Expenses Center
Saat Karin dan Kevin memilih melihat lihat pakaian seorang wanita berusia sekitar dua puluh lima tahunan menggunakan fashion kekinian menghampiri mereka.
"Selamat datang." Sapanya tersenyum menyambut pelanggannya. "Model seperti apa yang anda inginkan?" Tanyanya.
"Aku hanya ingin yang seperti ini saja." Kevin menunuukkan fashionnya yang menggunakan jaket. "Juga aku butuh beberapa jas fashion untuk menggantikan model jaket ku." Kevin menjelaskan pakaian yang ia ingin kan terlebih dahulu.
"Oh mari saya perlihatkan beberapa pakaian yang menarik." Tentu perempuan pemilik toko tadi langsung mengerti fashion Kevin karena dia sudah terbiasa menghadapi pelanggan seperti Kevin.
Satu tempat dengan berbagai bentuk jas, jenis kain warna tertata jelas disana dan saat Kevin mulai tertarik dia mulai memilih beberapa jas serta kaos jelas ia memilih perset dan akhirnya mengambil lima set pakaian.
Setelah alasan pertama yaitu memilih pakaian disana karena fashion Kevin juga memilihnya karena lebih murah.
Dan ntah sejak kapan Karin sendiri sudah membungkus pakaiannya dan telah melakukan pembayaran.
"Sejak kapan!?" Kevin terkejut karena terlalu fokus memilih pakaian akhirnya Karin lebih dulu selesai.
"Apa anda sudah menentukan pilihan anda?" Bertanya perempuan pemilik toko tadi saat Kevin menunjuk semua yang ia pilih tadi.
"Ya itu saja." Ucap Kevin.
Beberapa menit kemudian semuanya telas selesai dibungkus dan belum sempat Kevin membayar pelayang tersebut langsungmemunculkan hologram dengan pasangan yang menggunakan fashion sama seperti yang dipilih Kevin dan Karin tadi.
"Kami memiliki pakaian untuk pasangan dengan diskon tiga puluh persen apa anda tertarik?" Bertanya wanita tersebut dan terus mengganti warna pakaian yang ada dihologram.
Sebagai seorang pebisnis atau pedagang tentu wanita tersebut memiliki skill untuk menarik pelanggan termasuk dengan cara menampilkan hologram yangs ering digunakan semua orang dizaman ini tapi satu point lagi.
Perempuan tersebut tahu jika Kevin dan Karin sangat mementingkan uang terlihat jelas mereka memilih beberapa pakaian murah tapi jumlah kredit mereka lumayan tinggi saat sempat melihatnya dilayar pinsel Karin dan Kevin jadi dengan memunculkan pakaian yang mereka pilih dengan beberapa ketertarikan yaitu.
Pertama adalah baju tersebut memiliki warna yang sama dengan pasangan bahkan motifnya pun sama.
Kedua memberikan diskon yang jelas memang itulah harganya hanya saja mereka menjual harga lebih tinggi sebelum melampirkan diskon.
Ketiga memunculkan warna seolah olah produk mereka menarik.
Tapi meskipun tahu akan semua itu Karin dan Kevin yang gila akan diskon langsung membeli tiga pasang sebelum meninggalkan toko.
"Datang lagi yah!" Pemilik toko benar benar senang saat lagi berhasil mengecoh pelanggan.
Mereka berdua masing masing menghabiskan lima juta rupiah untuk satu kali kepusat perbalanjaan kali ini.
"Aa~ lain kali aku tidak akan datang kepusat perbelanjaan." Kevin berbicara opini saat berada didalam taksi.
"Aku sama bahkan kreditku langsung kering." Karin pun mengeluh.
"Apa kau membeli pakaian training?" Kevin bertanya itu.
"Aku sempat membeli dua pasang tadi." Karin menunjuk kearah kantong belanjaannya.
"Bagus lah." Kevin kembali duduk dengan tenang.
"Ya aku hanya merasa jika untuk beberapa hari mungkin aku harus mengikuti pelatihan nerakamu." Ucap Karin mengangkat kedua pundak dan alisnya.
"Yah kau mengatakan hal tepat karena begitu kita sampai dirumah nanti maka kamu hanya memiliki waktu istirahat selama tiga puluh menit saja setelahnya aku harus melihatmu berada didepan rumah dengan pakaian training." Ucap Kevin santai seakan tidak ada beban.
"Sepertinya tidak akan sempat untuk tidur siang." Keluh Karin.
"Kau tidur selama delapan jam tadi pagi menurutku itu sudah cukup sebagai waktu istirahat juga tubuhmu cukup beristirahat saat memainkan game karena hanya mental dan otakmu saja yang bekerja." Jelas Kevin.
"Baiklah baiklah sensei." Karin sudah terbiasa mendengar ocehan Kevin.
...
Jam 15:00
Didepan rumah Kevin.
