Merampok Istana Kerajaaan

Yu Yuning masuk ke ruang angkasa. Pohon roh yang bernama Xixi langsung menyapanya dengan suara lembut di dalam pikirannya.

[Selamat datang kembali, Nona. Apa yang kau rencanakan hari ini?]

tanya Xixi dengan nada riang.

“Aku sedang ada misi, Xixi,” jawab Yuning sambil tersenyum. Ia mendekati pohon roh itu dan menyentuh salah satu dahannya. “Hari ini kita akan memberi pelajaran pada mereka yang serakah dan tamak. Kau pasti tahu siapa yang kumaksud.”

Xixi bergoyang pelan, daunnya berkilauan seperti kristal.

[Ah, raja tamak dan para pengikutnya, ya? Semoga misimu sukses, Nona. Kau sudah menyiapkan semuanya?]

Yu Yuning mengangguk. Ia berjalan ke ruangan pakaian di dalam ruang angkasa dan mulai memilih pakaian yang sudah disiapkan. Pakaian tradisional yang dikenakannya tadi terlalu merepotkan untuk misi kali ini. Ia mengganti pakaiannya dengan baju serba hitam yang pas di tubuh, ringan, dan memudahkan gerakannya. Sepatu hitam tanpa suara ia kenakan, dan ia juga menyelipkan pisau kecil di sabuknya sebagai jaga-jaga.

“Bagaimana menurutmu, Xixi? Aku sudah siap?” tanyanya sambil bercermin.

[Kau terlihat seperti bayangan malam, tak ada yang akan menyadari kehadiranmu. Berhati-hatilah, Nona]

Yu Yuning tersenyum percaya diri. Ia berdiri tegak di tengah ruangan, memejamkan mata, dan mengingat lokasi tujuan. “Istana pembendaharaan,” bisiknya pelan.

Sekejap, tubuhnya menghilang dari ruang angkasa dan muncul di dalam gudang penyimpanan pembendaharaan kerajaan. Ruangan besar itu dipenuhi dengan emas, perak, kain-kain mahal, serta barang-barang berharga lainnya. Yu Yuning mengedarkan pandangan, kagum dengan betapa banyaknya harta yang terkumpul.

“Luar biasa,” gumamnya. “Semua ini pasti hasil dari menindas rakyat. Aku tak akan membiarkan ini dibiarkan di tangan mereka. Enak saja raja baru ini, barubjuga naik tahta sudah membuat rakyat kecil sengsara.”

Dengan menjentikkan jarinya, seluruh emas, perak, kain mahal, dan barang berharga lainnya lenyap, tersimpan di ruang angkasanya. Ia melihat ubin-ubin di lantai yang besar dan berkilauan. “Ubin ini pasti mahal kalau dijual,” katanya sambil tertawa kecil.

Ia mengangkat tangannya, menggunakan kekuatan untuk mengangkat ubin itu satu per satu. Suara getaran halus terdengar ketika ubin-ubin itu terangkat dari lantai.

Di luar gudang, salah satu penjaga mendengar suara samar-samar. “Kau dengar itu?” tanyanya pada rekannya.

“Dengar apa? Kau pasti berhalusinasi karena terlalu lelah,” jawab rekannya santai, bahkan memejamkan matanya.

Namun, penjaga itu tetap waspada. Ia memandangi gudang pembendaharaan yang tampak tenang, kuncinya masih terpasang di pintu, dan para prajurit patroli juga tampak biasa saja. Bahkan, pelayan-pelayan kerajaan masih berlalu-lalang membawa barang-barang.

“Siapa juga yang berani merampok gudang ini? Apalagi di siang bolong dengan banyak penjagaan,” gumamnya sambil menggeleng. Akhirnya ia kembali bersantai di tempatnya berdiri.

Sementara itu, di dalam gudang, Yu Yuning selesai mengosongkan lantai dari ubin-ubin mahal. Ia melihat ke pilar-pilar besar yang tampak kokoh dan indah. “Pilar ini juga bagus, tapi kalau aku ambil sekarang, pasti menimbulkan kegaduhan. Baiklah, yang lain saja dulu,” katanya sambil melangkah keluar dari gudang itu menuju gudang senjata.

