Arunika masih terlihat syok dengan kejadian tadi di ruangan Pak Aksa, ia tidak menyangka hal memalukan seperti itu harus terjadi dan tidak sengaja terlihat oleh Bu Dewi, Arunika masih terus saja memikirkan apa yang terjadi jika benar Bu Dewi melaporkan kejadian tadi ke Direktur Kampus.
" Ya Allah.. mau dapet rejeki apa yaa.. ? masih keingetan kejadian tadi " Arunika berbicara sendiri ia berjalan menuju mesjid, karena waktu sebentar lagi menunjukan waktu Dzuhur, hari ini Arunika ada jadwal kuliah siang, semenjak sibuk dengan bimbingan Arunika jarang sekali bertemu dengan kedua sahabatnya Monic dan Salsa, mereka hanya bertemu jika ada perkuliahan di dalam kelas.
Sampai di mesjid kampus Arunika segera masuk menuju tempat berwudhu, lalu ke dalam mesjid untuk melaksanakan shalat dzuhur, selesai melaksanakan Salat Arunika duduk di tangga yang berada di mesjid, karena ditangga itu bisa melihat jelas gedung kampus yang besar diiringi angin sepoy sepoy yang membuat mata kantuk. Arunika teringat untuk mengirim pesan kepada dua sahabatnya, ia berniat akan menunggu di mesjid sampai teman-temannya tiba di kampus.
" hai guys.. ke kampus jam berapa ? aku stay di tangga mesjid ya, tadi pagi selesai menyerahkan revisi ke pak Aksa " pesan Arunika terkirim ke Grupchat mereka.
Monik : " okee.. selesai shalat otw "
Salsa : " mandi duluuu guys .. tetep tunggu di mesjid yaa "
Selesai membaca chat dari sahabatnya, Arunika kembali berbicara sendiri sambil menatap ke arah gedung kampus yang megah, ia masih kepikiran kejadian tadi pagi, ia khawatir akan berdampak pada kuliah nya kedepan nanti.
" Ya Allah.. bagaimana kalau seandainya Bu Dewi melaporkan kejadian tadi kepada Direktur Kampus, apa yang akan terjadi padaku Ya Allah... " Arunika berbicara sendiri sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, tiba-tiba terdengar suara barinton dari belakang Arunika.
" Tenang saja.. jika terjadi apa-apa saya yang akan bertanggungjawab " ternyata suara laki-laki itu adalah Aksa, tanpa Arunika sadari Aksa sedari tadi melihat Arunika duduk ditangga luar mesjid, setelah selesai Shalat Dhuhur Aksa mencoba untuk menghampiri Arunika, benar saja Arunika sedang melamun sambil berbicara sendiri.
Arunika menoleh kebelakang " Pak Aksa "
" Tenang saja.. jangan terlalu di fikirkan fokus saja pada kuliah dan tugas-tugas mu " sambil mengambil sepatu dan memakainya lalu berlalu meninggalkan Arunika.
Arunika hanya bisa melihat kepergian Aksa tanpa berkata sepatah kata pun.
" Apa tadi saya tidak salah dengar, Pak Aksa bilang jika terjadi apa-apa dia akan bertanggungjawab, bilang jangan terlalu difikirkan ? huuf dia belum tahu saja Bu Dewi itu bagaimana " Arunika terus saja bergumam sampai sesekali ia membuka chat grup di ponsel nya siapa tahu sahabat nya sudah ada yang tiba di kampus.
Hampir 30 menit Arunika menunggu sahabat nya tiba, setelah sahabat-sahabatnya menemui Arunika di mesjid mereka bertiga langsung menuju ruangan kelas, untuk mengikuti perkuliahan di siang hari.
...****************...
Dalam perjalanan menuju perusahaan, kejadian tadi cukup mengganggu pikiran Aksa, ia membayangkan jika nanti ia dipanggil Direktur Kampus.
" pake jatoh segala lagi itu Mahasiswa, ckkk" Aksa terus saja bergumam dalam hati
Sesampainya di Perusahaan Aksa sudah di tunggu di ruang meeting oleh klien dan Gerry. Aksa menyelesaikan meeting sampai sore, selesai meeting seperti biasa Aksa Shalat Ashar dahulu di mushola perusahaan lalu pulang ke rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Bungamatahari
masa cuma gara gara jatuh dalam pelukannya langsung ngadu, gila itu dosen
2024-04-11
1
Ai Hodijah
aku baru mampir lagi nih
2023-04-03
1
Indriyani Iin
seruuuuu nih kayanya ....
2021-12-09
0