Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno

"Xixi... Xixi... Xixi..." panggilnya pelan dengan suara penuh harap, sambil berlutut di depan pohon itu.

Namun, pohon itu tetap diam. Tidak ada gerakan atau tanda kehidupan selain daun-daun kecil yang bergetar oleh angin lembut. Yu Yuning menghela napas, berdiri, dan berjalan menuju sumur air spiritual yang terletak tak jauh dari sana.

Ketika melihat ke dalam sumur, ia terkejut. Air spiritual yang dulu melimpah hingga kedalaman tak terhingga, kini hanya tinggal sedalam 1 meter.

"Ah, tapi ini sudah cukup," gumamnya sambil mengambil ember kecil yang tergantung di dekat sumur. Dengan hati-hati, ia mencelupkan ember ke dalam air dan mengangkatnya ke atas.

Yu Yuning berjalan kembali ke pohon roh, menuangkan air spiritual itu perlahan ke akar-akarnya. Air yang jernih mengalir lembut, membasahi tanah di sekitar pohon roh yang kecil dan layu.

"Xixi, bangunlah..." katanya sambil terisak. "Kenapa kau mengecil? Aku punya banyak cerita yang ingin kuceritakan padamu. Bangunlah... Aku sangat merindukanmu."

Ia duduk bersimpuh di depan pohon itu, air matanya jatuh satu per satu. "Andai saja kekuatan tumbuhanku kembali, aku pasti bisa memaksimalkan pertumbuhanmu..."

Tiba-tiba, batang tipis dari pohon roh bergerak!

Sebuah cabang kecil menjalar dan menusuk jari Yu Yuning. Ia tersentak kaget, menghentikan tangisnya, dan membuka matanya lebar-lebar.

"Eh? Apa ini?" katanya sambil melihat darah segar yang mengalir dari jarinya. Tangkai pohon roh menyerap darah itu dengan cepat, seperti makhluk hidup yang kehausan.

Dalam hitungan detik, pohon roh itu mulai berubah. Batangnya perlahan-lahan membesar hingga mencapai ketinggian 1 meter. Daun-daunnya tumbuh subur, dan aura kehidupan kembali terasa di sekitarnya.

Suara lembut, namun akrab, terdengar di kepalanya.

[Selamat datang, Tuanku, Yu Yuning. Selamat atas kelahiran kembali dirimu di kehidupan ini. Maafkan aku karena tidak bisa memberimu kehidupan kedua di zaman modern. Aku hanya bisa membawamu ke zaman ini]

Mata Yu Yuning membelalak. "Xixi? Itu kamu?!" serunya dengan suara gemetar.

[Ya, ini aku, Tuan. Maafkan aku karena mengecewakanmu. Aku sudah menghabiskan semua kekuatanku untuk membantumu meledakkan diri dan memastikan reinkarnasimu berjalan lancar.]

Yu Yuning terdiam sejenak. Air mata yang tadi berlinang kini berganti menjadi senyum penuh haru. "Terima kasih, Xixi. Aku tidak menyangka bahwa semua ini adalah usahamu. Tanpamu, aku mungkin sudah benar-benar menghilang."

[Sama-sama, Tuan. Aku hanya menjalankan tugasku. Ngomong-ngomong, apakah Tuan sudah mulai bisa beradaptasi dengan zaman ini?]

Yu Yuning mengangguk pelan. "Sepertinya bisa, tapi... ya, kita lihat saja nanti."

[Baiklah. Lalu, apakah Tuan sudah melihat semua isi ruang angkasa?]

"Sudah. Dan aku sangat terkejut. Semua ini luar biasa, Xixi. Oh, tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan," katanya dengan penuh semangat. "Apakah kekuatan-kekuatanku dari kehidupan pertama ikut terbawa?"

[Cobalah, Tuan]

Yu Yuning mengangkat tangannya, memusatkan konsentrasi, dan mencoba mengaktifkan kekuatan esnya. Sebuah jarum kecil terbentuk di ujung jarinya, tetapi langsung mencair dalam sekejap.

"Ah... hanya ini?" keluhnya sambil tertawa kecil. "Sepertinya aku kembali ke level 1."

