Chapter 18

...Volume 1...

...Bab 1...

...Bullying...

Vila Risa

Air kolam yang tenang dan damai , namun ketenangan itu terusik oleh hembusan angin yang lewat begitu saja .

Seorang gadis yang tengah asik membaca buku di dekat kolam yang damai , gadis itu mencelupkan kaki nya ke dalam air . Dengan kaos putih polos dengan celana pendek , kaki putih yang jenjang dan juga panjang bermain-main dengan air kolam , hingga air memercik kemana-mana .

Risa yang baru saja kembali dari sekolah , langsung bersantai ria di tepi kolam . Melupakan segala hal yang dia lakukan di sekolah , dan merilekskan tubuh berserta pikiran . Ia menyiapkan jus favorit nya dan membawa beberapa cemilan ke tepi kolam , tak lupa dengan tumpukan berbagai macam buku untuk di baca .

"Achoo ... Achoo "

Risa mengelus hidung yang tidak gatal , aneh mengapa ia sedari tadi bersin . Yah dia tidak peduli melanjutkan aktivitas malas nya dan bersantai di sore hari , dia bosan tidak ada yang dapat kita lakukan .

Ding

Suara ponsel nya membangun kan Risa dari termenung nya , Risa menatap ponsel nya lama dan Tersenyum setelahnya nya .

" Eh siapa yang mencoba mencari tahu ya , jangan berharap semua nya telah tersusun secara rapi "

Risa merasa ada yang aneh setelah ia keluar dari Vila itu , dia selalu merasa ada sesuatu yang ia lupakan tapi apa .

" Apa yang aku lupakan , hal penting apa itu hiss "

Dia tidak berani mengotak-atik botol obat yang ia bawa keluar , dia langsung membungkusnya dengan kain hitam dan memasukkan nya ke dalam kotak bersandi . Dia tidak boleh ceroboh dalam menangani barang berbahaya itu , yah dia menyebut-nya barang berbahaya karena dihasilkan dari tangan iblis itu .

" Apa yang aku lakukan selanjutnya ya ? "

Sejauh ini plot yang berkembang belum terlalu jauh , gadis penjahat belum kembali jadi Kaila masih bisa bersantai .

" Terlalu membosankan "

" Nyam ... Nyam ... Makanan manis di sore hari memang sangatlah enak "

Risa membereskan bekas makanan dan minuman nya , dia masuk ke dalam rumah . Mengganti baju nya menjadi gaun santai dan mengambil sebuah topi , Risa berencana jalan-jalan sore . Dia belum menelusuri sekolah lebih jauh .

"Aku merindukan ocehan Kakek Li , di sini terlalu membosankan " Risa mendesah

Wajah nya yang biasa datar menunjukkan ekspresi konyol , Seperti nya tidak cocok dengan muka poker milik Risa .

Risa berjalan keluar dari Vila milik nya , setelah mengunci gerbang dia langsung pergi . Vila nya berada di timur , cukup jauh dari sekolah utama .

Tap tap tap tap

Risa ingat dia akan mengunjungi taman rahasia , yah dia menyebut nya begitu karena taman itu bersembunyi di balik gedung tua , yah siapa yang berharap ada gudang tua di sekolah . Gedung tua bekas dari kuil , beroperasi beberapa tahun lalu terhenti begitu saja . Risa berjalan di jalan setapak yang agak licin akibat lumut yang cukup banyak tumbuh .

Risa mendengar suara tawa yang menjijikkan menurut nya , apakah ketenangan nya harus terganggu lagi . Haiss anak-anak beruang ini terlalu berisik .

Di lain tempat

Seorang gadis dengan surai pink terlungkup di tanah , baju kaos nya kotor bercampur dengan tanah dan lumut , wajah manis nya juga memerah dan sebuah gambar tangan yang memerah tercetak di pipi nya . Air mata nya terus mengalir deras dan hanya satu kata yang terucap dari bibir mungil nya .

" Maaf kan aku ! , Sebenarnya apa kesalahan yang telah ku perbuat "

Di depan gadis manis itu berdiri dua orang gadis , satu nya dengan kuncir kuda tinggi dan wajah yang di selimuti make up tebal , dan yang lain nya rambut nya tergerai dan bibir nya yang sangat merah .

" Gadis miskin seperti mu tidak layak berada di sini !! " Dia menendang tubuh gadis manis yang tersungkur itu .

Dan gadis yang lain nya menuang-kan air yang di bawa nya ke kepala gadis manis itu .

Byurrr

Dari ujung rambut hingga kaki nya basah , gadis manis yang tadi nya ceria dan imut berubah menjadi gadis lusuh .

" Kamu berani sekali , udah miskin jelek tidak tahu malu " dia melempar botol bekas berisi air itu ke depan gadis manis .

