Setelah kepulangan Galaksi beberapa hari yang lalu, Rindi dikabarkan oleh dokter jika dapat pulang ke rumah secepatnya karena kondisinya sudah pulih serta bekas jahitan dan kesehatan lainnya sudah semakin membaik.
Kini di dalam ruangan Rindi terdapat Lia dan Tika. Keduanya sedang mengobrol di sofa sedangkan Rindi berbaring di atas brankar dengan memainkan ponselnya padahal hari sudah malam. Rindi sedang berselancar di instagram yang menampilkan beranda seorang bayi yang sedang tengkurap.
Tiba-tiba saja, Rindi merasa rindu dengan bayi mungil yang sudah membuat hatinya terpikat karena tingkahnya. Rindi mengingat ketika Galaksi sedang menangis dan baru dapat tenang setelah di gendongannya, mengingat ketika Galaksi ikut tersenyum saat dirinya tertawa, dan mengingat ketika Galaksi menatapnya tanpa kedip.
Tika melihat ke arah Rindi yang sedang melamun di atas brankar nya. Berjalan mendekat kearah sahabatnya itu dan menepuk pelan pundak Rindi.
"Lo ngelamun apa sih Rin, sampai-sampai nggak kedip lama banget, terus kenapa tuh senyum-senyum nggak jelas" Tanya Tika setelah Rindi sadar dari lamunannya.
"Aku tiba-tiba ingat Galaksi Tik, jadi kangen deh" Balas Rindi dengan pandangan yang menerawang jauh.
"Iya nih, sepi banget ya. Bosan banget Gue di sini, apalagi Lo yang tiap hari cuma tiduran mulu di sini" Ucap Tika yang dibalas anggukan oleh Rindi.
"Jujur aku bosan banget di sini Tik, pingin cepat-cepat pulang" Jawab Rindi.
"Ma, Rindi kapan pulang sih? Pingin buru-buru tidur di kasur Rindi nih" Tambah Rindi yang membuat Lia terkekeh gemas karena ucapan putrinya itu.
"Kamu mungkin besok pagi udah boleh pulang Nak, luka jahit kamu juga udah kering kok. Terus luka-luka yang lainnya juga udah sembuh total" Jawab Lia dengan senyumnya.
"Oh iya Tik, gimana keadaan cafe sama butik? Ada masalah tidak?" tanya Rindi.
"Alhamdulillah tidak ada masalah Rin, Gue juga minta bantuannya sama anak-anak yang lain buat mantau perkembangannya selama Lo dirawat" Jawab Tika dengan tangan yang kembali memainkan ponselnya.
"Syukurlah kalau aman. Makasih banyak ya Tik bantuannya selama aku proses penyembuhan" Ucap Rindi lagi.
"Santai aja kali Rin, Lo kayak sama siapa aja sih. Lagian itu udah kewajiban Gue untuk menghandle butik sama cafe Lo" Jawab Tika.
"Makasih banyak ya Tika, sini peluk dulu" Ucap Rindi dengan merentangkan tangannya.
Tika yang melihat itu memutar bola matanya malas, jika sudah begini Rindi masuk dalam fase lebay nya. Namun tak urung tetap memeluk sahabatnya, Rindi dengan spontan membalas pelukan Tika dengan erat. Keduanya lalu tertawa bersama karena merasa lucu.
'Cekrek'
"Akhirnya dapet juga foto pelukan dua putri Mama" Ucap Lia dengan kamera ponsel yang masih menghadap ke arah Tika dan Rindi.
"Tante malu tahu, udah kayak teletubbies eh malah di foto. Hapus Tan" Rengek Tika membuat Lia tertawa terbahak-bahak.
"Tidak apa-apa sayang, buat kenang-kenangan" Jawab Lia sembari menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas berwarna hitamnya.
Lia membetulkan letak hijabnya dan gamisnya lalu berdiri dari duduknya. Berjalan perlahan ke arah brankar dan berhenti tepat di samping putrinya.
