Taman kota
"Pulang?" Bertanya Kevin menawarkan punggungnya.
"Aku tidak perlu digendong lagi." Karin menolak meskipun dia mau tapi dia cukup percaya diri setelah mengumpulkan stamina pasti dia sudah dapat berjalan tapi.
"Yakin tidak mau?" Bertanya Kevin saat melihat Karin kesulitan untuk menggerakkan kakinya.
"Kenapa aku tidia bisa menggerakkan lututku padahal sudah melakukan teknik pernapasan?" Bertanya Karin yang terkejut.
"Teknik pernapasan yang kau pelajari hanya untuk mengumpulkan stamina dan mengirit penggunaan stamina sedangakn tubuhmu tentu akan tetap seperti biasa karena teknikmu tidak meningkatkan kekuatan tubuh." Jawab Kevin akan sebuah penjekasany yang Karin perlukan.
"Kalau begitu mungkin aku menbutuhkan bantuanmu lagi." Karin mengangkat kedua tangannya meminta gendongan.
"Maaf aku berubah pikiran nanti kamu bisa ketiduran lagi dipunggungku." Canda Kevin agak menjauh.
"Aku tidak akan ketiduran!" Teriak Karin dan malah jadi pusat perhatian oleh orang sekita yang membuat salah paham.
"Aku hanya bercanda." Tapi Kevin tidka memperdulikan bisikan orang lain dan menggendong Karin.
"Jarak taman dengan rumahmu sekita dua kilo meter apa kau menggendongku sejauh dua kilo meter saat aku ketiduran kemarin?" Bertanya Karin saat Kevin melintasi jalanan yang mulai macet karena sore hari.
"Tidak. Aku naik pesawat." Canda Kevin.
"Tolong jangan bercanda." Karin tanpa sadar menenggelamkan wajahnya dipunghung Kevin.
Sementara itu ditengah kemacetan dengan mobil yang lumayan mewah didalamnya ada Alka yang barus saja menagajak satu gadis keluar dan menjadi korbannya kagi.
"Eh bukankah itu Kevin?" Alka memperhatikan Kevin yang sedabg menggendong seorang wanita dipunggungnya meskipun sebenarnya Alka tahu rutinitas sore Kevin tapi kali ini berbeda karena bersama dengan seorang wanita bahkan dia menggendongnya. "Karin? Oh rupanya mereka memiliki hubungan seperti ini." Alka tersenyum aneh bersiap untuk menjahili sohibnya itu.
Sebenarnya Alka memang memiliki ayah seorang CEO perusahaan yang lumayan terkenal tapi sayangnya saat Alka memberikan posisi pada Kevin diperusahaan tersebut Kevin malah menolaknya dan saat dia melamar pekerjaan dikantor ayah Alka, Kevin akhirnya ditolak karena tidak memenuhi kuakifikasi karena hanya tamatan SMA.
Alasan Kevin tidak menerima pekerjaan yang diberikan Alka adalah karena jika dia bekerja d3ngan memanfaatkan orang dalam tentu nantinya akan mengakibatkan sesuatu yang buruk selain pada namanya tentu akan memperburuk nama perusahaan pula.
Itu dapat memicu beberapa konflik internal antara pegawai yang mungkin saja tidak menyukai Kevin dan memberatkannya dalam bekerja.
Alasan kedua adalah karena jika Kevin bekerja pada sesuatu yang tidak ia penuhi kulifikasinya maka itu akan menggangu kinerjanya nantinya dan dari pada mendapatkan pujian dari bos malah akan diamuk bos nanti. Meskipun Alka yakin Kevin bisa berada pada posisi itu tapi Kevin tetap menolaknya.
Kevin adalah tipe orang yang sangat menghormati atasan.
Kembali kecerita dimana Kevin terus menggendong Karin hingga sejauh dua kilo meter sabil terus membahas beberapa candaan ringan maupun masalah didalam game.
Waktu didalam game menag sangat memberatkan para player indonesia karena titik waktunya dimana memiliki waktu siang saat tengah malam menuju subuh dan tengah siang menuju sore jadi kebanyakan orang indonesia susah menaikkan level tapi juga saat level mereka cukup tinggi penglihatan malam karakter mereka mulai klterang dikarenakan harus sering berburu dimalam hari.
Saat Kevin hampir sampai dirumah Kevin menyempatkan diri untuk singga disupermarket setelah menurunkan Karin yang katanya sudah dapat berjalan.
Selamat datang! Yah seharusnya begitu tapi resepsionis indonesia jarang sekali mengatakannya dan malah mengabaikan pelanggan sebelumbenar benar benar melakukan pembayaran dimeja kasir.