Ia mencoba kekuatan tumbuhannya. Sebatang pohon mati di dekatnya perlahan hidup kembali, cabang-cabangnya tumbuh hijau, dan daun-daunnya segar. Meskipun kemampuannya jauh dari level 10 di kehidupan sebelumnya, ia merasa puas.

"Ini sudah cukup," katanya dengan senyum lebar.

[Bagus, Tuan. Semua kekuatanmu memang masih ada, tetapi karena tubuhmu baru, levelnya kembali ke dasar. Namun, aku yakin Tuan akan melatihnya lagi hingga mencapai puncaknya. Tapi ini juga pasti sulit, karna zaman ini tak ada kultivasi ataupun sihir, hanya mengandalkan bela diri saja.]

Yu Yuning mengangguk penuh semangat, lalu kembali menatap pohon roh, "iya aku mengerti, xixi. Ngomong-ngomong, kenapa kamu mengecil, Xixi?"

[Seperti yang kukatakan, Tuan, aku menggunakan semua kekuatanku untuk membantumu. Itulah sebabnya aku menjadi seperti ini.]

"Apakah kamu masih bisa berbicara dengan tumbuhan atau hewan lain?"

[Sepertinya masih bisa, tapi dalam skala kecil. Aku perlu waktu untuk memulihkan diriku.]

Yu Yuning tersenyum tipis. "Apakah kamu akan tumbuh besar lagi? Mungkin seperti dulu, menjadi anak kecil yang selalu berlari-lari di sekitarku?"

[Aku tidak tahu, Tuan. Zaman ini sangat berbeda, dan aku tidak yakin apakah aku bisa kembali seperti semula.]

Yu Yuning menghela napas, lalu bangkit berdiri. "Baiklah, kalau begitu aku akan keluar dulu. Kita bicara lain kali, ya. Masih banyak yang harus kulakukan hari ini. Dah, Xixi!"

[Baik, Tuan. Sampai jumpa nanti.]

Yu Yuning kekuar dari ruang angkasanya, tiba-tiba ia sudah berada di kamar pengantin nya. Ia memandangi sekeliling ruangan itu sambil mendesah panjang.

"Nyonya, ada apa? Perintah apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?" tanya salah satu pelayan dengan nada lembut.

Yu Yuning menatap mereka sambil tersenyum kecil. "Siapkan air hangat. Aku ingin mandi sekarang."

Pelayan itu segera memberi isyarat kepada temannya dan menjawab, "Baik, Nyonya. Kami akan segera menyiapkannya."

Para pelayan pun mulai bekerja. Salah satu dari mereka mengambil ember dan pergi untuk memanaskan air, sementara yang lain mempersiapkan bak mandi dengan handuk bersih dan alat-alat mandi.

Beberapa saat kemudian, mereka kembali dengan air panas dan menuangkannya ke dalam bak mandi yang diletakkan di sudut ruangan. Kedua pelayan menatap Yu Yuning dengan sopan.

"Nyonya, airnya sudah siap. Kami akan membantu Anda mandi," ucap salah satu pelayan sambil membungkuk.

Yu Yuning mengernyit. "Membantuku mandi? Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri."

Pelayan itu tampak ragu. "Tapi, nyonya... Jika Tuan mengetahui bahwa kami tidak membantu Anda, kami takut akan dimarahi."

Yu Yuning menatap mereka dengan tajam namun tetap ramah. "Aku bilang tidak perlu. Kalau Jenderal marah, biar aku yang bertanggung jawab."

Pelayan itu tampak ragu, tetapi akhirnya mengangguk. "Baik, Nyonya. Kami akan menunggu di luar. Jika Anda membutuhkan sesuatu, cukup panggil kami."

Yu Yuning tersenyum tipis dan mengangguk. "Terima kasih. Sekarang keluarlah dan siapkan pakaian untukku."

"Baik, Nyonya." Kedua pelayan itu keluar dengan langkah ringan, menutup pintu dengan lembut.

Yu Yuning kemudian membuka ruang angkasanya. Dari sana, ia mengambil sekantong kecil aromaterapi bunga Lily yang harum, sesuatu yang mustahil ditemukan di zaman kuno ini. Ia menuangkan sedikit bubuk aromaterapi ke dalam air, membuat ruangan segera dipenuhi aroma bunga yang menenangkan.

