Hutan Kritgar Town
"Kita tidak mungkin akan terus bisa mendapatkan daging serigala angin saat level kita sudah tinggi jadi kita dapat membuat quest diguild kota pemula untuk membuat misi mendapatkan dagin wind wolf dan membayarnya dengan harga pas game ini. Setelah itu kita bisa menjualnya lagi ditoko ku dengan harga lebih tinggi pada Guild tertentu." Kevin mempercayakan penjelasan rencananya pada Karin.
"Aku mengerti baiklah untuk sekarang kita haris berburu dulu." Karin telah selesai mengumpulkan kembaki staminanya mungkin sekitar delapan puluh persen setelah mengumpulkan selama sepuluh menit.
Merek mulai memasuki hutan lebih dalam dan mencari Wind Wolf sambil berburu Green Mushroom yang menghalangi mereka.
Awuuu!!
[Wind Wolf Lvl 16 (Monster)
Hp 16.000]
Satu Wind Wolf yang Kevin temukan bukannya lari tapi memanggil kawanannya yang berjumlah tujuh ekor dan sekarang mereka sudah berjumlah delapan ekor mengepun Kevin dan Karin.
"Gunakan kabut untuk mengecoh penciuman mereka." Ucap Kevin mengarahkan.
"Aku tau itu!" Karin melemparkan bola kabut kesegala arah dan dia segera melarikan diri untuk bersembunyi agar fokus para Wind Wolf tertuju pada Kevin.
"Benar benar merepotkan." Kevin menyia0kan prisainya meskipun sebenarnya dia lebih lihai dalam menggunakan pedang saja tapi saat ini dia sedang berada dalam posisi tank dan bukan fighter.
Aouuu!!
Karena kesal semua serigala langsung melompat kearah Kevin.
Ting
"Sword Dance!"
-200
-190
-210
Kevin mulai kewalahan untuk menangkis berbagai serangan dari berbagai arah saat semua argo Wind Wolf langsung tertuju pada Kevin.
"Silent Step. Dark Blade." Karin langsung memanfaatkan hal tersebut dan menaiki satu Wind Wolf dan menggorok tenggorokannya daengan mengaduk pisaunya sampai beberapa darah keluar dari leher Wind Wolf
-350
-200
-200
Secara nyata memang serangan Karin sangat mematikan saat peneyerangan Firts Attack dan tetap memiliki damage tinggi dari pada job lain sehingga dapat menyamai damage Kevin meskipun levelnya masih dibawah Kevin sayangnya peetahanannya terlalu rendah.
Saat Wind Wolf Karin eliminasi. Wind Wolf lain menyerangnya dan berhasil menghempaskannya bahkan hanya satu serangan saja tiga puluh persen health point Karin menghilang.
Kevin mengabaikannya karena yakin bahwa satu serangan tidak akan membunuh Karin sehingga dia memilih untuk kembali menarik semua argo Wind Wolf agar memberikan Karin waktu untuk kembali memberikan Critycal Attack.
"Sial sudahlah biarkan aku mengeliminasi mereka." Kevin melemparkan prisainya dan melompat mundur untuk mengeluarkan satu pedang lagi dari Invertorinya.
"Wind Slash!" Kevin menyempatkan untuk mengirim skillnya kearah gerombolan Wind Wolf saat dia melompat mundur.
-190
-195
-170
"Sword Slash!" Satu tebasan mengarah lurus keleher Wind Wolf yang lumayan melemah dan memicu Critical attack.
-500
Satu Wind Wolf langsung mati.
"Sword Dance!" Kevin mulai menari dengan dua pedangnya.
Selain menggunakannya untuk menangkis Kevin juga menggunakanya untuk menebas dan menusuk pada sudut tertentu dan waktu yang tepat sehingga dua ekor Wind Wolf kembali tumbang.
"Dark Step. Dark Blade." Karin kembali menyerang dengan memggunakan strategi Hit And Run.
Dengan begitu semua Wind Wolf langsung tumbang dan Kevin labgsung memungut semua Itemnya bersama Karin berharap akan ada item yang menarik lagi.
-Level Up +1
"Aku hanya mendapatkan satu peningkatan level. Kamu Rin?" Bertanya Kevin pada Karin.
"Dua." Jawab Karin singkat yang tidak terlalu bersemangat karena tidak ada item yang menarik selain beberapa armor yang tingkat Common dan daging juga beberapa cakar.
"Sepertinya ada sesuatu yabg terkadi pada karakterku." Ucap Kevin saat melihat health pointnya berkurang satu setiap satu detik.
"Aku juga." Karin pun merasakannya.
"Bukankah ini... karakter kita kelaparan!." Kevin melihat didekat kursornya terdapat tanda kelaparan.
Terakhir kali dia hanya memakan apel saja.
