...Volume 1...
...Bab 1...
...Bertemu Pria Gila...
Asrama para murid
Sebuah bayangan melintas di sekitar lorong asrama yang sepi , dengan badan yang tertutup jubah dengan disertai sebuah topi yang menutup kepala nya . Dia celingak -celingu-kan dan melihat di sekitar-nya takut ada orang yang melihat perilaku abnormal nya, dia dengan tenang membuka pintu kamar . Akan tetapi dia di kejutkan dengan suara teriakan , dia melotot dan menutup pintu itu pelan .
Sreeek
Tuk tuk
" Astaga Ada apa dengan mu ? , Mengapa kamu membungkus dirimu dengan dan astaga kamu terluka , ayo kemari !!"
Gadis yang masuk ke Kamar tidak lain ialah Kaila , ia langsung bergegas kembali ke asrama Walaupun ia harus mengendap-ngendap . Kaila menatap sahabat nya Rika , yang sibuk mengambil air bersih untuk diri nya . Seluruh tubuh nya basah , dan bekas tamparan di wajah nya masih merah dan gambaran tangan terlihat jelas .
" Apa yang terjadi pada mu Kai ? , Kami baru saja kembali . Siapa yang melakukan ini ? Aku akan membalasnya nanti " Rika mendengus dan mengepalkan tinju nya erat .
Kaila mendesah dan meminta Rika untuk duduk " Rika tenanglah , duduk cepat ! "
Rika dengan patuh duduk di dekat Kaila , ia menaruh nampan berisi air di dekat meja . Lalu memeluk Kaila erat dan perlahan air mata jatuh .
" Maaf kan aku ! , Seharus nya aku mengikuti mu pergi tadi jika tidak kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi lagi , hiks hiks " Risa memeluk Kaila dengan erat
Kaila mengelus punggung Rika sang sahabat , dan mencoba untuk menenangkan nya . " Itu bukan lah salahmu Rika , tenang-lah lain kali aku akan berhati-hati lagi ya " Kaila berkata dengan lembut
Rika mengangkat kepala nya dan menatap Kaila sendu , seharus nya ia tidak menjauh dari teman nya . Teman nya pasti di tindas oleh anak-anak sombong itu , yah benar mereka pasti iri pada teman nya yang manis ,cantik , dan tentu nya pintar ini .
" Kami baik-baik saja kan , sini aku obati luka mu dan astaga kamu bahkan di siram air . Cepat mandi dan pergi ganti baju "
Rika melepas topi dan jubah yang di pakai Kaila , Risa mencium aroma samar dari topi dan jubah yang di pakai Kaila .
" Aroma yang harum , ini aroma mawar tapi ia merasa kedinginan entah mengapa " Batin nya
Kaila masuk ke kamar mandi melepas pakaian nya yang basah , dan berendam setelah nya ia tidak berani menyiram wajah nya dengan begitu saja , takut nya itu akan menjadi perih kaki nya juga sedikit sakit . Kaila keluar setelah berendam dan memandangi Rika yang memegang sebuah botol .
" Apa ini Kaila ? " Tanya Rika
Rika membuka penutup botol itu , lalu crim dengan warna kehijauan dan Aroma yang mencuat dari crim sangat lah wangi , Seperti ia mencium aroma bunga melati .
" Apa ini bau nya sangat harum , apakah ini krim untuk wajah " Wajah Rika menjadi berseri-seri dan hendak mengoleskan ke wajah nya .
Kaila menatap teman nya tak percaya , mengapa Rika berpikir salep yang di berikan teman sekelas baru nya sebagai Krim wajah , dia harap teman sekelas baru nya tidak melihat kejadian ini .
" Itu bukan Krim wajah Rika , itu salep untuk membalut luka di wajah ku "
Rika menatap Kaila dengan tajam dan penuh selidik , dan perhatikan nya mengarah ke topi dan jubah yang dipakai Kaila tadi .
" Kaila kamu menyembunyikan sesuatu dari sahabat mu ini , jadi siapa yang membantu mu . Apakah itu laki-laki atau perempuan ? "
" Itu perempuan " Ucap Kaila gagap wajah nya agak nya memerah , namun karena pipi nya bengkak Rika tidak menyadari nya .