Ia menghela napas panjang, lalu bergumam pada dirinya sendiri, "Zaman ini memang merepotkan. Tapi tidak apa-apa, mari kita lihat sejauh mana aku bisa beradaptasi. Meskipun hanya sehari."

Suara pelayan terdengar dari luar pintu. "Nyonya, pakaian sudah kami siapkan. Apa kami boleh masuk?"

Yu Yuning tersenyum kecil, lalu menjawab, "Tunggu sebentar, aku akan memanggil kalian kalau sudah selesai."

Tak berselang lama, Yu Yuning keluar dari bak mandi, tubuhnya masih dibalut oleh uap air hangat. Ia meraih pakaian putih tipis yang telah disiapkan oleh pelayan sebelumnya, lalu memakainya dengan cepat di tubuhnya. Kain itu terasa kasar di kulitnya dibandingkan handuk berbulu lembut di kehidupan sebelumnya, tetapi ia tidak mengeluh. Setelah membalut tubuhnya, ia berjalan keluar.

Di luar, dua pelayan sudah menunggunya dengan penuh hormat, sambil membawa pakaian tradisional yang disiapkan khusus untuk seorang nyonya bangsawan. Kedua pelayan itu membungkuk sambil berkata, "Nyonya, kami akan membantu Anda berpakaian."

Yu Yuning memandang pakaian berlapis-lapis itu dengan alis terangkat. Ribet sekali, apa aku harus memakainya? pikirnya dalam hati. Namun, mengingat dirinya harus mempelajari cara memakai pakaian seperti ini demi mengantisipasi hari esok, ia mengangguk. "Baiklah, aku akan menerima bantuan kalian kali ini."

Para pelayan tersenyum lega dan mulai membantu. Satu per satu lapisan pakaian dipasangkan dengan hati-hati. Pelayan pertama memasangkan pakaian dalam sutra berwarna putih, sementara pelayan kedua membantu memasang lapisan luarnya yang lebih berat, dihiasi bordiran mewah bergambar burung phoenix dan bunga peony.

Yu Yuning memandang ke cermin perunggu di sudut ruangan, merasa sedikit frustrasi. Ia mendesah panjang dan bergumam pelan, "Kalau saja ada pakaian dalam modern, semuanya akan jauh lebih mudah. Kenapa harus berlapis-lapis seperti ini? Apa mereka tidak kepanasan?"

Salah satu pelayan mendongak bingung. "Nyonya, apa yang Anda katakan?"

Yu Yuning cepat-cepat menutup mulutnya dan tersenyum kecil. "Ah, tidak apa-apa. Lanjutkan saja."

Saat pelayan mulai mengikatkan korset di pinggangnya, Yu Yuning meringis. "Apa ini benar-benar harus dikencangkan seperti ini? Aku tidak bisa bernapas."

Pelayan itu tersenyum ramah. "Nyonya, ini penting untuk menunjukkan postur yang anggun. Jika terlalu longgar, nanti terlihat kurang pantas."

"Kurang pantas? Rasanya aku seperti mumi yang dibalut kencang," gumam Yu Yuning dengan suara lirih, membuat pelayan yang lain menahan tawa.

Setelah pakaian selesai dipasangkan, pelayan membimbing Yu Yuning ke meja rias. Di sana telah ada berbagai perlengkapan rias.

"Silakan duduk, Nyonya. Kami akan merias wajah Anda," ucap salah satu pelayan sambil membungkuk.

Di sana, ia telah duduk di depan cermin perunggu besar dengan ornamen ukiran naga di pinggirannya.

Yu Yuning menurut dan menutup matanya. Ia merasa janggal, tetapi membiarkan mereka melakukan tugasnya. Saat proses riasan selesai, salah satu pelayan berkata dengan nada bangga, "Nyonya, riasan Anda sudah selesai, sekarang Anda terlihat sangat anggun dan berwibawa, sesuai dengan status Anda sebagai istri Jenderal Shen Wei."

Namun, begitu Yu Yuning membuka matanya dan melihat pantulan dirinya di cermin perunggu, matanya membelalak kaget hingga tanpa sadar berseru. "Astaga! Apa-apaan ini?"

