Dapur rumah Kevin.
"Wee lagi lagi makanan seperti tadi siang." Kevin berencana untuk membuat menu baru setelah mengantar Karin kekamarnya untuk tidur tapi malah hasilnya tetap daging goreng dengan tumis sayur sederhana.
"Kevin." Karin tiba tiba berjalan masuk kedapur dengan wajahnya yang sudah lumayan membaik juga bau sabun yang ia gunakan masih melengket pada tubuhnya dengan kata lain dia baru saja selesai mandi.
"Ya makanan juga sudah siap." Kevin langsung menyiapkan piring dan segala perlengkapan makan.
"Maaf aku ketiduran." Karin tidak lagi menundukkan wajahnya untuk berbicara pada Kevin.
"Ya seharusnya kau tidak ketiduran dan harusnya kau membuatkan makan malam kenapa harus aku yang membuatnya." Canda Kevin berniat menyinggung Karin.
"Mmmph." Karin menggembungkan pipinya memelas kearah Kevin.
"Sudahlah cepat habiskan makananmu."
Makanan malam mereka berdua berjalan cukup lancar.
"Oh iyah apa kau memiliki beberapa item yang tidak di gunakan?" Bertanya Kevin karena perasaan banyak drop item yang diambil oleh Karin tapi tidak ia gunakan.
"Ada beberapa item memang tapi mau di apakan?" Karin bertanya balik.
"Aku bisa membantumu menjualnya di toko ku." Kevin menawarkan.
"Kau memiliki toko? Keren! Tapi bukankah toko hanya dapat dibuka saat karakter sudah mencapai level tiga puluh?" Bertanya Karin karena dari ucapan Kevin yang ia maksud adalah tokonya bukan toko orang lain sedangkan level Kevin belum memenuhi syarat untuk membuka toko.
Kevin sempat terdiam sebentar sebelum menemukan satu alasan. "Aku mendapatkan quest dan menghadiahiku dengan pembukaan toko." Kevin menjawab.
"Wow karaktermu benar benar lucky yah bahkan bisa mendapatkan toko yang seharga satu juta dengan hanya quest pemula saja." Karin cukup takjub dengan kebohongan Kevin.
'Maaf.' Batin Kevin melanjutkan makanannya sebelum benar benar selesai dan kembali kekamar.
"Seperti tadi siang kau yang bertugas membersihkannya. Juga nanti datanglah kekamarku." Ucap Kevin sebelum benar benar menibggalkan dapur.
"Kamar Kevin? Apa maksudnya." Wajah Karin langsung memerah karena memikirkan beberapa hal.
...
Kamar Kevin.
Tok! tok! tok!
"Kevin! Kau didalam?" Terdengar suara Karin yang bertanya dari luar.
"Ya! pintu tidak terkunci masuklah!" Balas Kevin berteriak.
Krieee...**
"Kemarilah duduk disini." Terlihat Kevin yang duduk diatas ranjang dan menyuruh Karin untuk duduk di depannya diatas ranjang.
"Eh bukankah ini terlalu cepat Kevin kita bahkan belum pacaran." Ucap Karin dengan maksud lain tapi tetap berjalan mendekat dan duduk didepan Kevin diatas ranjang.
"Kau bilang apa Karin?" Kembali Kevin memperjelas pendengarannya karena beberapa kata dari Karin tidak dia dengar penyebabnya adalah headshet yang ada ditelinganya.
"..." Karin terlalu malu untuk mengulangi kata katanya dan hanya menunduk karena memikiki firasat bahwa dia akan segera dipermalukan oleh dirinya sendiri.
"Seperti yang kukatakan tadi sore aku akan mengajarimu tekhnik pernapasan agar kau bisa meminimalisir penggunaan stamina di dalam game." Ucap Kevin menjelaskan tujuannya dan menyingkirkan ponselnya.
"Ah! Iyah benar juga! latihan pernapasan yah. Hm hm aku mengerti." Karin mengangguk nggak jelas setelah berbicara gugup.
"Hm?" Tapi lagi lagi Kevin menyadari pemikiran Karin dan mulai tersenyum aneh. "Hehe apa kau berpikiran hal 'itu' Karin?" Kevin bertanya dengan menekankan pada kata itu.
"Tidak akan!!" Berteriak Karin.
"Baiklah.. ... kita mulai ikuti posisi dudukku." Ucap Kevin mengubah posisi duduknya yang mirip seperti petapa yang ingin bermeditasi.
"Aku tidak mengguanakan-" ucapan Karin terpotong dan langsung keluar asap dari kepalanya.
Kevin mengerti akan hal ini. "Baiklah cepat lakukan hanya lima menit." Kevin membiarkan.
Bruk!
Cepat Karin berlari kearah kamarnya karena tadi dia menggunakan piyama tidur yang sampai diatas lutut tapi tidak menggunakan bawahan sama sekali termasuk ****** *****.