" Benarkah ? " Rika bertanya sekali lagi dan menghela nafas lega " Syukuran lain kali jangan berkeliaran sendirian , kamu harus mengajak ku kemana pun kamu pergi mengerti "
Kaila dengan cepat mengangguk .
" Kemari aku akan mengoles kan salep untuk bengkak di wajah-mu " Rika tersenyum
Kaila duduk di dekat Rika , Rika mengambil handuk dan menyeka wajah Kaila dengan hati-hati .
" Aouch ... Aouch ... " Rintik Kaila
" Apakah itu sakit , aku akan pelan-pelan " Rika berbicara dengan lembut
Rika mengambil salep itu dan mengoles kan nya ke wajah Kaila dengan hati-hati , Aroma melati tercium di udara .
" Aroma nya sangat harum , Seperti nya ini bau melati " Ungkap Kaila
" Yah kamu benar Kaila bau nya seperti melati "
Kaila merasa kan sensasi dingin di wajah nya , dia tiba-tiba takjub itu tidak terasa nyeri sama sekali. Dia ingat perkataan teman sekelas baru nya , salep ini buatan nya sendiri . Dia merasa wajah nya tidak lagi nyeri , melainkan merasa nyaman .
" Jadi siapa yang menyelamatkan mu Kaila ? "
" Itu teman sekelas baru kita " Kaila menunduk
" Benarkah !!! , Kupikir anak baru itu sangat acuh dan benci dengan orang di sekitar " Rika takjub setelah mendengar cerita dari Kaila , mendengarkan rincian peristiwa yang dialami oleh teman nya ini . Ternyata ia salah paham dengan ketidakpedulian teman sekelas baru nya .
" Syukurlah , Seperti-nya aku harus minta maaf pada nya karena telah salah paham . Kupikir anak itu benci dengan orang di sekitar nya , nama nya Viyona kan ? " Rika agak malu saat ini
" Iya dia Viyona , nama nya cantik . Walaupun dia sangat acuh sebelum nya , nyata nya hati nya baik dia hanya tidak tahu bagaimana mengekspresi-kan di wajah nya saja "
Percakapan kedua gadis ini berhenti di situ saja , mereka berdua memilih untuk bersantai dan menunggu malam tiba . Setelah sore berganti menjadi malam , kedua gadis itu sama-sama mengisi tugas dari guru dan belajar sebentar , lalu tidur .
Keesokan harinya , Risa terbangun dari tidur nya yang nyaman , Dia menguap "Hoam".Risa bangkit dari ranjang Queen size nya dan menuju kamar mandi , berendam selama 15 menit . Keluar dari kamar mandi dan memakai seragam milik nya , menuju dapur lalu mengambil sebotol susu dari lemari es dan sereal , dia duduk di meja makan dan memakan nya sebagai sarapan , Risa terlalu malas untuk Hanya sekedar memasak . Risa mengambil tas nya lalu berjalan pergi , hari-hari nya yang membisu telah dimulai kembali .
" Semoga pagi ini berjalan mulus " Entah mengapa Risa merasakan firasat buruk
Saat dia sampai di sekolah , Risa berjalan di koridor dan mendengar suara bisik-bisik aneh para murid perempuan , firasat nya menjadi tidak baik itu sangatlah buruk .
" Wow pria itu sangat tampan , kapan kita memiliki murid setampan itu ? "
" Dia lebih tampan dari Pangeran Seika kita "
" Tidak pangeran Seika kita tetap tampan juga "
" Namun seragam dia pakai mirip dengan kita , tapi gaya nya mengapa berbeda ? "
"Itu tidak penting , dimana pria tampan itu sekarang ? "
" Entah lah dia cuma lewat di sini sebentar tadi , mengapa dia cepat sekali pergi "
Risa mempercepat langkahnya , koridor yang tadi nya ramai kini menjadi sepi lagi . Firasat nya semakin memburuk , apakah ia kembali saja ke vila dan libur hari ini .
Kelas Roket berada cukup jauh dari halaman sekolah , karena kelas nya berdekatan dengan lantai dua tempat senior tahun kedua berada .
Risa menatap sekitar dan tiba-tiba menjadi bingung , mengapa sepi sekali apakah ia terlalu pagi . Namun dia melihat benda murid tadi , jadi ada di sini insting nya tiba-tiba menajam . Pandangan nya menyelidik setiap pilar dan berucap dengan dingin .
" Keluar !! " Perintah nya
Hening ......