Riasannya benar-benar berlebihan. Bedaknya begitu tebal hingga hampir menyembunyikan warna kulit aslinya. Eyeshadow cerah menghiasi kelopak matanya seperti pelangi, dan bibirnya tampak menyala dengan lipstik merah cabai yang terlalu mencolok.

Kedua pelayan itu menunduk kaget. "Nyonya, apakah ada yang salah? Maafkan hamba, Nyonya!"

"Apa ini? Aku terlihat seperti... seperti badut!" Yu Yuning protes keras.

Kedua pelayan tampak bingung. Salah satu dari mereka memberanikan diri bertanya, "Badut, Nyonya? Apa itu badut?"

Yu Yuning menghela napas panjang, mengangkat tangannya. "Ah, kalian tidak perlu tahu. Yang jelas, aku tidak mau riasan seperti ini. Biarkan aku yang berdandan sendiri. Hapus semua ini sekarang juga."

Pelayan-pelayan itu saling memandang ragu. "Tapi, Nyonya, riasan ini adalah tradisi bangsawan. Apalagi Anda adalah istri seorang Jenderal Shen Wei. Ini menunjukkan status Anda."

Yu Yuning melambaikan tangannya dengan santai. "Aku tidak peduli. Aku tidak mau terlihat seperti ini, biarkan aku mengurusnya sendiri. Hapus semua ini sekarang juga."

Kedua pelayan saling berpandangan ragu, tetapi akhirnya mengangguk. "Baik, Nyonya."

Setelah membersihkan riasannya, Yu Yuning menunjuk rambutnya yang panjang dan tebal. "Rambut ini juga, sangat mengganggu. Tolong kalian ikat separuh saja, lalu tambahkan pita di bagian ini," ujarnya sambil memperagakan cara mengikat rambut yang sederhana.

Pelayan pertama tampak bingung, tetapi pelayan kedua dengan cepat memahami maksud Yu Yuning. "Ah, baik, Nyonya. Kami akan melakukannya seperti yang Anda inginkan."

Mereka mulai mengikat rambut Yu Yuning sesuai instruksinya, mengabaikan perhiasan besar yang awalnya ingin mereka pasang. Sementara itu, Yu Yuning mulai merias wajahnya sendiri. Ia mengambil bahan riasan yang ada di meja dan menggunakan teknik sederhana yang diingatnya dari kehidupan sebelumnya.

Riasannya hanya menggunakan sedikit bedak tipis untuk meratakan warna kulit, sedikit sentuhan di mata, dan lipstik dengan warna lembut yang membuatnya tampak segar tanpa berlebihan. Setelah selesai, ia menatap cermin dan tersenyum puas.

"Aku sudah selesai. Bagaimana menurut kalian?" tanya Yu Yuning sambil menoleh ke kedua pelayannya.

Kedua pelayan itu melongo, tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Salah satunya akhirnya berkata dengan terbata-bata, "Nyonya... Anda terlihat sangat cantik. Kami bahkan tidak menyangka Anda bisa berias seperti ini."

Pelayan lainnya mengangguk cepat. "Benar, Nyonya. Riasan ini sangat berbeda dari riasan bangsawan lainnya, tetapi hasilnya begitu alami dan menawan. Anda terlihat seperti peri."

Yu Yuning tertawa kecil. "Lain kali, perhatikan bagaimana aku berias, dan kalian bisa menirunya. Aku tidak mau terlihat seperti badut lagi, mengerti?"

Keduanya membungkuk dalam-dalam. "Baik, Nyonya. Kami akan mengingatnya."

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

duh riasannya tebal kayak badut ya,untung yu Yuning bisa berdandan

2025-03-06

2

Nona TIMOR

Nona TIMOR

Devenisi saya yg tdk tau makeup dan tiba-tiba mencobanya dan hasilnya akan seperti badut 🤡🫢🤣