"Udah malam, buruan kalian tidur ya Nak. Sopir udah nunggu di lobi rumah sakit" Ucap Lia dengan tangan kanan yang mengelus kepala Rindi dan tangan satunya mengelus kepala Tika.
"Mama nggak nginep aja?" Tanya Rindi.
"Enggak sayang, Mama kan harus beberes kamarmu dahulu, terus juga masak supaya nanti kamu sampai rumah bisa langsung istirahat deh" Jawab Lia.
"Besok pagi Mama sama Papi jemput ya?" Tawar Lia.
"Tidak usah Ma, aku pulang sama Tika berdua aja" Jawab Rindi dengan melirik ke arah Tika
"Iya Tante, lagi pula Rindi juga udah pulih, jadi tidak terlalu takut Tan" Tambah Tika supaya meyakinkan Lia.
"Kalian yakin bisa pulang sendiri sayang?" Tanya Lia sekali lagi, pasalnya dia sangat mengkhawatirkan kesehatan putrinya.
"Yakin Ma seratus persen malahan. Iya nggak Tik?" Balas Rindi yang dianggukki oleh sahabatnya itu.
"Salam aja buat Papi kalau anaknya ini pingin refreshing sebentar sebelum dikurung lagi di dalam kamar" Canda Rindi yang dihadiahi tawa Lia dan Tika.
"Ya udah Mama pamit dulu ya, kalian hati-hati di sini. Besok pagi jangan lupa jam tujuh harus sampai rumah. Tika juga jangan lupa ikut ke rumah ya" Peringat Lia kepada kedua gadis cantik itu.
"Iya Mama" Jawab Rindi dengan anggukkan kepala.
"Siap Tante, jangan lupa masak yang banyak ya" Ucap Tika dengan tidak malunya membuat Rindi lagi-lagi tertawa.
"Ada-ada aja kamu ini Nak, iya deh besok Tante masak yang banyak" Jawab Lia dengan tawanya. Setelahnya, Lia tak lupa mengecup kening dan pipi Rindi dan juga Tika. Keduanya membalas dengan mengecup punggung tangan Lia.
"Mama hati-hati di jalan ya, kalau ada apa-apa jangan lupa kabari Rindi atau Papi" Peringat Rindi kepada Lia yang langsung dianggukki oleh wanita paruh baya tersebut.
"Mama pulang ya, Assalamualaikum" Ucap Lia terakhir kali sebelum hilang dibalik pintu yang tertutup.
"Waalaikumsalam" Jawab Rinfi dan Tika bersamaan.
Setelah kepergian Lia, Tika dengan bergegas menaiki ranjang karena matanya sudah mengantuk. Begitu juga dengan Rindi yang sudah mulai mengantuk.
Keduanya mulai terlelap dalam tidurnya menyisakan keheningan yang menerpa ruangan yang lebih dari seminggu ini ditempati oleh Rindi selama masa pemulihannya.
...*****...
Keesokan harinya, di kediaman keluarga Kalandra sedang sarapan bersama di ruang makan. Rafa memang tinggal di rumah kedua orangtuanya setelah Laura pergi meninggalkannya dan kedua anaknya. Kedua orang tua Rafa meminta putranya itu untuk tinggal sementara di rumahnya supaya ada yang menjaga Antariksa dan Galaksi.
"Rafa, nanti siang Mama ada arisan bersama teman-teman di cafe yang deket sama taman kota" Ucap Nada ketika menyendok kan nasi di piring anaknya itu.
"Ya udah Mama berangkat aja tidak papa kok. Lagian Rafa ada di rumah jadi bisa jaga Anta sama Gala" Balas Rafa.
"Iya Ma, lagian nanti Papa juga libur, jadi bisa jaga cucu-cucu di rumah" Tambah Andre setelah menyendok kan nasi ke dalam mulutnya.
"Tapi nanti Mama takut kalau mereka rewel" Jawab Nada dengan nada khawatirnya.
