Alarm di ponsel Arunika terus saja berdering menandakan waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi, tapi Arunika masih tetap saja tidur dengan lelap nya, wajar saja karena Arunika baru selesai mengerjakan revisian pukul 3 pagi jadi baru dua jam saja Arunika tidur, alarm terus saja berdering tapi tidak sedikit pun Arunika bergerak dari tidurnya.
Tidak lama ibu mengetok pintu kamar Arunika karena tidak ada jawaban, ibu langsung membuka pintu kamar dan masuk, kebetulan pintu kamar Arunika tidak dikunci.
" Nika..bangun nik.. sudah pagi.. nanti waktu subuh keburu habis ayo segera bangun.. " Nika masih saja belum bergeming dari tidurnya, ibu langsung membuka gorden lalu membuka jendela kamar, udara dingin pagi perlahan masuk ke kamar, membuat seisi ruangan menjadi dingin segar, akhirnya Arunika terbangun karena merasa udara di kamar menjadi dingin. Ini adalah jurus terampuh yang dilakukan ibu jika Arunika susah bangun.
" Astagfirullah bu, Nika kesiangan " Arunika langsung bangun, dan melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil Air wudhu lalu melaksanakan shalat Subuh.
Selesai melaksanakan kewajiban nya, Arunika menuju meja belajarnya lalu duduk, ia membolak balik lemabr demi lembar hasil revisinya
" Semoga hasil Revisinya bisa diterima " gumam Arunika dalam hati, saat ia kembali mebaca lembar demi lembar revisiannya, ia terus saja menguap karena sebetulnya ia masih mengantuk, tapi jika tidur kembali kemnungkinan Arunika akan kesiangan menuju kampus.
Setelah dirasa yakin dengan hasil revisinya, Arunika menuju kamar mandi, untuk mandi dan bersiap-siap menuju kampus.
...****************...
Aksa sudah sampai di kampus pukul 7.30, ia sengaja datang pagi ke kampus karena siang ia akan ada meeting bersama klien, jadi ia akan menyelesaikan beberapa kegiatan di kampus, selain menunggu ketiga mahasiswa bimbingannya kemarin untuk menyerahkan revisi, hari ini juga ada jadwal mengajar di Tingkat 1 pukul 9 pagi.
Tok tok tok.. suara pintu diketuk, ternyata Reynand datang untuk menyerahkan hasil revisi, ia sedikit kaget karena Pak Aksa sudah ada di ruangannya sepagi itu.
" Assalamu'alaikum Pak, permisi saya akan menyerahkan hasil revisi saya pak "
" Waalaikumusalam, ya simpan saja disini, mana temanmu yang lain ? tanya Aksa
" Mungkin masih dijalan pak, permisi pak " jawab Reynand sambil berlalu dari ruangan Aksa
" Baiklah, ya " jawab Aksa
Tidak lama Arunika sampai dikampus, ia langsung menuju ruangan Pak Aksa, ia mengetuk pintu langsung membuka pintu dan terlihat pak Aksa sedang berdiri ke arah pintu, ia sedang merapihkan beberapa berkas mahasiswa dan buku-buku yang akan ia pergunakan untuk mengajar nanti.
" Permisi pak Assalamu'alaikum " sapa Arunika
" Ya Waalaikumusalam " jawab Aksa
" Maaf Pak saya akan menyerahkan hasil revisi yang kemarin" Arunika terlihat masih agak takut
" Simpan saja dimeja itu " Aksa menunjuk ke arah meja
Saat Arunika melangkahkan kaki ke arah meja kerja Pa Aksa, tidak di sengaja kaki Arunika tersangkut karpet ruangan Pak Aksa, membuat Arunika tersandung dan hampir jatuh menabrak tubuh Pak Aksa, untung saja Pak Aksa segera menangkap dengan cara memeluk Arunika sehingga Arunika tidak jadi jatuh disaat yang sama pintu ruangan Pak Aksa diketuk lalu Bu Dewi salah satu dosen membuka pintu dan melihat Pak Aksa yang masih memeluk Arunika.
Bu Dewi masuk ke ruangan Pak Aksa karena Pak Aksa meminta Absensi mahasiswa Tingkat 1 dan Bu Dewi akan menyerahkan absensi itu.
" Astagfirullahaladzim Pak Aksa, apa yang bapak lakukan dengan mahasiswa kami " tanya Bu Dewi dengan nada tinggi
" Emmhh.. tidak bu ini tidak seperti yang ibu lihat " Aksa menjawab sambil melepaskan pelukannya terhadap Arunika.
Lalu Arunika berbalik dan mebelalakan matanya " Bu Dewi "
" Arunika.. saya tidak menyangka, kamu mahasiswa terbaik, apa yang sudah kamu lakukan dengan Pak aksa " tanya Bu Dewi menyelidik
" Bu ini tidak seperti yang ibu lihat, tadi kaki saya tersandung karpet bu dan saya hampir jatuh, lalu Pak Aksa menolong saya agar saya tidak terjatuh " Arunika mencoba menjelaskan
" Benar begitu Pak Aksa ? " Bu Dewi menyelidik
" Ya benar " Aksa sambil mengangguk
" Baiklah, tapi bagaimanapun saya belum sepenuhnya percaya, saya akan bicarakan ini kepada direktur kampus dan ini Pak Aksa Absensinya, permisi " Bu Dewi berlalu dari ruangan Pak Aksa
" Huh.. akan ada apa ini ? Aksa berbicara sendiri sedangkan Arunika masih diam ditempatnya karena masih syok, ia tidak menyangka Pak Aksa akan menolongnya disaat ia hampir jatuh karena tersandung, padahal ini adalah hal yang memalukan untuk Arunika pribadi.
" Arunika.. Apa kamu tahu apa yang akan terjadi setelah ini ? " tanya Aksa kepada arunika, Arunika hanya menggeleng.
" Pak Aksa seharusnya tadi Bapak tidak usah menolong saya, biarkan saja saya jatuh mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini " Arunika berbicara dengan wajah memelas
" Apa kamu bilang, saya tidak sampai hati ya, melihat perempuan akan jatuh terus saya harus tidak peduli begitu saja, yang ada nanti Bu Dewi malah menyangka saya menyiksa kamu lagi " Aksa terlihat kesal Arunika hanya menunduk.
Dalam hati Arunika tidak tenang, pertama jujur ia malu karena akan jatuh didepan Pak Aksa, kedua kejadian tadi yang terlihat oleh Bu Dewi karena Bu Dewi adalah satu dosen yang mengurus mahasiswa yang bermasalah, jadi jika ada sesuatu yang terjadi ia akan langsung melaporkan temuannya ke direktur, ia khawatir kejadian tadi akan berdampak pada kuliahnya kedepan.
" Ekheemm.. kamu masih betah diam disitu ? " tanya aksa membuyarkan lamunan Arunika
" Maaf pak, saya permisi " jawab Arunika
" Ya, saya juga akan mengajar di tingkat 1 " Aksa berlalu dari ruangannya menuju kelas yang akan ia ajar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Heni Yuhaeni
ibu dosen nya naksir tuh sama Aksa,makanya dia langsung mau lapor, beuuuh..dasar dosen centil
2021-12-28
0
Fida gemoy 😉
salah paham membawa berkah 🤣🤣🤣🤣
2021-11-23
0
Aganes meida 2
ibu dosen salah fahammm🙈🙈
2021-11-06
0