Beralih sebentar dari Rindi, gadis mungil nan cantik.
Kini didalam kediaman keluarga Kalandra sedang menantikan kehadiran cucu kedua. Siapa yang tak mengenal keluarga yang memiliki bisnis yang besar. Keluarga tersebut pemilik perusahaan bernama Kalandra Company yang meliputi bidang properti seperti perkantoran, perumahan, apartemen, mall, vila, sekolah, kampus, perkantoran, cafe dan yang lainnya.
Rafael Putra Kalandra merupakan pemimpin dari perusahaan tersebut. Putra dari pasangan Andreas Edgar Kalandra dan Nada Rosemarie Kalandra. Rafael memiliki memiliki istri bernama Laura Rosalinda yang sebelumnya berprofesi sebagai model.
Rafael menggantikan posisi ayahnya yang sudah menyerahkan perusahaan yang dibangunnya kepada putra tunggalnya itu.
Rafael atau pria yang kerap disapa Rafa itu sangat mencintai Laura- istrinya. Meskipun Rafa tidak mengetahui bagaimana perasaan istrinya itu.
Rafa, pria berdarah Indonesia Spanyol berusia 27 tahun yang memiliki wajah yang sangat tampan. Dengan wajah teduhnya namun terkesan tegas dan bola mata abu-abu serta alis yang tebal dipertegas dengan rahang yang tajam.
Rafa dan istrinya, kini tengah menanti kelahiran anak keduanya yang tinggal menunggu beberapa hari lagi. Semua anggota keluarganya sangat antusias menunggu kehadiran anggota baru bagi keluarga besar Kalandra.
Kehidupan Rafa memang sempurna, namun hal tersebut seakan tak berlaku bagi Rafa. Kehidupan keluarga kecilnya bisa dibilang tidak harmonis.
Siapa sangka jika istri cantiknya itu pada kenyataannya tidak mencintai Rafa sepenuh hati. Laura menikah dengan Rafa karena almarhumah ayahnya memiliki utang kepada orang tua Rafa. Sehingga mendiang ayah Laura meminta Laura untuk menikah dengan Rafa sebagai ucapan terima kasih.
Awalnya Rafa dan Laura tidak saling mencintai, namun benih cinta tumbuh di hati Rafa. Berbeda dengan Laura yang sampai kini masih tidak menyukai Rafa.
Rafa berusaha mencintai istrinya itu sepenuh hati, karena dia pikir bahwa Laura akan berubah kedepannya.
Putra pertamanya bernama Antariksa yang kini berusia satu tahun tujuh bulan. Memang Laura hamil anak kedua saat Antariksa berusia sepuluh bulan sehingga menyebabkan Antariksa kekurangan kasih sayang dari Laura.
Hubungan antara kedua orang tua Rafa dan Laura memang tidak baik, karena saat menikah tidak direstui oleh orang tua Rafa. Andre dan Nada memang dengan terpaksa menikahkan putra tunggalnya dengan Laura karena permintaan terakhir dari mendiang besannya itu.
Alasannya karena Andre dan Nada mengetahui sikap buruk Laura di belakang Rafa. Namun ketika di depan suaminya, Laura berubah menjadi wanita baik dan sopan kepada Andre dan Nada.
Awalnya Rafa tidak mempercayai hal buruk yang dikatakan oleh kedua orang tuanya mengenai Laura. Namun, sikap Laura yang sebenarnya mulai terlihat oleh Rafa. Terbukti cara memperlakukan putra pertama mereka.
Laura tidak pernah merawat Antariksa dengan baik, bahkan untuk menggendongnya saja enggan. Ketika anaknya lahir, Laura awalnya enggan untuk menyusuinya jika tidak dipaksa oleh Nada dan dokter. Setelahnya pun, Laura tidak pernah menggendong Antariksa sekalipun anaknya menangis.
Rafa yang mengetahuinya sontak marah dan tak terima perlakuan istrinya kepada anaknya sendiri. Namun Rafa masih memaklumi kerena Laura mungkin belum terbiasa akan kehadiran anak kecil dalam hidupnya, karena memang Laura tidak memiliki adik dan yatim piatu.
Lama kelamaan Rafa sudah muak terhadap sikap Laura yang tidak pernah menganggap kehadiran Antariksa di antara keduanya. Jika ditegur oleh sang suami, Laura selalu saja beralasan dengan berbagai macam alasan yang kadang tak masuk akal.
Antariksa setelah lahir dirawat oleh babysister dan omanya. Kedua orang tua Rafa sangat kecewa dengan perilaku Laura yang tidak mencerminkan sikap keibuannya.
Bahkan Antariksa lebih dekat dengan oma dan opanya yang membuat hati Rafa merasa sakit mengetahui fakta itu. Pernah suatu hari, Rafa mencoba mendekatkan Antariksa dan Laura namun yang terjadi malah membuat murka Rafa dan kedua orang tuanya. di mana Laura yang membiarkan anaknya bermain sendiri dan sibuk dengan handphonenya sehingga menyebabkan Antariksa hampir terjatuh dari tangga.
