Depan Cafe karaoke
Satu taksi Kevin pesan untuk mengantar mereka pulang setelah tanpa mengabari Alka terlebih dahulu. Tapi entah dapat di mana sebuah koper juga ikut masuk dan itu adalah milik Karin.
'Apa dia membawa sebuah koper ke kencan buta?' Batin Kevin.
Singkat cerita mereka tiba dirumah Kevin dan berjalan masuk.
"Ini rumahku setidaknya memiliki beberapa kamar kau bisa menggunakan kamar tamu di lantai satu." Kevin mengantar Karin menuju kedepan pintu kamar tamu.
"Itu terima kasih." Ucap Karin kecil.
"Oh iyah tadi temanmu bilang kamu pernah bermain game VR kalau boleh tau apa nama game yang kau mainkan.?" Kevin bertanya meskipun hanya sekedar basa basi untuk mencairkan suasana.
"Fantasi Play Batle." Jawab Karin.
"Kebetulan aku juga memainkannya apa kau bisa memberikan ID mu?" Kevin berencana menambahkan Karin dalam list pertemanannya.
"A-aku sudah menghapus akunku dan berencana menjual helem VR ku." Ucap Karin sebelum melanjutkan. "Tapi kalau kamu ingin bermain denganku aku akan segera login akun baru." Lanjut Karin mengankat wajahnya.
"..mm." kevin sempat terdiam karena baru kali ini dia melihat wajah Karin dengan jelas dan menurutnya itu sangat cantik dengan kaca mata bulatnya. "Aaa kau bisa login kekota pemula Kritgar Town aku sedang berada disana." Kevin membuang wajahnya karena agak malu. 'sial aku tidak ingat pernah memiliki fetish kacamata'
"Baiklah." Karin menyetujui.
"Kita bisa login saat setelah makan siang nanti aku akan mengirim ID ku lewat WeChat." Jelas Kevin berjalan pergi kedapur untuk menyiapkan makanan.
"Nn." Karin mengangguk sebelum masuk kedalam kamar dan menutup pintu.
Kevin mulai menumis sayuran yang ia beli tadi pagi sedangkan daging hanya dia goreng setelah beberapa olahan sederhana.
Yah makanan Kevin kali ini lagi lagi tidak bebas dari minyak dan kalori tinggi.
Setelah hasil masakan Kevin hampir selesai Karin datang dengan hanya menggunakan baju kaos dan celananya yang jauh dari atas lutut
"Apa ada yang bisa kubantu?" Bertanya Karin yang masih dengan suara kecil tapi mulai agak memberanikan diri kepada Kevin mungkin karena dia berpikir untuk mengakrabkan diri.
"Oh, kau bisa menyiapkan piring dan gelas di meja setelah itu pekerjaanmu hanya perlu mencicipi masakanku." Ucap Kevin tidak berbalik sama sekali karena terlalu fokus dalam menumis sayurnya yang sudah hampir selesai.
"Nn." Karin mengangguk.
Setelah lima menit kemudian semua masakan Kevin sudah tertata rapi di atas meja dengan Karin dan kevin yang duduk berhadapan.
"Haha maaf nasinya belum sempat kupanaskan." Ucap Kevin karena biasanya dia tidak memanaskan nasi tapi menggorengnya.
"Tidak masalah.. ... juga terima kasih karena membawaku kemari." Tentu Karin tahu konsekuensi jika dia tidak dibawa oleh Kevin dan tetap pindah ketempat 'itu' maka dia tidak akan bisa kembali.
Tentu Kevin tahu maksud Karin dan dia terdiam cukup lama sebelum membuka mulut. "Sudahlah kamu makan dulu lalu setelah ini kita login." Kevin mencairkan suasana.
Mereka berdua mulai memakan makanan mereka dengan tenang sampai akhirnya semuanya habis entah apakah Karin sedang kelaparan atau apa sampai memakan semuanya.
'Selain Alka dan ayah mungkin dia saja yang pernah memakan masakan ku, mm oh ada Bilqis juga.' Batin Kevin mengingat siapa saja yang pernah memakan masakan nya tapi tidak selahap Karin. "Bagaimana?" Bertanya Kevin.
"Apanya?" Karin bertanya balik karena bingung.
"Masakanku."
"... enak."
"Baguslah kalau begitu tolong kamu bersihkan sisanya!" Kevin langsung melarikan diri dan menyerahkan cuci piring pada Karin.
Tersenyum Karin dan hampir tertawa saat melihat tingkah Kevin yang mirip seperti seseorang lari dari tanggung jawab.
Karin hanya mengikuti dan mulai membersihkan piring termasuk panci dan lainnya. Setelah semuanya selesai Karin kembali kekamarnya dan segera login untuk membuat karakter. Karin juga telah menerima pesan dari Kevin yang berisikan ID nya.
Tentu Kevin telah lebih dulu login dan menunggu di taman kota sambil membaca beberapa informasi game yang belum sempat dia baca sebelumnya.
Berkat akun khusus yang ia miliki Kevin bahkan dapat mengakses internet dari dalam game melalui sistem gamenya. Dia baru menyadari bahwa hanya dia yang bisa saat setelah menonton beberapa video yang menunjukkan bahwa banyak orang tidak memiliki sistem sepertinya.
Saat masih terus membaca informasi tiba tiba Kevin mendapatkan notifikasi permintaan pertemanan.
[Karin. Meminta pertemanan!!!
Terima / Tolak.]
"Dia bahkan tidak mengganti namanya." Kevin menekan opsi terima.
[Karin berhasil ditambahkan kedalam daftar teman. Dapat saling menghubungi.]
