...Volume 1...
...Bab 1...
...Kembali Nya Para Iblis...
''Senior Blair aku ada di sini ''
Risa cukup kencang saat berteriak , Blair yang sudah gusar , takut , gempar kehilangan ketenangan dan keanggunan nya . Blair berlari kencang menuju arah Risa berdiri , tetesan keringat menembus wajah menawan Blair . Risa menatap Blair kasihan , mengapa senior nya repot-repot berlari mencari nya kesana -kemari .
''Ada apa senior ? , mengapa mencari saya '' Tanya Risa berpura-pura tidak tahu dan melupakan kejadian tadi . Seakan ia tidak pernah melakukan nya dan tidak tahu , Risa tidak berharap Blair sampai terguncang seperti ini . Wajah tenang senior nya benar-benar hilang , wajah nya di penuhi kekhawatiran , beserta takut akan sesuatu . Namun apa yang tidak mengerti .
'' Risa syukurlah aku bisa menemukan mu tepat waktu , mengapa kamu tidak menunggu ku . Jika kamu ingin ke taman belakang kamu bisa bertanya pada ku kan ? ''
Melihat tatapan khawatir Blair , Risa mendesah pelan . Sebenarnya ia ingin mencari tahu mengapa Senior nya ini begitu khawatir dan terguncang .
'' Terlalu lama '' Jawab Risa malas
'' Risa Huh kamu kan bisa menunggu , jangan menghilang begitu saja di depan ku . Aku sangat kaget dan khawatir , Vila ini sangat luas dan bukan tempat bermain '' Celoteh Blair
'' Aku bukan anak kecil ''
'' Ya tapi akan sangat berbahaya berkeliaran di Vila ini sendirian '' Desah Blair
'' Aku tidak buta arah '' Berbicara dengan wajah datar
Blair tercekik dengan perkara Risa lagi dan lagi , mengapa Risa sangat suka membantah ucapan nya ini . Ia tidak pernah mengalami hal yang sangat memalukan ini .
'' Senior mengapa aku merasa mencium bau yang sangat wangi , mungkin karena kita ada di taman bunga barang kali '' Ucap Risa dengan terkekeh
Blair tiba-tiba mendapat firasat buruk saat mendengar ungkapan Risa , ia melihat diri nya yang di basahi keringat dan saat ia mencium nya , wajah tampan nya suram dan ingin segera muntah .
'' Risa tetap diam di taman ini jangan berkeliaran lagi , kamu harus tetap diam di sini jangan pergi kemana pun '' Tekan Blair
Blair berlari dengan Sangat kencang , Risa tertawa di belakang Blair . Suara Risa tidak lah kecil dan terdengar hingga telinga Blair , Blair menunduk malu dan mempercepat langkah nya . Sekarang tinggal Risa seorang di taman bunga mawar yang luas itu .
Kelas Roket
Di dalam ruang kelas roket semua nya sangat tenang , mereka semua berkonsentrasi pada seorang guru yang menjelaskan materi di depan mereka . Terutama Kaila yang tampak sangat tenggelam dalam pembelajaran nya . Louis di belakang Kaila tiba-tiba kesal karena tidak dihiraukan .
Dia Louis belum pernah diabaikan oleh seorang gadis sampai seperti ini , dia sangat membenci gadis di depan nya ini . Berani nya dia merebut tempat nya , namun ia lebih membenci gadis bersurai perak itu yang tidak menghormati nya sama sekali . Namun dia merasa aneh mengapa Kepala sekolah memperlakukan gadis itu secara khusus , dan bahkan memberi nya kebebasan .
Dia terjebak di ruang kelas yang membosankan ini , sementara gadis bersurai perak itu bebas berkeliaran bersama Bajingan itu . Tapi jika ia memikirkan nya dengan lebih cermat lagi , Gadis bersurai perak itu sangat aneh . Rumor tidak kredibel dengan yang asli nya , bukan kan gadis bersurai perak itu berpenyakitan . Namun nyata nya tidak sesuai dengan rumor , ia merasa gadis bersurai perak jauh dari mereka .
