Keputusan Raja

Raja Wei berdiri di tengah aula kebesaran yang kini kosong melompong, jauh dari megah seperti sebelumnya. Dinding-dinding yang dulunya dihiasi kain sutra indah dan lukisan-lukisan karya maestro kini hanya menyisakan jejak-jejak bekas bingkai yang telah hilang.

Lantai marmer yang biasanya mengkilap pun sudah tinggal tanahnya saja, seolah ikut mencemooh kebesaran yang kini menjadi ilusi belaka. Tidak ada suara kecuali langkah sepatunya yang menggema di aula yang sunyi.

Raja Wei menatap sekeliling dengan mata menyipit, penuh amarah dan frustrasi. Ia mengepalkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih.

“Bagaimana bisa?!” gumamnya dengan suara rendah yang hampir terdengar seperti desisan.

“Bagaimana istana kebesaranku, pusat kekuasaan ini, bisa dirampok habis-habisan tanpa seorang pun menyadarinya? Bahkan harta yang kusembunyikan pun tidak tersisa. Ini benar-benar penghinaan!”

“Shen Wei...” ia menggeram dengan suara rendah. Ia melangkah mendekati singgasana yang biasanya berada disana, ia duduk di lantai tangga itu.

Hatinya dipenuhi oleh kebencian yang bercampur dengan rasa takut. Kebencian terhadap Shen Wei bukanlah kebencian yang muncul karena dendam pribadi, tetapi lebih kepada kekhawatiran.

“Jika aku tidak menjatuhkanmu, kau dan keluargamu pasti akan terus menjadi ancaman bagi tahtaku. Kau terlalu berjasa, terlalu dihormati oleh rakyat, dan itu membahayakan posisiku sebagai raja yang baru naik. Aku tidak punya pilihan lain selain menghancurkanmu,” katanya dalam hati, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mondar-mandir di aula. Langkahnya tergesa-gesa, mencerminkan kegelisahan yang memenuhi pikirannya.

“Shen Wei, apa kau terlibat dalam semua ini? Tidak mungkin... Kau bahkan tidak punya kekuatan untuk berdiri, apalagi merencanakan balas dendam. Tapi kenapa semua ini terjadi setelah aku menjatuhkan keluargamu? Kenapa?”

Suasana aula yang kosong semakin menambah kesendiriannya. Raja Wei merasa kecil di tengah ruangan besar yang sunyi ini. Tidak ada suara kasim yang biasanya berdiri di sudut ruangan. Tidak ada penasehat yang memberi masukan.

“Aku harus menemukan jawabannya!” serunya kepada dirinya sendiri.

“Aku harus tahu siapa yang merencanakan ini semua. Apakah ini benar-benar ulah manusia, ataukah tangan para dewa yang menghukumku?!”

Ia kembali duduk, kali ini dengan tubuh yang terlihat lebih lemah. Kepalanya tertunduk, dan untuk pertama kalinya, ia merasa kekalahan mengintip di ambang pintu.

Bayangan Shen Wei yang dia siksa di penjara kembali menghantui pikirannya. Ia teringat tubuh gagah Shen Wei yang dulu berdiri tegak sebagai jenderal besar kerajaan, pemimpin perang yang tidak pernah mengenal kata kalah.

Kini tubuh itu penuh luka, wajah tampannya berubah menjadi biru lebam, dan mata yang biasanya bersinar penuh percaya diri kini redup. “Apa aku sudah melangkah terlalu jauh?” pikirnya, untuk sesaat merasakan keraguan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun ia segera menepis rasa itu. “Tidak! Ini semua demi kerajaan. Demi kekuasaanku! Kalau aku tidak menghancurkan Shen Wei, dialah yang akan menghancurkanku. Aku tidak salah. Aku tidak salah...” Suaranya perlahan menghilang, berubah menjadi bisikan yang lebih ditujukan untuk meyakinkan dirinya sendiri daripada siapa pun.

Ia kembali memikirkan kejadian-kejadian aneh yang baru saja dilaporkan. Tawonnya, tikusnya, perampokan besar-besaran, semuanya tampak seperti bagian dari skenario yang mustahil dilakukan manusia biasa. Apakah benar ini semua hukuman dari langit? Raja Wei menatap ke atas, ke langit-langit aula yang kosong. Matanya menyipit, seolah-olah menantang langit itu untuk memberinya jawaban.

