Chapter 7

...Volume 1...

...Bab 1...

...Tersesat...

Risa berlari ke segala arah setelah keluar dari taman belakang . Dia berlari tanpa mengenal arah , laki-laki yang dia temui itu sangat menyebalkan sekaligus menyeramkan . Dia seperti orang gila setelah dia hajar , mengapa laki-laki itu masih tersenyum layak menjadi orang gila . Tapi ia merasa laki-laki entah mengapa familiar , Walau pertama kali bertemu dia merasa pernah melihat laki-laki sinting itu di suatu tempat .

'' Dimana aku pernah melihat nya ? '' Batin Risa penuh pertanyaan

Risa sudah berlari cukup jauh dari taman tersebut , Karena kelelahan Risa berhenti berlari dan beristirahat sejenak di bawah pohon nan rindang . Risa yang kelelahan menutup mata nya perlahan , dia sangat lelah berlari tanpa mengetahui arah ia berlari .

Di sisi lain Pria menawan itu kembali memainkan piano nya , dengan senyum merekah di bibir seksi nya itu . Ia membayangkan wajah cantik gadis itu di balik topeng nya , ia merasa sangat luar biasa kali ini . Belum pernah ia merasa hati yang gembira dan perasaan yang memanas di hati nya , hati nya yang selalu membatu selama bertahun-tahun kini terasa mencair . Hanya mengingat gadis misterius itu tidak terbuai dan terkecoh dengan ketampanan nya ini , dan belum pernah ada seorang gadis yang menolak nya sedemikian rupa .

Tapi dia merasa familiar dengan gadis misterius itu , bagaimana dia bisa muncul di sini . Dia mengambil ponsel nya dan mencari salah satu kontak dan menghubungi nya .

'' Selama kami pergi , siapa yang kamu izinkan masuk ke wilayah kami Pak Tua ? '' Nada nya penuh pertanyaan

'' Memangnya ada apa ? '' Tanya balik orang di sebrang telpon

'' Bukan apa-apa aku hanya bertanya ? '' Ucap nya dengan nada smirik .

'' Kamu tidak mungkin bertemu dengan nya kan , seharusnya dia sudah pergi '' Gumam pelan nya

Namun laki-laki menawan itu dapat dengan jelas mendengus nya , dia menyeringai ternyata gadis misterius itu memang diizinkan masuk ke sini . Jadi Blair lah yang membawa gadis misterius itu kemari , ia tidak akan lupa permainan piano nya yang menawan di bawah sinar mentari , rambut perak itu berkilau di bawah sinar matahari walau wajah nya tertutup topeng , ia dengan jelas dapat melihat senyuman nya sekilas .

'' Tidak di sangka gadis misterius itu juga gadis yang di targetkan oleh ku , ha ... ha .. sungguh keberuntungan karena dia juga dapat melakukan hal seperti diri ku ah sungguh menyenangkan , dia berlari ke arah timur disana ialah wilayah laki-laki dingin itu , astaga semoga gadis cantik itu baik-baik saja ''

Laki-laki menawan itu melanjutkan permainan piano lagi , angin berhembus dan meniup rambut sebiru lautan itu , kuncir nya terlepas dan rambut panjang laki-laki menawan itu tergerai bebas .

Kelas Roket

Louis memiliki mood yang sangat buruk , hari pertama ia di sekolah dia langsung dimarahi oleh guru . Dan yang menjengkelkan gadis ceroboh itu menertawakan Kemalangan-nya , dia mendengus ingin sekali segera mencekik leher gadis itu . Kaila merasa merinding dan kedinginan , dia berbalik dan bertemu dengan tatapan tajam Louis yang melototi nya dua membalas memelototi Louis , Louis bahkan lebih marah lagi ia ingin berteriak namun ia urungkan .

