BAB 19 BAYANGAN DALAM MIMPI.

Cintia menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi. Wajahnya masih basah oleh air yang baru saja ia gunakan untuk membasuh muka, tetapi dinginnya air itu tak mampu menghapus getaran dalam hatinya.

Mimpi itu begitu nyata—terlalu nyata. Ia bisa merasakan genggaman pisaunya, mendengar detak jantungnya yang berdegup cepat saat melangkah ke dalam kamar rumah sakit Araf. Ia bahkan masih bisa mencium bau antiseptik yang menyengat di udara.

Tapi itu hanya mimpi, bukan?

Cintia menghela napas panjang, lalu kembali ke kamarnya. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Jemarinya ragu-ragu sebelum akhirnya mengetik sebuah pesan.

“Araf, bisa ketemu?”

Ia menekan tombol kirim, lalu menunggu. Dadanya terasa sesak.

Tak butuh waktu lama sebelum ponselnya bergetar. Pesan balasan dari Araf muncul di layar.

“Di mana?”

Cintia menggigit bibirnya. Ia tidak yakin apa yang sedang ia lakukan. Tapi ia butuh jawaban.

“Taman kota. Setengah jam lagi.”

Araf tidak membalas, tapi Cintia tahu dia akan datang.

---

Cintia tiba lebih dulu di taman kota. Udara malam terasa dingin, membuatnya merapatkan jaketnya. Lampu taman yang redup menciptakan bayangan panjang di tanah, membuat suasana semakin terasa menekan.

Beberapa menit kemudian, Araf muncul di kejauhan. Ia mengenakan jaket abu-abu, tangannya dimasukkan ke dalam saku. Langkahnya tenang, tetapi sorot matanya tajam saat mendekat.

“Kamu kelihatan aneh,” ucap Araf begitu ia berdiri di hadapan Cintia. “Ada apa?”

Cintia menatapnya dalam diam, mencoba membaca ekspresi laki-laki itu.

“Aku mimpi tentang kamu,” akhirnya ia berkata.

Araf mengangkat alisnya. “Mimpi?”

“Ya. Tentang aku… mencoba membunuhmu.”

Ekspresi Araf berubah, tetapi bukan keterkejutan yang terlihat di wajahnya—melainkan sesuatu yang lebih tenang, seolah-olah ia sudah memperkirakan hal ini.

“Dan di akhir mimpi itu, aku tertangkap.” Cintia melanjutkan, menatap Araf dengan intens. “Apa artinya, Raf?”

Araf menghela napas, lalu duduk di bangku taman. “Menurut kamu sendiri?”

Cintia ikut duduk di sampingnya. Ia menatap langit, mencoba mengatur pikirannya yang berantakan.

“Aku tidak tahu… mungkin aku takut?” gumamnya pelan.

“Takut apa?”

Cintia menunduk, jemarinya menggenggam erat ujung jaketnya. “Takut kehilangan kendali.”

Araf mengamati Cintia dengan seksama. “Kamu masih nyimpan dendam itu, kan?”

Cintia terdiam. Ia tahu Araf tidak perlu menyebut nama untuk memahami maksudnya. Dendam yang telah lama ia genggam—yang membuatnya menjalani rencana ini sejak awal.

“Dendam itu yang bikin aku tetap bertahan,” ucapnya akhirnya. “Tapi sekarang…”

“Sekarang ada aku.”

Cintia menoleh, menatap Araf dengan mata melebar. Laki-laki itu menatapnya dengan lembut, tapi ada ketegasan di dalamnya.

“Aku nggak akan nanya alasanmu menyimpan dendam, Cin. Aku tahu itu terlalu dalam buat dibicarakan begitu saja,” lanjut Araf. “Tapi aku juga tahu… kamu nggak benar-benar ingin tenggelam dalam ini semua.”

Cintia menggigit bibirnya. “Apa kamu yakin?”

Araf mengangguk pelan. “Kalau kamu benar-benar seperti di dalam mimpimu, aku nggak akan duduk di sini sekarang.”

Cintia tertawa kecil, getir. “Jadi, kamu bilang aku masih punya harapan?”

“Bukan harapan,” koreksi Araf. “Pilihan.”

Kata itu menggema di kepala Cintia. Pilihan.

