Hutan
Kevin tentu tidak akan membunuhnya karena selain mendapatkan status player kill hingga waktu tertentu dia juga merasa iba karena yang akan ia bunuh adalah NPC yang memiliki wujud dan mayat saat mati dan tidak berubah menjadi partikel cahaya.
Untungnya Kevin menggunakan helem yang menutupi seluruh wajahnya dan dengan itu Kevin dapat mengambil semua drop item tanpa di kenali oleh komandan prajurit.
Tapi sebelum itu Kevin lebih memilih untuk memberikannya potion hasil dari drop item boss bandit player tadi.
"Minumlah." Kevin memberikannya saat pemimpin prajurit tersebut sudah tidak dapat bergerak dan hanya meneguk saat Kevin menuangkannya kedalam mulutnya.
"Terima kasih." Ucapnya saat beberapa lukanya mulai membaik.
Buk!
Tapi satu pukulan dari Kevin kembali membuatnya pingsan.
"Eh! Aku hanya mencobanya tidak kusangka NPC juga bisa pingsan." Sebenarnya tujuan Kevin adalah melihat apakah fungsi saraf mereka sama dengan manusia atau tidak tapi kurang lebih hampir mirip dan Kevin tidak memiliki waktu untuk membongkar setiap tubuh prajurit untuk melihatnya dan lebih memilih mengumpulkan semua drop item.
(Alfa_Rz : woi tidak gitu juga cara nya bang!)
Untungnya beberapa drop item seperti armor prajurit semuanya sama sehingga hanya memakan satu slot penyimpanan saja.
Slot penyimpanan Kevin saat ini hanyalah sembilan puluh karena levelnya baru sembilan sehingga dia memiliki kesempatan untuk mengambil semua item tanpa sisa kecuali yang ada pada tubuh komandan prajurit karena beberapa armor di tubuhnya sudah rusak parah juga pedangnya bahkan beberapa memikiki retak.
Kevin menyeret tubuh komandan prajurit untuk bersandar di pohon dan menutupinya dengan berbagai ranting, setidaknya itu dapat melindunginya dari beberapa monster sampai dia tersadar.
Selain berbagai item Kevin juga menemukan beberapa kuda tapi Kevin lebih memilih menggunakan kuda yang paling tidak mencolok siapa tahu ada yang mengenali kuda prajurit yang mencolok.
Item yang ia dapatkan dari para player memang sangat sedikit karena biasanya player menjatuhkan item mereka palingan satu dua saja tapi berbeda dengan drop item dari player kill yang menjatuhkan hingga tiga puluh sampai seratus persen itemnya tergantung tingkat pelanggaran yang pernah ia lakukan.
Kevin menangkap satu kuda dan menungganginya walaupun sempat beberapa kali kuda itu menolak tapi setelah beberapa saat Kevin menenangkannya kuda tersebut kembali tenang.
...
[Skill Ride didapatkan.
Skill hanya dapat ditingkatkan dengan menggunakan skill point.]
...
Meskipun ada notifikasi seperti itu tapi Kevin dapat dengan mudah membawa kuda dengan laju tanpa menaikkan skillnya tersebut.
Kevin sudah sering menunggangi kuda di dunia nyata jadi urusan mengendalikan kuda seperti ini bukanlah masalah besar tapi yang membuatnya berpikir lagi adalah karena seharusnya sistem game ini adalah aturan dunia ini tapi kenapa Kevin dapat melanggarnya dengan hanya menggunakan skill dari dunia nyata ataukah ini yang disebut hak khusus atau apakah karena ini adalah game dewa?
Kevin terus melaju sampai akhirnya menemukan sebuah kota, Kevin bisa saja menjual kuda di dalam kota tapi sepatu dan pelana kuda mungkin dapat di kenali sehingga dia memilih untuk berjalan memasuki kota tanpa menggunakan kuda.
Kevin melepaskan kudanya dan berjalan keluar dari hutan dan menuju kegerbang kota yang berdiri tembok setinggi kurang lebih sepuluh meter.
Kevin berjalan masuk menyelinap di antara para petualang yang kebetulan sedang menuju kedalam kota. Seluruh player langsung terdaftar menjadi petualng ketika akun mereka login dan mendapatkan hak akses masuk kedalam kota di manapun kecuali mereka memiliki title khusus atau sesuatu pelanggaran lain yang mengakibatkan mereka tidak dapat memasuki kota.
Kevin berhasil masuk dan memilih tempat yang benar benar sepi tapi karena dia ingin mencoba titlenya dia memilih untuk secara langsung berinteraksi dengan NPC.
Kevin memberikan satu koin Copper pada seorang pengemis.
