong.
"Ini." Kevin memberikan satu gelas air yabg sudah ia siapkan.
Gluk gluk
Cepat Karin meminum habis satu gelas air putih tersebut.
"Ahh... aku tidak akan memasak didunia nyata lagi." Karin bersumpah.
"Ya aku juga berharap begitu atau akan ada orang yang meninggal saat mencicipi masakanmu." Ucap Kevin santai tapi kata katanya lagi lagi menusuk tepat dititik vitak Karin.
"Aku mendapatkan Critical Attack dari kau lagi." Keluh Kevin melihat Kevin menyiram tiga Cap Mie instan dengan air panas.
Setelah didiamkan selama lima belas detik akhirnya Kevin membawakan satu cap mie yang sudah masak kedepan Karin.
"Kenapa aku hanya satu? Sedangkan kau dua." Karin nertanya karena memiliki perasaan tidak adil.
Kevin langsung menujukkan ototnya. "Apa kau ingin seperti ini?" Bertanya Kevin memberikan bayangan pada Karin jika ototnya bisa menjadi keras sepertinya.
"Tidak jadi.. ini memang sudah seharusnya." Karin dengan cepat diam dan memakan mienya.
Sedanngkan Kevin bahkan dua Cap mie masih agak kurang untuk perutnya sehingga cepat juga dia menghabiskannya.
...
Tengah malam dunia nyata.
Rumah Kevin.
"Link Start!" Ucap Karin dan Kevin bersamaan saat menggunakan helem VR dikamar yang berbeda.
....
Depan guild petualangan
Kritgar Town
Pagi hari
Dua karakter yang baru saja login dan muncul didepan gedung Guild langsung mengambil mode tempur tapi tidak ada yang menyerangnya sama sekali mungkin karena sedang kebetulan ramai dan mereka berdua menjadi pusat perhatian untuk sementara walaupun itu adalah hal biasa bagi para player yang langsung waspada saat baru login.
"Bukankah itu assassin kemarin."
"Uwa! Warior gila itu juga ada."
"Kudengar assassin itu bahkan tidak berhenti berlari dalam kecepatan penuhnya selama lima belas menit kemarin."
"Itu hal biasa bagi para assassin."
"Tapi lihat levelnya bahkan baru berlevel sembilan."
"Benar juga, dengan level seperti itu siapa yang memiliki stamina yang tinggi apa dia menggunakan cheat."
"Tidak mungkin! Sistem game ini sangat kuat sampai bisa ditembus hacker."
Berbagai komentar langsung terdengar sedangkan Karin yang mendengarnya tidak tahan dan langsung melarikan diri meninggakkan Kevin.
Kevin segera menyimpan prisainya didalam invertori sementara pedangnya dia seimpan dipunggung dimana terdapat sarung pedang yang sempat ia dapatkan saat berburu serigala kemarin sebelum menyusul Karin.
[Karin tunggu!] Kevin langsung mengirim pesan.
[Didepan gerbang.] Karin membalas.
[Sebentar aku memerlukan sesuatu diguild.] Kevin berhenti karena baru teringat sesuatu.
[Baiklah aku menunggumu didepan gerbang.]
Kevin kembali keguild dan memasukinya, berjalan menuju kemeja temoat pembuatan quest untuk menanyakan tentang misi yang kemarin ia berikan.
"Selamat datang kembali tuan. Apa anda memerlukan hal lain?" Bertanya resepsionis tersebut yang sudah mengenali Kevin karena famenya yang lumayan tinggi.
Tapi Kevin sudah tidak mendapatkan fame lagi saat berinteraksi untuk kedua kalinya. Dengan ini Kevin mengerti hal baru tentang sistem pendapatan fame malalui title.
"Tidak ada aku hanya ingin bertanya apa quest meat wolf yang kuajukan sudah selesai?" Bertanya Kevin.
"Petualang baru mengumpulkan lima ratus item jika tuan ingin tuan dapat mengambilnya sekarang." Jawab resepsionis tersebut.
"Baiklah tolong." Kevin ingin segera mengambilnya.
"Baik silahkan diterima tuan." Ucap Resepsionis tersebut saat menggunakan sistem untuk mengirim barang keinvertori Kevin.
[Meat Wolf (Normal item) ×500
Terima.]
Hanya ada opsi terima dan tidak ada opsi tolak sama sekali jadi Kevin segera menekan opsi terima meskipun sebenarnya jika ada opsi tolak maka Kevin tetap menenakan opsi terima.
"Terima kasih." Kevin menyempatkan untuk berterima kasih sebelum melangkah pergi.
"Terima kasih juga karena telah menggunakan jasa guild." Ucao resepsionis tersebut.