Seakan dia hanya setitik debu di mata gadis itu , dia tidak terima mengapa gadis bersurai perak itu begitu membuat nya marah . Rasa sakit di tangan nya masih belum hilang , ia tidak akan melupakannya akun ini ia akan membayar nya nanti . Akan ada baik nya jika dia meminta seseorang menyelidiki identitas gadis itu , Bagaimana mungkin gadis yang luar biasa itu hanya dari keluarga biasa tidak mungkin . Karena Louis terlalu tenggelam dalam lamunannya , dia tidak mendengar apa yang diperintahkan guru pada nya . Guru itu memanggil-manggil nama Louis berulang kali .
''Louis Pasteur bacakan buku halaman 32 , Louis Pasteur '' Panggil Guru
Semua orang kini beralih menatap Louis yang tenggelam dalam dunia lamunan nya . Keith di samping nya terus mencoba memanggil nama Loius .
''Louis guru memanggil mu ? , hei kawan kamu dengar tidak sih '' Ucap Keith berbisik di telinga Loius
Namun Louis tidak mendengar nya sama sekali , hingga suara teriakan nyaring guru membuat nya tersentak.
''Louis Pasteur apakah kamu tidak menyukai kelas ku hingga kamu bosan dan mengkhayal sendiri ''Tanya guru itu dengan senyuman yang menyeramkan .
Louis akhir nya sadar dan berbicara tergagap .
'' Bukan begitu guru '' Bantah Louis
'' Oh benarkah sepulang sekolah salin buku pelajaran halaman 1 hingga 10 tanpa kamu ringkas paham , baiklah terima semua nya semoga hari kalian menyenangkan '' Guru pamit dan meninggal kan ruangan kelas .
Kaila yang tidak bisa menahan tawa nya akhir tertawa lepas .
''Poft ha hahahaha '' Tawa Kaila sangat keras
Wajah Louis terbakar karena amarah dan bertriak secara kasar.
'' Diam kamu gadis busuk tutup mulut kotor mu itu ! , jika tidak ''
Perkataan Louis terpotong '' Jika tidak apa ? kamu bukan dewa yang bisa melakukan apa saja '' Ejek Kaila
Dan kelas roket kini menjadi bahan perdebatan panjang antara Kaila dan Louis .
Taman Mawar
Risa duduk di salah satu Bangku taman dan menikmati semilir angin yang mengalir , ia sangat suka ketenangan . Namun ketenangan nya terganggu akibat suara piano yang mengalir tiba-tiba .
'' Mengapa ada suara piano di sini , apakah itu senior Blair lagi ''
Risa yang penasaran dengan asal suara musik yang mengguncang hati ini , suara piano itu tidak jauh dari taman mawar . Risa menyerengit mengapa suara piano itu berhenti , dan saat dia sampai di tempat kejadian dan asal mula suara piano . Hanya tersisa piano di sana dan tidak ada tanda-tanda orang yang memainkan , Risa mungkin hanya berhalusinasi jadi dia duduk di depan piano . Jari-jari lentik nya mulai berkeliaran di papan piano itu , gerakan nya gesit dan juga tepat . Suara yang mengalir dari piano yanh dimainkan oleh Risa , mengalir mengikuti semilir angin . Karena Piano ini berada dekat di sekitar taman mawar , di taman mawar itu ialah rumah kaca . Dan diluar rumah kaca juga ialah taman yang dihiasi berbagai macam bunga .
'' Prok Prok ''
Suara tepuk tangan membuat Risa berhenti memainkan piano . Wajah dibalik topeng itu menjadi dingin , mengapa ia tidak merasakan kedatangan orang ini. Apakah ia terlalu tenggelam dalam permainan piano nya , sehingga tidak sadar ada orang yang kemari . Risa tersadar dari lamunan nya saat mendengar suara menawan seorang laki-laki .
'' Mengapa berhenti cantik , lanjutkan permainan mu sungguh indah sama seperti dirimu ''
Risa dengan ekspresi suram berdiri dan berjalan pergi berlawanan arah dengan laki laki di belakang nya . Tapi tangan nya tiba-tiba di tarik ke belakang oleh laki-laki itu , Risa di bawa kedalam pelukan laki-laki itu dan suara menawan terdengar di telinga .