Gudang senjata penuh dengan pedang, tombak, busur, dan senjata lainnya. “Semua ini akan berguna untuk masa depan,” ujarnya sambil menggerakkan tangannya. Dalam sekejap, semua senjata itu hilang masuk ke ruang angkasanya.

Setelah itu, ia pergi ke tempat penyimpanan bahan makanan. Gudang besar itu dipenuhi dengan biji-bijian, umbi-umbian, dan berbagai bahan pangan lainnya. Yuning tersenyum puas. “Rakyat di luar sana kelaparan, sementara semua ini disimpan hanya untuk kepentingan mereka sendiri.”

Ia menghilangkan seluruh bahan makanan itu, meninggalkan gudang kosong melompong.

Di gudang berikutnya, gudang obat-obatan, ia menemukan ginseng, tanduk rusa, rempah-rempah mahal, dan obat-obatan langka lainnya. Yuning menatap semua itu dengan pandangan tajam. “Obat-obatan ini seharusnya digunakan untuk membantu yang membutuhkan, bukan disimpan untuk mereka yang serakah.”

Semua barang di gudang itu kembali ia simpan ke dalam ruang angkasanya.

Setelah selesai dengan gudang-gudang itu, Yu Yuning mengarahkan teleportasinya ke kamar sang raja. Sebelum masuk, ia memastikan tidak ada orang di sekitar. Setelah yakin aman, ia melangkah masuk ke dalam kamar mewah itu.

Pandangan matanya menyapu seluruh ruangan. Tempat tidur besar dengan tirai sutra, meja dan kursi dari kayu mahal, lukisan-lukisan berharga di dinding, serta berbagai perabotan mewah lainnya. “Semua ini tak pantas berada di tangan raja tamak seperti dia,” katanya dengan dingin.

Dengan satu hentikan jarinya, seluruh barang di kamar itu lenyap. Ia tersenyum puas.

Yuning melanjutkan ke tempat penyimpanan harta sang raja. Ruangan itu penuh dengan emas, perak, kain mahal, uang kertas, vas antik, dan barang berharga lainnya. Ia tak membuang waktu untuk mengosongkan ruangan itu.

Setelah selesai, ia menuju kamar ratu dan melakukan hal yang sama. Ia memastikan kamar itu kosong sebelum menghilangkan seluruh barang di dalamnya. Kemudian, ia masuk ke gudang penyimpanan harta ratu, yang berisi perhiasan, uang, emas, perak, mutiara dan barang berharga lainnya. “Mereka hidup dalam kemewahan sementara rakyat menderita. Sekarang biarkan kalian menderita.” katanya sambil menghilangkan semua harta itu.

Malam itu, istana mulai gelap. Para penjaga berpatroli dengan obor di tangan mereka, berusaha mengusir kantuk yang menyerang. Namun, mereka tak sadar bahwa malam itu adalah malam yang akan dikenang sebagai bencana besar. Di atas langit yang diterangi bulan purnama, Yu Yuning berdiri dengan senyum licik di sudut istana yang gelap. Ia memandangi istana yang megah, penuh dengan harta dan kemewahan.

"Harta, perhiasan, makanan, obat-obatan, semuanya akan menjadi milikku. Tidak akan ada yang tersisa. Istana ini akan kutinggalkan dengan hanya tembok kosong," pikir Yuning, sambil tertawa kecil.

Dia mulai dengan halaman istana. Kolam ikan di depannya tampak memantulkan cahaya bulan. Ikan-ikan gemuk berenang dengan santai, tidak sadar bahwa keberadaan mereka akan segera berakhir. Yuning mengangkat tangannya dan menjentikkan jari. Dalam sekejap, air kolam menghilang, dan ikan-ikan itu melayang di udara sebelum menghilang ke dalam ruang angkasa miliknya.

"Ikan-ikan ini akan menjadi tambahan bagus di kolam ruang angkasaku," katanya sambil tersenyum puas.

Lalu, pandangannya tertuju pada pohon-pohon indah yang menghiasi taman istana. Dengan gerakan tangannya, ia mencabut pohon-pohon itu sampai ke akar-akarnya, memindahkannya ke ruang angkasanya.

Sementara itu, salah satu penjaga yang sedang berpatroli di aula utama melihat sebuah kilatan cahaya dari arah dalam aula. Ia menggosok matanya, merasa ragu dengan apa yang dilihatnya.