Mungkin selama ini ia terlalu sibuk dengan rencananya sendiri, terlalu fokus pada balas dendam, hingga lupa bahwa ia masih bisa memilih jalan lain.

Dan mungkin, hanya mungkin, Araf adalah bagian dari jalan itu.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk.

“Baiklah,” ucapnya. “Aku ingin mencoba.”

Araf tersenyum kecil, lalu berdiri. Ia mengulurkan tangannya ke arah Cintia.

“Mulai dari sekarang, kita jalani ini sama-sama.”

Cintia menatap tangan itu sejenak, lalu meraihnya. Untuk pertama kalinya, beban di dadanya terasa sedikit lebih ringan.

Dan untuk pertama kalinya pula, ia merasa mungkin ia bisa lepas dari bayangan kelam yang selama ini menghantuinya.

Walaupun begitu, Cintia tetap dengan pendiriannya, balas dendam yang ia susun. Belum saatnya berhenti disini, dengan membalaskan perlakuan mereka ke Cintia. Karena trauma susah untuk diobati. Apalagi yang membuat luka sampai menjadi trauma, orang sekitar.

Dalam hati kecil yang terdalam, Cintia berucap"Maaf Raf."

Terpopuler

Comments

⧗⃟ᷢʷ ☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩

⧗⃟ᷢʷ ☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩

Cintia berusaha iklas it lebih baik, kl km bales sama aja km sprti dya.
ambil hikmah dari kejadian dlu. it yg membuat km bertahan smpe skg

2025-03-02

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 AWAL MULA.
2 BAB 2 BULLYING SOSIAL.
3 BAB 3 WAJAH TERSEBUNYI.
4 BAB 4 HUBUNGAN YANG MULAI TERJALIN.
5 BAB 5 AWAL KEPERCAYAANNYA.
6 BAB 6 MASA LALU YANG KEMBALI.
7 BAB 7 LUKA YANG BELUM SEMBUH.
8 BAB 8 LUKA YANG BELUM SEMBUH 2
9 BAB 9 RAHASIA ARAF.
10 BAB 10 PERTEMUAN DENGAN AYAH
11 BAB 11 HUBUNGAN YANG MULAI TERJALIN.
12 BAB 12 PENGHIANATAN ATAU KESALAHPAHAMAN?
13 BAB 13 RENCANA YANG MULAI DISUSUN
14 BAB 14 ARAF KEMBALI, TAPI DENGAN JARAK.
15 BAB 15 LANGKAH PERTAMA BALAS DENDAM
16 BAB 16 PERTEMUAN DENGAN LUNA.
17 BAB 17 ARAF MENEMUKAN PETUNJUK.
18 BAB 18 ALAM BAWAH SADAR.
19 BAB 19 BAYANGAN DALAM MIMPI.
20 BAB 20 BAYANGAN DI BALIK SENYUM.
21 BAB 21 MUSUH DI BALIK BAYANGAN
22 BAB 22 MUSUH DI BALIK BAYANGAN 2
23 BAB 23 JERAT YANG SEMAKIN DALAM.
24 BAB 24 PILIHAN YANG BERBAHAYA.
25 BAB 25 TARGET BARU
26 BAB 26 BABAK AWAL-RADITYA
27 BAB 27 PERMAINAN BARU.
28 BAB 28 TELAK!
29 BAB 29 KEPEDULIAN ARAF.
30 BAB 30 KETULUSAN HATI
31 BAB 31 HATI YANG MELULUHKAN
32 BAB 32 SESUATU YANG LEBIH KUAT DARI DENDAM ~CINTA~
33 BAB 33 BENCI YANG MULAI MEMUDAR.
34 BAB 34 PENGAKUAN ARAF
35 BAB 35 KEMBALINYA LUNA.
36 BAB 36 TOPENG YANG TAK RETAK.
37 BAB 37 PERMAINAN AWAL.
38 BAB 38 MENIKMATI PERMAINAN.
39 BAB 39 DI BALIK SENYUM MANIS.
40 BAB 40 SEMAKIN DEKAT DENGAN KEHANCURAN
41 BAB 41 PERMAINAN YANG BERUJUNG PERANG.
42 BAB 42 MENDEKATI API.
43 BAB 43 CINTIA DAN PERMAINAN CATUR YANG IA CIPTAKAN.
44 BAB 44 CATUR PERMAINAN.
45 BAB 45 PERMAINAN YANG BERLANJUT.
46 BAB 46 CINTA YANG TAK BISA DIHINDARI
47 BAB 47 DUA HATI YANG TERJEBAK.
48 BAB 48 SEKUTU DALAM KEGELAPAN.
49 BAB 49 MEMPERERAT JERAT.
50 BAB 50 MENUTUP RUANG GERAK LUNA!
51 BAB 51 AWAL KEHANCURAN LUNA.
52 BAB 52 KEHANCURAN LUNA.
53 BAB 53 KEHANCURAN LUNA BAGIAN 3
54 BAB 54 KEMENANGAN CINTIA!
55 BAB 55 AWAL KEHIDUPAN BARU CINTIA
Episodes

