...Volume 1...
...Bab 1...
...Bullying...
Vila Risa
Air kolam yang tenang dan damai , namun ketenangan itu terusik oleh hembusan angin yang lewat begitu saja .
Seorang gadis yang tengah asik membaca buku di dekat kolam yang damai , gadis itu mencelupkan kaki nya ke dalam air . Dengan kaos putih polos dengan celana pendek , kaki putih yang jenjang dan juga panjang bermain-main dengan air kolam , hingga air memercik kemana-mana .
Risa yang baru saja kembali dari sekolah , langsung bersantai ria di tepi kolam . Melupakan segala hal yang dia lakukan di sekolah , dan merilekskan tubuh berserta pikiran . Ia menyiapkan jus favorit nya dan membawa beberapa cemilan ke tepi kolam , tak lupa dengan tumpukan berbagai macam buku untuk di baca .
"Achoo ... Achoo "
Risa mengelus hidung yang tidak gatal , aneh mengapa ia sedari tadi bersin . Yah dia tidak peduli melanjutkan aktivitas malas nya dan bersantai di sore hari , dia bosan tidak ada yang dapat kita lakukan .
Ding
Suara ponsel nya membangun kan Risa dari termenung nya , Risa menatap ponsel nya lama dan Tersenyum setelahnya nya .
" Eh siapa yang mencoba mencari tahu ya , jangan berharap semua nya telah tersusun secara rapi "
Risa merasa ada yang aneh setelah ia keluar dari Vila itu , dia selalu merasa ada sesuatu yang ia lupakan tapi apa .
" Apa yang aku lupakan , hal penting apa itu hiss "
Dia tidak berani mengotak-atik botol obat yang ia bawa keluar , dia langsung membungkusnya dengan kain hitam dan memasukkan nya ke dalam kotak bersandi . Dia tidak boleh ceroboh dalam menangani barang berbahaya itu , yah dia menyebut-nya barang berbahaya karena dihasilkan dari tangan iblis itu .
" Apa yang aku lakukan selanjutnya ya ? "
Sejauh ini plot yang berkembang belum terlalu jauh , gadis penjahat belum kembali jadi Kaila masih bisa bersantai .
" Terlalu membosankan "
" Nyam ... Nyam ... Makanan manis di sore hari memang sangatlah enak "
Risa membereskan bekas makanan dan minuman nya , dia masuk ke dalam rumah . Mengganti baju nya menjadi gaun santai dan mengambil sebuah topi , Risa berencana jalan-jalan sore . Dia belum menelusuri sekolah lebih jauh .
"Aku merindukan ocehan Kakek Li , di sini terlalu membosankan " Risa mendesah
Wajah nya yang biasa datar menunjukkan ekspresi konyol , Seperti nya tidak cocok dengan muka poker milik Risa .
Risa berjalan keluar dari Vila milik nya , setelah mengunci gerbang dia langsung pergi . Vila nya berada di timur , cukup jauh dari sekolah utama .
Tap tap tap tap
Risa ingat dia akan mengunjungi taman rahasia , yah dia menyebut nya begitu karena taman itu bersembunyi di balik gedung tua , yah siapa yang berharap ada gudang tua di sekolah . Gedung tua bekas dari kuil , beroperasi beberapa tahun lalu terhenti begitu saja . Risa berjalan di jalan setapak yang agak licin akibat lumut yang cukup banyak tumbuh .
Risa mendengar suara tawa yang menjijikkan menurut nya , apakah ketenangan nya harus terganggu lagi . Haiss anak-anak beruang ini terlalu berisik .
Di lain tempat
Seorang gadis dengan surai pink terlungkup di tanah , baju kaos nya kotor bercampur dengan tanah dan lumut , wajah manis nya juga memerah dan sebuah gambar tangan yang memerah tercetak di pipi nya . Air mata nya terus mengalir deras dan hanya satu kata yang terucap dari bibir mungil nya .
" Maaf kan aku ! , Sebenarnya apa kesalahan yang telah ku perbuat "
Di depan gadis manis itu berdiri dua orang gadis , satu nya dengan kuncir kuda tinggi dan wajah yang di selimuti make up tebal , dan yang lain nya rambut nya tergerai dan bibir nya yang sangat merah .
" Gadis miskin seperti mu tidak layak berada di sini !! " Dia menendang tubuh gadis manis yang tersungkur itu .