"Apa itu tadi? Cahaya? Ah, mungkin aku hanya terlalu lelah," gumamnya sambil menggelengkan kepala.

Namun, ketika ia melangkah lebih dekat, lantai di bawah kakinya tiba-tiba menghilang. Ia terjatuh ke tanah dan langsung pingsan karena syok.

Di tempat lain, Yuning telah memasuki ruang belajar kaisar. Rak-rak buku yang penuh dengan kitab-kitab kuno dan dokumen penting hilang begitu saja saat ia melambaikan tangannya. Tak hanya itu, aula tempat makan keluarga kerajaan, paviliun untuk menjahit, dan ruang penyimpanan kain-kain mahal semuanya kosong dalam hitungan menit. Bahkan singgasana raja yang megah pun tak luput dari aksi Yuning.

"Singgasana ini akan menjadi hiasan yang sempurna di ruanganku," ucap Yuning dengan nada penuh kepuasan.

Di sudut lain istana, seorang kasim tua berjalan membawa lentera untuk menerangi jalannya. Namun, lentera di tangannya tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Ia terdiam sejenak, melihat tangannya yang kosong, sebelum akhirnya pingsan di tempat.

Tidak hanya itu, para pelayan yang sedang tertidur lelap di kamar mereka tiba-tiba terbangun dengan tubuh mereka jatuh ke lantai. Tempat tidur, bantal, dan selimut mereka semuanya menghilang.

"Hantu! Hantuuu!!" teriak mereka dengan panik.

Suara teriakan mereka menggema ke seluruh istana, membangunkan semua orang, termasuk raja dan ratu. Raja yang berada di dalam sel penjara juga mendengar keributan itu. Ia segera keluar dari selnya setelah melihat penjaga di depannya pingsan.

Ketika tiba di halaman istana, ia terpaku melihat taman, kolam, dan semua dekorasi megah telah hilang.

"Apa yang terjadi di sini? Kenapa semuanya hilang?!" bentaknya dengan wajah merah padam.

Salah satu penjaga yang baru sadar dari pingsannya menjawab dengan terbata-bata.

"Hamba... hamba tidak tahu, Yang Mulia. Tiba-tiba semuanya menghilang. Kami tidak bisa berbuat apa-apa."

Raja semakin marah dan langsung kembali ke sel tempat Shen Wei berada. Namun, ia terkejut melihat bahwa semua alat penyiksaan di dalam sel juga menghilang. Ia berteriak marah, memerintahkan seluruh pasukan untuk mencari pencuri itu.

"Tangkap pencuri itu, meskipun sampai ke ujung dunia sekalipun, bawa dia ke hadapanku." ucapnya berteriak kepada bawahannya.

Setelah seluruh istana ia kosongkan, Yu Yuning kembali ke ruang angkasanya dengan hati puas sambil meneguk air spiritualnya. Xixi menyambutnya.

[Bagaimana, Nona? Sudah selesai?]

“Selesai diseluruh istana.” jawab Yuning sambil tersenyum. “Semua harta itu sekarang berada di tempat yang tepat, ruang angkasaku.” ucapnya bangga.

[Kau hebat, Nona.]

"Eh ini belum selesai, aku akan merampok ke kediaman Mentri korup dulu. Dah Xixi." ucap Yu Yuning seketika hilang dari luar angkasanya.

Terpopuler

Comments

Wiwin Ma Vinha

Wiwin Ma Vinha

wehhh...top bener yu yuning

2025-01-24

1

Iptirokhah Formosa

Iptirokhah Formosa

ini rampok sejati/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-02-04

1

Jjlynn Tudin

Jjlynn Tudin

hahaha ini merompak cara aku setuju betul ikan pun ambil bunga,pokok buah2 pun cabut 🤣🤣🤣🤣🤣 bagus2.