'' Kai ayo pergi ke kafetaria ? ''Ajak Rika

Kaila mengangguk dan pergi bersama Rika menuju kafetaria , Louis hanya menatap kepergian Kaila dengan penuh kebencian . Keith menatap teman nya yang tidak masuk akal ini , mengapa ia bisa memiliki IQ yang lebih tinggi dari dua , padahal otak teman nya ini agak konslet sedikit .

'' Mengapa teman ku ini selalu marah-marah kayak Tante-tante garang itu ''Ledek Keith

Louis mendengus dan diam , malas membalasnya ucapan Keith . Keith yang diabaikan juga kini pasrah dengan sikap teman nya yang acuh tak acuh itu .

''Kalau begitu ayo pergi ke kafetaria ? , aku sangat lapar ''

Keith tersenyum dan meninggalkan Louis , Louis yang ditinggalkan Keith berteriak kesal .

'' Bajingan ini , tunggu aku ! '' Teriak Louis

Kafetaria berada dekat dengan kelas siswa tahun kedua sekolah menengah , bisa dibilang setelah melewati Kafetaria kamu akan langsung masuk ke wilayah kelas siswa tahun kedua sekolah menengah .

Kaila bersama Rika baru saja sampai di depan kafetaria , Kaila menatap takjub Kafetaria di depan nya . Kafetaria ini lebih mirip sebuah kafe mewah ketimbang Kafetaria , dulu pada saat ia masih sekolah dasar kafetaria yang ia miliki sangatlah sederhana , Namun Kaila mengigit bibir nya bagaimana jika makanan di sini sangat mahal .

'' Rika kita tidak perlu datang kemari , aku bisa kembali dulu bolehkah ? '' Tanya Kaila malu

'' Ada apa mengapa kamu ingin kembali ? '' Tanya Rika

'' Aku ... mungkin uang ku tidak cukup untuk makan di sini , kami tahu kan kondisi keuangan ku '' Wajah Kaila sudah memerah karena malu dan suara sangat kecil .

Sebelum Rika dapat membantah ucapan Kaila , seorang gadis dengan kepang tinggi dengan rambut keriting mendekat .

''Heh ... Layak dari orang dari pedesaan , kamu tidak memiliki uang kan maka nya kamu tidak berani masuk kemari ''

Kaila dan Rika kaget dengan gadis aneh dan gila yang tiba-tiba berteriak tidak jelas ini .

'' Apa yang salah memang nya , aku tidak pernah menyinggung mu '' Ucap Kaila lugas

Gadis berkepang keriting itu mendengus dan mengejek Kaila lagi .

'' Kamu bisa masuk ke sekolah elit pasti hanya karena beasiswa , dasar orang miskin tidak tahu tempat '' Ucap nya sinis

Rika meledak karena marah , gadis ini berani nya menghina sahabat nya .

'' Dasar gadis tidak tahu malu , kamu pasti hanya iri pada Kaila karena nilai nya jauh lebih baik dari pada kamu bukan ? ''Ejek Rika dengan sinis

Gadis berkepang keriting menahan amarah nya , wajah nya memerah karena amarah disertai malu .

'' Dari pada kamu yang hanya tahu mengandalkan koneksi keluarga kamu untuk masuk kemari , mana yang lebih baik Dengan kemampuan sendiri atau masuk melalui pintu belakang ''

'' Kamu ..... Hah dari pada gadis jalang ini berani nya menggoda Tuan Muda Louis . Dasar gadis rendahan yang tidak tahu diri , Mungkin ibu mu juga seorang pelacur maka nya dia membuang mu di panti asuhan karena malu ''

''Plak ''

Tamparan yang keras terdengar di luar kafetaria , semua orang yang berlalu lalang akhir nya fokus pada ketiga gadis yang sedang bertengkar itu .