2025-04-05

0

Shai'er

Shai'er

durasinya, samakah , waktu ruang angkasa dan dunia nyata 🤔🤔🤔

2025-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Dunia Tanpa Keadilan
2 Terbangun Di Dunia Berbeda
3 Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4 Ruang Angkasa Istimewa
5 Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6 Tekad Menjalankan Misi
7 Merampok Istana Kerajaaan
8 Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9 Gudang Kediaman Shen
10 Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11 Penyerangan Para Tawon
12 Jangan Pernah Menggangguku
13 Loyalitas Pengawal Shen
14 Awal Malapetaka Ini..
15 Keputusan Raja
16 Kedatangan Shen Wei
17 Membalas Tindakan
18 Karma Bekerja Lebih Cepat
19 Nyonya Muda Kejam
20 Percayalah Padaku
21 Jantung Berdebar Lebih Kencang
22 Efeknya Sangat Bagus
23 Istriku Luar Biasa
24 Kehancuran dan Kemalangan Yu
25 Itu Baru Suamiku
26 Lelucon Yang Sangat Menghibur
27 Ada Sesuatu Di Mangkuk
28 Melihat Pertunjukan Gratis
29 Kue Bulan Untuk Shen Wei
30 Ajari Sopan Santun
31 Arti Bermartabat
32 Peri dari Langit
33 Tidak Ada Yang Gratis
34 Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35 Jangan Melampiaskan Kepadaku
36 Memulai Menuju Pengasingan
37 Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38 Cerita Rakyat Jelata
39 Perintah Raja Za Lim
40 Ada Banyak Jalan
41 Kekacauan Ibu Kota
42 Kepanikan Merajalela
43 Ancaman Datang Untuk Raja
44 Kalian Tak Berguna
45 Dukungan Rakyat
46 Hanya Kamu Istriku
47 Jangan Marah
48 Penuh Kata Makian
49 Siapa Yang Menang?
50 Hadiah Dari Penduduk Desa
51 Merebut Barang Penduduk
52 Roti Sayuran Liar
53 Kau Bisa Semanja Ini
54 Di Intimidasi
55 Bukti Memberinya Racun
56 Mereka Bersekongkol
57 Waktunya Makan
58 Ternyata Jantan Juga
59 Xu Kai Marah
60 Kedatangan Ular Piton Besar
61 Pengawal Raja Za Lim
62 oh!!!
63 Kekuatan Tumbuhan
64 Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65 Ini Emas Woy
66 Di Hadang Perampok
67 Menuju Tambang Emas
68 Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69 Sempurna
70 Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71 Tiba-Tiba Memelukku
72 Butuh Banyak Kesabaran
73 Bernostalgia
74 Keadaan sekitar Pertempuran
75 Mengobati Yang Pantas Di Obati
76 Dia Masih Hidup
77 Tolong Selamatkan Dia
78 Berdebat Romantis
79 Istriku Memang Cerdik
80 Kerja Keras
81 Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82 Akhir Hidup Hakim Li Chao
83 Sesuatu Yang Hangat
84 Tanda Hujan Turun
85 Istri Jendral Yang Luar Biasa
86 Pemisahan Keluarga
87 Musibah Di Hujan Deras
88 Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89 Giok Surga Dari Penduduk Desa
90 Semua Orang Selamat
91 Matahari Terbit Dari Barat
92 Membunuh Yang Melukaiku
93 Akhiri Mereka
94 Penginapan Mewah
95 Pemilik Toko Perhiasan
96 Toko Ini Milikku
97 Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98 Akhirnya Tenang
99 Anak Itu Selamat
100 Cara Memberontak Bersama
101 Menonton Pertunjukan Live
102 Suplemen Vitamin Yu Yuning
103 Kau Sangat Tampan
104 Kecurigaan Letnan Xia Lan
105 Snack Imut dan Menggemaskan
106 Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107 Harimau Mereka Meminta Bantuan
108 Bangunan Tua Di Pegunungan
109 Harta Karun Terlupakan
110 Sikap Acuh Yu Yuning
111 Kau Tak Menyukainya
112 Tipikal Teratai Putih
113 Senyuman Maut Yu Yuning
114 Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115 Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116 Membersihkan Orang-Orang Istana
117 Berita Heboh Mengguncang
118 Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119 Rencana Kerajaan Baru
120 Membangun Pondasi Kerajaan
121 Surat Untuk Pangeran Za Guan
122 Kerajaan Shenmu
123 Kepulangan Letnan Xia
124 Kedatangan Raja dan Bangsawan
125 Senja di Kerajaan Shenmu