2025-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Dunia Tanpa Keadilan
2 Terbangun Di Dunia Berbeda
3 Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4 Ruang Angkasa Istimewa
5 Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6 Tekad Menjalankan Misi
7 Merampok Istana Kerajaaan
8 Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9 Gudang Kediaman Shen
10 Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11 Penyerangan Para Tawon
12 Jangan Pernah Menggangguku
13 Loyalitas Pengawal Shen
14 Awal Malapetaka Ini..
15 Keputusan Raja
16 Kedatangan Shen Wei
17 Membalas Tindakan
18 Karma Bekerja Lebih Cepat
19 Nyonya Muda Kejam
20 Percayalah Padaku
21 Jantung Berdebar Lebih Kencang
22 Efeknya Sangat Bagus
23 Istriku Luar Biasa
24 Kehancuran dan Kemalangan Yu
25 Itu Baru Suamiku
26 Lelucon Yang Sangat Menghibur
27 Ada Sesuatu Di Mangkuk
28 Melihat Pertunjukan Gratis
29 Kue Bulan Untuk Shen Wei
30 Ajari Sopan Santun
31 Arti Bermartabat
32 Peri dari Langit
33 Tidak Ada Yang Gratis
34 Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35 Jangan Melampiaskan Kepadaku
36 Memulai Menuju Pengasingan
37 Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38 Cerita Rakyat Jelata
39 Perintah Raja Za Lim
40 Ada Banyak Jalan
41 Kekacauan Ibu Kota
42 Kepanikan Merajalela
43 Ancaman Datang Untuk Raja
44 Kalian Tak Berguna
45 Dukungan Rakyat
46 Hanya Kamu Istriku
47 Jangan Marah
48 Penuh Kata Makian
49 Siapa Yang Menang?
50 Hadiah Dari Penduduk Desa
51 Merebut Barang Penduduk
52 Roti Sayuran Liar
53 Kau Bisa Semanja Ini
54 Di Intimidasi
55 Bukti Memberinya Racun
56 Mereka Bersekongkol
57 Waktunya Makan
58 Ternyata Jantan Juga
59 Xu Kai Marah
60 Kedatangan Ular Piton Besar
61 Pengawal Raja Za Lim
62 oh!!!
63 Kekuatan Tumbuhan
64 Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65 Ini Emas Woy
66 Di Hadang Perampok
67 Menuju Tambang Emas
68 Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69 Sempurna
70 Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71 Tiba-Tiba Memelukku
72 Butuh Banyak Kesabaran
73 Bernostalgia
74 Keadaan sekitar Pertempuran
75 Mengobati Yang Pantas Di Obati
76 Dia Masih Hidup
77 Tolong Selamatkan Dia
78 Berdebat Romantis
79 Istriku Memang Cerdik
80 Kerja Keras
81 Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82 Akhir Hidup Hakim Li Chao
83 Sesuatu Yang Hangat
84 Tanda Hujan Turun
85 Istri Jendral Yang Luar Biasa
86 Pemisahan Keluarga
87 Musibah Di Hujan Deras
88 Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89 Giok Surga Dari Penduduk Desa
90 Semua Orang Selamat
91 Matahari Terbit Dari Barat
92 Membunuh Yang Melukaiku
93 Akhiri Mereka
94 Penginapan Mewah
95 Pemilik Toko Perhiasan
96 Toko Ini Milikku
97 Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98 Akhirnya Tenang
99 Anak Itu Selamat
100 Cara Memberontak Bersama
101 Menonton Pertunjukan Live
102 Suplemen Vitamin Yu Yuning
103 Kau Sangat Tampan
104 Kecurigaan Letnan Xia Lan
105 Snack Imut dan Menggemaskan
106 Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107 Harimau Mereka Meminta Bantuan
108 Bangunan Tua Di Pegunungan
109 Harta Karun Terlupakan
110 Sikap Acuh Yu Yuning
111 Kau Tak Menyukainya
112 Tipikal Teratai Putih
113 Senyuman Maut Yu Yuning
114 Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115 Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116 Membersihkan Orang-Orang Istana
117 Berita Heboh Mengguncang
118 Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119 Rencana Kerajaan Baru
120 Membangun Pondasi Kerajaan
121 Surat Untuk Pangeran Za Guan
122 Kerajaan Shenmu
123 Kepulangan Letnan Xia
124 Kedatangan Raja dan Bangsawan
125 Senja di Kerajaan Shenmu
126 Hallo Ada Apa Ya
