Hari menjelang siang, sebelum Nada berangkat untuk arisan bersama teman-temannya, Nada terlebih dahulu menuju ke ruang tv yang kini ditempati oleh empat pria berbeda usia.
Andre sedang menemani cucu pertamanya yang sedang mencoret-coret buku gambarnya dengan krayon miliknya sementara Rafa kini sedang berusaha menghibur Galaksi dengan mencoba mengajaknya berbicara.
"Mama berangkat sekarang ya Pa" Pamit Nada kepada Andre yang duduk di sofa serta Antariksa yang berada di pangkuannya.
"Iya Ma hati-hati, minta sopir buat antar saja" Ucap Andre kepada istrinya itu dan langsung dianggukki olehnya.
"Rafa, Mama berangkat ya Nak. Jaga anak-anak kamu dan gunakan waktu luangmu supaya dekat dengan mereka" Nasihat Nada kepada putranya itu.
"Pasti dong Ma" Jawab Rafa sembari mencium pipi berisi milik Galaksi.
"Ya udah Mama berangkat dulu, Assalamualaikum" Pamit Nada kepada semua.
Belum sempat beranjak dari tempatnya berdiri, Antariksa turun dari pangkuan Andre dan berjalan pelan ke arah Oma nya dengan tangan yang berpegangan di sofa.
"Kenapa sayang?" Tanya Nada sembari berjongkok di hadapan cucu pertamanya.
Antariksa tidak menjawab, namun malah merentangkan tangannya pertanda ingin di gendong. Andre mendekat ke arah cucunya dan berniat akan membawa ke pangkuannya kembali, namun balita itu malah menggeleng dengan lucunya.
"Oma, tut" Ucap Antariksa dengan tangan yang di rentangkan yang membuat semua terkekeh gemas.
"Anta mau ikut Oma atau di rumah sama Opa?" Tanya Nada dengan posisi yang masih berjongkok.
"Tut Oma" Jawabnya sekali lagi.
"Nggak mau sama Opa nih? Nanti adiknya nyari kamu lho" Bujuk Andra kepada cucunya. Rafa yang melihat hal itu tersenyum geli.
"Sini main sama adiknya aja, tuh udah bangun. Katanya tadi nungguin adik bangun" Ucap Rafa seraya menunjuk Galaksi yang sedang meminum susunya.
"Ndak au" Jawab balita itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca menahan tangis, bibirnya sudah melengkung ke bawah.
"Oma" Pekik Antariksa dengan air mata yang mulai turun membasahi pipi gembul nya. Nada yang mendapati cucu pertamanya sedang menangis segera membawanya ke gendongan.
"Ya udah, Anta boleh ikut Oma" Putus Nada yang di hadiahi tawa ceria oleh Antariksa. Rafa dan Andre yang melihat perubahan ekspresi balita itu melongo tak percaya.
"Tiyas, minta tolong ambilkan perlengkapan Anta di kamarnya ya" Teriak Nada kepada Tiyas yang sedang membersihkan kamar cucunya.
"Iya Nyonya" Jawab Tiyas.
Setelah Tiyas datang membawa tas perlengkapan bayi berwarna biru muda milik Antariksa, Nada mulai berdiri dari duduknya.
"Mama berangkat ya, Anta pamit dulu" Ucap Nada.
"Dadah mua" Ucap Antariksa dengan girangnya tak lupa tangan mungilnya yang melambai sehingga langsung dihadiahi tawa oleh semua orang.
Setelah pamitan, Nada menggendong cucunya itu menuju mobil yang sudah disiapkan oleh sopir pribadi keluarganya yang bernama pak Rusli.
"Pak ke cafe yang dekat taman itu ya" Ucap Nada kepada sopirnya setelah duduk di kursi belakang dengan Antariksa yang berada di pangkuannya.
"Siap Nyonya. Itu Den Anta kok tumben ikut pergi Nyonya?" Tanya heran pak Rusli karena biasanya cucu dari majikannya itu jarang mau ikut keluar.
"Iya nih Pak, tumben banget pakai acara nangis dulu tadi biar diijinkan ikut" Jawab Nada dengan tangannya yang mengelus rambut tebal milik cucunya, sedangkan Antariksa sedang sibuk dengan mainan robot yang dibawanya.
"Den Anta pinter banget dramanya" Canda pak Rusli dengan menatap Antariksa dari kaca spion.
"Hehehe, iya Pak" Jawab Nada yang langsung disambut tawaan oleh keduanya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, akhirnya mereka sampai di cafe yang bernuansa alam. Setelah Nada dan Antariksa turun, sebagian pandangan dari pengunjung langsung menatap ke arahnya.
Meskipun Nada sudah menjadi seorang nenek dari dua cucu, Nada masih awet muda dengan stylish nya yang elegan sehingga membuat auranya terpancar.