126 Hallo Ada Apa Ya
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dunia Tanpa Keadilan
2
Terbangun Di Dunia Berbeda
3
Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4
Ruang Angkasa Istimewa
5
Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6
Tekad Menjalankan Misi
7
Merampok Istana Kerajaaan
8
Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9
Gudang Kediaman Shen
10
Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11
Penyerangan Para Tawon
12
Jangan Pernah Menggangguku
13
Loyalitas Pengawal Shen
14
Awal Malapetaka Ini..
15
Keputusan Raja
16
Kedatangan Shen Wei
17
Membalas Tindakan
18
Karma Bekerja Lebih Cepat
19
Nyonya Muda Kejam
20
Percayalah Padaku
21
Jantung Berdebar Lebih Kencang
22
Efeknya Sangat Bagus
23
Istriku Luar Biasa
24
Kehancuran dan Kemalangan Yu
25
Itu Baru Suamiku
26
Lelucon Yang Sangat Menghibur
27
Ada Sesuatu Di Mangkuk
28
Melihat Pertunjukan Gratis
29
Kue Bulan Untuk Shen Wei
30
Ajari Sopan Santun
31
Arti Bermartabat
32
Peri dari Langit
33
Tidak Ada Yang Gratis
34
Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35
Jangan Melampiaskan Kepadaku
36
Memulai Menuju Pengasingan
37
Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38
Cerita Rakyat Jelata
39
Perintah Raja Za Lim
40
Ada Banyak Jalan
41
Kekacauan Ibu Kota
42
Kepanikan Merajalela
43
Ancaman Datang Untuk Raja
44
Kalian Tak Berguna
45
Dukungan Rakyat
46
Hanya Kamu Istriku
47
Jangan Marah
48
Penuh Kata Makian
49
Siapa Yang Menang?
50
Hadiah Dari Penduduk Desa
51
Merebut Barang Penduduk
52
Roti Sayuran Liar
53
Kau Bisa Semanja Ini
54
Di Intimidasi
55
Bukti Memberinya Racun
56
Mereka Bersekongkol
57
Waktunya Makan
58
Ternyata Jantan Juga
59
Xu Kai Marah
60
Kedatangan Ular Piton Besar
61
Pengawal Raja Za Lim
62
oh!!!
63
Kekuatan Tumbuhan
64
Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65
Ini Emas Woy
66
Di Hadang Perampok
67
Menuju Tambang Emas
68
Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69
Sempurna
70
Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71
Tiba-Tiba Memelukku
72
Butuh Banyak Kesabaran
73
Bernostalgia
74
Keadaan sekitar Pertempuran
75
Mengobati Yang Pantas Di Obati
76
Dia Masih Hidup
77
Tolong Selamatkan Dia
78
Berdebat Romantis
79
Istriku Memang Cerdik
80
Kerja Keras
81
Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82
Akhir Hidup Hakim Li Chao
83
Sesuatu Yang Hangat
84
Tanda Hujan Turun
85
Istri Jendral Yang Luar Biasa
86
Pemisahan Keluarga
87
Musibah Di Hujan Deras
88
Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89
Giok Surga Dari Penduduk Desa
90
Semua Orang Selamat
91
Matahari Terbit Dari Barat
92
Membunuh Yang Melukaiku
93
Akhiri Mereka
94
Penginapan Mewah
95
Pemilik Toko Perhiasan
96
Toko Ini Milikku
97
Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98
Akhirnya Tenang
99
Anak Itu Selamat
100
Cara Memberontak Bersama
101
Menonton Pertunjukan Live
102
Suplemen Vitamin Yu Yuning
103
Kau Sangat Tampan
104
Kecurigaan Letnan Xia Lan
105
Snack Imut dan Menggemaskan
106
Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107
Harimau Mereka Meminta Bantuan
108
Bangunan Tua Di Pegunungan
109
Harta Karun Terlupakan
110
Sikap Acuh Yu Yuning
111
Kau Tak Menyukainya
112
Tipikal Teratai Putih
113
Senyuman Maut Yu Yuning
114
Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115
Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116
Membersihkan Orang-Orang Istana
117
Berita Heboh Mengguncang
118
Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119
Rencana Kerajaan Baru
120
Membangun Pondasi Kerajaan
121
Surat Untuk Pangeran Za Guan
122
Kerajaan Shenmu
123
Kepulangan Letnan Xia
124
Kedatangan Raja dan Bangsawan
125
Senja di Kerajaan Shenmu
126
Hallo Ada Apa Ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!