“Jika memang para dewa menghukumku, katakan padaku kenapa? Bukankah aku melakukan ini semua demi kerajaanku? Bukankah aku pantas untuk menjadi raja yang besar?!” teriaknya, meskipun ia tahu tidak akan ada jawaban yang datang.

“Ah itu tidak mungkin, aku adalah dewa itu sendiri. Penguasa tertinggi di kerajaan ini.” ucapnya.

Raja Wei berdiri di tengah aula kebesarannya, dengan tatapan dingin yang menembus waktu.

“Pengawal.” teriak Raja dengan suara keras.

“Ya yang mulia,” ucap pengawal yang datang dari luar aula.

“Bawa Shen wei ke hadapanku sekarang juga” teriaknya.

“Baik, yang mulia. Kami mengikuti perintah yang mulia.” ucapnya sambil berlalu meninggalkan raja nya.l

Raja ini tidak peduli dengan keadaan jenderal yang dulu berjasa besar bagi kerajaannya, raja itu hanya ingin melihat wajah lelaki yang ia anggap sebagai ancaman.

Tidak butuh waktu lama bagi para prajurit untuk membawa Shen Wei yang sudah tak berbentuk. Tubuhnya terkulai lemas di atas tandu kain yang usang. Tangannya tampak patah dengan sudut yang tidak wajar. Kakinya, penuh luka sabetan pedang DNA cambuk, kaki yang dulu gagah memimpin ribuan pasukan, kini tak mampu menopang tubuhnya sendiri. Darah mengalir dari luka-lukanya, membasahi pakaian tipis yang ia kenakan. Wajahnya bengkak penuh lebam kebiruan, nyaris tidak dikenali sebagai sosok jenderal besar yang pernah dielu-elukan rakyat.

Saat Shen Wei diletakkan di hadapannya, Raja Wei terkejut. Ia tahu Shen Wei diperlakukan dengan kejam di penjara olehnya, tetapi pemandangan ini lebih buruk dari yang ia bayangkan.

Keadaan Shen Wei begitu menyedihkan, sekarat dan hampir tak bernyawa. Sesaat, ada kilatan perasaan aneh di hati sang raja, tetapi ia segera menepisnya. “Apa peduliku?” pikirnya dengan dingin.

Raja itu berlutut, mendekatkan wajahnya ke arah Shen Wei. Sebuah senyuman mengejek terukir di bibirnya. “Sebenarnya aku tidak ingin berbuat kejam padamu, Shen. Namun, apa dayaku? Kau membuatku iri. Kau terlalu besar, terlalu dihormati. Kalau aku membiarkanmu tetap hidup dalam kemuliaan, kau akan menenggelamkan tahtaku.”

Shen Wei yang lemah mencoba membuka mulut untuk berbicara, tetapi darah segar keluar dari mulutnya, memaksa tubuhnya terbatuk-batuk keras. Tubuhnya bergetar hebat, menahan sakit yang tak tertahankan.

Dalam hatinya, ia mencaci dirinya sendiri. “Bodoh... Betapa bodohnya aku yang terlalu percaya pada kerajaan ini. Mereka tak layak menerima kesetiaanku.”

Pikirannya melayang pada kenangan masa lalu. Shen Wei adalah jenderal yang tidak kenal takut, berdiri di garis depan medan perang tanpa gentar menghadapi badai, salju, atau pasukan musuh. Selama sepuluh tahun, ia melindungi perbatasan dengan penuh dedikasi, menanggung luka demi luka demi kerajaan yang ia cintai. Tetapi, setelah semua pengorbanannya, inilah balasannya, fitnah, penghinaan, dan penderitaan.

Shen Wei menatap raja dengan pandangan yang penuh kebencian dan kekecewaan. Tidak ada kata yang keluar dari bibirnya, tetapi matanya berbicara lebih dari seribu kalimat. Raja Wei, yang merasa terganggu oleh tatapan itu, mendekatkan dirinya lagi.