"Sebaiknya kita kembali kekota sekarang untuk mendapatkan makanan." Kevin berencana untuk kembali kekota karena tidak memiliki skill yang dapat mengolah daging Wind Wolf meskipun ada dia juga tidak memiliki peralatan.
"Baiklah." Karin menyempatkan untuk meminun satu botol health potion sama seperti Kevin.
...
Kritgar Town
Kevin yang toba dikota segera berlari kearah penjual sate dipinggir jalan dekat taman kota, dari pada disebut sate itu lebih mirip dengan daging bakar saja karena rasanya hampir mendekati hambar dan yang menjualnya adalah NPC sehingga Kevin tidak ingin berkomentar karena dapat mengurangi Famenya.
-Fame +10
Kevin dan Karin memaksakan diri untuk menghabiskan makanan mereka demi menyelamatkan karakter yang kelaparan.
"Huhu ini benar benar tanoa rasa." Karin mengeluh begitu dia sudah lebih jauh dari tempat pedagang tadi.
"Sudahlah cepat makan dan menuju keguild petualangan untuk membuat quest." Kevin memakan dengan lahap tidak terlalu peduli dengan rasa.
"Oh iya jika memang dagang meat wind wolf dapat dimonopoli bukankah beberapa guild seharusnya sudah melakukannya?" Bertanya Karin.
"Memang ada beberapa guild yang melakukannya tapi tidak banyak." Tentu Kevin telah melihat beberapa informasi diinternet melalui sistemnya.
"Dari mana kau tahu?" Bertanya Karin.
Tentu Kevin tidka ingin menjawab bahwa sistemnya dapat terhubung dengan jaringan sosial didunia nyata bukan hanya untuk siarang langsung tapi juga dapat berseluncur diinternet.
"Aku memeriksanya sebelum login." Alasan Kevin yang anehnya Karin selalu mempercayai setiap Kevin membohonginya.
"Oh begitu yah." Karin merimanya tanpa berpikir lagi.
'Benar benar maaf Karin' Batin Kevin.
Singkat cerita saat mereka tiba diguild petualang yang didalamnya tidak terlalu ramai dan hany ada beberapa petualang saja yang sedang memilih misi atau mencari party saja.
Kevin dan Karin lebih memilih menuju ketempat pembuatan misi tapi dia menjadi pusat perhatian karena sabgat jarang player yang membuat misi dan kebanyakan hanyalah NPC.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" Sapa resepsionis tersebut.
"Aku ingin membuat misi." Kevin menjawab.
-Fame +10
'Sangat jarang petualang jiwa abadi yang berlevel rendah memiliki fame setinggi ini.' Batin sang NPC resepsionis memperhatikan Kevin.
Sebagai resepsionis tentu memiliki skill atau mungkin alat yang dapat mengetahui fame orang lain.
"Helo!" Kevin mencoba membangunkan sang resepsionis dari lamunannya.
"Ah! iya maaf. Anda ingin membuat misi bukan. Misi seperti apa yang ingin anda buat?" Bertanya resepsionis tersebut mencoba bersikap sepro mungkin.
"Bisa kau pasang misi mengumpulkan dagin wind wolf sebanyak banyaknya?" Kevin menyerahkan satu koin platinum.
"Ah pasti bisa pasti!" Jawabnya mantap dan segera mendaftarkan misi yang Kevin minta.
"Ngomong ngomong berapa banyak Meat Wind Wolf yang aku dapatkan dengan uang ini?" Kevin bertanya meskipun dia sudah tahu berapa banyak yang bisa dia dapatkan dengan satu koin platinum atau sepuluh juta rupiah yang bahkan Karin pun terkejut saat Kevin mengeluarkannya.
"Harga untuk setiap item Meat Wind Wolf adalah satu koin Silver jadi jika anda membayar satu koin platinum maka anda akan mendapatkan seribu item Meat Wind Wolf." Jawab Resepsionis tersebut setelah menyelesaikan surat misi yang akaj dipasang dipapan misi.
Tapi resepsionis tersebut terlebih dahulu diperlihatkan kepada Kevin untuk menanyakan pendapatnya.
Dari yang Kevin baca misi tersebut dapat dilakukan oleh siapapun dan Guild hanya akan menerima item dan membayarnya jadi misi tersebut bisa dikerjakan oleh party B bahkan setelah party A mengkonfirmasinya.
"Ini bagus." Puji Kevin.
"Anda harus membayar satu koin perak untuk misi ini tuan." Ucap Resepsionis tersebut.
"..." Kevin menyerahkan satu koin perak dengan diam sebelum pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Ya Fi
"tiba"
2024-01-15
0
-White-
ini bukan monopoli namanya bung!!!
2023-11-24
1
-White-
Tentunya Guild Besar juga harusnya udah mikirin rencana ini kan ?
klo mereka memang butuhin daging srigala itu??
bisa bayar pemula buat bikin misi di gedung petualang dan sejenisnya.
2023-11-24
0