Dalam perjalan Aksa memikirkan ucapannya tadi di depan Direktur dan Arunika. Bisa-bisanya ia berkata seperti itu, hati dan fikiran Aksa mulai gaduh.
" Apa-apaan sih saya ini ? bisa-bisanya siap menikahi mahasiswanya sendiri " Aksa bergumam dalam hati sambil memukul-mukul stir mobil.
" Ya Allah.. berilah hamba petunjuk.. kalo pun berbicara ke mama yang ada mama dan papa pasti senang saya akan menikah " Aksa semakin kalut.
Sesampainya di rumah, Aksa langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur, masih memikirkan bagaimana ia nanti berbicara ke orangtuanya dan apakah Arunika bersedia menikah dengannya.
" sepertinya saya harus berbicara lagi dengan Arunika " Aksa dalam hati.
...****************...
Dirumah Arunika ia pun sama, masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Pak Aksa dan ia tidak bisa membayangkan jika benar ia dinikahi oleh Pak Aksa yang menurutnya dosen tidak ramah, ketus, jutek. Dan bagaimana kedua orangtuanya jika mereka tahu bahwa Arunika akan dinikahi dosennya karena kesalahpahaman.
" engga engaa engga... ga bisa.. aku ga mau nikah sama Pak Aksa.. ga bisa bayangin Ya Allah.. aku harus berbicara lagi ke Pak Aksa, aku harus hubungi dia " Gumam Arunika dalam hati
Arunika mengambil ponselnya, lalu ia mencari kontak Pak Aksa, tapi ia urung untuk mengirim pesan ada ragu di dalam hatinya, ponsel nya lalu ia simpan lagi di atas meja.
" Ya Allah.. tolong berilah hambamu ini jalan keluar, agar hamba tidak harus menikah dengan Pak Aksa tapi kesalahpahaman di kampus bisa clear, tolong hambamu ya Allah " Arunika terus saja berbicara sendiri dan terlihat gelisah modar mandir di kamarnya.
Disaat Arunika sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan, ponsel Arunika berbunyi terdengar nada notifikasi pesan masuk, Arunika melihat id di layar ponsel ternyata Pak Aksa, Arunika sontak kaget lalu ia langsung membuka pesan dari Pak Aksa.
" Lusa kalau ada waktu temui saya di Cafe Botanical jam 4 sore, ada yang harus saya bicarakan "
Selesai membaca Arunika langsung membalas pesan dari Pak Aksa
" Baik Pak, saya juga ada yang harus dibicarakan "
Setelah membalas pesan dari Pak Aksa Arunika langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil memejamkan ia bergumam sendiri
" Huft.. baru kali ini ketemu sama dosen seperti ini, kenapa aku sial terus berurusan sama Pak Aksa, awal bimbingan telat dikasih hukuman, bimbingan tepat waktu malah kesandung dan dituduh macem-macem huuuhhhhh "
Esok Hari
Arunika seperti biasa bangun subuh lalu shalat setelah itu mandi untuk siap-siap berangkat ke kampus. Hari ini Arunika harus bersikap biasa saja di kampus seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan semoga saja kejadian kemarin yang dialami Arunika dengan Pak Aksa tidak tersebar di kampus. Arunika berniat untuk menceritakan kejadian kemarin kepada ketiga sahabatnya, semoga dengan bercerita bisa mengurangi beban fikiran Arunika sukur-sukur sahabatnya bisa memberikan solusi yang terbaik.
Sesampainya di kampus Arunika langsung menuju ruangan yang sudah di sepakati oleh tiap-tiap kelompok KKN, untuk mempersiapkan apa saja keperluan yang di butuhkan saat KKN minggu depan.
" hey nikaa sini " panggil Salsa, Lalu nika melambaikan tangan dan menghampiri Salsa
" Monic mana ? belum datang ? " tanya Arunika
" Iya belum datang, paling sebentar lagi " jawab Salsa
" oh iya yang lain kemana kita kan satu kelompok 8 orang kan ? tanya Arunika lagi
" ada yang belum dateng, ada yang ke prodi ambil absen dan tugas-tugas " balas Salsa
" oh gitu " Arunika sambil mengangguk "
" Eh Sa, sambil nunggu yang lain dateng, ada yang mau aku ceritain, tapi pliss kita kita aja yang tau yaa " Arunika memohon
" Eh apaan sih Nik, ini kok serius sih, ada apa ? " tanya Salsa
" Tapi beneran ya jangan sampai rame ke orang-orang " Arunika meyakinkan
" oke, tapi apa jangan bikin penasaran deh " Salsa tidak sabar
" Gini Sa..... " Arunika menceritakan kesalahpahaman yang terjadi antara ia dengan Pak Aksa secara jelas dan rinci kepada Salsa.
" Apaaaa " Salsa kaget
" Jangan teriak teriak " Arunika menutup mulut Salsa
" Emmhh.. iya iya lepasin ih "
" Lagian kamu berisik banget " Arunika kesal
" Iya maaf, tapi itu beneran Nik, aduhh selamat yaa " Salsa memeluk Arunika
" Apaan sih kamu, selamat selamat " Arunika kesal
" Hey sayang kamu harusnya bersyukur mau dinikahi sama Pak Dosen yang ganteng itu, Nikaaaaa... harusnya kamu bersyukur dengan kejadian itu Nik " Salsa bersungguh-sungguh
" Ihh kamu mah.. malah seneng, bukannya kasih solusi yang terbaik gimana gitu supaya aku gak jadi nikah sama Pak Aksa "
" Solusi terbaik dari aku adalah kamu menerima lamaran Pak Aksa, udah gitu aja " jawab Salsa
" Kamu yaa.. gimana kedua orangtua aku Sa.. " Arunika balik bertanya
" Kalau kamu bicara sejelas-jelasnya ke mama sama papa kamu insyaallah mereka ngerti kok, aku yakin mereka juga pasti merestui kalau kamu dinikahi sama Pak Aksa, segitu tandanya Pak Aksa laki-laki yang bertanggungjawab loh Nik " Salsa menjelaskan
" Tapi Sa.. Aku masih bingung aku ga bisa Sa, menikah itu sakral, ga bisa kaya gini, apalagi awalnya dari salah faham seperti ini " balas Arunika
" Tapi kan Nik kamu bilang Pak Aksa melakukan ini demi kebaikan kamu, pak Aksa dan kampus kan,kalau seandainya Bu Dewi bercuap sampai satu kampus tahu gimana ? "
" Aku bingung Sa.. " jawab Arunika
" Aku saranin kamu harus berbicara duku berdua dengan Pak Aksa, semoga aja ada jalan keluar terbaik yang emang sesuai dengan keinginan kamu ya Nik.. "
" Iya sepertinya memang harus begitu, makasih ya Sa, aku minta tolong banget jangan sampe ada yang tahu dulu, kecuali monic dia boleh deh dikasih tau hehehe "
Tidak lama temen-temen nya satu persatu datang dan mereka mulai melakukan kegiatan persiapan untuk KKN nanti karena mulai besok sampai beberapa hari kedepan kelas untuk tingkat akhir diliburkan karena persiapan untuk KKN.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
renataaprilia8@gmail.com
cie otw lulus ke pelaminan deh nika🤭🤭🤭🤭
2024-08-18
0
Lina Zascia Amandia
Lanjut Thor!
2022-01-03
0
Heni Yuhaeni
cerita nnya bagus, santai,kenapa masih ada yg komen tidak menyenangka,
2021-12-28
0