Dan gadis yang lain nya menuang-kan air yang di bawa nya ke kepala gadis manis itu .
Byurrr
Dari ujung rambut hingga kaki nya basah , gadis manis yang tadi nya ceria dan imut berubah menjadi gadis lusuh .
" Kamu berani sekali , udah miskin jelek tidak tahu malu " dia melempar botol bekas berisi air itu ke depan gadis manis .
" Nai mengapa repot-repot mengurusi gadis bodoh ini " Tekan gadis yang rambut nya tergerai .
Gadis yang dipanggil Bai itu mencibir dan menampar wajah gadis manis itu dengan kasar , hingga kedua pipi gadis manis itu bengkak .
Plakk
" Teresa kamu sungguh kejam berkata seperti itu " Nai menatap Teresa dengan air mata berlinang .
" Biarkan si jalang kecil merasakan akibat nya , berani nya merayu pangeran Louis kita " Teresa tersenyum sinis saat menatap gadis manis yang tersungkur itu .
Yah dia dan Nai tidak sengaja melihat jalang kecil ini berkeliaran di dekat gedung tua , karena ia belum memberi pelajaran pada jalang kecil ini . Ia dan Nai bersama-sama menyeret jalang kecil ini ke bekas gedung tua , untuk memberi pelajaran yang pantas pada jalang rendahan yang miskin .
Tidak mungkin seorang gadis manis bisa melawan dua orang sekaligus kan , gadis manis itu hany bisa diam menerima penyiksaan kedua gadis itu . Ia sudah terbiasa di bully sedari masa sekolah dasar , jadi luka ini sangat kecil untuk nya .
" Siapa yang mendekati anak congkak yang sombong itu , apakah mata kalian berdua buta Dimana nya anak sombong itu seperti pangeran , pangeran yang sebenarnya itu harus nya bersikap anggun dan sopan " Gadis manis itu akhir nya berteriak dan mencoba berdiri .
Kaki nya mungkin patah atau pun tidak siapa yang peduli , gadis manis itu berdiri dan menatap tajam kedua gadis itu . Kondisi gadis manis ini sangat memperihatinkan , dia seperti pengemis baju nya juga robek muka nya bahkan bengkak .
" Jalang kecil tidak tahu diri ! "
Saat Bai hendak menampar gadis manis itu , gadis manis itu sontak menutup mata nya .
Plakk
Mendengar suara tamparan yang menyayat itu , gadis manis memegang pipi nya dan tidak merasakan sakit apapun . Lalu ia menatap orang di sebelah Gadis yang hendak menampar nya , dia terkejut dan bergumam .
" Vi ... Vi ... Viyona kamu "
Di bawah keterkejutan gadis manis itu , bibir Viyona meringkuk dan membentuk busur . Siapa yang menyangka dia bertemu dengan FL di sini ya gadis manis itu ialah Kaila , ia tidak menyangka gadis energik ini akan di gertak seperti ini , Apakah FL selemah ini ? .
Teresa membantu Mau berdiri , Teresa berteriak pada gadis di depan-nya .
" Siapa kamu mengapa ikut campur dengan urusan kami ? Teresa menatap tajam dan kesal pada gadis di depan nya .
" Kamu berani sekali menampar ku , apakah kamu tahu aku siapa hah ? " Nai melotot saat melihat Viyona .
Viyona tersenyum dingin " Kamu berani ! " Di bawah tatapan intimidasi Viyona , Nai dan Teresa gemetar dan bersimbah di tanah .
Viyona mendekat ke arah kedua gadis bodoh itu , Nai dan Teresa sontak mundur .
" Kamu murid baru itu ! Mengapa ikut campur dengan urusan kami " Teresa mencoba mengeluarkan suara nya , dia ketakutan di tatap oleh mata dingin itu .
Viyona hanya tersenyum smirik , dia memainkan batu tajam di tangan nya yang tidak sengaja ia ambil. Lalu menatap Nai dan Teresa , Nai tersentak dan langsung berlari menjauh dia ketakutan . Seharus nya ia tidak bertemu dengan gadis ini di sini , walaupun ayah nya ialah dekan sekolah , tapi ayah nya berpesan untuk tidak mengacaukan gadis ini , hubungan nya dengan kepala sekolah ialah kerabat . Tidak ada yang mengetahui identitas asli dari kepala sekolah mereka .
Swossh
Bruukk
Viyona melemparkan batu di tangan nya dan melesat menghampiri lutut Nai , Nai kembali tersungkur ke tanah lutut nya berdarah .