"Tidak usah khawatir Ma, kan lagian ada Mbak Tiyas sama asisten yang lain" Ucap Rafa meyakinkan Nada.
"Yah, semoga aja lah ya. Lagian Mama kalau tidak ikut arisan kan nggak enak sama yang lainnya" Jawab Nada dan dianggukki oleh Rafa dan Andre.
Setelah ketiganya selesai sarapan, mereka menuju di ruang tv yang sudah terdapat Anta dan Gala yang sedang di jaga oleh para baby sister.
Di lain tempat, kini Tika sedang membantu Rindi untuk membereskan barang-barang yang harus di bawa pulang. Tadinya Lia sudah berniat untuk mengirimkan asisten rumah tangga untuk membantu mereka, namun dengan lembut Rindi menolak hal tersebut.
"Udah selesai semua kan Rin?" tanya Tika kepada Rindi yang kini sedang menutup tas yang berisi pakaiannya.
"Udah semua kok Tik, jadi kita bisa langsung pulang" Jawab Rindi dengan beranjak dari duduknya. Ketika hendak menenteng tasnya, Tika langsung mengambil alih dari Rindi.
"Lo jangan terlalu kecapekan Rin, ingat Lo masih belum sembuh secara total" Ucap Tika dengan nada dramatisnya sehingga membuat Rindi menggelengkan kepalanya.
"Aku udah sembuh kali Tik" Sanggah Rindi.
"Ya udah ayo jalan, tapi harus hati-hati oke?" Ucap Tika yang dijawab anggukkan oleh Rindi.
Keduanya berjalan dengan perlahan menuju lobi rumah sakit, Rindi mengenakan dress berbahan kain berwarna putih supaya lebih mudah jika akan beraktifitas. Keduanya langsung memasuki mobil karena seluruh urusan administrasi sudah di urus oleh kedua orang tua Rindi.
Selama di perjalanan Rindi dan Tika membahas banyak hal mengenai perkembangan cafe yang semakin maju sehingga banyak diminati, Juga butik yang semakin ramai akan pengunjung dan penjualan koleksi baju yang semakin meningkat.
Setelah perjalanan yang di tempuh sekitar dua puluh menit, keduanya sampai di depan rumah orang tua Rindi. Rindi mengamati mobil berwarna putih yang terparkir di sebelah mobil Papinya dan ternyata mobil itu milik Alvin.
Sebelum turun dari mobil, Rindi menghela napas berat dan menghembuskan secara perlahan. Kaca di sebelahnya terketuk dan pelakunya adalah Tika yang sudah turun terlebih dahulu. Membukanya secara perlahan dan keluar dari mobil dibantu oleh Tika.
"Hati-hati Rin" Ucap Tika dan di iyakan oleh Rindi. Setelahnya Tika menggandeng tangan kanan Rindi menuju pintu utama yang sudah terbuka lebar.
"Assalamualaikum Papi, Mama" Ucap Rindi dengan nada yang sedikit di naikkan supaya terdengar oleh kedua orangtuanya.
"Waalaikumsalam anak Papi, eh udah sampai. Yuk masuk dulu Nak, ayo Nak Tika silakan masuk" Ucap Johan dengan ramahnya setelah Rindi dan Tika mencium punggung tangan Johan.
Rindi dan Tika berjalan masuk kedalam ruang keluarga yang sudah terdapat Alvin dan Linda. Keduanya duduk bersebelahan membuat Rindi menghela napasnya.
Alvin yang melihat wajah pucat Rindi, merasa kasihan. Namun dalam hatinya pria itu merasa senang karena Rindi sudah sembuh. Berbeda dengan Linda yang justru merasa canggung bertemu dengan kakak tirinya itu.
"Eh kalian udah sampai Sayang, sini duduk dulu pasti capek kan?" Tanya Lia dan dibalas gelengan oleh Tika dan Rindi.
"Enggak capai kok Tante" Jawab Tika setelah duduk di sebelah Rindi. Tika menatap ke arah Linda dan Alvin dengan pandangan tak sukanya.