“Meskipun kau telah melakukan kejahatan serius,” ujar Raja Wei dengan nada yang seolah-olah penuh belas kasih, “aku adalah raja yang murah hati. Aku akan mengampunimu. Aku akan membiarkanmu hidup, dan keluargamu tidak akan dihukum mati. Sebagai gantinya, kalian semua akan diasingkan ke tempat yang jauh.”

Shen Wei tertawa kecil, tawa yang dipenuhi rasa pahit dan sinis. Ia menatap raja dengan penuh ejekan, meskipun tubuhnya hampir tidak kuat untuk bergerak.

Dengan suara yang lirih tetapi tajam, ia berkata, “Mengapa tidak membunuhku saja sekarang? Bukankah itu lebih mudah bagimu?”

“Jangan khawatir, pengasingan ini tidak akan membuatmu hidup lebih lama. Tubuhmu yang sekarat ini tidak akan bertahan di perjalanan jauh yang ku rencanakan.” ucap Raja.

Bukan karena belas kasih ia membiarkan Shen Wei hidup, melainkan karena ia ingin menjaga citranya di depan para pejabat dan rakyat. Jika ia membunuh Shen Wei secara terang-terangan, apa yang akan dipikirkan oleh orang-orang? Tetapi pengasingan? Itu cerita lain. Ia tahu bahwa tubuh Shen Wei yang lemah tidak akan bertahan, dan itu adalah cara yang sempurna untuk menyingkirkannya tanpa menodai reputasinya.

Dengan senyum tipis, raja berkata, “Aku tidak perlu mengotori tanganku untuk membunuhmu. Pengasinganmu sudah lebih dari cukup untuk memastikan bahwa kau tidak akan bertahan. Jangan khawatir, Shen Wei. Keluargamu akan ikut bersamamu. Ini adalah kemurahanku pada keluargamu.”

Shen Wei menutup matanya sejenak, mencoba menenangkan hatinya yang terbakar oleh amarah. Tetapi dalam hatinya, ia tidak bisa menyangkal rasa penyesalan yang mendalam.

“Selama ini, aku mengorbankan segalanya untuk raja yang bahkan tidak layak menjadi pemimpin. Nyawaku, pasukanku, semuanya kupertaruhkan untuk kerajaan ini. Namun, inilah balasannya. Betapa bodohnya aku...” ucap Shen Wei dalam hati.

Raja Wei memberi perintah kepada para penjaga. “Bawa dia kembali ke penjara. Dalam tiga hari, semua keluarga Shen harus siap untuk diasingkan. Prajurit dan pelayan mereka, jual ke tempat budak. Aku tidak ingin melihat satu pun dari mereka berada di kerajaan ini lagi.”

Tanpa sepatah kata lagi, para prajurit mengangkat tandu Shen Wei yang penuh darah. Tubuhnya yang lemah dibawa kembali ke penjara, tempat keluarganya ditahan.

Terpopuler

Comments

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

Nach inilah kesalahan fatal yg kau lakukan raja, seseorang yg sdah sgt berjasa pada kerajannmu, kau hina, kau tuduh dgan fitnah yg keji, dan kau perlakukan dia sebagai seorang pesakitan.....maka tunggulah balasan yg akan kau terima.

2025-03-04

1

Ririn Santi

Ririn Santi

gak salah kalau yuning sebelumnya cosplay jd perampok merangkap tukang bongkar bangunan kalu rajanya macam gini

2025-02-11

0

sahabat pena

sahabat pena

huft.. kasian bgt jendral... tenang istri mu bisa menyembuhkan mu.. semangat up nya thor.. up yg banyak banyak ya🤣✌✌

