Keesokan harinya Arunika pergi ke kampus untuk melihat jadwal kelompok KKN yang sudah ditempel di Mading dekat Prodi sebelumnya ia pun sudah mengabari kedua sahabatnya untuk bertemu dikampus, mereka berharap bisa satu kelompok untuk KKN nanti.
Sesampainya dikampus Arunika langsung menuju Mading dekat Ruangan Prodi disana sudah ada Salsa dan Monic yang tengah berdiri di depan Mading mencari nama mereka daann...
" Saaa.. Kita satu Kelompok Sa.. kota bertiga satu Kelompok yeess yess yess.. " sorak Monic ke Salsa
Tanpa mereka sadar Arunika sudah ada di belakang mereka..
" Kita satu kelompok Sa, Nic.... " Arunika bersoray di belakang Salsa dan Monic
" Nikaaaaa... " Monic dan salsa bebarengan sambil menoleh ke belakang
" Duhhh senang nya kita satu kelompok " Balas Salsa
" Mungkin emang sudah ditakdirkan kita bareng-bareng yaa.. " susul Monic
" Heem " jawab Arunika, selesai melihat daftar kelompok mereka bertiga tinggal menunggu akan ditempatkan dimana untuk KKN nanti, mereka tetap menunggu di kampus sampai pengumuman selanjutnya ada.
...****************...
Di perusahaan Aksa sedang fokus pada laptopnya karena ada beberapa laporan perusahaan yang belum ia cek, karena kebetulan hari ini Aksa tidak ada jadwal mengajar atau bimbingan jadi ia bisa fokus di perusahaan hari ini, Aksa sudah hampir melupakan kejadian kemarin, namun jika memang ia sampai dipanggil oleh Direktur Kampus Aksa sudah siap.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.05 Aksa mulai merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangannya untuk meluruskan punggungnya sejenak, sambil menunggu Adzan Dzuhur dan makan siang yang biasa diantarkan ke ruangan oleh OB perusahaan nya.
Saat Aksa memejamkan mata tiba-tiba ponsel Aksa berdering, ia melihat id pemanggil dari kampus tempat Aksa mengajar, Aksa langsung mengangkat teleponnya.
" Halo.. selamat siang Pak Aksa, mohon maaf mengganggu, kami tahu hari ini Pak Aksa tidak ada jadwal dikampus tapi apakah hari ini bapak bisa menyempatkan waktu untuk datang ke kampus, dikarenakan bapak sudah ditunggu di ruangan Bapak Direktur " wanita dibalik telepon menjelaskan
" Baiklah.. setelah shalat dan makan siang saya menuju kesana " jawab Aksa
" Terimakasih pak, selamat siang "
" Sama-sama, Siang " Aksa menutup teleponnya sambil kembali menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa.
" hmm yakin ini pasti Bu Dewi melaporkan kejadian kemarin, ada ada saja " batin Aksa.
Tidak lama OB perusahaan mengantarkan makan siang untuk Aksa, Aksa segera menyelesaikan makan siang nya lalu menuju kamar mandi ruangan untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat dhuhur, selesai shalat Aksa merapikan laptopnya dan berkas-berkas yang berserakan di atas meja, lalu ia keluar ruangan tidak lupa memberikan pesan kepada Gerry dan Rossa jika ada apa-apa segera hubungi ia karena ia akan menuju kampus ada keperluan yang mendadak.
Dalam perjalanan Aksa yang awalnya terlihat tenang, lama-kelamaan agak gelisah apa yang akan Direktur kampus katakan dan bagaimana dengan Arunika, itu terlitas di fikiran Aksa, 30 menit kemudian Aksa sudah sampai di parkiran kampus, ia langsung menuju Ruangan Direktur.
Tok..tok..tokk..
" Ya Silahkan Masuk " terdengar suara dari dalam ruangan
" Selamat siang Pak " Aksa mengucapkan salam sambil membuka pintu ruangan, ternyata di ruangan sudah ada Arunika dan Bu Dewi
" Selamat siang Pak Aksa, silahkan duduk " Pak Direktur mempersilahkan
" Terimakasih Pak " jawab Aksa
" Begini Pak Aksa mungkin sebelumnya Pak Aksa sudah mengetahui mengapa saya memanggil Pak Aksa, atas laporan dari Bu Dewi kejadian yang menimpa Pak Aksa dan Mahasiswi kami atas nama Arunika di ruangan Pak Aksa sendiri, Bu Dewi melihat kejadian yang agak kurang pantas di ruangan Pak Aksa, apa benar begitu pak ?" Direktur bertanya
" Ekheemm.. begini Pak, mungkin sebelumnya bapak sudah mendapat penjelasanan dari Arunika " Aksa mengajukan pertanyaan kembali
" Ya saya sudah mendengar penjelasan dari Arunika dan saya ingin mendengar penjelasan dari Pak Aksa " direktur menjawab
" Baik pak, kejadian kemarin itu diluar dugaan saya dan Arunika sendiri dan itu tidak seperti apa yang Bu Dewi fikirkan, pada saat Arunika akan menyimpan draft bimbingannya kaki nya tersandung dan Arunika hampir jatuh lalu saya menolongnya, disaat saya menolong Arunika, Bu Dewi masuk ke ruangan saya dan melihat kejadian itu " Jawab Aksa
" Tapi pak direktur, kalau memang hanya menolong tidak mungkin sampai berpelukan seperti itu,bagaimana kalau kejadian ini terdengar oleh seluruh keluarga besar kampus kita, apa yang terjadi dengan reputasi kampus ini,seorang dosen mesum dengan Mahasiswi nya masih di lingkungan kampus " Bu Dewi menekankan
Aksa dan Arunika terlihat geram melihat penjelasan Bu Dewi,karena memang benar tidak ada apa-apa antar mereka dan itu kejadian yang diluar dugaan mereka, bagi Aksa reflek ia membantu saat orang lain akan jatuh tapi disalah artikan oleh Bu Dewi.
" Tunggu dulu Bu Dewi.. kita harus tahu dulu yang sebenernya " Balas Direktur Kampus
" Saya hanya minta Pak Aksa dan Arunika bertanggungjawab atas apa yang sudah mereka lakukan Pak " Bu Dewi tidak mau kalah
" Maksud Bu Dewi kami melakukan apa ? " Aksa sudah tidak sabar dan terlihat geram
" Pak Aksa.. saya melihat dengan mata kepala saya sendiri pak, lihat Arunika ia dari tadi diam berarti ia mengakui kesalahannya Pak " Bu Dewi masih saja ngotot
" Tapi bu dewi .. " Aksa terlihat mulai marah dengan mengepalkan tangannya melihat Aksa yang dikhawatirkan hilang kendali Direktur kampus menengahi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
renataaprilia8@gmail.com
bikin panas aj ni Dewi matahari ,air air mn air 😁😁😁😁
2024-08-18
0
Ai Hodijah
kompor aja bu dewi, soram aja pake air seember
2023-04-03
0
Nopita Sari 28
,
2022-01-10
0