'' Diam jangan menghina orang tua ku , walaupun aku tidak pernah melihat wajah kedua orang tua . Jangan sekali-kali menghina mereka , ya aku akui aku memang gadis desa , miskin , dan menggunakan beasiswa untuk masuk ke kemari . Itu lebih baik daripada kamu yang hanya tahu menghabiskan uang saja '' Dalam sekali tarikan nafas Kaila menyelesaikan perkataannya .

Prok Prok Prok Prok

Suara tepuk tangan dari arah belakangnya membuat semua orang mengalihkan pandangannya , laki-laki itu yang tidak lain ialah Louis baru saja datang ke kafetaria bersama Keith , niat mereka untuk makan menghilang saat melihat seorang gadis berkepang keriting yang berteriak tidak jelas kepada Gadis ceroboh itu , dia menonton dari samping melihat apa yang akan dilakukan gadis ceroboh . Dia baru pertama kali melihat gadis ceroboh itu begitu termakan oleh amarah , Seperti nya ia agak mengerti dengan perilakunya gadis ceroboh itu . Dia yang hidup mudah sedari kecil dimanjakan dengan segala fasilitas Tidak kekurangan apapun , sedang kan bagi gadis ceroboh itu dia sangat menghargai beasiswa yang ia miliki . Terlebih gadis ceroboh ini berasal dari panti asuhan , tanpa kasih sayang orang tua dan tumbuh dengan mandiri .

'' Jadi pertunjukan kalian sudah selesai ? , kalian bertiga menganggu makan bahagia ku saat ini '' Tatapan dingin Louis menusuk gadis berkepang keriting itu .

'' Tuan Muda Louis gadis miskin tidak tahu tempat ini berani datang je kafetaria tanpa uang , bahkan dia menamparku lihat wajah ku bengkak '' Gadis berkepang keriting itu berpura-pura menjadi korban dan mengeluarkan air mata .

Tatapan Louis menjadi dingin , ia paling benci gadis teratai putih seperti ini . '' Oh benarkah coba aku lihat ? ''

Gadis berkepang keriting itu mengira Louis kasihan pada nya dan mendekat ke Louis , gadis berkepang keriting itu menatap Kaila provokatif sedangkan Kaila hanya acuh tak acuh . Namun bayangan yang di pikir kan gadis berkepang keriting itu Buyat begitu saja , Louis menambah tamparan ke wajah lain nya . Gadis berkepang keriting itu gemetar dan menatap Louis tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat , bukan nya Tuan Muda Louis kasihan pada. ya mengapa dia menampar nya lagi .

'' Tuan Muda Louis mengapa anda ? Bukan nya anda '' Ucap nya terbata -bata

'' Kamu tidak berhak berbuat jahat pada gadis itu '' Tekan Louis

Kaila menatap Louis dengan tatapan kaget , mengapa laki-laki sombong ini membela dan membantu nya , seperti nya ia tidak boleh menilai seseorang dari penampilan nya , dia berpikir Louis selalu sombong dan berpikiran sempit .

'' Heh Hanya aku yang dapat mengganggu gadis itu ? Jadi jangan pernah mengganggu atau menyentuh mainan ku lagi '' Ujar Louis dengan nada sarkas

Wajah Kaila membantu , dia tarik kembali pujian nya pada laki-laki sombong ini . ternyata dia hanya tidak ingin orang lain mengganggu nya , tapi hanya dia yang bebas mengganggu nya . Dasar kejam dia ingin sekali memukul wajah itu saat ini .

'' Ya ampun Louis berapa kali sudah kubilang , jangan memukul seorang gadis kamu ini seorang laki-laki lho '' Tukas Keith yang datang dari belakang .

Keith mengulurkan tangan nya pada gadis berkepang keriting itu . Wajah nya penuh senyuman , gadis berkepang keriting itu jadi salah tingkah .

'' Terima kasih Tuan Muda Keith '' Ujar nya malu-malu pipi nya memanas .