2025-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 Dunia Tanpa Keadilan
2 Terbangun Di Dunia Berbeda
3 Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4 Ruang Angkasa Istimewa
5 Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6 Tekad Menjalankan Misi
7 Merampok Istana Kerajaaan
8 Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9 Gudang Kediaman Shen
10 Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11 Penyerangan Para Tawon
12 Jangan Pernah Menggangguku
13 Loyalitas Pengawal Shen
14 Awal Malapetaka Ini..
15 Keputusan Raja
16 Kedatangan Shen Wei
17 Membalas Tindakan
18 Karma Bekerja Lebih Cepat
19 Nyonya Muda Kejam
20 Percayalah Padaku
21 Jantung Berdebar Lebih Kencang
22 Efeknya Sangat Bagus
23 Istriku Luar Biasa
24 Kehancuran dan Kemalangan Yu
25 Itu Baru Suamiku
26 Lelucon Yang Sangat Menghibur
27 Ada Sesuatu Di Mangkuk
28 Melihat Pertunjukan Gratis
29 Kue Bulan Untuk Shen Wei
30 Ajari Sopan Santun
31 Arti Bermartabat
32 Peri dari Langit
33 Tidak Ada Yang Gratis
34 Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35 Jangan Melampiaskan Kepadaku
36 Memulai Menuju Pengasingan
37 Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38 Cerita Rakyat Jelata
39 Perintah Raja Za Lim
40 Ada Banyak Jalan
41 Kekacauan Ibu Kota
42 Kepanikan Merajalela
43 Ancaman Datang Untuk Raja
44 Kalian Tak Berguna
45 Dukungan Rakyat
46 Hanya Kamu Istriku
47 Jangan Marah
48 Penuh Kata Makian
49 Siapa Yang Menang?
50 Hadiah Dari Penduduk Desa
51 Merebut Barang Penduduk
52 Roti Sayuran Liar
53 Kau Bisa Semanja Ini
54 Di Intimidasi
55 Bukti Memberinya Racun
56 Mereka Bersekongkol
57 Waktunya Makan
58 Ternyata Jantan Juga
59 Xu Kai Marah
60 Kedatangan Ular Piton Besar
61 Pengawal Raja Za Lim
62 oh!!!
63 Kekuatan Tumbuhan
64 Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65 Ini Emas Woy
66 Di Hadang Perampok
67 Menuju Tambang Emas
68 Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69 Sempurna
70 Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71 Tiba-Tiba Memelukku
72 Butuh Banyak Kesabaran
73 Bernostalgia
74 Keadaan sekitar Pertempuran
75 Mengobati Yang Pantas Di Obati
76 Dia Masih Hidup
77 Tolong Selamatkan Dia
78 Berdebat Romantis
79 Istriku Memang Cerdik
80 Kerja Keras
81 Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82 Akhir Hidup Hakim Li Chao
83 Sesuatu Yang Hangat
84 Tanda Hujan Turun
85 Istri Jendral Yang Luar Biasa
86 Pemisahan Keluarga
87 Musibah Di Hujan Deras
88 Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89 Giok Surga Dari Penduduk Desa
90 Semua Orang Selamat
91 Matahari Terbit Dari Barat
92 Membunuh Yang Melukaiku
93 Akhiri Mereka
94 Penginapan Mewah
95 Pemilik Toko Perhiasan
96 Toko Ini Milikku
97 Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98 Akhirnya Tenang
99 Anak Itu Selamat
100 Cara Memberontak Bersama
101 Menonton Pertunjukan Live
102 Suplemen Vitamin Yu Yuning
103 Kau Sangat Tampan
104 Kecurigaan Letnan Xia Lan
105 Snack Imut dan Menggemaskan
106 Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107 Harimau Mereka Meminta Bantuan
108 Bangunan Tua Di Pegunungan
109 Harta Karun Terlupakan
110 Sikap Acuh Yu Yuning
111 Kau Tak Menyukainya
112 Tipikal Teratai Putih
113 Senyuman Maut Yu Yuning
114 Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115 Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116 Membersihkan Orang-Orang Istana
117 Berita Heboh Mengguncang
118 Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119 Rencana Kerajaan Baru
120 Membangun Pondasi Kerajaan
121 Surat Untuk Pangeran Za Guan
122 Kerajaan Shenmu
123 Kepulangan Letnan Xia
124 Kedatangan Raja dan Bangsawan
125 Senja di Kerajaan Shenmu
126 Hallo Ada Apa Ya