" Nai mengapa repot-repot mengurusi gadis bodoh ini " Tekan gadis yang rambut nya tergerai .

Gadis yang dipanggil Bai itu mencibir dan menampar wajah gadis manis itu dengan kasar , hingga kedua pipi gadis manis itu bengkak .

Plakk

" Teresa kamu sungguh kejam berkata seperti itu " Nai menatap Teresa dengan air mata berlinang .

" Biarkan si jalang kecil merasakan akibat nya , berani nya merayu pangeran Louis kita " Teresa tersenyum sinis saat menatap gadis manis yang tersungkur itu .

Yah dia dan Nai tidak sengaja melihat jalang kecil ini berkeliaran di dekat gedung tua , karena ia belum memberi pelajaran pada jalang kecil ini . Ia dan Nai bersama-sama menyeret jalang kecil ini ke bekas gedung tua , untuk memberi pelajaran yang pantas pada jalang rendahan yang miskin .

Tidak mungkin seorang gadis manis bisa melawan dua orang sekaligus kan , gadis manis itu hany bisa diam menerima penyiksaan kedua gadis itu . Ia sudah terbiasa di bully sedari masa sekolah dasar , jadi luka ini sangat kecil untuk nya .

" Siapa yang mendekati anak congkak yang sombong itu , apakah mata kalian berdua buta Dimana nya anak sombong itu seperti pangeran , pangeran yang sebenarnya itu harus nya bersikap anggun dan sopan " Gadis manis itu akhir nya berteriak dan mencoba berdiri .

Kaki nya mungkin patah atau pun tidak siapa yang peduli , gadis manis itu berdiri dan menatap tajam kedua gadis itu . Kondisi gadis manis ini sangat memperihatinkan , dia seperti pengemis baju nya juga robek muka nya bahkan bengkak .

" Jalang kecil tidak tahu diri ! "

Saat Bai hendak menampar gadis manis itu , gadis manis itu sontak menutup mata nya .

Plakk

Mendengar suara tamparan yang menyayat itu , gadis manis memegang pipi nya dan tidak merasakan sakit apapun . Lalu ia menatap orang di sebelah Gadis yang hendak menampar nya , dia terkejut dan bergumam .

" Vi ... Vi ... Viyona kamu "

Di bawah keterkejutan gadis manis itu , bibir Viyona meringkuk dan membentuk busur . Siapa yang menyangka dia bertemu dengan FL di sini ya gadis manis itu ialah Kaila , ia tidak menyangka gadis energik ini akan di gertak seperti ini , Apakah FL selemah ini ? .

Teresa membantu Mau berdiri , Teresa berteriak pada gadis di depan-nya .

" Siapa kamu mengapa ikut campur dengan urusan kami ? Teresa menatap tajam dan kesal pada gadis di depan nya .

" Kamu berani sekali menampar ku , apakah kamu tahu aku siapa hah ? " Nai melotot saat melihat Viyona .

Viyona tersenyum dingin " Kamu berani ! " Di bawah tatapan intimidasi Viyona , Nai dan Teresa gemetar dan bersimbah di tanah .

Viyona mendekat ke arah kedua gadis bodoh itu , Nai dan Teresa sontak mundur .

" Kamu murid baru itu ! Mengapa ikut campur dengan urusan kami " Teresa mencoba mengeluarkan suara nya , dia ketakutan di tatap oleh mata dingin itu .

Viyona hanya tersenyum smirik , dia memainkan batu tajam di tangan nya yang tidak sengaja ia ambil. Lalu menatap Nai dan Teresa , Nai tersentak dan langsung berlari menjauh dia ketakutan . Seharus nya ia tidak bertemu dengan gadis ini di sini , walaupun ayah nya ialah dekan sekolah , tapi ayah nya berpesan untuk tidak mengacaukan gadis ini , hubungan nya dengan kepala sekolah ialah kerabat . Tidak ada yang mengetahui identitas asli dari kepala sekolah mereka .

Swossh

Bruukk

Viyona melemparkan batu di tangan nya dan melesat menghampiri lutut Nai , Nai kembali tersungkur ke tanah lutut nya berdarah .

Teresa gemetar " Jangan mendekat ! , Kamu menjauh ! "

Kaila menatap dengan dari samping dengan penuh takjub , ia tidak berani melawan karena mereka berdua memiliki latar belakang kuat , sedang dia tidak memiliki nya dan dia hanya sendirian .

" Minta maaf !! " Tekan Risa

" Siapa yang mau minta maaf pada jalang kecil ini " Teresa masih bersikukuh dengan ucapan nya .

Plakk

Plakk

Viyona menampar Teresa dengan kekuatan penuh , lalu tersenyum menyeramkan " Kulit mu sangat tebal , sampai membuat tangan ku sakit "

Plakk

Teresa menatap Viyona dengan kaki gemetar , bekas tamparan itu sangat menyakitkan dan ada sesuatu yang mengalir dari tangan nya , ia melotot dan berteriak .