'' Cantik mengapa ingin pergi begitu cepat , mengapa kita tidak berkenalan dulu HM '- Ucap nya genit
Tiga garis hitam muncul di dahi Risa dia mengkerut dan ingin segera menghajar wajah laki-laki ini . Berani nya dia memeluk nya , sebelum Risa dapat bereaksi Laki-laki itu menahan tangan Risa .
'' Kecantikan kecil jangan bermain-main dengan tuan ini hm '' Nada suara nya berubah .
Risa menggertak-kam gigi nya , hidung nya sakit saat menubruk dada laki-laki brengsek ini . Mengapa dada nya sangat keras , hidung nya memerah . Dia mengutuk mengapa dia bisa se-sial ini . Saat Risa mendongak , dia bisa minat fitur-fitur wajah menakjubkan laki-laki itu . Laki-laki itu sepertinya jauh lebih tua dari Risa , akan tetapi wajah putih lembut dan rahang tajam mata yang menatap nya seperti serigala kelaparan , rambut laki-laki itu panjang dan diikat warna biru laut dari Surai laki-laki terasa familiar , dan tatapan yang penasaran dari Laki-laki itu membuat nya bergidik .
'' Jadi kecantikan kecil mengapa kita tidak berkenalan lebih jauh '' Suara samar menusuk telinga nya , dan telinga panas akibat hembusan nafas laki-laki berengsek ini .
Saat tangan laki-laki itu hendak menyentuh topeng di wajah nya , Risa dengan cepat mengelak karena tangan nya masih di genggam kuat laki-laki itu , maka kaki lah yang akan beraksi . Risa meninju wajah laki-laki itu dengan kaki nya , Laki-laki itu juga kaget sehingga di melonggarkan Cengkraman nya dari Risa . Risa dengan cepat meninju kembali dada laki-laki itu , tapi dia berwajah pahit tangan sakit mengapa dada laki-laki itu sangat keras , tangan lembut nya memerah .
Bruuk
Laki-laki itu terjatuh bukan nya marah ia malah melebarkan senyum nya , dan menatap Risa dengan mata yang panas . Dia mengusap darah di sudut mulut nya , belum pernah ia ditolak dan bahkan dipukuli oleh seseorang dan terlebih orang itu ialah seorang gadis kecil , menurut nya ini sangatlah menarik dan luar biasa . Seperti nya gadis kecil itu tidak mengetahui jati diri nya , maka nya dia sangat berani .
'' Gadis kecil kami berhasil menarik perhatian Tuan Muda ini , jadi siapa nama mu gadis manis ku atau My Lady '' Laki-laki itu menyeringai pada Risa .
Dan dalam sekejap laki-laki itu menghilang dari hadapan Risa , Risa waspada dan dia merasakan sesuatu di belakang nya . Risa dengan cepat mundur ke belakang , laki-laki menawan itu menatap nya dengan penuh minat .
'' My Lady tidak di sangka kamu sangat kuat , kamu sangat imut '' Senyuman iblis terpampang jelas di wajah nan cantik itu .
Risa tidak ingin berurusan dengan laki-laki cabul gila ini lagi , tanpa sepengetahuan laki-laki itu Risa mengambil bom asap di saku baju nya , ternyata berguna juga membawa bom asap kemana-mana ini menyelamatkan nya .
'' Selamat tinggal '' Risa tersenyum dan melempar bom asap ke arah laki-laki itu .
Laki-laki itu tersenyum menawan , melihat buruan nya kabur menambah minat nya sekarang . Buruan yang terlalu mudah di tangkap itu membosankan bukan , dia terkekeh dan menjilat sudut mulut nya yang berdarah .
'' Jangan mudah tertangkap My Lady , jika tidak Tuan Muda ini akan cepat bosan dengan mu '' Laki-laki itu juga ikut menghilang pergi .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
penggemar_Uangkecil?!
.
2023-03-31
1
Sopiaa ,
cerita Nya Bagus Banget Aku Suka ntah Keberapa Kalinya Aku Baca,Gak Bisa Di Lanjut Yha Ka
2023-02-20
0
Resonance
suara piano nya enak banget mau nangis gue sumpah
2021-09-30
3