...Volume 1...
...Bab 1...
...Tersesat...
Risa berlari ke segala arah setelah keluar dari taman belakang . Dia berlari tanpa mengenal arah , laki-laki yang dia temui itu sangat menyebalkan sekaligus menyeramkan . Dia seperti orang gila setelah dia hajar , mengapa laki-laki itu masih tersenyum layak menjadi orang gila . Tapi ia merasa laki-laki entah mengapa familiar , Walau pertama kali bertemu dia merasa pernah melihat laki-laki sinting itu di suatu tempat .
'' Dimana aku pernah melihat nya ? '' Batin Risa penuh pertanyaan
Risa sudah berlari cukup jauh dari taman tersebut , Karena kelelahan Risa berhenti berlari dan beristirahat sejenak di bawah pohon nan rindang . Risa yang kelelahan menutup mata nya perlahan , dia sangat lelah berlari tanpa mengetahui arah ia berlari .
Di sisi lain Pria menawan itu kembali memainkan piano nya , dengan senyum merekah di bibir seksi nya itu . Ia membayangkan wajah cantik gadis itu di balik topeng nya , ia merasa sangat luar biasa kali ini . Belum pernah ia merasa hati yang gembira dan perasaan yang memanas di hati nya , hati nya yang selalu membatu selama bertahun-tahun kini terasa mencair . Hanya mengingat gadis misterius itu tidak terbuai dan terkecoh dengan ketampanan nya ini , dan belum pernah ada seorang gadis yang menolak nya sedemikian rupa .
Tapi dia merasa familiar dengan gadis misterius itu , bagaimana dia bisa muncul di sini . Dia mengambil ponsel nya dan mencari salah satu kontak dan menghubungi nya .
'' Selama kami pergi , siapa yang kamu izinkan masuk ke wilayah kami Pak Tua ? '' Nada nya penuh pertanyaan
'' Memangnya ada apa ? '' Tanya balik orang di sebrang telpon
'' Bukan apa-apa aku hanya bertanya ? '' Ucap nya dengan nada smirik .
'' Kamu tidak mungkin bertemu dengan nya kan , seharusnya dia sudah pergi '' Gumam pelan nya
Namun laki-laki menawan itu dapat dengan jelas mendengus nya , dia menyeringai ternyata gadis misterius itu memang diizinkan masuk ke sini . Jadi Blair lah yang membawa gadis misterius itu kemari , ia tidak akan lupa permainan piano nya yang menawan di bawah sinar mentari , rambut perak itu berkilau di bawah sinar matahari walau wajah nya tertutup topeng , ia dengan jelas dapat melihat senyuman nya sekilas .
'' Tidak di sangka gadis misterius itu juga gadis yang di targetkan oleh ku , ha ... ha .. sungguh keberuntungan karena dia juga dapat melakukan hal seperti diri ku ah sungguh menyenangkan , dia berlari ke arah timur disana ialah wilayah laki-laki dingin itu , astaga semoga gadis cantik itu baik-baik saja ''
Laki-laki menawan itu melanjutkan permainan piano lagi , angin berhembus dan meniup rambut sebiru lautan itu , kuncir nya terlepas dan rambut panjang laki-laki menawan itu tergerai bebas .
Kelas Roket
Louis memiliki mood yang sangat buruk , hari pertama ia di sekolah dia langsung dimarahi oleh guru . Dan yang menjengkelkan gadis ceroboh itu menertawakan Kemalangan-nya , dia mendengus ingin sekali segera mencekik leher gadis itu . Kaila merasa merinding dan kedinginan , dia berbalik dan bertemu dengan tatapan tajam Louis yang melototi nya dua membalas memelototi Louis , Louis bahkan lebih marah lagi ia ingin berteriak namun ia urungkan .
'' Kai ayo pergi ke kafetaria ? ''Ajak Rika
Kaila mengangguk dan pergi bersama Rika menuju kafetaria , Louis hanya menatap kepergian Kaila dengan penuh kebencian . Keith menatap teman nya yang tidak masuk akal ini , mengapa ia bisa memiliki IQ yang lebih tinggi dari dua , padahal otak teman nya ini agak konslet sedikit .
'' Mengapa teman ku ini selalu marah-marah kayak Tante-tante garang itu ''Ledek Keith
Louis mendengus dan diam , malas membalasnya ucapan Keith . Keith yang diabaikan juga kini pasrah dengan sikap teman nya yang acuh tak acuh itu .