"Terima kasih petualang." Pengemis tersebut berterima kasih pada Kevin.
-Fame +20
Kevin berjalan meninggalkan pengemis tadi setelah memberikannya uang karena harus logout untuk memeriksa tubuh nyatanya. 'Benar benar bisa meningkatkan Fame tapi kenapa dua puluh seharusnya hanya sepuluh bukan? Apakah karena aku memberikannya uang? Ah sudahlah yang penting Logout dulu."
Setelah menemukan sebuah gang sempit Kevin segera mencari opsi Logout dan mengkliknya.
...
[Logout : Ya/Tidak.]
...
"Logout yes." Kevin menekannya dan kesadarannya kembali kedunia nyata.
Yang pertama kali ia lihat setelah membuka mata adalah sebuah jam digital yang ada di helemnya.
"Tadi aku memulai game jam tujuh malam sekarang sudah jam sepuluh malam, aku berada di dunia Virtual selama enam jam sedangkan di dunia nyata hanya berjalan selama tiga jam saja dengan kata lain helem ini mempercepat fungsi otak dan membuat membuat perbandingan waktu satu banding dua. Benar benar teknologi tinggi." Kevin membuka helemnya dan memilih untuk mandi di tengah malam karena tubuhnya agak berkeringat.
Setelah mandi Kevin merasakan perutnya agak keroncongan karena tadi belum sempat dia memakan makanannya dia langsung login.
Satu piring nasi goreng yang belum sepenuhnya habis kembali Kevin panaskan sebelum dia memakannya sambil melihat berita di televisi.
Ini adalah pertama kalinya dia menyalakan televisinya setelah sekian lama karena ingin berhemat listrik bahkan beberapa lampu di rumahnya juga telah dia copot.
Semenjak kehilangan ayahnya tentu Kevin terus berpikir untuk mualai menghemat karena dia ingin memfokuskan dirinya pada sekolah tanpa bekerja selama masa sekolahnya yang dulu tinggal satu tahun lagi.
Beberapa berita yang Kevin lihat kebanyakan menyiarkan tentang pengaruh Game VR:MMORPG Play Battle di dunia nyata.
Nyatanya game tersebut benar benar banyak berpengaruh pada keuangan dunia dan mental pemain yang tentunya memiliki dampak positif dan negatif.
Berbagai ulasan dan opini, debat dan pernyataan, promosi dan larangan tentang game disiarkan bahkan beberapa siaran langsung dari beberapa pemain yang ada di dalam game masuk kedalam berita.
Setelah Kevin menghabiskan makanannya Kevin segera membersihkan semua perlengkapan dapur sebelum kembali kedalam kamarnya.
Kevin membuka laptopnya dan membuka situs jual beli iteme game VR:MMORPG Play Battle yang memiliki aplikasi khusus untuk menjual item.
Setelah login menggunakan akun gamenya, tentu Kevin tidak ingin di kenali di akun jual beli item sehingga mengganti namanya menjadi Alfa sebagai nama akun jual beli item.
Saat Kevin ingin membuka toko dengan harga sepuluh koin emas satu keterangan dia baca sebelum membuka toko.
Dari keterangan tersebut mengatakan bahwa pemain di bawah level tiga puluh tidak memiliki hak akses membuka toko tapi karena Kevin memiliki hak khusus tanpa di bayarpun sebuah akun langsung terdaftar dengan nama toko Alfa.
Alasan utama Kevin mengganti namanya karena beberapa item yang akan dia jual adalah armor prajurit yang berlogo kerajaan tentu itu akan melibatkannya dalam masalah jika dia menjualnya tanpa mengganti namanya.
Semua item yang dapat Kevin jual dia masukkan kedalam rak toko. Dan hanya menyisahkan beberapa saja di invertorinya untuk dia gunakan termasuk semua potion karena Kevin belum memiliki niat untuk menjual potion dia juga tidak semiskin itu untuk mendapatkan uang dengan cepat.
Setelah memberikan harga pada setiap barang (Tentu Kevin mengikuti harga pasaran) Kevin segera menekan opsi jual dan mempromosikannya keberbagai web media setidaknya itu mungkin akan membuat itemnya cepat terjual.
Penggunaan uang di dalam sistem jual beli juga hanya menggunakan uang yang berlaku di dalam game karena adanya sistem top up dan sistem tukar.
Setelah merasa semuanya sudah beres Kevin akhirnya mengistirahatkan tubuhnya di kasur sebelum benar benar terlelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Milflovers
naik kudanya siapa Thor di dunia nyata?
2022-02-09
1
opik Dtt
ini kok mirip cerita DOMAIN DEWA PEDANG
2021-11-30
0
Fafnir
cepet kaya nih
2021-11-08
0