Laura selalu menganggap bahwa adanya Antariksa membuat dirinya sial karena kehilangan karier model dan kehilangan bentuk tubuhnya yang indah. Selalu berbicara dengan nada tinggi serta kata-kata kasarnya dan berakhir Antariksa yang menangis.
Orang tua Rafa membawa Antariksa untuk tinggal dirumahnya karena tidak tega jika membiarkan cucu mereka tidak dirawat oleh ibu kandungnya dan Laura malah membiarkannya diasuh oleh babysister.
Dengan sepenuh hati, Andre dan Nada membesarkan Antariksa dengan penuh kasih sayang. Saking tidak sukanya Laura kepada anaknya, sekalipun tidak pernah menjenguk atau berniat membawa pulang anaknya.
Rafa yang mengetahui hal tersebut hanya bisa pasrah saat anak kandungnya dibawa oleh orang tuanya dan dibesarkan oleh keduanya. Rafa selalu mengajak Laura untuk menjenguk Antariksa, dan selalu ditolak mentah-mentah olehnya.
Pernah, Rafa berniat untuk menceraikan Laura pada saat Antariksa berusia sembilan bulan. Namun hal mengejutkan terjadi saat itu, di mana Laura kembali mengandung anaknya di saat umur Antariksa menginjak usia sepuluh bulan. Kedua orang tua Rafa yang mengetahui hal tersebut merasa senang dan sedih di waktu yang bersamaan.
Rafa yang mendengar hal tersebut, sangat bahagia dan berharap semoga sikap Laura dapat berubah seiring berjalannya waktu sehingga mampu menjadi ibu yang baik bagi kedua anaknya kelak.
Seiring berjalannya usia kandungan Laura, sikapnya semakin menjadi-jadi. Laura sudah berani bersikap tidak sopan kepada mertuanya di depan suaminya. Hal tersebut membuat harapan Rafa mengenai perubahan sikap istrinya pupus sudah.
Laura selalu saja menyalahkan Rafa dan bayi yang ada di kandungannya. Bayi yang masih di kandung olehnya seakan tak diharapkan kehadirannya oleh ibu kandungnya. Rafa tetap sabar dalam menghadapi perilaku Laura setiap harinya demi anak-anaknya.
Mendekati masa lahiran Laura, sikapnya semakin cuek dan menjauh dari Rafa. Dan akhir-akhir ini, Laura selalu membicarakan tentang karier modelnya dan berniat untuk kembali ke profesi awalnya dan tentu saja Rafa menolak mentah-mentah pemikiran itu. Rafa yang merasa ada yang aneh dari sang istri meminta orang untuk menyelidiki penyebab perubahan istrinya.
Saat ini, semua anggota keluarga Kalandra sedang berkumpul di ruang makan kediaman Andre dan Nada. Terdapat Andre, Nada, Rafa, Laura, Antariksa serta sepupu dari Rafa dan adik-adik dari Andre yang merupakan keluarga besar Kalandra.
Suasana kediaman Andra kini berubah menjadi lebih ramai dari biasanya yang hanya dihuni oleh Andra, Nada, Antariksa dan beberapa pelayan, kini ramai dihiasi suara tawa dan candaan dari sanak saudaranya. Kali ini Antariksa sedang duduk bersama tante dan omnya.
Ketika semua sedang bergurau dan saling berbincang, Laura yang duduk disebelah Rafa mencengkram kuat lengan Rafa dan satu tangannya mengelus pelan perut besarnya.
"Raf, ini kayaknya aku mau lahiran deh. Sumpah ini sakit banget, aduh gimana nih?" Ucap Laura dengan suara yang menahan rasa sakit. Sontak saja semua pandangan menatap ke arahnya dengan panik.
"Ya ampun Ra, kamu bertahan sebentar ya, kita segera ke rumah sakit" Balas Rafa sembari bersiap menggendong Laura menuju mobilnya.
"Rafa, kamu bawa istrimu ke rumah sakit cepat! biar nanti kita menyusul mu" Perintah Andra kepada putranya itu dan langsung dianggukki oleh Rafa. Meskipun keluarga besar Kalandra tidak menyukai Laura, tetapi mereka tetap panik melihat Laura yang kesakitan.
Rafa bergegas menuju rumah sakit terdekat dari kediaman orang tuanya. Beruntungnya, pelayan rumah sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk melahirkan Laura.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Laura tak hentinya mencengkram kuat lengan Rafa dan terus merintih kesakitan karena kontraksinya yang kuat. Rafa yang mendengar hal itu sontak panik.
"Tahan sebentar Ra, ini juga hampir sampai" Ucap Rafa sembari mengelus lembut perut Laura dengan tangan kirinya.
"Ini semua gara-gara anak ini Raf. Coba aja aku tidak hamil lagi, badanku udah balik lagi kayak dulu. Nggak kakak, nggak adik sama aja nyusahin nya" Ucap Laura dengan kejamnya menunjuk perutnya sehingga membuat emosi rafa naik seketika. Namun sebisa mungkin dia tahan karena Rafa tidak ingin mereka bertengkar.
