Kritgar Town
Sebuah gang sempit.
Kevin memang selalu menyiapkan itemnya agar tetap terpasang saat ingin logout agar jika mendapatkan serangan red player seperti ini maka dia akan siap tanpa perlu lagi mengotak atik invertori.
Jelasnya Kevin hanya tahu bahwa beberapa Red player mengincar player baru yang tidak memiliki uang untuk menyewa penginapan dan logout di gang sempit.
'Apa perlu aku membantumu?' Bertanya Karin terlebih dahulu jangan sampai dia langsung membantu dan malah menyinggung Kevin.
'Yah tolong.' Kali ini Kevin benar benar membutuhkan bantuan untuk kabur.
'Bersiaplah.' Ucap Karin.
'Okay!' Kevin mempersiapkan kuda kudanya untuk meluncur dalam kecepatan tercepatnya.
'Sekarang!' Karin melemparkan banyak bola kabut kearah tiga red player serta jalur pelarian Kevin.
Tap! Swosh..
Untungnya Kevin masih sempat melarikan diri sebelum terkena kabut tersebut.
Para Red player tadi hanya kehilangan sepuluh persen kecepatannya selama nol koma lima detik tapi Karin terus melempari mereka sehingga waktu slow mereka agak lama sampai Kevin benar benar aman.
Selain membuat efek slow pada mereka bertambah penglihatan mereka juga menjadi terhalang.
"Sial! Kemana kaburnya player newbiew tadi!"
"Kabut ini pasti di lemparkan oleh assassin yang sempat melarika diri tadi sial!"
"Kita benar benar terkecoh."
Berbagai kata umpatan dari para red player terdengar di telinga Karin sebelum dia menyusul Kevin dia juga mencoba menggunakan tekhnik pernapasan untuk mengirit staminanya.
Dijalan Kritgar Town
Swosh...
Karin datang dengan kecepatan tinggi menghampiri Kevin tapi itu tidak lebih dari enam puluh kilo meter perjam.
"Bagaiman?" Bertanya Kevin.
"Untuk sekarang kita aman mereka juga tidak akan mengenali kita karena kau menggunakan helem." Ucap Karin melihat Kevin membuka helemnya. "Kenapa kau membukanya?"
"Ini sangat mengganggu penglihatan juga aku hanya menggunakannya untuk menghadapi hal seperti ini saja." Ucap Kevin mulai berjalan tapi terlihat jelas bahwa sekarang masih subuh karena baru langit lah yang terang sedangkan kota kritgar masih di sinari oleh beberapa lampu penerangan kota.
"Mungkin sebaiknya kita memesan penginapan." Ucap Karin mengusulkan.
"Aku juga berpikir begitu tapi untuk sekarang mari kita berburu dulu." Ucap Kevin berjalan mendahului menuju kergerbang kota untuk keluar.
...
Hutan Kritgar Town
Satu persatu mushrom dapat di eliminasi oleh Karin dengan mudah. Yang ingin Karin uji coba kali ini adalah batas staminanya sehingga meskipun hanya mendapatkan satu point Exp Karin masih terus nergerak dengan kecepatan penuhnya untuk membunuh Green mushroom yang sedang sial.
Setelah berburu selama lima belas menit dan terus menggunakan tekhnik pernapasan untuk mengirit staminanya serta berburu dengan kecepatan penuhnya pada akhirnya Karin harus tumbang karena mengalami down stamina yang artinya kehabisan stamina.
Setiap karakter pasti akan langsung tidak bisa begerak saat point stamina mereka mencapai angka nol.
Berkat itu pula berberapa pemain mulai memperhatikan mereka berdua terutama untuk Karin yang levelnya tidak terlalu tinggi tapi dapat bertarung dengan kecepatan seperti itu dan bertahan hingga lima belas menit.
"Oi lihat perempuan pendek berambut ungu itu. Sepertinya levelnya tidak terlalu tinggi dan bertarung selama lima belas menit tanpa istirahat."
"Aku lihat bahkan dia sempat mengganti pisaunya saat pisaunya hancur."
"Mengerikan."
Berbagai komentar terdengar tapi Kevin dan Karin tidak memperdulikannya karena sekarang Karin sedang fokus pada tekhnik pernapasannya.
"Bagaimana?" Kevin membantu tubuh karakter Karin untuk duduk dan melakukan teknik pernapasn untuk meningkatkan tekniknya.
"Status staminaku meningkat pesat setelah mengalami kehabisan stamina dalam lima belas menit saja." Karin menjawab tentang hasil yang ingin mereka capai dari percoban mereka.