Teresa gemetar " Jangan mendekat ! , Kamu menjauh ! "
Kaila menatap dengan dari samping dengan penuh takjub , ia tidak berani melawan karena mereka berdua memiliki latar belakang kuat , sedang dia tidak memiliki nya dan dia hanya sendirian .
" Minta maaf !! " Tekan Risa
" Siapa yang mau minta maaf pada jalang kecil ini " Teresa masih bersikukuh dengan ucapan nya .
Plakk
Plakk
Viyona menampar Teresa dengan kekuatan penuh , lalu tersenyum menyeramkan " Kulit mu sangat tebal , sampai membuat tangan ku sakit "
Plakk
Teresa menatap Viyona dengan kaki gemetar , bekas tamparan itu sangat menyakitkan dan ada sesuatu yang mengalir dari tangan nya , ia melotot dan berteriak .
" Ah ...a ...a ... darah ... Baik aku akan meminta maaf sekarang "
Teresa membungkuk didepan Kaila dan memegang kaki nya .
" Aku minta maaf , aku tidak akan berani membuli mu lagi kumohon maaf kan aku "
Teresa memegang kaki Kaila , dan menangis parau . Entah mengapa ia merasa kasihan , jadi dia mengangguk .
" Aku memaafkan mu " Ucap Kaila kecil .
" Terima kasih , aku akan pergi selamat tinggal ! "
Teresa bergegas pergi sambil membawa tubuh Nai yang terkapar pingsan di tanah .
Tinggallah Viyona dan Kaila yang tertinggal di tempat kejadian itu .
Kaila dengan gugup maju dan ingin mengucapkan terima kasih .
" Terima kasih teman sekelas Viyona karena telah membantu ku " Ucap Kaila tergagap
Viyona menatap Kaila acuh tak acuh , memperbaiki topi nya yang agak miring lalu mengangguk sebagai ganti nya . "UM"
Keheningan mendadak itu membuat Kaila merasa tidak nyaman , dia tidak tahu harus berucap apa dengan teman sekelas baru nya ini .
" Tangkap ! " Perintah Viyona
Kaila menangkap sebuah benda yang melayang ke arah nya , dia menatap Viyona bingung .
" Apa ini ? "
Viyona menghela nafas , mengapa IQ FL ini sedang offline kapan online nya . Seperti nya IQ FL memang di lebih-lebih kan , Otome Game itu nyata nya palsu .
" Itu Salep , untuk membalut luka mu ! " Viyona mencoba berbicara halus , sayang nya suara yang keluar dari mulut nya selalu sangat dingin .
" Terima kasih sekali lagi , aku akan mengembalikan salep ini nanti . Harga nya pasti mahal atau aku akan membayar nya "
" Ambil saja ! , Itu buatan ku sendiri " Viyona tidak ingin mengambil pusing masalah itu .
Viyona menatap penampilan Kaila yang memalukan , ia melepas topi dan jubah luar nya . Ia memakai kan topi nya pada Kaila dan membungkus nya dengan jubah milik nya .
" Pakai ! "
Viyona meninggal kan Kaila yang tengah dalam kebingungannya , Kaila akhir nya sadar bahwa Viyona sudah pergi . Hati Kaila menghangat , siapa sangka dia akan di bantu oleh murid baru itu . Ia berpikir murid baru itu membenci nya , ternyata tidak .
" Terima kasih banyak , ternyata aku salah paham pada nya . Harum nya aroma Viyona masih melekat di jubah ini , aroma mawar yang dingin "
Kaila akhir nya ikut pergi meninggalkan gedung tua , namun tak di sangka seseorang di atas pohon memperhatikan setiap kejadian itu dari awal hingga akhir .
Ia tersenyum smirik saat melihat kepergian Viyona , mata nya memancarnya minat yang membara .
" Siapa yang menyangka keluar berjalan-jalan mendapat kan Pertunjukan yang mengasikkan ini "
Ia melompat dan turun , senyuman di wajah nya tidak menghilang sama sekali .
" Dengan begini hari-hari ku di sekolah tidak akan membosankan , kita akan berjumpa lain waktu gadis misterius "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
penggemar_Uangkecil?!
.
2023-05-19
1
nofi_0611🌹
.
2021-10-02
1
DNK • SLOTH SINN
ehh.. ada tetangga lagi nguping di atas pohon!!!
2021-06-14
1