''Kalau begitu ayo pergi ke kafetaria ? , aku sangat lapar ''
Keith tersenyum dan meninggalkan Louis , Louis yang ditinggalkan Keith berteriak kesal .
'' Bajingan ini , tunggu aku ! '' Teriak Louis
Kafetaria berada dekat dengan kelas siswa tahun kedua sekolah menengah , bisa dibilang setelah melewati Kafetaria kamu akan langsung masuk ke wilayah kelas siswa tahun kedua sekolah menengah .
Kaila bersama Rika baru saja sampai di depan kafetaria , Kaila menatap takjub Kafetaria di depan nya . Kafetaria ini lebih mirip sebuah kafe mewah ketimbang Kafetaria , dulu pada saat ia masih sekolah dasar kafetaria yang ia miliki sangatlah sederhana , Namun Kaila mengigit bibir nya bagaimana jika makanan di sini sangat mahal .
'' Rika kita tidak perlu datang kemari , aku bisa kembali dulu bolehkah ? '' Tanya Kaila malu
'' Ada apa mengapa kamu ingin kembali ? '' Tanya Rika
'' Aku ... mungkin uang ku tidak cukup untuk makan di sini , kami tahu kan kondisi keuangan ku '' Wajah Kaila sudah memerah karena malu dan suara sangat kecil .
Sebelum Rika dapat membantah ucapan Kaila , seorang gadis dengan kepang tinggi dengan rambut keriting mendekat .
''Heh ... Layak dari orang dari pedesaan , kamu tidak memiliki uang kan maka nya kamu tidak berani masuk kemari ''
Kaila dan Rika kaget dengan gadis aneh dan gila yang tiba-tiba berteriak tidak jelas ini .
'' Apa yang salah memang nya , aku tidak pernah menyinggung mu '' Ucap Kaila lugas
Gadis berkepang keriting itu mendengus dan mengejek Kaila lagi .
'' Kamu bisa masuk ke sekolah elit pasti hanya karena beasiswa , dasar orang miskin tidak tahu tempat '' Ucap nya sinis
Rika meledak karena marah , gadis ini berani nya menghina sahabat nya .
'' Dasar gadis tidak tahu malu , kamu pasti hanya iri pada Kaila karena nilai nya jauh lebih baik dari pada kamu bukan ? ''Ejek Rika dengan sinis
Gadis berkepang keriting menahan amarah nya , wajah nya memerah karena amarah disertai malu .
'' Dari pada kamu yang hanya tahu mengandalkan koneksi keluarga kamu untuk masuk kemari , mana yang lebih baik Dengan kemampuan sendiri atau masuk melalui pintu belakang ''
'' Kamu ..... Hah dari pada gadis jalang ini berani nya menggoda Tuan Muda Louis . Dasar gadis rendahan yang tidak tahu diri , Mungkin ibu mu juga seorang pelacur maka nya dia membuang mu di panti asuhan karena malu ''
''Plak ''
Tamparan yang keras terdengar di luar kafetaria , semua orang yang berlalu lalang akhir nya fokus pada ketiga gadis yang sedang bertengkar itu .
'' Diam jangan menghina orang tua ku , walaupun aku tidak pernah melihat wajah kedua orang tua . Jangan sekali-kali menghina mereka , ya aku akui aku memang gadis desa , miskin , dan menggunakan beasiswa untuk masuk ke kemari . Itu lebih baik daripada kamu yang hanya tahu menghabiskan uang saja '' Dalam sekali tarikan nafas Kaila menyelesaikan perkataannya .
Prok Prok Prok Prok
Suara tepuk tangan dari arah belakangnya membuat semua orang mengalihkan pandangannya , laki-laki itu yang tidak lain ialah Louis baru saja datang ke kafetaria bersama Keith , niat mereka untuk makan menghilang saat melihat seorang gadis berkepang keriting yang berteriak tidak jelas kepada Gadis ceroboh itu , dia menonton dari samping melihat apa yang akan dilakukan gadis ceroboh . Dia baru pertama kali melihat gadis ceroboh itu begitu termakan oleh amarah , Seperti nya ia agak mengerti dengan perilakunya gadis ceroboh itu . Dia yang hidup mudah sedari kecil dimanjakan dengan segala fasilitas Tidak kekurangan apapun , sedang kan bagi gadis ceroboh itu dia sangat menghargai beasiswa yang ia miliki . Terlebih gadis ceroboh ini berasal dari panti asuhan , tanpa kasih sayang orang tua dan tumbuh dengan mandiri .