"Aku datang!" Teriak Karin yang baru saja datang dengan pakaian trainingnya yang berwarna pink.
"Telat satu menit." Ucap Kevin memperlihatkan tangan hologramnya.
"Hanya satu menit saja itu tidak perlu serius begitu kali." Cibir Karin.
"Indonesia memerlukan orang yang tepat waktu bukan pengguna jam karet." Tegur Kevin sebelum menyadari sesuatu saat mendengar napas Karin. "Kau latihan dengan cukup baik rupanya." Puji Kevin.
"Ya aku menggunakan tiga puluh menit yang kau berikan untuk meningkatkan skilku." Ucap Karin membanggakan prestasinya.
Jelas Kevin dapat merasakan peningkatan pengaturan stamina Karin saat mendengar alur napasnya.
"Baiklah rute kali ini ditambah." Kevin langsung berlari lebih dulu.
"Eh!?" Karin sempat ingin protes sebelum berlari mentusul Kevin.
Mereka terus berlari dan kecepatannya juga lebih cepat dari pada sebelumnya walaupun hanya meningkatkan sedikit keceoatan mereka sebelum pada akhirnya semakin menurun untuk menyesuailan kecepatan Karin yang mulai melambat.
Mereka terus berlari hingga satu empat puluh menit dan berhasil menempuh jarak tujuh kilo meter sebelum Karin kembali tumbang ditengah jalan sayangnya kali ini dia tumbang jauh dari kursi taman sehingga Kevin harus membantunya.
Taoi terlihat jelas jika dari pada membantunya itu terlihat jelas jika Kevin menyeret Karin untuk bersandar dipohon taman.
"Hei Kevin huh huh akuhh tidak beratloh hah sampai harus diseret." Tegur Karin yang masih kesulitan mengatur napas tapi tetap berusaha menggunakan tekhnik pernapasan walaupun penglihatannya sempat menghilang beberapa detik karena napas yang tidak teratur dan kecapean.
"Jadi apa aku harus menggendongmu ala Princes?" Kevin menyandarkan tubuh Karin dipohon.
Karin agak malas untuk membuang tenaganya untuk berbicara dan mulai mengumpulkan kembali staminanya.
"Pelatihanmu kali ini cukup meningkatkan staminam juga menambah jarak tempuh kita hari ini. Mau minum?" Kevin menawarkan minumannya.
"Aku huh membawa minuman hah sendiri.." Ucap Karin mengankat botolnya.
"Oh baiklah ... gluk gluk gluk." Kevin langsung menghabiskan satu botol air minum tapi tetap mengatur napasnya dalam meminun air agar tidak tersendak atau mengakibatkan sesuatu yang fatal pada tenggorokannya.
Karin pun melakukan hal yang sama sesuai dengan yang dijelaskan Kevin dan dengan itu wajahnya sedikit membaik.
"Keadaanmu cukup parah tapi tidak separah saat pertama kali kita jogging." Komentar Kevin.
"Yaa tubuhku masih terlalu lemah." Karin mengakuinya.
"Cepatlah kuasai tekhnik pernapasan secara menyeluruh jika kau bisa berlari sepuluh kilo meter tanpa beristirahat aku akan memberikanmu pelatihab pernapasan untuk memperkuat tubuh agar dapat membela diri maupun meningkatkan kapasitas staminamu nantinya." Jelas Kevin.
"Aku tidak ingin berotot." Tentu sebagai perempuan Karin tidak ingin memiliki otot yang keras seperti Kevin.
"Pelatihan pernapasan bukan berarti untuk memperkuat otot justru hanya akan meningkatkan kinerja sel tubuh dan mengaturnya dengan mudah sehingga kekuatan kita sedikit bertambah jika kau bisa menguasainya sampai teknik pernapasan tingkat tinggi mungkin kau bisa membuat kulitmu tetap glowing dan muda." Kevin menkelaskan sambil memamerkan wajahnya yang tanpa jerawat itu.
"Benarkah?" Karin cukup bersemangat akan hal itu.
"Ya aku bisa menjaminnya." Ucao Kevin penuh percaya diri.
"Baik aku akan berusaha!" Semangat Karin tiba tiba memuncak dan fokus memulihkan staminanya.
Setelah sepuluh menit stamina Karin juga sudah pulih dan Kevin pun sudah merasa beristirahat cukup meskipun sebenarnya lari tujuh kilo meter tidak terlalu berefek padanya karena dia bahkan bisa lari maraton sejauh dua puluh kilo meter sampai tubuhnya down seperti Karin.
Tapi Kevin cukup terkejut dengan peningkatan Karin yang hanya perlu satu hari saja sudah menguasai setengah dari teknik pernapasan memulihkan stamina.
...----------------...
yo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
yessiirrr..
yo
2021-12-22
2
Apasih Mau Mu?
♪☆\(^0^\) ♪(/^-^)/☆
2021-11-01
0
another human
semangat terus thor
2021-10-27
0