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dunia Tanpa Keadilan
2
Terbangun Di Dunia Berbeda
3
Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4
Ruang Angkasa Istimewa
5
Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6
Tekad Menjalankan Misi
7
Merampok Istana Kerajaaan
8
Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9
Gudang Kediaman Shen
10
Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11
Penyerangan Para Tawon
12
Jangan Pernah Menggangguku
13
Loyalitas Pengawal Shen
14
Awal Malapetaka Ini..
15
Keputusan Raja
16
Kedatangan Shen Wei
17
Membalas Tindakan
18
Karma Bekerja Lebih Cepat
19
Nyonya Muda Kejam
20
Percayalah Padaku
21
Jantung Berdebar Lebih Kencang
22
Efeknya Sangat Bagus
23
Istriku Luar Biasa
24
Kehancuran dan Kemalangan Yu
25
Itu Baru Suamiku
26
Lelucon Yang Sangat Menghibur
27
Ada Sesuatu Di Mangkuk
28
Melihat Pertunjukan Gratis
29
Kue Bulan Untuk Shen Wei
30
Ajari Sopan Santun
31
Arti Bermartabat
32
Peri dari Langit
33
Tidak Ada Yang Gratis
34
Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35
Jangan Melampiaskan Kepadaku
36
Memulai Menuju Pengasingan
37
Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38
Cerita Rakyat Jelata
39
Perintah Raja Za Lim
40
Ada Banyak Jalan
41
Kekacauan Ibu Kota
42
Kepanikan Merajalela
43
Ancaman Datang Untuk Raja
44
Kalian Tak Berguna
45
Dukungan Rakyat
46
Hanya Kamu Istriku
47
Jangan Marah
48
Penuh Kata Makian
49
Siapa Yang Menang?
50
Hadiah Dari Penduduk Desa
51
Merebut Barang Penduduk
52
Roti Sayuran Liar
53
Kau Bisa Semanja Ini
54
Di Intimidasi
55
Bukti Memberinya Racun
56
Mereka Bersekongkol
57
Waktunya Makan
58
Ternyata Jantan Juga
59
Xu Kai Marah
60
Kedatangan Ular Piton Besar
61
Pengawal Raja Za Lim
62
oh!!!
63
Kekuatan Tumbuhan
64
Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65
Ini Emas Woy
66
Di Hadang Perampok
67
Menuju Tambang Emas
68
Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69
Sempurna
70
Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71
Tiba-Tiba Memelukku
72
Butuh Banyak Kesabaran
73
Bernostalgia
74
Keadaan sekitar Pertempuran
75
Mengobati Yang Pantas Di Obati
76
Dia Masih Hidup
77
Tolong Selamatkan Dia
78
Berdebat Romantis
79
Istriku Memang Cerdik
80
Kerja Keras
81
Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82
Akhir Hidup Hakim Li Chao
83
Sesuatu Yang Hangat
84
Tanda Hujan Turun
85
Istri Jendral Yang Luar Biasa
86
Pemisahan Keluarga
87
Musibah Di Hujan Deras
88
Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89
Giok Surga Dari Penduduk Desa
90
Semua Orang Selamat
91
Matahari Terbit Dari Barat
92
Membunuh Yang Melukaiku
93
Akhiri Mereka
94
Penginapan Mewah
95
Pemilik Toko Perhiasan
96
Toko Ini Milikku
97
Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98
Akhirnya Tenang
99
Anak Itu Selamat
100
Cara Memberontak Bersama
101
Menonton Pertunjukan Live
102
Suplemen Vitamin Yu Yuning
103
Kau Sangat Tampan
104
Kecurigaan Letnan Xia Lan
105
Snack Imut dan Menggemaskan
106
Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107
Harimau Mereka Meminta Bantuan
108
Bangunan Tua Di Pegunungan
109
Harta Karun Terlupakan
110
Sikap Acuh Yu Yuning
111
Kau Tak Menyukainya
112
Tipikal Teratai Putih
113
Senyuman Maut Yu Yuning
114
Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115
Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116
Membersihkan Orang-Orang Istana
117
Berita Heboh Mengguncang
118
Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119
Rencana Kerajaan Baru
120
Membangun Pondasi Kerajaan
121
Surat Untuk Pangeran Za Guan
122
Kerajaan Shenmu
123
Kepulangan Letnan Xia
124
Kedatangan Raja dan Bangsawan
125
Senja di Kerajaan Shenmu
126
Hallo Ada Apa Ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!