"Anakmu ini nyusahin tau tidak sih Raf?! udah yang satu bikin jengkel! eh ini ditambah malah menyiksaku. Tau gitu udah aku gugurin dari dulu" Ucap Laura dengan nada tingginya membuat Rafa kaget.
"Ra! Jaga ucapan kamu! Mereka berdua juga anak kandung kamu!" Bentak Rafa dengan suara tinggi.
Setelahnya, keadaan mobil menjadi hening dengan menyisakan ringisan kecil dari Laura. Rafa mencengkram kuat setir mobil karena dirinya marah akan ucapan Laura tadi.
Setelah sampai di rumah sakit, dahi Laura sudah dipenuhi oleh peluh yang bercucuran deras. Dengan sigap Rafa menggendong istrinya masuk kedalam dengan dibantu oleh suster yang membawa brankar
rumah sakit.
Setelah sampai di ruang persalinan, Rafa diminta untuk menunggu diluar terlebih dahulu dan Laura dibawa masuk untuk segera di tangani.
Sembari menunggu dokter untuk memberi informasi lebih lanjut lagi, Rafa menunggu di kursi tunggu yang sudah disediakan. Setelah beberapa menit berlalu, Andre dan Nada yang menggendong Antariksa beserta keluarga yang lainnya telah tiba di rumah sakit.
Rafa mengambil alih Antariksa untuk dibawa ke gendongannya. Memperhatikan wajah anaknya yang sangat mirip dengannya dengan bola mata berwarna abu-abu persis sepertinya. Menciumi seluruh wajah anaknya dan membawa kedalam dekapannya.
Dokter wanita yang menangani Laura keluar dan meminta Rafa untuk masuk menemani Laura yang kini sudah pembukaan ke sembilan. Mengecup kening Antariksa sekali lagi dan menyerahkannya kepada Fika, sepupunya. Rafa bergegas masuk kedalam ruang persalinan.
Rafa menemani Laura selama proses melahirkan dan berjalan dengan lancar. Tangisan bayi terdengar keras hingga luar ruang persalinan. Rafa yang melihat anaknya lahir dengan selamat menitikkan air matanya.
"Selamat Pak, Bu anaknya laki-laki lahir dengan sempurna dan tampan. silakan di adzankan terlebih dahulu Pak" Ucap dokter tersebut dengan senyum manisnya dan memberikan bayi yang masih merah tersebut kepada ayahnya. Tentunya diterima dengan senang hati oleh Rafa.
Setelah selesai mengadzankan, Rafa menatap lekat putra keduanya yang berwajah sangat mirip dengannya seperti putra pertamanya yang juga berwajah mirip dengan Rafa. Rafa kembali menyerahkan bayinya kepada suster.
Laura segera dipindahkan ke ruang rawat yang juga terdapat box bayi. Semua keluarga memasuki ruang rawat VIP yang Laura tempati bersama bayinya. Rafa memasuki ruangan dengan Antariksa yang ada di gendongannya dan mendekati box bayi di mana putra keduanya ditidurkan.
Antariksa yang melihat adik kecilnya tersenyum sumringah dengan bertepuk tangan sehingga membuat semua anggota tersenyum bahagia kecuali Laura yang menatap jengah ke arah anak kandungnya itu.
"Ra, anakmu itu diberi asi dahulu sana" Ucap Nada kepada menantunya itu.
"Nggak mau ah, Laura ngantuk Ma. Biarin aja kenapa sih, kalau nangis kasih aja susu formula. Jangan ganggu Laura, Laura capek mau istirahat" Balas Laura dengan nada malasnya dan segera membaringkan diri membelakangi semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Semua orang yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepala pelan dan menatap sendu kepada bayi mungil yang baru saja lahir.
"Ayo lah Ra, beri dia asi dulu atau setidaknya kamu gendong dia. Dia itu anak kandung kamu lho" Bujuk Rafa kepada istrinya itu sembari menggoyangkan lengan istrinya itu pelan. Namun dengan cepat, Laura menepis tangan suaminya itu.
"Udah aku bilang kan, kalau aku mau istirahat Raf. Iya, dia emang anak aku tetapi aku benci mereka berdua!" Balas Laura dengan suara tingginya sehingga membuat Antariksa dan adiknya menangis.
Kedua orang tua Rafa yang melihat itu segera membawa Antariksa keluar dari ruangan tersebut dan diikuti oleh sanak saudara yang lainnya.
"Suruh diam anak itu Raf!" Perintah Laura dan membalikan diri membelakangi Rafa yang tengah menenangkan bayinya.
'Kita lihat seberapa jauh perilaku buruk mu terhadap kedua putraku' Batin Rafa.
Rafa sudah tidak tahan lagi akan sikap Laura yang sudah sangat kelewatan menurutnya. Senyum miring terbit di wajah tampannya.
Terimakasih untuk yang masih stay di cerita ini.
Gracias.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Hazel Luvena arabella Putri
mending sama rindi sih si Laura gblok bgt itu anak lo sendiri malah nggak mau kasih asi ibu macam apa lo Laura
2024-06-12
0
Idahas
Thor jodohin Rafa dan rindi secepatnya
2023-12-04
1
Uthie
menarik.. suka 👍👍👍👍👍
2023-12-02
0