Namun detik berikutnya ia terkejut dengan ucapan Keith '' Gadis kamu seharusnya tidak menyentuh orang kami , jika tidak ingin keluarga mu musnah '' Ucap nya berbisik di telinga gadis berkepang keriting .

Gadis berkepang keriting itu gemetar dan hendak lari , namun tangan nya di tahan Keith . Keith dengan senyum dingin nya menarik gadis berkepang keriting itu .

'' Minta Maaf sekarang ! " Tekan Keith

"Ma ... Maaf kan aku karena menghina orang tua mu Nona Kaila " Ucap gadis berkepang keriting gagap tubuh nya gemetar ketakutan .

" Sudahlah tidak apa-apa ''Ujar Kaula dia tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi .

Gadis berkepang keriting itu berlari dengan air mata di wajah nya , orang-orang di sekitar berbisik .

'' Mengapa Tuan Muda Louis dan Tuan Muda Keith membela gadis itu , bukan nya mereka selalu acuh tak acuh ''

'' Namun ucapan gadis berkepang keriting itu juga keterlaluan mengapa dia menghina orang tua nya , pantas dia sangatlah marah ''

'' Namun ini menarik Pangeran Seika melindungi gadis itu , seperti cerita Cinderella ''

'' Tidak ada Cinderella di dunia nyata , tunggu sampai bunga sekolah lili kita kembali dari lomba piano nya . Gadis dari kasta rendah seperti nya tidak layak untuk Pangeran kita , hanya bunga sekolah lah yang pantas ''

'' Lihat aku sudah memposting Vidio itu di forum sekolah , mari kita lihat apa tanggapan teman-teman kita yang lain''

Terpopuler

Comments

penggemar_Uangkecil?!

penggemar_Uangkecil?!

p

2023-04-03

1

A.A.L 🐾🍭

A.A.L 🐾🍭

jadi ini ceritanya moderen di campur kerajaan gitu, cukup bervariasi

2021-05-07

1

senja

senja

tadi si Pria menghilang, trs dia balik lagi ke piano kah?

