Setelah kepulangan Aksa dari rumah Arunika, Ayah dan Ibu Arunika masih berdiam di posisi nya di sofa ruang tamu, mereka berdua masih heran dan merasa pasti ada sesuatu yang terjadi, karena ini terlalu mendadak, mereka berdua tahu karakter Arunika yang tidak mungkin tidak bercerita apapun yang ia alami, karena sedari kecil apapun yang terjadi pada dirinya Arunika selalu berbicara kepada kedua orangtuanya.
Setelah mengantarkan Aksa sampai depan rumah, Arunika kembali masuk dan melihat kedua orangtuanya masih duduk di ruang tamu, ada perasaan takut pada Arunika jika ayah dan ibunya bertanya apa yang sebenarnya terjadi, benar saja ayah memanggil Arunika untuk duduk kembali di sofa ruang tamu.
" Nika, sini Nak, Ayah dan Ibu ingin berbicara denganmu ? " Ayah memanggil Arunika
" Iya yah " Arunika menghampiri lalu duduk di sebelah ibu
" Hemm, Nika sepertinya ada yang aneh, ada seorang laki-laki yang datang ke rumah, untuk melamar kamu, dengan tiba-tiba tanpa kamu memberitahu Ayah dan Ibu terlebih dahulu, Ayah dan Ibu merasa heran karena kamu sedari kecil apapun itu selalu bercerita kepada Ayah dan Ibu, ada apa nak, ceritakan kepada Ayah dan Ibu, apapun itu " Ayah mendesak Arunika untuk bercerita
" emmhh begini Yah, Bu.. " Arunika ragu
" Ayo Nak ada apa ? ceritakan jangan membuat Ayah dan Ibu berfikiran tidak baik terhadap kamu " Ibu mendesak
" Maksud ibu, Astagfirullah bu, Nika tidak seperti itu " Arunika tahu arah pembicaraan ibu kemana, tidak ada pilihan lain, Arunika harus menceritakan yang sebenarnya, jika sudah di ceritakan Ayah dan Ibu setuju atau tidak untuk menikah dengan Pak Aksa itu urusan belakangan yang terpenting Arunika sudah jujur, pikir Arunika.
" Begini Yah, Bu.. Maaf sebelumnya Nika bingung sebetulnya, ini terjadi karena kesalahpahaman yang terjadi di kampus " Arunika menceritakan runtutan kejadian di kampus dari awal hingga akhir, Ayah dan Ibu mendengarkan Arunika bercerita dengan seksama
" Nika tidak ada pilihan lain Yah, Bu, untuk menerima keputusan bahwa Nika dan Pak Aksa siap untuk menikah, karena awalnya Nika tidak mau membuat Ayah dan Ibu kecewa jika kesalahpahaman ini tersebar dan membuat kuliah Nika kacau, sekarang karena Ayah dan Ibu sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi, Nika menjadi lega " Arunika bercerita sangat bersemangat
" Seperti itu ceritanya " Ayah menghela nafas panjang
" Tapi tadi Pak Dosen kamu itu kenapa tidak berbicara jujur kepada Ayah dan Ibu " tanya ibu heran
" Mungkin Pak Aksa juga bingung Bu " Nika menjelaskan
" Ya.. Ayah dan ibu sudah tahu sekarang dan sekarang Ayah dan Ibu tinggal menunggu keputusan kamu, bagaimanapun yang namanya menikah adalah sesuatu yang sakral, jangan dibuat main-main, Ayah tidak setuju jika kamu dan dosen kamu itu menikah karena kesalahpahaman ini, apalagi karena terpaksa, karena aturan yang dibuat oleh kampus, kalian harus bertanggung jawab atas apa yang tidak kalian lakukan, terkecuali kalau kamu Nika sudah siap untuk menikah, Ayah tidak akan melarang kamu, bagaimana pun keadaan ini akan terjadi, kamu sudah dewasa pasti suatu saat akan ada seorang laki-laki yang akan datang kesini untuk meminang kamu, itu sudah keharusan " Ayah menjelaskan dengan bijak, Arunika hanya terdiam mendengarkan
" Iya loh Nika, betul apa kata Ayah kamu, menikah itu jangan dibuat main-main apalagi karena terpaksa, terkecuali kalian berdua sudah siap " Ibu menambahkan
Arunika dibuat bingung walaupun ada sedikit lega di hati karena Ayah dan Ibu sangat bijak menyikapi permasalahan yang sedang Arunika hadapi, di satu sisi Arunika sebetulnya memang tidak ingin ada pernikahan ini tapi di sisi lain Pak Aksa sudah menyelamatkan dari permasalahan di kampus jika Pak aksa tidak berkata akan menikahi di depan Direktur kampus dan Bu Dewi mungkin sampai hari ini kesalahpahaman antara Arunika dan Pak Aksa akan menjadi konsumsi di para mahasiswa dan dosen di kampus.
" Kamu berfikir dulu, masih ada waktu, jangan tergesa-gesa ya, setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya apapun itu, mungkin kamu harus mengalami hal seperti ini, ambil hikmahnya ini bisa kamu jadikan pembelajaran sebagai bukti pendewasaan kamu, dalam kamu mengambil keputusan dan bersikap, ya sudah sekarang kami istirahat, jangan banyak fikiran kamu fokus sama kuliah kamu, Ayah dan Ibu selalu ada untu kamu " Ayah menenangkan Arunika
" Terimakasih ya Ayah, Ibu, Nika ke kamar dulu " Arunika berlalu menuju kamarnya.
Ayah dan Ibu masih tidak habis fikir dengan peraturan kampus yang seperti itu, kenapa tidak ada toleransi, padahal kan sudah jelas itu hanya kesalahpahaman.
" Yah, dipikir-pikir kok Ibu jadi lucu yaa " Ibu tertawa ke Ayah
" Lucu gimana Bu ? " Ayah tidak mengerti
" Iya, lucu aja Yah, Hmm.. tapi Ibu lihat sepertinya dosennya Arunika anak yang baik, masih muda sudah menjadi seorang dosen, seperti nya seorang anak yang cerdas Yah, kalau pun seandainya mereka berjodoh, Ibu sih setuju saja Yah, menurut Ayah bagaimana ? " tanya ibu kepada Ayah
" Ayah lihat juga seperti itu, tapi biarkan keputusan ada ditangan mereka berdua bu, tadi kan siapa itu namanya ? " Ayah balik bertanya ke Ibu
" Aksa Yah.. " ibu menjawab
" Iya itu, dia lusa akan kembali bersama kedua orangtuanya, kita lihat saja nanti Bu, sudah sore Bu, sebentar lagi Magrib, persiapan untuk Shalat, jangan lupa panggil Arunika bu " Ayah berlalu disusul oleh ibu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Rihul
cerita dan alur nya keren,
2022-09-17
1
Heni Yuhaeni
kayanya KK nya arunika temen nya pak Aksa deh.
2021-12-30
1
Aganes meida 2
lanjutttt
2021-11-07
0