Kevin berjalan kearah tembok kota sambil mengatur semua meat wolf kerak tokonya. Memang semua player tidak dapat mengakses toko mereka saat berada didalam game tapi beda dengan Kevin yang memiliki hak khusus akan itu.
Setelah semuanya teratur dengan harga yang tadinya ia beli dengan hanya satu Koin Silver per item atau sepuluh ribu sekarang ia jual dengan harga enam koin Silver untuk empat item.
Saat Kevin tiba diluar tembok jelas terlihat disana Karin yang sedang bersandar disebuah pohon menutuo matanya sampai tidak melihat beberapa laki brengs*k memandanginya.
Pakaian assassin Karin belum ia ganti dari oakaian pemula sama seperti Kevin tapi Kevin pakaian wariornya dapat menutupi layaknya baju normal tapi Karin.
Baju Karin hanya menutupi dada karakternya yang kecil serta bagian aset bawahnya saja dengan satu masker hitam pelengkap serta sepatu silver dan sarung tangan gitam yang memegang dua pisau hijau.
"Oi Karin apa kau tidak sadar jika kau sedang dipandangi oleh laki laki brengs*k." Bisik Kevin saat berada didekat Karin.
"Maksudmu dirimu sendiri?" Karin bertanya balik.
"Tentu saja bukan." Cepat Kevin menjawab.
"Terserah mereka lagi pula ini hanya tubuh karakter bukan tubuh nyataku seandainya aku dipandang seperti itu didunia nyata pasti sudah kulempar sepatu." Ucao Karin lalu berjalan memasuki hutan.
'Lalu untuk apa kau tadi melarikan diri dari kerumuanan-_' Batin Kevin. "Eith tunggu." Kevin menanghalangi Karin.
"Apa lagi? Apa kau hari ini login bukan untuk berburu?" Bertanya Karin.
"Aku ingin mencoba sebuah dungeon."
...
Didepan gua yang terlihat jelas dinotifikasi pelayer bahwa itu adalah dungeon.
[Slime Dungeon
Sebuah gua sarang slime yang memiliki boss.
Dianjurkan agar pengunjung berlevel 15 untuk memasuki tingkat normal dan untuk level 10 kebawah tidak aoan diizinkan masuk.
Tingkat :
Mudah
Normal
Sulit
Sangat sulit
Masuk / Tidak.]
Sebuah Notifikasi langsung muncul saat Karin dan Kevin menemukan sebuah dungeon dan saat berjalan masuk mendapatkan notifikasi informasi dungeon.
"Tingkat sulit?" Bertanya Karin.
"Normal saja dulu. Kita masih kekurangan informasi tentang dungeon." Kevin tentu memperhatikan peringatan dari notifikasi tadi.
"Kamu saja yang memimpin." Karin menarik tangannya dan tidak jadi menekan opsi masuk akrena jika dia yang menekannya maka otomatis dialah yang akan memimpin.
"Baiklah." Kevin memilih mode normal lalu menekan opsi masuk.
Penghalang gua langsung menghilang, Kevin dan Karin langsung masuk dengan senjata dimasing masing tangan mereka.
Meskipun dikatakan gua tapi penerangan didalamnya tidak terlalu gelap akibat bebera0a lubang diatas gua.
Saat beberapa slime mendekat Kevin langsung menyiapkan dua pedangnya bersama Karin yang menggunakan dua pisau.
Meskipun sebenarnya penggunaan dual senjata didalam game sangat mengganggu karena tidak dapat mepancarkan serangan skill secara tepat jika kalian tidak mampu memainkan pedang secara tepat saat memainkan dua pedang.
Kevin sendiri yang notabelnya adalag seorang pelatih pedang masih saja kesulitan menggunakan dual sword tanpa skill khusus.
Pedang maupun piasu didalam game hanya dapat memberikan damage saat pengguna mengaitkan pedang tersebut dengan mananya tapi pelayer hanya dapat mengalirkanya pada satu pedang jadi sangat sulit untuk mengganti mana kepedang lain saat ingin mengganti pedang untuk menebas.
Tapi Kevin terus latihan dengan itu meskipun dia sangat kesulitan berbeda dengan dunia nyata jika ingin menebas yah tebas saja nggak usah pake mana.
Tiga slime berlevel lima tiba tiba menghampiri mereka tiga diantaranya berwana hijau yang biasanya mengeluarkan cairan corrosive sedangkan dua lagi berwarna silfer dan sering berubah menjadi benda padat setelah melompat kearah target.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Lilithia gilgamesh Lucifer
Karin gatau diri udah numpang gabisa masak gimana jadinya kalau begitu
2021-11-27
1
Apasih Mau Mu?
boing boing
2021-11-01
0
another human
lanjut
2021-10-27
0