Beberapa hari kemudian
Hari ini hari dimana Arunika bimbingan dengan Pak Aksa, Nika sudah mempersiapkan buku apa saja yang akan dibawa ke kampus, dijadwalkan bimbingan hari ini pukul 9 pagi. Sebelum berangkat Arunika sarapan bersama kedua orangtuanya setelah menyelesaikan sarapan paginya Arunika langsung meluncur menuju kampus.
Pukul 8.30 Arunika sampai di kampus, ia langsung menuju lorong ruang-ruang dosen dan terus berjalan sampai pada satu ruangan yang di pintunya bertuliskan Aska Sandyakala, Arunika tidak langsung masuk, karena dijadwal dituliskan pukul 9 pagi, jadi Arunika menunggu di kursi panjang depan ruangan Pak Aksa, kursi yang biasa digunakan mahasiswa untuk menunggu giliran masuk ruangan dosen.
Jam dipergelangan tangan Arunika sudah menunjukan pukul 9.20, tapi Arunika belum dipanggil juga, Arunika tetap menunggu, lalu ada Bu Siska dosen Ilmu hukum melewati Arunika.
" Pagi bu.. " sapa Arunika menganggukan kepalanya
" Pagi Nika, oya kamu sedang apa ? " tanya Bu Siska
" Saya akan bimbingan bu, tapi belum dipanggil juga " jawab Arunika
" Bimbingan dengan Pak Aksa ? " tanya Bu Siska lagi
" Iya bu, apakah Pak Aksa nya sudah datang bu ? "
" Sepertinya saya belum melihat Pak Aksa datang, biasanya beliau akan ke ruang prodi dulu sebelum ke ruangannya, tunggu saja ya Nika, mungkin sebentar lagi datang " balas Bu Siska
" Baik, terimakasih bu "
" Sama- sama Nika, saya tinggal ya " Bu Siska sambil berlalu
Arunika kembali duduk di kursinya dan iya tetap menunggu, waktu terus berlalu dan Nika masih tetap menunggu, jam sudah menunjukan pukul 11.15 tapi tanda-tanda kedatangan Pak Aksa belum ada juga, akhirnya Arunika memutuskan untuk ke kantin terlebih dahulu, untuk mengisi perutnya karena sedari tadi menunggu Arunika tidak sempat membeli apapun termasuk air minum.
Saat Arunika beranjak dari tempat duduknya dan berlalu dari ruangan Pak Aksa, Pak Aksa datang tergesa-gesa menuju ruangannya,ia khawatir mahasiswa bimbingannya sudah menunggu lama. Tapi saat Aksa sampai di depan pintu ruangannya, tidak ada satu mahasiswa pun yang menunggunya, Aksa langsung masuk kedalam ruangannya.
" kemana mahasiswa-mahasiswa bimbingan saya, apa mereka lupa hari ini ada jadwal bimbingan, atau mereka sudah menunggu namun saya datang telat, lalu mereka pulang lagi " Aska terus saja meracau dalam hati
Aska memang datang sangat telat dikarenakan tadi di perusahaan ada laporan mendadak ia harus memantau proyek yang tidak jauh dari perusahaan, sehingga ia harus ke proyek dahulu sebelum berangkat ke kampus, dalam perjalanan dari proyek ke kampus pun ia tergesa-gesa dikhawatirkan mahasiswa nya sudah menunggu lama, namun setelah sampai di kampus, tidak ada satu pun mahasiswa bimbingan yang menunggunya. Aksa sedikit kesal karena ia rasa mahasiswa-mahasiswanya kurang disiplin, walaupun ia sebagai dosen tidak tepat waktu tetapi bukankah sebagai mahasiswa kita tetap harus disiplin dan menunggu dosen sampai dosen datang.
" Sepertinya, saya harus mengerjai mereka " gumam Aksa dalam hati sambil mengangkat sedikit bibirnnya dan ia pun tersenyum.
Jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang, Arunika segera menyelesaikan aktifitas nya dikantin untuk kembali ke ruangan Pak Aksa, Arunika berharap Pak Aksa sudah datang dan ada di dalam ruangannya. Saat Arunika berjalan, ia berpapasan dengan Ilham dan Reynand mereka teman satu bimbingan dengan Arunika namun mereka berbeda kelas tetapi satu jurusan.
" Hey Nika buru-buru banget " sapa Reynand
" Eh Rey, iya nih aku mau bimbingan, kamu bukannya bimbingan juga, apa kamu sudah bimbingan dengan Pak Aksa ? " tanya Arunika
" Justru kita nunggu di depan, didekat parkiran mobil, tapi belum ada mobil Pak Aksa datang, tetapi barusan Ilham memberi tahu kalau mobil Pak Aksa sudah ada diparkiran, ayo kita segera ke ruangannya, jangan sampai dia lama menunggu bisa gawat kita " jawab Reynand panik
" Ayoo.." jawab Nika dan Ilham berbarengan mereka setengah berlari menuju ruangan Pak Aksa.
Reynand walaupun baru beberapa kali bertemu pak Aksa sepertinya Reynand sudah paham karakter Pak Aksa, jadi Reynand pun ikut panik saat pak Aksa sudah tiba di kampus, Ilham mahasiswa super santai, apapun yang terjadi ia akan tetap santai dan menerima.. hehehe.
Sesampainya mereka bertiga di depan Ruangan Pak Aksa,mereka berdebat siapa yang harus mengetuk pintu duluan, disela perdebatan mereka ternyata ada suara terdengar dari dalam ruangan.
" Masuk .. " Aksa sudah hafal pasti di depan sudah ada mahasiswa bimbingannya.
Ceklek.. pintu ruangan terbuka, Nika, Reynand, Ilham berjalan masuk dengan beriiringan, suasana sangat dingin ditambah AC ruangan yang menambah suasana semakin dingin.
" Siang Pak,mohon maaf kami telat " Reynand mengawali pembicaraan
" Saya sangat kecewa terhadap kalian, bukannya menunggu saya, tapi kalian tidak ada " balas Aksa
" Maafkan kami pak " susul Ilham, Arunika hanya diam menunduk tidak dapat berkata, semua fikirannya terhadap Pak Aksa buyar, yang ia berfikir Pak Aksa baik sesudah ia menerima pesan balasan semalam, ternyata semua berubah, Pak Aksa mengeluarkan jurus yang membuat seisi ruangannya mencekam.. hehehe.
" Kalian perlu tahu satu hal, saya paling tidak suka terhadap mahasiswa yang tidak disiplin, kesan pertama kalian sudah membuat saya kecewa" Aksa dengan nada tinggi
Semua yang ada di ruangan itu tertunduk dan diam, hanya Ilham yang terlihat santai walaupun ia ikut tertunduk dan diam. Ilham pasrah apapun yang terjadi.
Apa yang akan terjadi selanjutnya... ?? tetap tunggu kelanjutannya yaa..
Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, jangan lupa vote dan komentarnya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
renataaprilia8@gmail.com
pengen tak getok kepala ny Aksa ini disiplin, disiplin dia sendiri telat 👿👿👿👿
2024-08-17
0
renataaprilia8@gmail.com
murid mah ikut apa kata guru pakdos,lakok situ yg kesel , seharusnya kn ad pemberitahuan klo mau dtng terlambat,ini murid nunggu sampai 3 JM dah berakar kyk ny tu murid👿
2024-08-17
0
Zoel Fitry
😊
2023-01-17
0