"Itu hasil yang bagus." Kevin kagum karena sekarang bahkan bar stamina milik Karin setara dengan staminanya yang berlevel lebih tinggi.
"Ya." Ucap Karin singkat sebelum fokus mulai mengumpulkan staminanya kembali.
Lama Kevin menunggu sampai Karin membuka matanya kembali. "Aku menemukan sesuatu yang cocok untukmu." Kevin mengeluarkan satu skill tome dari invertorinya yang sempat ia pungut saat Karin memburu para Green Mushroom.
"Woaa!! coba perlihatkan padaku statusnya." Karin berbinar melihat buku yang dipegang Kevin.
[Skill Tome - Dark Blade
Melapisi mata pisau dengan energi kegelapan dalam kurun waktu tertentu. Dapat meningkatkan damage serangan hingga 15%.
Job : Assassin
Pelajari : Ya / Tidak.]
Karin mengarahkan pandanganya kearah Kevin dengan mata yang berbinar seakan meminta persetujuan Kevin.
"Itu adalah hasil buruanmu jadi kau bisa memilikinya." Kevin kembali merelakan sepuluh juta yang memang dari awal adalah milik Karin.
"Kalau begitu tolong masukkan ini kedalam tokom-" Cepat Karin ingin mengembalikan Skill Tome tersebut tapi satu hantaman tepat menuju kekepalanya.
Tuk!
-20
"Huhu kenapa kau menghantam gadis kecil sepertiku." Mengikuti perasaan Karin, air mata karakternya benar benar keluar.
"Kau bodoh kah? Aku membiarkanmu mendapatkannya karena ingin kau menggunakannya bukan menjualnya juga aku sudah menjual semua item yang kau berikan dan uangnya sudah kukirim kerekeningmu tentu aku mengambil lima persen untuk biaya nitip di toko ku." Tentu Kevin tidak ingin ada kerugian saat membahas masalah uang.
"Cih! Bilang saja tidak ingin rugi." Gerutu Karin yang ekspresinya berubah dengan cepat.
"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Kevin memastikan dan siap melayangkan satu pukulan di kepala karakter Karin.
"Tidak ada." Seakan mengolok, Karin menjawab.
"Cepatlah gunakan Skill book yang aku berikan." Ucap Kevin.
"Baiklah."
Skill Tome yang ada di tangan Karin langsung berubah menjadi partikel cahaya sebelum menghilang.
"Sudah?" Bertanya Kevin.
"Skill ini memiliki coldown selama lima detik dan akan melapisi pisau dengan mana kegelapan selama empat detik." Jawab Karin sambil membaca status skillnya.
"Itu cukup untukmu kan?"
"Ini akan berguna.." Karin terdiam sementara sebelum berbisik. "Pasti ini akan jauh lebih berguna saat di ubah menjadi uang sepuluh juta." Cibir Karin.
"Kau mengatakan sesuatu lagi?" Tanya Kevin dengan wajah yang menyeramkan.
"Tidak ada." Kembali Karin menjawab layaknya mengolok karena menjawab sambil mengeluarkan lidah kearah lain.
"Cepatlah kumpulkan staminamu sebelum kita kembali berburu Wind Wolf, kemarin aku sempat menemukan item yang menarik jadi aku ingin memastikan apa aku bisa mendapatkannya lagi." Ucap Kevin.
"Item seperti apa itu? Apa bisa dijual mahal?" Karin memang agak mirip dengan Kevin jika membahas uang.
"Kurang lebih seperti itu." Ucap Kevin tidak yakin dan malah memperlihatkan statusnya pada Karin.
[Meat Wolf
Daging srrigala angin. Dapat dikomsumsi oleh player.]
"Eh! Bukannya ini hanya daging serigala saja?" Karin terkejut melihat status item Kevin tertarik.
"Beberapa player level atas tidak akan mendapatkan drop item saat berburu monster level rendah sedangkan daging Wind Wolf sangat mudah untuk di olah sehingga banyak guild yang memerlukannya tapi para player level rendah tidak memiliki toko." Jelas Kevin.
"Jadi maksudmu ada yang memesan daging wind wolf di tokomu?" Tanya Karin.
"Bukan begitu tapi maksudku adalah kita bisa memonopoli dagang daging Wind Wolf." Kevin menjelaskan rencanannya.
"Oh bagaimana caranya?" Karin bertanya penasaran dan tertarik akan bisnis Kevin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Phoenix
p
2023-05-04
0
Shin~
blom apa" dah bonta bantu urusan sendiri aja blom kelar dah sok" an ma cewe
2022-04-13
0
Berak di hutan
Thor kalau bisa jangan ada romance Thor
2021-11-18
1