Arloji di pergelangan tangan Aksa menunjukan pukul 11 siang, saat nya ia bertemu dengan Arunika di Cafe Botanical untuk membicarakan langkah apa yang akan mereka tempuh kedepannya.
Dilain tempat Arunika telah sampai di Cafe Botanical, ia mencari tempat duduk dengan nomor meja 23 yang telah dipesan oleh Aksa sebelumnya, ia langsung menuju tempat duduk namun tempat duduk masih kosong pertanda Aksa belum tiba.
" hemmp.. Pak Aksa belum sampai seperti nya" gumam Arunika, tidak lama pelayan cafe menghampiri
" Maaf kak,mau pesan apa ? " tanya pelayan
" eemm.. nanti ya pesannya, saya masih menunggu seseorang "
" iya baik, permisi kak "
" terimakasih ya "
" sama-sama kak " setelah pelayan cafe berlalu dari meja yang arunika tempati tidak lama Aksa datang setengah berlari menuju tempat duduk Arunika.
" Kamu sudah sampai, maaf menunggu " Aksa menarik kursi lalu duduk tepat didepan Arunika
" Tidak apa-apa pak, saya juga belum lama kok " jawab Arunika salah tingkah, baru kali ini ia mendengar Pak Aksa berbicara lembut, biasanya kan garang seperti akan menerkam.
" kamu belum pesan apa-apa ? kenapa ? saya panggil pelayannya ya " Aksa melambaikan tangan ke pelayanan cafe, lalu pelayan cafe menghampiri
" Ada yang bisa saya bantu pak " tanya pelayan
" Saya pesan kopi satu, kamu nika pesan apa ? " tanya Aksa kepada Arunika dan lagi lagi Arunika kembali salah tingkah melihat Aksa begitu ramah kepadanya
" Eehhh saya pesan Lemon Tea hangat saja " jawab Arunika
" Ada tambahan lain kak ? " tanya pelayan
" tidak cukup " jawab Arunika
" baik kak, pak permisi mohon ditunggu " pelayan pun berlalu
Suasana hening setelah kepergian pelayan dari meja yang di duduki Aksa dan Arunika.
" Ya Tuhan kenapa aku jadi canggung gini, Pak Aksa kok beda ya.. terlihat lebih ramah, ayo bicara dong pak Aksa diem dieman gini malah semakin canggung " batin Arunika
" Kenapa saya jadi grogi seperti ini, wajah Arunika terlihat sangat cantik siang ini, apa karena lampu lampu cafe ini ya " batin Aksa
" ehemmm " Aksa dan Arunika berbarengan membuyarkan lamunan mereka berdua
" euhh begini " Aksa salah tingkah
" I.. iyaa Pak Aksa " Arunika pun salah tingkah
" Emmhhh.. melanjutkan pembicaraan kita kemarin demi kebaikan kita bersama.. saya sudah memutuskan untuk menemui orang tua kamu dan melamar kamu "
" tapi pak.. kok hanya bapak yang memutuskan, saya juga harus memutuskan dong pak " Arunika menolak
" Apa keputusan kamu " tanya Aksa
" Saya memutuskan untuk tidak menerima lamaran Bapak " jawab Arunika
" Baiklah tidak mengapa, jika ada sesuatu mengenai kamu di kampus bahkan mempengaruhi kelulusan kamu, saya tidak akan ikut campur, karena apa, karena saya sudah memberikan solusi, kalau memang kamu tidak mau menerima solusi dari saya tidak masalah" jawab Aksa santai
" kok seperti itu sih Pak.. " Arunika kesal sepertinya watak Pak Aksa kembali ke asal
" Silahkan saja, saya berikan kamu waktu untuk kembali berfikir, bagaimana ? sebelum saya datang menemui kedua orang tua kamu "
" Tidak perlu memberi saya waktu pak, kalau seperti ini jadinya, saya menerima solusi dari Bapak " Arunika berfikir percuma saja karena ia khawatir kesalahpahaman kemarin mempengaruhi kuliahnya nanti.
" Baiklah kalau kamu menerima solusi dari saya, toh Pak direktur juga sudah tau kan kalau saya akan menikahi kamu " Arunika hanya terdiam ia masih bingung dan tidak bisa berfikir jernih, padahal ia sudah mempersiapkan apa yang akan ia katakan tapi seketika buyaarrrrr.
" Jika sudah tidak ada lagi yang kita bicarakan, saya antarkan kamu pulang sekarang, sekalian saya harus tahu juga kan rumah kamu, sabtu depan saya akan datang menemui orang tua kamu, untuk melamar kamu " Aksa menyeruput kopi nya, berdiri berlalu meninggalkan meja yang ia duduki namun Arunika masih tetap duduk dan terdiam di tempatnya.
Aksa sadar Arunika tidak mengikutinya lalu ia kembali ke meja untuk mengajak Arunika pulang.
" sedang apa masih disini ? bukannya tadi saya sudah mengajakmu pulang " tanya Aksa kepada Arunika dengan gaya khas nya.
"hmm iya pak " Arunika berdiri dari duduknya lalu mengikuti Pak Aksa dari belakang, sampai di parkiran Aksa membukakan pintu mobil nya lalu mempersilahkan Arunika untuk masuk, Arunika tercengang dengan perlakuan Aksa.
" sebentar baik sebentar menyeramkan " batin Arunika
Didalam mobil tidak ada pembicaraan antara Aksa dan Arunika hanya suara mesin mobil dan klakson yang mengiringi perjalanan mereka, sampai di lampu merah dekat rumah Arunika.
" Kenapa kamu diam saja, dimana rumahmu ? " tanya Aksa membuyarkan lamunan Arunika.
" Oh iya Pak, belokan kedua sesudah lampu merah ini " jawab Arunika kaget.
" Oh ya.. kamu kenapa dari tadi melamun ? apa yang sedang kamu fikiran ? tanya Aksa kembali
" saya memikirkan apa yang harus saya katakan kepada kedua orang tua saya Pak, saya bingung harus memulai darimana " jawab Arunika tidak bersemangat
" Tidak perlu khawatir, saya yang akan nanti berbicara kepada kedua orang tua kamu" jawab Aksa santai
" Di depan belok kanan Pak, rumah cat putih pagar hitam " Arunika mengarahkan Aksa
" Oke .. " Jawab Aksa singkat
" Terimakasih Pak sudah mengantar saya pulang " Arunika keluar dari mobil Aksa
" Ya " Aksa sambil menggaguk setelah Arunika menutup pintu mobil Aksa melanjukan kembali mobilnya meninggalkan rumah Arunika.
Arunika masuk ke dalam rumah seperti biasa ia menghampiri ibunya lalu menyelesaikan aktifitasnya di dalam kamar, sambil sesekali memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya di perjalanan hidupnya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Ita Rosita
ceritanya sangat mengesankan
2023-01-16
0
Fakran
aku nulis di mt juga udh lama loh awal terbentuknya mt
2023-01-16
0
Fakran
jangan pada komentar yg begitu kasian author nya masih baru kita harus dukung aku juga author maka dari itu aku mau bantu revisi juga novel ini semangat thor jangan patah semangat berjuang terus Oke 😘😘
2023-01-16
0