" Ah ...a ...a ... darah ... Baik aku akan meminta maaf sekarang "

Teresa membungkuk didepan Kaila dan memegang kaki nya .

" Aku minta maaf , aku tidak akan berani membuli mu lagi kumohon maaf kan aku "

Teresa memegang kaki Kaila , dan menangis parau . Entah mengapa ia merasa kasihan , jadi dia mengangguk .

" Aku memaafkan mu " Ucap Kaila kecil .

" Terima kasih , aku akan pergi selamat tinggal ! "

Teresa bergegas pergi sambil membawa tubuh Nai yang terkapar pingsan di tanah .

Tinggallah Viyona dan Kaila yang tertinggal di tempat kejadian itu .

Kaila dengan gugup maju dan ingin mengucapkan terima kasih .

" Terima kasih teman sekelas Viyona karena telah membantu ku " Ucap Kaila tergagap

Viyona menatap Kaila acuh tak acuh , memperbaiki topi nya yang agak miring lalu mengangguk sebagai ganti nya . "UM"

Keheningan mendadak itu membuat Kaila merasa tidak nyaman , dia tidak tahu harus berucap apa dengan teman sekelas baru nya ini .

" Tangkap ! " Perintah Viyona

Kaila menangkap sebuah benda yang melayang ke arah nya , dia menatap Viyona bingung .

" Apa ini ? "

Viyona menghela nafas , mengapa IQ FL ini sedang offline kapan online nya . Seperti nya IQ FL memang di lebih-lebih kan , Otome Game itu nyata nya palsu .

" Itu Salep , untuk membalut luka mu ! " Viyona mencoba berbicara halus , sayang nya suara yang keluar dari mulut nya selalu sangat dingin .

" Terima kasih sekali lagi , aku akan mengembalikan salep ini nanti . Harga nya pasti mahal atau aku akan membayar nya "

" Ambil saja ! , Itu buatan ku sendiri " Viyona tidak ingin mengambil pusing masalah itu .

Viyona menatap penampilan Kaila yang memalukan , ia melepas topi dan jubah luar nya . Ia memakai kan topi nya pada Kaila dan membungkus nya dengan jubah milik nya .

" Pakai ! "

Viyona meninggal kan Kaila yang tengah dalam kebingungannya , Kaila akhir nya sadar bahwa Viyona sudah pergi . Hati Kaila menghangat , siapa sangka dia akan di bantu oleh murid baru itu . Ia berpikir murid baru itu membenci nya , ternyata tidak .

" Terima kasih banyak , ternyata aku salah paham pada nya . Harum nya aroma Viyona masih melekat di jubah ini , aroma mawar yang dingin "

Kaila akhir nya ikut pergi meninggalkan gedung tua , namun tak di sangka seseorang di atas pohon memperhatikan setiap kejadian itu dari awal hingga akhir .

Ia tersenyum smirik saat melihat kepergian Viyona , mata nya memancarnya minat yang membara .

" Siapa yang menyangka keluar berjalan-jalan mendapat kan Pertunjukan yang mengasikkan ini "

Ia melompat dan turun , senyuman di wajah nya tidak menghilang sama sekali .

" Dengan begini hari-hari ku di sekolah tidak akan membosankan , kita akan berjumpa lain waktu gadis misterius "

Terpopuler

Comments

penggemar_Uangkecil?!

penggemar_Uangkecil?!

.

2023-05-19

1

nofi_0611🌹

nofi_0611🌹

.

2021-10-02

1

DNK • SLOTH SINN

DNK • SLOTH SINN

ehh.. ada tetangga lagi nguping di atas pohon!!!