Kevin menuju kerak cairan gizi dan mebgambil sepuluh cairan gizi C karena cairan gizi dikulkasnya sudah habis karena harus membaginya dengan Karin, tentu Kevin harus memberikannya karena tidak ingin teman bermainnya malah down atau sakit.
Nit!
"Baik semuanya satu juta." Ucap Kasir tersenyum profesional.
Kevin langsung mengeluarkan ponselnya dan membayarnya dengan cepat sebelum pergi bersama Karin yang mulai bejalan bahkan sudah dapat berjalan dengan normal.
Karin sebenarnya sudah dari tadi bisa berjalan tapi lebih memilih untuk tetap digendong oleh Kevin walaupun dia tahu itu jauh dan melelahkan tapi dia tetap mengutamakan egonya yang merasa nyaman dipunggung Kevin.
Singkat cerita saat mereka tiba dirumah mereka berdua kangsun menuju kekamar mandi masing masing untuk membersihkan tubuh dan melakukan kegiatan masing masing.
Selesai mandi Kevin akan terus mempromosikan item meat wolf yang akan ia jual ditokonya juga mempromosikannya kebebarapa guild pelayer.
Memang beberapa guild besar menganggap Kevin sebagai penipu karena belum menyediakan barang juga tidak memberitahukan cara mendapatkan barangnya tapi tidak sedikit juga guild yang mempercayai Kevin setelah melihat berbagai komentar pujian dari berbagai pelanggan toko Alfa yang sempat memborong Meat Wolf milik Kevin.
Untuk Karin sendiri ditugaskan untuk membuat makan malam dan Kevin dapat mencium dengan jelas aroma masakan dari dapur tapi walaupun tidak terlalu sedap tapi Kevin tetap berpikiran positif.
Lima belas menit setelah bau masakan lewat dihidung Kevin.
"Kevin! Makanan sudah siap!"
Suara Karin terdengar memanggil dari bawah.
Segera Kevin menuju kebawah tepatnya kearah meka makan dan melihat dimeja masih tertutuo dengan penutup makanan.
Kevin segera duduk berhadapan dengan Karin siap untuk merasakan masakan buatan dari gadia pertama yang membuatkannya makan malam.
"Aku buka yah." Ucap Karin agak ragu membuka penutup makanan yang ada diatas meja sebelu semua makanan diatas meja terlihat.
"Woaaa." Kevin berharap sebelum. "Ek'."
Cukup lama Kevin berpikir sebelum menanamkan hal pisitif dikepalanya.
"Ah ini pasti nasi ketan kamu hebat yah aku saja tidak bisa membuatnya." Tunjuk Kevin kesebuah panci yang berisi nasi gosong. "Dan ini hm? Yah pasti itu haha." Kevin bingung mendefinisikan sesuatu yang berbentuk arang diatas piring.
"Apa?" Karin agak kesal karena melihat Kevin memujinya dengan wajah super terpaksa.
"Arang? ... mungkin.." tebak Kevin ragu.
Brak!
"Jelas itu adalah ayam goreng dan ini bukan nasi ketan tapi nasi biasa juga ini lagi ini adalah sayur yah tumis sayur!" Karin berdiri menggerbrak meja dan menunjuk satu persatu masakannya bahkan yang ia tunjuk tumis sayur bahkan gosong.
"Karin \=_\=' apa kau tidak bisa mengatur api masakan?" Kevin bertanya.
"Aku dulu saat bermain diakun pertamaku adalh seorang suport dan memiliki Class memasak yang aku dapatkan daei quest tentu saja aku bisa memasak." Karin kembali dudum dan yang menjawab pertanyaan Kevin dari tadi yang menanyakan dari mana asal kepercayaan diri Karin saat memasak ternyata dari game.
'Anak ini berbahaya.' Batin Kevin karena tentu jika Karin terus mengandalkan instingnya didalam game menuju dunia nyata mungkin saja dia akan terlibat kecelakaan dan menganggap diri sendiri memiliki skill layaknya karakternya didalam game.
Beberapa kecelakaan dari player didunia nyata memang sering terjadi termasuk beberapa player yang sering melompat langsung dari gedung apartementnya karena masih berpikir dunia nyata adalah dunia game.
"Ck- sudahlah kau bisa mencicipi masakanmu." Kevin berjalan kearah kulkas dan mengambil tiga cap mie karena dia membutuhkan dua cap kie untuk dirinya sendiri.
Karin dengan percaya dirinya memakan daging ayam yang sudah gosong.
Brak!
"... to-tolongin." Cukup lama Karin terdiam setelah ambruk diatas meja dengan mulut menganga layaknya ikan didaratan sebelum meminta tolong.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
•Reedhash•™
saking matangnya jadi gosong
2022-02-05
0
Dyat Rachmat
duh..masakan yg tdk enak..wkwkwkw
2021-12-25
2
Muganz
rasain
2021-11-10
0