'' Jadi pertunjukan kalian sudah selesai ? , kalian bertiga menganggu makan bahagia ku saat ini '' Tatapan dingin Louis menusuk gadis berkepang keriting itu .
'' Tuan Muda Louis gadis miskin tidak tahu tempat ini berani datang je kafetaria tanpa uang , bahkan dia menamparku lihat wajah ku bengkak '' Gadis berkepang keriting itu berpura-pura menjadi korban dan mengeluarkan air mata .
Tatapan Louis menjadi dingin , ia paling benci gadis teratai putih seperti ini . '' Oh benarkah coba aku lihat ? ''
Gadis berkepang keriting itu mengira Louis kasihan pada nya dan mendekat ke Louis , gadis berkepang keriting itu menatap Kaila provokatif sedangkan Kaila hanya acuh tak acuh . Namun bayangan yang di pikir kan gadis berkepang keriting itu Buyat begitu saja , Louis menambah tamparan ke wajah lain nya . Gadis berkepang keriting itu gemetar dan menatap Louis tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat , bukan nya Tuan Muda Louis kasihan pada. ya mengapa dia menampar nya lagi .
'' Tuan Muda Louis mengapa anda ? Bukan nya anda '' Ucap nya terbata -bata
'' Kamu tidak berhak berbuat jahat pada gadis itu '' Tekan Louis
Kaila menatap Louis dengan tatapan kaget , mengapa laki-laki sombong ini membela dan membantu nya , seperti nya ia tidak boleh menilai seseorang dari penampilan nya , dia berpikir Louis selalu sombong dan berpikiran sempit .
'' Heh Hanya aku yang dapat mengganggu gadis itu ? Jadi jangan pernah mengganggu atau menyentuh mainan ku lagi '' Ujar Louis dengan nada sarkas
Wajah Kaila membantu , dia tarik kembali pujian nya pada laki-laki sombong ini . ternyata dia hanya tidak ingin orang lain mengganggu nya , tapi hanya dia yang bebas mengganggu nya . Dasar kejam dia ingin sekali memukul wajah itu saat ini .
'' Ya ampun Louis berapa kali sudah kubilang , jangan memukul seorang gadis kamu ini seorang laki-laki lho '' Tukas Keith yang datang dari belakang .
Keith mengulurkan tangan nya pada gadis berkepang keriting itu . Wajah nya penuh senyuman , gadis berkepang keriting itu jadi salah tingkah .
'' Terima kasih Tuan Muda Keith '' Ujar nya malu-malu pipi nya memanas .
Namun detik berikutnya ia terkejut dengan ucapan Keith '' Gadis kamu seharusnya tidak menyentuh orang kami , jika tidak ingin keluarga mu musnah '' Ucap nya berbisik di telinga gadis berkepang keriting .
Gadis berkepang keriting itu gemetar dan hendak lari , namun tangan nya di tahan Keith . Keith dengan senyum dingin nya menarik gadis berkepang keriting itu .
'' Minta Maaf sekarang ! " Tekan Keith
"Ma ... Maaf kan aku karena menghina orang tua mu Nona Kaila " Ucap gadis berkepang keriting gagap tubuh nya gemetar ketakutan .
" Sudahlah tidak apa-apa ''Ujar Kaula dia tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi .
Gadis berkepang keriting itu berlari dengan air mata di wajah nya , orang-orang di sekitar berbisik .
'' Mengapa Tuan Muda Louis dan Tuan Muda Keith membela gadis itu , bukan nya mereka selalu acuh tak acuh ''
'' Namun ucapan gadis berkepang keriting itu juga keterlaluan mengapa dia menghina orang tua nya , pantas dia sangatlah marah ''
'' Namun ini menarik Pangeran Seika melindungi gadis itu , seperti cerita Cinderella ''
'' Tidak ada Cinderella di dunia nyata , tunggu sampai bunga sekolah lili kita kembali dari lomba piano nya . Gadis dari kasta rendah seperti nya tidak layak untuk Pangeran kita , hanya bunga sekolah lah yang pantas ''
'' Lihat aku sudah memposting Vidio itu di forum sekolah , mari kita lihat apa tanggapan teman-teman kita yang lain''
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
penggemar_Uangkecil?!
p
2023-04-03
1
A.A.L 🐾🍭
jadi ini ceritanya moderen di campur kerajaan gitu, cukup bervariasi
2021-05-07
1
senja
tadi si Pria menghilang, trs dia balik lagi ke piano kah?
2021-04-24
2