Tidak ada yang menjawab , kesabaran Risa sangat kecil " Kubilang keluar jika tidak aku pergi ! " Risa sudah melengos pergi
Namun sebuah bayangan melintas di depan nya , begitu cepat hingga Risa sontak mundur dan hampir terjatuh , namun sebuah tangan menarik nya . Tubuh Risa kini sangat dekat dengan orang yang menarik nya, ternyata seorang laki-laki .
" Halo Nona cantik , kamu cukup tajam juga " Anak laki-laki itu dipenuhi dengan senyuman
Risa mendengus " Lepas ! "
" Kalau aku melepas nya Nona cantik akan terjatuh " Senyuman nya semakin melebar , tapi di mata Risa itu hanya seringai
Risa menggertak kan gigi nya kesal " Lepas kan aku sekarang juga , aku tidak mengenal mu jadi jangan dekat-dekat dengan ku " Risa menampar tangan laki-laki itu kasar
Wajah laki-laki itu cemberut dan mengerut kan kening nya " Aku hanya membantu mu Nona cantik " Wajah nya di penuhi dengan keluhan , dia hanya ingin membantu Risa .
Namun , Risa bergidik mengapa laki-laki gila ini bisa sampai di sini . Mengapa ia harus bertemu lagi , Risa berusaha menenangkan emosi yang berkecamuk di hati nya , wajah nya begitu tenang namun hati nya sedang bergejolak .
" Terima kasih " Risa akhir nya memilih mengalah dan diam-diam menatap sekitar nya yang sepi , dia tidak bisa berlama-lama dengan iblis sinting ini ia harus segera pergi .
" Jadi nona cantik siapa nama mu hm ? "
Wajah tampan itu mendekat ke diri nya , Laki-laki itu jauh lebih tinggi dari Risa . Terpaksa Risa mendongak saat berbicara dengan laki-laki itu .
" Tidak penting sampai jumpa ! "
Namun , tangan nya di tahan oleh laki-laki itu lagi .
" Apa lagi ? " Tanya Risa tidak sabar
Laki-laki itu tersenyum smirik dan menatap Risa lagi " Apakah Nona tidak akan mentraktir ku makan , aku baru saja membantu mu "
Risa kesal dan ingin sekali memukul kepala pria sinting ini " Untuk apa , kamu punya kaki kan . Kamu bisa pergi ke Kafetaria sendiri " Risa sudah berbicara cukup banyak hari ini .
Laki-laki itu hanya tersenyum sebagaimana tanggapan " Nona tidak ingin memberitahu nama mu , jadi sebagai ganti nya temani aku makan dan aku tidak akan menanyakan nama nona bagaimana ? " Tawar laki-laki itu
Risa melototi nya sebagai ganti nya , ah ia mengerti jadi pria yang di maksud oleh segerombolan murid perempuan itu ternyata iblis ini , sial seharus nya ia dengan cepat berbalik pergi dan kembali ke vila nya . Risa merutuki kebodohan nya itu , firasat nya selalu benar mungkin inilah firasat buruk itu .
" Terserah jadi bisakah kamu melepas kan ku sekarang !? " Pinta Risa
Laki-laki itu tersenyum dan melepaskan genggaman nya " Jadi Nona setuju , kalau begitu sampai jumpa di kafetaria siang nanti ! "
Laki-laki itu lah duluan yang pergi , setelah mencapai tujuan nya . Risa melototi laki-laki itu , kapan dia setuju dasar laki-laki sinting , mengapa ia harus bertemu dengan nya lagi . Mengapa bertemu iblis sinting ini di sini , tidak cukup kah ia bertemu dengan nya di taman mawar tempo hari .
" Benar-benar laki-laki sial , jika bisa aku ingin mencekik nya "
Risa sudah berbicara cukup banyak hari ini , mengahadapi iblis sinting yang tidak malu . Membuat tenaga nya terkuras habis , tapi apakah ia harus pergi ke kafetaria nanti siang atau tidak . Lupakan ia bisa berpura-pura tidak mengingat kejadian ini lagi , suasana hati Risa menjadi lebih baik ia berjalan dengan santai menuju Kelas nya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
penggemar_Uangkecil?!
p
2023-05-21
1
DNK • SLOTH SINN
up
2021-06-14
1
Rita O.Y.Y.M🌺
nexxt
2021-03-29
1