2021-04-24

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1 dan 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Pengumuman
41 Chapter 40
42 Chapter 41
43 Chapter 42
44 Chapter 43
45 Chapter 44
46 Chapter 45
47 Chapter 46
48 Chapter 47
49 Chapter 48
50 Chapter 49
51 Chapter 50
52 Chapter 51
53 Baifumei Sejati
54 Kaila menghilang
55 Wanita Sombong
56 Kegilaan
57 Menyelamatkan Kaila
58 Gadis Misterius
59 Firasat Buruk
60 Insomnia Rein
61 Harimau Putih
62 Tersesat
63 Pertama Kali
64 Pingsan
65 Hipnotis
66 Kabur
67 Bos Besar Penjahat
68 Bertemu Kenalan
69 Kamping
70 Kamping 2
71 Gedung Terbengkalai 1
72 Gedung Terbengkalai 2
73 Gedung Terbengkalai 3
74 Terjebak
75 Bertemu Theo Lagi
76 Mari Bermain Game 1
77 Mari Bermain Game 2
78 Mari Bermain Game 3 End
79 Menghapus ingatan
80 Sasaran Gosip
81 Kembali –Nya Antagonis
82 Male Lead ke-tiga
83 Membeli Gaun
84 Bertemu Dengan Liliana
85 Kartu Keanggotaan Terbaik
86 Perayaan Siswa Baru
87 Kedatangan Empat Raja 1
88 Kedatangan Empat Raja 2
89 Putri Keberuntungan
90 Kecurigaan
91 Identitas Asli
92 Gigitan Manis
93 Pemasangan Chip
94 Bai Xiao
95 Menjual Imut
96 Sarapan Bersama
97 Identitas
98 Keluarga Tersembunyi
99 Ada Yang Salah
100 Viyona sakit
101 Jeratan Telah Di pererat
102 Bunga Sekolah
103 Pekan Olahraga 1
104 Pekan Olahraga 2
105 Pekan Olahraga End
106 Pertandingan Bola Basket
107 Kemenangan
108 Viyona Semakin Populer
109 Pergi Ke Taman Hiburan
110 Viyona Marah Sangat Imut
111 Penguntit Tercela
112 Konstitusi Khusus
113 Kenari Yang Terbebas Dari Sangkar
114 Senyuman Yang Manis
115 Setting Game Membingung-kan
116 Bertemu Ibu Louis Untuk Kedua Kali-nya
117 Teater
118 Scene Pahlawan
119 Permintaan Maaf
120 Makan Malam Yang Hangat
121 Tampan Bagai Malaikat
122 Lolita Nyangkut Di Pohon
123 Hari Festival
124 Menjadi Koki
125 Menjadi Sukarelawan
126 Kencan Dengan Rein 1
127 Kencan Dengan Rein 2
128 Kencan Dengan Rein 3
129 Kencan Dengan Rein 4
130 Rumah Hantu 1
131 Rumah Cinta
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1 dan 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Pengumuman
41
Chapter 40
42
Chapter 41
43
Chapter 42
44
Chapter 43
45
Chapter 44
46
Chapter 45
47
Chapter 46
48
Chapter 47
49
Chapter 48
50
Chapter 49
51
Chapter 50
52
Chapter 51
53
Baifumei Sejati
54
Kaila menghilang
55
Wanita Sombong
56
Kegilaan
57
Menyelamatkan Kaila
58
Gadis Misterius
59
Firasat Buruk
60
Insomnia Rein
61
Harimau Putih
62
Tersesat
63
Pertama Kali
64
Pingsan
65
Hipnotis
66
Kabur
67
Bos Besar Penjahat
68
Bertemu Kenalan
69
Kamping
70
Kamping 2
71
Gedung Terbengkalai 1
72
Gedung Terbengkalai 2
73
Gedung Terbengkalai 3
74
Terjebak
75
Bertemu Theo Lagi
76
Mari Bermain Game 1
77
Mari Bermain Game 2
78
Mari Bermain Game 3 End
79
Menghapus ingatan
80
Sasaran Gosip
81
Kembali –Nya Antagonis
82
Male Lead ke-tiga
83
Membeli Gaun
84
Bertemu Dengan Liliana
85
Kartu Keanggotaan Terbaik
86
Perayaan Siswa Baru
87
Kedatangan Empat Raja 1
88
Kedatangan Empat Raja 2
89
Putri Keberuntungan
90
Kecurigaan
91
Identitas Asli
92
Gigitan Manis
93
Pemasangan Chip
94
Bai Xiao
95
Menjual Imut
96
Sarapan Bersama
97
Identitas
98
Keluarga Tersembunyi
99
Ada Yang Salah
100
Viyona sakit
101
Jeratan Telah Di pererat
102
Bunga Sekolah
103
Pekan Olahraga 1
104
Pekan Olahraga 2
105
Pekan Olahraga End
106
Pertandingan Bola Basket
107
Kemenangan
108
Viyona Semakin Populer
109
Pergi Ke Taman Hiburan
110
Viyona Marah Sangat Imut
111
Penguntit Tercela
112
Konstitusi Khusus
113
Kenari Yang Terbebas Dari Sangkar
114
Senyuman Yang Manis
115
Setting Game Membingung-kan
116
Bertemu Ibu Louis Untuk Kedua Kali-nya
117
Teater
118
Scene Pahlawan
119
Permintaan Maaf
120
Makan Malam Yang Hangat
121
Tampan Bagai Malaikat
122
Lolita Nyangkut Di Pohon
123
Hari Festival
124
Menjadi Koki
125
Menjadi Sukarelawan
126
Kencan Dengan Rein 1
127
Kencan Dengan Rein 2
128
Kencan Dengan Rein 3
129
Kencan Dengan Rein 4
130
Rumah Hantu 1
131
Rumah Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!