" Sabar Pak Aksa, Bu Dewi, Terimakasih atas informasi yang Ibu sampaikan biarkan kesalahpahaman ini, saya yang menyelesaikan, Silahkan Bu dewi kembali keruangan " Direktur Kampus mempersilahkannya Bu Dewi untuk kembaki ke ruangannya
" Baiklah Pak direktur saya permisi " Bu dewi berlalu tanpa melihat Arunika dan Aksa "
" Ya Allah Bu Dewi .. mulutnya gitu banget sih.. ada salah apa saya sama dia atau ada salah apa Pak Aksa sama dia sampai ia sebegitu memojokan saya dan Pak Aksa " Batin Arunika
Setelah kepergian Bu Dewi dari ruangan Direktur, Direktur kampus mendekati Aksa dan Arunika yang duduk bersebrangan.
" Pak Aksa, Arunika, mohon maaf atas perkataan Bu Dewi, mungkin untuk Arunika sendiri sudah paham bagaimana Bu Dewi tapi mungkin bagi Pak Aksa belum begitu mengenal Bu Dewi bagaimana, jangan dimasukkan hati ucapannya ya, saya percaya kepada Pak Aksa dan Arunika tidak mungkin melakukan hal hal yang tidak baik " Direktur menenangkan Arunika dan Aksa
" Terimakasih Pak jika bapak mempercayai saya dan Arunika " Aksa membalas
" Terimakasih pak, sudah mempecayai saya juga " balas Arunika
" Ya sama-sama, tapi.. bagaimanapun juga saya khawatir kejadian kemarin akan tersebar diseluruh kampus, karena peraturan kampus apabila mendapati Mahasiswa atau dosen yang melakukan perbuatan tidak senonoh maka akan dikeluarkan dari kampus, bagaimana Pak aksa ? Arunika ? " tanya Direktur Kampus
Tanpa pikir panjang Aksa menjawab " Saya akan bertanggungjawab Pak, demi kebaikan kampus ini, demi reputasi kampus ini, demi kebaikan saya dan Arunika, saya akan menikahi Arunika Pak, jadi kalaupun seandainya di kampus kejadian kemarin tersebar, Arunika calon istri saya " Aksa menjawab dengan mantap
Arunika mendengar perkataan Aksa ia langsung membelalakan matanya " Maksud pak Aksa apa pak ? " tanya Arunika tidak menyangka Aksa hanya melirik Arunika lalu mengangguk memberikan isyarat.
Arunika kembali menunduk ia masih bingung dengan penjelasan Pak Aksa, apakah tanggungjawab seperti ini yang kemarin Pak Aksa ucapkan saat ia bertemu dengan Pak Aksa di mesjid, Arunika tidak bisa berfikir dengan jernih, ia masih syok mendengar perkataan Aksa barusan.
" Benar begitu ? Pak Aksa, baiklah kalau begitu, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk menyelesaikan masalah ini, Semoga niat baik Pak Aksa dan Arunika, Allah Ridhoi, Aamiin " Balas Direktur kampus
" Terimakasih Pak, saya dan Arunika permisi " Aksa berlalu sambil diikuti oleh Arunika
Diluar ruangan Direktur Kampus Arunika sedikit mengejar Aksa untuk meminta penjelasan atas apa yang Aksa ucapkan tadi di depan Direktur Kampus.
" Pak.. Pak Aksa tunggu sebentar " Arunika terus saja mengejar Aksa
" Ada apa lagi ? " tanya Aksa sambil terus berjalan
" Malah nanya ada apa lagi ? " Batin Arunika
" Pak kita harus bicara pak " Arunika terus saja berjalan mengikuti Aksa
" Bicara di ruangan saya " Balas Aksa
"Huhhh.. ada apa ini Ya Allah.. laki-laki yang katanya mau menikahi saya modelan kaya begini.. ketus banget.. emang saya mau apa dinikahin sama bapak yang jutek kaya gitu.. huh " Arunika terus saja menggurutu sampai Akhirnya ia berhenti di depan pintu ruangan Aksa.
" Kenapa diam disitu, Masuk " Aksa menyuruh Arunika masuk, Arunika mengikuti perintah Aksa tapi ragu-ragu karena masih teringat kejadian kemarin.
" Oke.. saya tidak akan berlama-lama dan tidak akan bertele-tele, saya akan melakukan pertanggungjawaban saya ke kamu seperti apa yang saya katakan di depan Direktur Kampus "
" Tapi pak kenapa bapak tidak berdiskusi dulu dengan saya ? " tanya Arunika kesal
" Tidak perlu berdiskusi, saya melakukan ini agar kamu tidak dikeluarkan dari kampus, gara-gara kesalahpahaman ini, saya tahu kamu Mahasiswi yang berprestasi apa yang terjadi jika kamu dikeluarkan dari kampus bagaimana dengan kedua orang tua kamu jika mengetahui ini " Aksa menjelaskan
Arunika hanya terdiam ada benarnya apa yang dikatakan Aksa, tapi apakah tidak ada jalan lain selain dengan menikah, hati pikiran dan perasaan Arunika sedang tidak karuan, ia hanya bisa terdiam di ruangan Pak Aksa.
" Sabtu depan sebelum kamu memulai KKN saya dan kedua orang tua saya akan datang ke rumah kamu untuk meminta restu kedua orang tua kamu, kamu tinggal berikan saja alamat rumah kamu ke saya, sekarang saya akan pulang, kalau kamu masih ingin berlama-lama di ruangan saya silahkan " Aksa berjalan menuju pintu ruangan, Arunika tersadar lalu ia setengah berlari menghampiri Aska.
" Saya juga mau pulang pak " Aksa hanya mengangguk
Mereka meninggalkan kampus Aksa berlalu menggunakan mobilnya, Arunika pulang dengan menggunakan ojek yang biasa mangkal di depan jalan dekat kampus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
lizah meon
maaalah yg kurang serius tindakannya zalim.
2023-01-16
1
Yani Cuhayanih
Parah bgt apa gk cctv diruangan pak Aksa sampe kena fitnah bu Dewi
2023-01-15
0
Lina Zascia Amandia
Didlm novel proses nikah begitu cpt! Pdhl dlm hukum ada praduga tak bersalah, ini lgsg dinyatakan bersalah n hrs bertanggung jawab. Radar emg Bu Dewi. Wakwakwak
2022-01-03
0