"Ais sebenarnya apa yang di pikirkan gadis ini?" Kevin menggeleng pusing.
Lima menit kemudian Karin kembali dengan celana panjang dan duduk di depan Kevin dengan posisi yang sama.
"Cobalah untuk menarik napas dalam dalam." Kevin memberikan intruksi.
Karin tanpa bertanya langsung melakukannya.
"Tahan!" Ucap Kevin begitu Karin ingin mengeluarkan napasnya lagi.
Cukup lama Kevin meminta Karin untuk menahannya mungkin sekitar tujuh detik sampai wajah Karin sudah benar benar tidak tahan.
"Baiklah lepaskan tapi perlahan yah perlahan." Kevin membimbing Karin untuk melepaskannya secara perlahan.
"Huft.." Karin terdiam sejenak saat semua nafas yang sempat ia tahan telah keluar. "Penglihatanku menghilang." Karin agak terkejut sebentar karena selama dua koma lima detik penglihatannya menghitam.
"Tentu saja karena kau tidak mengatur nafasmu dengan benar, saat menahannya jangan mencoba coba untuk membawa nafasmu pergi dari paru paru menuju kekepala itu akan mengakibatkan kepalamu pusing dan kehilangan penglihatan selama beberapa detik." Jelas Kevin.
(Author : kalian gak percaya? silahkan coba tahan napas kalian selama mungkin sampai 'Benar benar' mencapai batas lalu buang sekaligus. selamat mencoba!)
"Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Bertanya Karin untuk langkah selanjutnya.
Setelah membiarkan Karin mencoba sendiri salah satu dari efek samping saat melakukan pernapasan secara asal. Kevin mulai menerangkan berbagai point penting dan mulai memfokuskan tekhnik pernapasan kearah pemulihan stamina.
Tentu masih ada tekhnik pernapasan yang dapat memperkuat tubuh dan dapat memulihkan sel sel tubuh dengan cepat sayangnya itu tidak berfungsi pada dunia Virtual sehingga Kevin hanya mengajarkan Karin tekhnik pernapasan untuk memulihkan stamina dan mengirit stamina saat bertarung di dalam game.
Di dalam game sendiri Kevin dapat mengetahui bahwa beberapa player mendapatkan skill khusus yang dapat mengontrol mana mereka untuk memperkuat tubuh mereka atau sekedar mempercepat pemulihan health point tapi tidak ada yang bisa memulihkan stamina kecuali beristirahat sehingga cara pemulihan Kevin termasuk baru.
Kevin juga yakin bahwa orang yang mengembangkan game tersebut mengetahii teknik pernapasan sehingga kevin bisa menggunakannya didalam game.
Kembali kecerita Kevin mengajarkan berbagai cara dan menjelaskan beberapa point pada Karin selama dua jam untuk mengontrol staminanya dan akhirnya setelah dua jam Karin semakin paham dengan cara mengonrtol memulihkan dan menghemat stamina.
Tapi meskipun Karin mengetahui teorinya dia masih agak kesulitan untuk menerapkannya secara keseluruhan pada tubuhnya.
"Latihan malam ini cukup mari kita mencobanya di dalam game seharusnya sekarang di dalam dunia Virtual masih siang sampai besok pagi." Ucap Kevin mengusulkan.
"Baiklah." Karin menghentikan pengaturan napasnya secara perlahan dan kembali kekamarnya.
Kevin memasang helemnya sebelum mengucapkan kata kunci untuk masuk kedalam game.
...
Kritgar Town
Sebuah gang sempit.
Wing wing
Dua karakter yang baru saja login muncul bersamaan tapi satu serangan juga langsung mengarah pada mereka.
Ting!
"Sword slash!" Kevin menangkis dan menyerang balik sedangkan Karin langsung melarikan diri dan bersembunyi tapi tetap mengizinkan Kevin untuk melihat lokasinya sehingga Kevin mengetahui jika Karin sedang berada di atap rumah tepat di belakangnya melalui map sistem.
[Anda mendapatkan panggilan suara dari Karin!
Jawab / Tolak.]
"Jawab." Kevin langsung menjawabnya.
'Seperti nya kau baik baik saja?' Sebuah suara telepati langsung masuk kekepala Kevin itu merupakan fungsi call sistem yang mampu berbicara lewat pikiran saja.
'Tidak baik baik saja aku sedang di kepun oleh tiga red player berlevel dua puluh sekarang!' Kevin menjawab dengan pedang di tangan kanan serta prisai di tangan kiri.
...----------------...
(Author : halo! apa kalian sudah mencoba teknik pernapasan tadi? gagal? oh tentu karena ini hanya lah karya fiksi.)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
LE RIC KY
kalo ditiru napasnya tahan yang lama kalo bisa ga usah dibuang nanti supayay bisa ya gaessyah
2024-04-08
0