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dunia Tanpa Keadilan
2
Terbangun Di Dunia Berbeda
3
Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4
Ruang Angkasa Istimewa
5
Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6
Tekad Menjalankan Misi
7
Merampok Istana Kerajaaan
8
Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9
Gudang Kediaman Shen
10
Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11
Penyerangan Para Tawon
12
Jangan Pernah Menggangguku
13
Loyalitas Pengawal Shen
14
Awal Malapetaka Ini..
15
Keputusan Raja
16
Kedatangan Shen Wei
17
Membalas Tindakan
18
Karma Bekerja Lebih Cepat
19
Nyonya Muda Kejam
20
Percayalah Padaku
21
Jantung Berdebar Lebih Kencang
22
Efeknya Sangat Bagus
23
Istriku Luar Biasa
24
Kehancuran dan Kemalangan Yu
25
Itu Baru Suamiku
26
Lelucon Yang Sangat Menghibur
27
Ada Sesuatu Di Mangkuk
28
Melihat Pertunjukan Gratis
29
Kue Bulan Untuk Shen Wei
30
Ajari Sopan Santun
31
Arti Bermartabat
32
Peri dari Langit
33
Tidak Ada Yang Gratis
34
Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35
Jangan Melampiaskan Kepadaku
36
Memulai Menuju Pengasingan
37
Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38
Cerita Rakyat Jelata
39
Perintah Raja Za Lim
40
Ada Banyak Jalan
41
Kekacauan Ibu Kota
42
Kepanikan Merajalela
43
Ancaman Datang Untuk Raja
44
Kalian Tak Berguna
45
Dukungan Rakyat
46
Hanya Kamu Istriku
47
Jangan Marah
48
Penuh Kata Makian
49
Siapa Yang Menang?
50
Hadiah Dari Penduduk Desa
51
Merebut Barang Penduduk
52
Roti Sayuran Liar
53
Kau Bisa Semanja Ini
54
Di Intimidasi
55
Bukti Memberinya Racun
56
Mereka Bersekongkol
57
Waktunya Makan
58
Ternyata Jantan Juga
59
Xu Kai Marah
60
Kedatangan Ular Piton Besar
61
Pengawal Raja Za Lim
62
oh!!!
63
Kekuatan Tumbuhan
64
Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65
Ini Emas Woy
66
Di Hadang Perampok
67
Menuju Tambang Emas
68
Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69
Sempurna
70
Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71
Tiba-Tiba Memelukku
72
Butuh Banyak Kesabaran
73
Bernostalgia
74
Keadaan sekitar Pertempuran
75
Mengobati Yang Pantas Di Obati
76
Dia Masih Hidup
77
Tolong Selamatkan Dia
78
Berdebat Romantis
79
Istriku Memang Cerdik
80
Kerja Keras
81
Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82
Akhir Hidup Hakim Li Chao
83
Sesuatu Yang Hangat
84
Tanda Hujan Turun
85
Istri Jendral Yang Luar Biasa
86
Pemisahan Keluarga
87
Musibah Di Hujan Deras
88
Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89
Giok Surga Dari Penduduk Desa
90
Semua Orang Selamat
91
Matahari Terbit Dari Barat
92
Membunuh Yang Melukaiku
93
Akhiri Mereka
94
Penginapan Mewah
95
Pemilik Toko Perhiasan
96
Toko Ini Milikku
97
Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98
Akhirnya Tenang
99
Anak Itu Selamat
100
Cara Memberontak Bersama
101
Menonton Pertunjukan Live
102
Suplemen Vitamin Yu Yuning
103
Kau Sangat Tampan
104
Kecurigaan Letnan Xia Lan
105
Snack Imut dan Menggemaskan
106
Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107
Harimau Mereka Meminta Bantuan
108
Bangunan Tua Di Pegunungan
109
Harta Karun Terlupakan
110
Sikap Acuh Yu Yuning
111
Kau Tak Menyukainya
112
Tipikal Teratai Putih
113
Senyuman Maut Yu Yuning
114
Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115
Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116
Membersihkan Orang-Orang Istana
117
Berita Heboh Mengguncang
118
Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119
Rencana Kerajaan Baru
120
Membangun Pondasi Kerajaan
121
Surat Untuk Pangeran Za Guan
122
Kerajaan Shenmu
123
Kepulangan Letnan Xia
124
Kedatangan Raja dan Bangsawan
125
Senja di Kerajaan Shenmu
126
Hallo Ada Apa Ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!