2021-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Chapter 1 dan 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Pengumuman
41 Chapter 40
42 Chapter 41
43 Chapter 42
44 Chapter 43
45 Chapter 44
46 Chapter 45
47 Chapter 46
48 Chapter 47
49 Chapter 48
50 Chapter 49
51 Chapter 50
52 Chapter 51
53 Baifumei Sejati
54 Kaila menghilang
55 Wanita Sombong
56 Kegilaan
57 Menyelamatkan Kaila
58 Gadis Misterius
59 Firasat Buruk
60 Insomnia Rein
61 Harimau Putih
62 Tersesat
63 Pertama Kali
64 Pingsan
65 Hipnotis
66 Kabur
67 Bos Besar Penjahat
68 Bertemu Kenalan
69 Kamping
70 Kamping 2
71 Gedung Terbengkalai 1
72 Gedung Terbengkalai 2
73 Gedung Terbengkalai 3
74 Terjebak
75 Bertemu Theo Lagi
76 Mari Bermain Game 1
77 Mari Bermain Game 2
78 Mari Bermain Game 3 End
79 Menghapus ingatan
80 Sasaran Gosip
81 Kembali –Nya Antagonis
82 Male Lead ke-tiga
83 Membeli Gaun
84 Bertemu Dengan Liliana
85 Kartu Keanggotaan Terbaik
86 Perayaan Siswa Baru
87 Kedatangan Empat Raja 1
88 Kedatangan Empat Raja 2
89 Putri Keberuntungan
90 Kecurigaan
91 Identitas Asli
92 Gigitan Manis
93 Pemasangan Chip
94 Bai Xiao
95 Menjual Imut
96 Sarapan Bersama
97 Identitas
98 Keluarga Tersembunyi
99 Ada Yang Salah
100 Viyona sakit
101 Jeratan Telah Di pererat
102 Bunga Sekolah
103 Pekan Olahraga 1
104 Pekan Olahraga 2
105 Pekan Olahraga End
106 Pertandingan Bola Basket
107 Kemenangan
108 Viyona Semakin Populer
109 Pergi Ke Taman Hiburan
110 Viyona Marah Sangat Imut
111 Penguntit Tercela
112 Konstitusi Khusus
113 Kenari Yang Terbebas Dari Sangkar
114 Senyuman Yang Manis
115 Setting Game Membingung-kan
116 Bertemu Ibu Louis Untuk Kedua Kali-nya
117 Teater
118 Scene Pahlawan
119 Permintaan Maaf
120 Makan Malam Yang Hangat
121 Tampan Bagai Malaikat
122 Lolita Nyangkut Di Pohon
123 Hari Festival
124 Menjadi Koki
125 Menjadi Sukarelawan
126 Kencan Dengan Rein 1
127 Kencan Dengan Rein 2
128 Kencan Dengan Rein 3
129 Kencan Dengan Rein 4
130 Rumah Hantu 1
131 Rumah Cinta
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Prolog
2
Chapter 1 dan 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Pengumuman
41
Chapter 40
42
Chapter 41
43
Chapter 42
44
Chapter 43
45
Chapter 44
46
Chapter 45
47
Chapter 46
48
Chapter 47
49
Chapter 48
50
Chapter 49
51
Chapter 50
52
Chapter 51
53
Baifumei Sejati
54
Kaila menghilang
55
Wanita Sombong
56
Kegilaan
57
Menyelamatkan Kaila
58
Gadis Misterius
59
Firasat Buruk
60
Insomnia Rein
61
Harimau Putih
62
Tersesat
63
Pertama Kali
64
Pingsan
65
Hipnotis
66
Kabur
67
Bos Besar Penjahat
68
Bertemu Kenalan
69
Kamping
70
Kamping 2
71
Gedung Terbengkalai 1
72
Gedung Terbengkalai 2
73
Gedung Terbengkalai 3
74
Terjebak
75
Bertemu Theo Lagi
76
Mari Bermain Game 1
77
Mari Bermain Game 2
78
Mari Bermain Game 3 End
79
Menghapus ingatan
80
Sasaran Gosip
81
Kembali –Nya Antagonis
82
Male Lead ke-tiga
83
Membeli Gaun
84
Bertemu Dengan Liliana
85
Kartu Keanggotaan Terbaik
86
Perayaan Siswa Baru
87
Kedatangan Empat Raja 1
88
Kedatangan Empat Raja 2
89
Putri Keberuntungan
90
Kecurigaan
91
Identitas Asli
92
Gigitan Manis
93
Pemasangan Chip
94
Bai Xiao
95
Menjual Imut
96
Sarapan Bersama
97
Identitas
98
Keluarga Tersembunyi
99
Ada Yang Salah
100
Viyona sakit
101
Jeratan Telah Di pererat
102
Bunga Sekolah
103
Pekan Olahraga 1
104
Pekan Olahraga 2
105
Pekan Olahraga End
106
Pertandingan Bola Basket
107
Kemenangan
108
Viyona Semakin Populer
109
Pergi Ke Taman Hiburan
110
Viyona Marah Sangat Imut
111
Penguntit Tercela
112
Konstitusi Khusus
113
Kenari Yang Terbebas Dari Sangkar
114
Senyuman Yang Manis
115
Setting Game Membingung-kan
116
Bertemu Ibu Louis Untuk Kedua Kali-nya
117
Teater
118
Scene Pahlawan
119
Permintaan Maaf
120
Makan Malam Yang Hangat
121
Tampan Bagai Malaikat
122
Lolita Nyangkut Di Pohon
123
Hari Festival
124
Menjadi Koki
125
Menjadi Sukarelawan
126
Kencan Dengan Rein 1
127
Kencan Dengan Rein 2
128
Kencan Dengan Rein 3
129
Kencan Dengan Rein 4
130
Rumah Hantu 1
131
Rumah Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!