Notifikasi sistem dilayar tabel Kevin menujukkan beberapa vungsi mulai dari Chat, Voice Chat, Call sampai Vidio Call.
Kevin memilih untuk mengirim pesan chat pada Karin.
[Karin! Kau dimana?] Bertanya Kevin.
[Ditaman seperti yang kau katakan sebelumnya.] Cepat Karin membalas.
Kevin segera melihat kearah sekeliling taman meskipun tidak banyak orang tapi Kevin tetaplah kebingungan yang mana karakter Karin karena beberapa orang memang mengubah bentuk karakternya dari tubuh nyata sama seperti Kevin yang tiba tiba memiliki rambut perak karena memang bukan dia yang mengatur karakternya.
[Coba kamu angkat tanganmu.] Usul Kevin.
[Tidak! Itu memalukan!] Tegas Karin menolak.
[Baiklah kalau begitu biar aku saja.]
Kevin mengangkat kedua tangannya di bangku taman berpura pura meregangkan tubuh.
Seorang wanita bertubuh pendek dengan rambut ungu gelap dengan penampilan assassin berjalan mendekat.
[Karin, Lvl 1 (Player)
Hp 1.000]
'-_- jadi hanya aku saja yang memulai game dengan level nol dan dikirim kehutan.' Batin Kevin.
"Hai." Karin menyapa karena tentu dia juga sudah tahu bahwa itu Kevin setelah melihat kearah nama diatas kepala Kevin.
"Kau assassin?" Kevin bertanya tapi sebenarnya bukan itu yang ingin ia tanyakan.
Didunia nyata Karin sangat pemalu tapi kenapa sekarang di dunia Virtual dia tampak biasa biasa saja.
"Iya aku memilih assassin. Job ini sangat bagus dalam mencuri damage dan drop item saat melakukan raid." Karin menjawab tapi terdengar sedikit kesal.
(TL note : dalam istilah game. Raid adalah sebuah serangan berkelompok pada sesuatu seperti monster atau penjelajahan dungeon.)
"Sepertinya karaktermu sebelumnya sering kemalingan oleh assassin-_" Tebak Kevin.
"Awalnya aku adalah suporter dan mengikuti beberapa raid untuk mendapatkan item untuk di jual malah selalu di monopoli oleh pemimpin raid dengan mengirim assassin." Karin menghentak hentakkan kakinya kesal.
"Yaya itu adalah hal biasa di dalam game. apa kau ingin pergi berburu denganku?" Bertanya Kevin.
"Baiklah ayo." Karin berjalan mendahului sebelum menerima notifikasi bahwa seseorang memberikannya pisau.
Karin berbalik dan melihat dua pisau berwarna hijau ditangan Kevin. "Kenapa kau memberikanku?" Karin bertanya.
"Sebagai karakter baru tentu kau hanya memiliki satu pisau tingkat common bukan? Meskipun pisau ini juga tingkat Common tapi kualitas nya sedikit lebih tinggi dari pisau pemula." Jelas Kevin.
"Baiklah aku akan menerimanya." Karin menerima dua pisau Kevin bersamaan dengan notifikasi yang ia dapat bahwa telah menerima dua Green Knife.
"Apa skillmu untuk saat ini?" Kevin menanyakan skill Karin meskipun sebenarnya menanyakan skill pemain lain merupakan hal yang sangat tabu karena itu adalah rahasia player.
Tapi karena Karin masih menggunakan karakter baru jadi Kevin beranggapan bahwa Karin bisa mengatakan skillnya padanya.
Saat ditanya skill Karin langsung lesu. "Aku hanya memiliki skill Silent step." Jawab Karin.
"Itu cukup untuk memberikan serangan kejutan." Gumam Kevin mengelus dagunya.
"Yah benar benar hanya untuk serangan kejutan." Karin mengulangi.
Singkat cerita saat mereka tiba di luar kota dan melihat beberapa pemain yang sedang berburu Green Mushroom maupun monster lainnya seperti slime.
Walaupun didunia Virtual Karin sedikit lebih barani tapi tetap saja dia memilih memasuki hutan lebih dalam untuk menghindari beberapa pemain.
Saat sedang berjalan tiga green mushroom menghampiri mereka.
Kevin sebagai fighter langsung maju kedepan walaupun green kushroom sudah tidak terlalu memiliki exp untuk di rinya tapi setidaknya masih sangat dibutuhkan oleh Karin sehingga Kevin lebih memilih untuk mengurangi health point green mushroom dari pada menghitnya.
Begitu Kevin menahan tiga Green mushroom sambil terus mencicil health pointnya. Karin sudah tidak terlihat di belakang Kevin karena menggunakan skillnya untuk mencuri damage.
Satu pisau tiba tiba berayun kearah green mushroom yang sudah mengalami critikal health dan membuatnya seketika mati karena biasanya para assassin memiliki skill passif khsusus yang dapat meningkatkan damage serangan mereka saat menyerang diam diam.
Karin kembali melompat mundur untuk bersiap menyerang secara diam diam dan berkat itu pula dia berhasil menghindari kabut slow milik Green mushroom.
,
...----------------...
(Author : untuk menghindari klise di mana cerita biasanya sang MC warrior yang selalu di dampingi oleh heroin Mage atau Marksman maka mari kita buat sedikit lebih ekstrem dengan mengirim assassin pertama ke sisi MC kita.)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Fafnir
yo
2021-11-08
0
Ompong Tengah 💤
Thor semangat aing dukung.
Btw kita samaan membuat cewek random tinggal dirumah
2021-10-11
7
Artupas ranej
semangat lha Thor semua itu butuh proses 😁
2021-10-10
3