Updated 55 Episodes

1
BAB 1 AWAL MULA.
2
BAB 2 BULLYING SOSIAL.
3
BAB 3 WAJAH TERSEBUNYI.
4
BAB 4 HUBUNGAN YANG MULAI TERJALIN.
5
BAB 5 AWAL KEPERCAYAANNYA.
6
BAB 6 MASA LALU YANG KEMBALI.
7
BAB 7 LUKA YANG BELUM SEMBUH.
8
BAB 8 LUKA YANG BELUM SEMBUH 2
9
BAB 9 RAHASIA ARAF.
10
BAB 10 PERTEMUAN DENGAN AYAH
11
BAB 11 HUBUNGAN YANG MULAI TERJALIN.
12
BAB 12 PENGHIANATAN ATAU KESALAHPAHAMAN?
13
BAB 13 RENCANA YANG MULAI DISUSUN
14
BAB 14 ARAF KEMBALI, TAPI DENGAN JARAK.
15
BAB 15 LANGKAH PERTAMA BALAS DENDAM
16
BAB 16 PERTEMUAN DENGAN LUNA.
17
BAB 17 ARAF MENEMUKAN PETUNJUK.
18
BAB 18 ALAM BAWAH SADAR.
19
BAB 19 BAYANGAN DALAM MIMPI.
20
BAB 20 BAYANGAN DI BALIK SENYUM.
21
BAB 21 MUSUH DI BALIK BAYANGAN
22
BAB 22 MUSUH DI BALIK BAYANGAN 2
23
BAB 23 JERAT YANG SEMAKIN DALAM.
24
BAB 24 PILIHAN YANG BERBAHAYA.
25
BAB 25 TARGET BARU
26
BAB 26 BABAK AWAL-RADITYA
27
BAB 27 PERMAINAN BARU.
28
BAB 28 TELAK!
29
BAB 29 KEPEDULIAN ARAF.
30
BAB 30 KETULUSAN HATI
31
BAB 31 HATI YANG MELULUHKAN
32
BAB 32 SESUATU YANG LEBIH KUAT DARI DENDAM ~CINTA~
33
BAB 33 BENCI YANG MULAI MEMUDAR.
34
BAB 34 PENGAKUAN ARAF
35
BAB 35 KEMBALINYA LUNA.
36
BAB 36 TOPENG YANG TAK RETAK.
37
BAB 37 PERMAINAN AWAL.
38
BAB 38 MENIKMATI PERMAINAN.
39
BAB 39 DI BALIK SENYUM MANIS.
40
BAB 40 SEMAKIN DEKAT DENGAN KEHANCURAN
41
BAB 41 PERMAINAN YANG BERUJUNG PERANG.
42
BAB 42 MENDEKATI API.
43
BAB 43 CINTIA DAN PERMAINAN CATUR YANG IA CIPTAKAN.
44
BAB 44 CATUR PERMAINAN.
45
BAB 45 PERMAINAN YANG BERLANJUT.
46
BAB 46 CINTA YANG TAK BISA DIHINDARI
47
BAB 47 DUA HATI YANG TERJEBAK.
48
BAB 48 SEKUTU DALAM KEGELAPAN.
49
BAB 49 MEMPERERAT JERAT.
50
BAB 50 MENUTUP RUANG GERAK LUNA!
51
BAB 51 AWAL KEHANCURAN LUNA.
52
BAB 52 KEHANCURAN LUNA.
53
BAB 53 KEHANCURAN LUNA BAGIAN 3
54
BAB 54 KEMENANGAN CINTIA!
55
BAB 55 AWAL KEHIDUPAN BARU CINTIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!