Nada membawa langkahnya menuju meja yang sudah di pesan oleh teman-temannya. Dan benar saja, hanya tersisa dua tempat yang kosong dengan kursi yang bersebelahan dengan wanita berhijab.
"Maaf ya semua, saya telat. Tadi cucu saya malah rewel mau ikut" Ucap Nada dengan tidak enaknya.
"Nggak apa-apa Jeng, kami juga baru lima menitan sampai" Ucap seorang yang berpakaian dengan sederhananya.
"Mari silahkan duduk Nad, kasihan cucumu" Ucap wanita yang mengenakan gamis sendiri diantara semuanya.
Nada mengangguk dan berjalan ke arah wanita bergamis tersebut dan mendudukkan dirinya di sebelah kursi yang berselisih satu dengannya. Sehingga meletakkan Antariksa di antara dirinya dengan wanita bergamis itu.
"Makasih Lia" Ucap Nada kepada temannya yang bernama Lia tersebut.
Semua teman-teman dari Nada memulai acara arisannya dan kadang diselingi oleh lontaran lelucon sehingga membuat semua tertawa. Saat mereka sedang tertawa, yang mengejutkan ketika Antariksa juga ikut tertawa seakan mengerti akan perbincangan para wanita di depannya.
"Hi...hi...hi..." Semua orang menatap Antariksa yang sedang cengengesan sehingga melihatkan gigi kecil yang tumbuh.
"Walah, kok lucu banget cucumu iki Da. Namanya siapa to?" Tanya salah satu teman Nada yang berambut sebagian memutih dengan logat jawanya.
"Ini cucu pertamaku namanya Antariksa biasanya sih dipanggil Anta" Jawa Nada.
"Berarti cucumu udah dua ya Da?" Tanya Lia.
"Iya udah dua, yang kedua ini juga cowok namanya Galaksi" Balas Nada.
"Menantumu gimana Da? Ada perubahan nggak?" Tanya wanita dengan rambut yang digelung.
"Nggak ada sama sekali, malahan dia gugat cerai anakku dan nggak mau ngurusin anak-anaknya" Jawab Nada dengan suara pelannya.
"Yang sabar aja Nad, yang penting kamu fokus ngurus cucu-cucumu aja. Jangan sampai mereka berdua kurang kasih sayang dari nenek, kakek, dan ayahnya" Ucap Lia dengan mengelus punggung tangan Nada yang berada di atas meja.
"Lagian dulu anakmu juga di bilangin kalau menantumu itu nggak tepat, kok yo malah ngeyel. Padahal ki orang tua yo menyarankan yang terbaik" Ucap wanita tadi yang dengan logat jawanya
"Anak itu kadang salah tangkap sama nasihat orang tua. Kalau orang tua nggak kasih restu ya memang kita tahu bahwa dia tidak tepat, tapi mereka ngiranya orang tua mau ikut campur buat memisahkan mereka" Tambah wanita yang duduk di seberang Nada.
"Ya udah lah Jeng, nggak usah dipikirin terlalu serius. Yakin aja udah diatur sama yang di atas" Ucap wanita berkacamata.
"Fokus wae karo cucumu Da" Ucap lagi wanita berlogat jawa tadi.
"Iya, aku sama suami juga pingin fokus rawat cucu-cucu kita sampai Rafa menemukan jodohnya kelak. Doain ya semuanya, semoga anakku cepat bertemu dengan jodohnya supaya bisa menggantikan sosok ibu bagi kedua cucuku" Pinta Nada dengan seriusnya.
"Aamiin" Jawab teman-teman Nada dengan serentak.
Saat semua sedang asik bercanda gurau, handphone Lia bergetar karena ada panggilan masuk. Setelah di cek, ternyata panggilan video dari Rindi.
"Assalamualaikum Nak"~ Ucap Lia sehingga membuat semuanya menatap ke arah Lia.
"Waalaikumsalam Ma, Mama udah sampai belum di tempat acaranya?"~ Tanya Rindi.
"Mama udah sampai Nak. Kamu mau nitip sesuatu atau apa gitu, kalau nanti Mama pulang?"~ Lia
"Enggak Ma, cuma mau memastikan kalau mama udah sampai di cafe. Ya udah aku tutup ya Ma, Assalamualaikum"~ Rindi.
"Waalaikumsalam"~ Ucap Lia, dan setelahnya panggilan telepon terputus.
Selama panggilan telepon berlangsung, balita mungil di samping Lia tak memalingkan pandangannya dari layar handphone Lia.
Setelah panggilan telephon Lia terputus mereka melanjutkan obrolannya. Tiba-tiba semua menatap ke arah Antariksa yang memegang lengan Lia.
"Nek, tut ya?" Tanya Antariksa kepada Lia dengan menunjukkan puppy eyes nya sehingga membuat Lia gemas.