"Udah sembuh Mbak?" Tanya Linda dengan nada canggungnya dan disadari oleh semua orang yang berkumpul di sana.
"Kalau udah pulang ya berarti udah sembuh dodol. Gitu aja masih nanya" Balas Tika dengan nada pelannya sehingga hanya terdengar oleh Rindi. Rindi yang mendengar gerutuan sahabatnya itu menyikut pelan lengan Tika.
"Alhamdulillah udah baikan Lin" Jawab Rindi dengan singkat serta matanya yang tidak menatap ke arah Linda dan Alvin. Meski bagaimanapun Rindi masih canggung untuk bertegur sapa dengan keduanya.
"Yau udah yuk kita makan sama-sama, terburu masakannya dingin" Ajak Lia dan dianggukki oleh semua orang.
Rindi berjalan beriringan dengan Johan serta tangannya yang bergelayut manja mendekap lengan Papinya itu. Johan yang melihat putrinya sedang mode manja pun hanya bisa tersenyum dengan satu tangannya yang mengusap lembut kepala putrinya.
Sikap Johan dan Lia kini lebih dingin kepada Linda karena kejadian beberapa hari lalu.
Setelah semua duduk di kursi masing-masing, mereka memulai sarapannya dengan keadaan hening tanpa suara karena memang Johan tidak mengijinkan hal tersebut.
Setelah selesai sarapan dan peralatan makannya di bereskan oleh asisten rumah tangga, mereka berkumpul di ruang keluarga kecuali Johan yang harus berangkat ke kantor.
"Rindi, Linda, nanti siang Mama ada acara arisan sama teman-teman, kalian tidak papa kan di rumah?" Tanya Lia kepada kedua putrinya.
Rindi yang sedang berbincang dengan Tika menoleh kearah Mamanya dengan alis mengkerut.
"Rindi tidak papa kok Ma, lagian Rindi juga mungkin cuma diem di kamar" Jawab Rindi.
"Linda juga mungkin nanti pergi sama Alvin ke perpustakaan kota Ma" Jawab Linda dengan tangannya yang sedang digenggam oleh Alvin.
'Males banget Gue lihat drama beginian' Cerca Tika didalam hatinya ketika melihat tangan Linda yang digenggam oleh Alvin.
Semua orang yang ada di ruang keluarga sedikit risih dengan kelakuan Linda dan Alvin yang tidak tahu malu.
"Tika kamu mau di rumah sama Rindi atau bagaimana Nak?" Tanya Lia kepada Tika.
"Maaf Tante, saya harus menghadiri meeting dengan perusahaan yang akan berkerja sama dengan cafe menggantikan Rindi" Jawab Tika.
"Rindi sendirian nggak apa-apa kok Ma" Ucap Rindi dengan tersenyum hangat.
"Ya udah kalau gitu" Putus Lia.
Setelah mengobrol dengan suasana canggung beberapa saat, Tika pamit pulang untuk bersiap meeting serta Linda dan Alvin yang pamit pergi ke perpustakaan kota. Sehingga tersisa Rindi dan Lia.
"Ma, Rindi pamit ke kamar dahulu ya" Ucap Rindi.
"Hati-hati naik tangganya ya Nak" Jawab Lia yang dianggukki langsung oleh Rindi.
Rindi beranjak perlahan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Memang sedari awal sampai dirumah, Rindi merasa enggan menatap ke arah Linda maupun Alvin.
...*****...
Terimakasih untuk yang sudah mampir di cerita Karita dan Terimakasih untuk like dan komen kalian.
...Gracias...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 314 Episodes
Comments
Praised94
terima kasih 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-11-25
1
mentari
keluarga hebat.. anak 1nya sakit dann sakit hati, yg satunya hamil diluar nikah . tp kayak ngga ada ap2.. lempeng aja .
2023-11-15
1
Tati Suwarsih
biarkan mereka berlalu...akan ad waktunya roda berputar
2023-07-17
2