"Lho kok ikut neneknya sayang? Kenapa? Nanti dicari Ayah sama Opa lho" Tanya Nada dengan bingungnya.
"Mau tut Nek" Ucap kekeh Antariksa lagi membuat mereka terkekeh gemas.
"Anta juga selama Lia video call sama anaknya diliatin terus sampai nggak kedip. Mungkin dia mau ketemu sama anaknya Lia" Tebak wanita berkaca mata.
"Bisa jadi Jeng" Jawab wanita yang duduk di seberang Nada.
"Anta mau ikut Nenek?" Tanya Lia dengan mengusap lembut kepala balita tersebut. Antariksa membalas ucapan tersebut dengan anggukkan kepalanya antusias.
"Jangan deh Li, Anta suka rewel kalau siang gini. Nanti malah kamu yang repot" Jawab Nada karena takut merepotkan temannya itu.
"Nggak apa-apa Nad. Lagian anak sambung ku suka banget sama anak kecil. Jadi Insyaallah nggak rewel Naf" Ucap Lia meyakinkan Nada.
"Beneran nggak ngrepotin Li?" Tanya Nada sekali lagi untuk memastikan.
"Iya beneran Nad" Ucap Lia dengan senyumnya.
"Oke, nanti aku jemput kalau sore. Kalau Anta merepotkan kabari aku saja ya" Balas Nada yang dianggukki oleh Lia dengan senyum manisnya.
Setelah selesai acara arisan semua beranjak pulang ke rumah masing-masing. Nada terlebih dahulu mengantarkan cucunya sampai di depan mobil Lia.
"Anta kalau ikut Nenek jangan nakal ya sayang" Peringat Nada kepada cucunya itu.
"Ya Oma" Jawab Antariksa dengan anggukan cepat.
"Lia, ini perlengkapan cadangan milik Anta" Ucap Nada seraya memberikan tas perlengkapan milik Antariksa.
"Iya Nad, kalau gitu kita duluan ya. Assalamualaikum" Pamit Lia kepada Nada.
Sebelum pergi, Nada menyempatkan untuk mencium kening serta kedua pipi milik cucunya dan menyerahkan Antariksa ke gendongan Lia.
Lia yang menggendong Antariksa memasuki mobil yang sudah ada sopir keluarganya. Dari dalam mobil, kepala Antariksa menyembul keluar.
"Dadah Oma" Teriak Antariksa dengan melambaikan tangan mungilnya. Nada membalas dengan melambaikan tangannya ke arah cucunya itu.
Setelah mobil yang ditumpangi oleh Lia mulai menjauhi kawasan cafe, Nada segera melangkahkan kakinya menuju mobil.
Selama didalam mobil, Antariksa duduk anteng dipangkuan Lia. Tangan mungilnya sibuk memainkan robot miliknya. Lia merasa gemas dengan tingkah polah balita yang ada di pangkuannya kini.
...*****...
Nada telah sampai di rumahnya, Terdapat Andre dan Rafa yang sedang menemani Galaksi yang tengah bangun dan meminum susu dari botol susunya.
"Assalamualaikum, Mama pulang" Ucap Nada setelah memasuki rumah besarnya.
"Waalaikumsalam, lho cucu kita mana Ma?" Tanya Andre panik ketika tidak mendapati cucu pertamanya.
"Loh iya Ma, jangan-jangan Mama tinggalin anak Rafa di cafe ya? Kalau diculik orang gimana Ma?" Tuduh Rafa yang di hadiahi pelototan mata dari Nada.
"Enak aja, Anta juga cucu Mama kali. Anta itu ikut ke rumah teman Mama yang namanya Lia" Jawab Nada sembari berjalan mendekat ke arah cucu keduanya.
"Kok dikasih ijin sih Ma? Kalau Anta kenapa-napa gimana? Kan kita nggak tahu teman Mama itu gimana" Ucap Rafa dengan nada khawatirnya.
"Jangan suudzon Raf, teman Mama itu orang baik-baik kok" Jawab Nada dengan tegasnya.
"Udah-udah, nanti tinggal dijemput aja kok susah. Percaya sama teman Mamamu Raf" Timpal Andre.
"Iya deh" Balas Rafa dengan pelan seakan tak rela.
Setelahnya, ketiga orang dewasa itu bermain dengan Galaksi yang selalu saja tersenyum saat melihat orang lain tertawa.
...*****...
Ditunggu kelanjutannya ya kak...
Terimakasih untuk pembaca yang masih stay di cerita pertama Karita dan Terimakasih untuk like dan komennya...
...Gracias...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Yuli Yuli
nada trnyata blom tau klo lia mamanya rindi, klo nada tau pasti sneng bgt
2024-05-09
0
Nurhayati Nur
semangat thour,,,
2023-12-07
1
Praised94
terima kasih 👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-11-25
0