Mengosongkan Harta Pejabat Korup

Yuning telah berpindah ke kediaman para menteri korup satu persatu. Ia dengan cepat mengosongkan semua gudang harta dan makanan mereka. Setiap koin emas, perak, dan bahan makanan lenyap tanpa jejak. Ia tersenyum puas melihat kekosongan yang ditinggalkannya.

"Kalian hidup mewah dengan hasil korupsi, sekarang rasakan balasannya," pikirnya sambil melangkah keluar dari kediaman terakhir menteri itu.

Namun, Yuning belum selesai. Ia beralih ke kediaman kakeknya, Yu Hani. Rumah besar itu penuh dengan barang-barang berharga. Yuning dengan cepat mengosongkan semuanya, tidak menyisakan apa pun. Sebagai tambahan, ia menuangkan obat pencahar ke dalam teko teh yang ada di meja makan.

"Ini untuk semua perbuatan jahatmu. Besok pagi, kau akan mendapatkan kejutan," katanya dengan tawa licik.

Kini, Yu Yuning berdiri di sudut kamar Yu Gong, ayah kandung tubuh yang kini ia tempati. Wajahnya dingin, tak ada belas kasihan sedikit pun di matanya. Cahaya bulan menyelinap melalui jendela, memberikan siluet yang nyaris menyeramkan pada tubuhnya yang ramping. Di tangannya, sebuah belati panjang berkilauan, mencerminkan niat dinginnya malam itu.

Tuan Yu Gong sedang tidur nyenyak di ranjang besar saling berpelukan bersama istrinya, Nyonya Go. Dengkuran halus dari mereka terdengar, memecah keheningan malam. Pemandangan ini membuat Yu Yuning teringat kehidupan pertamanya. Ayah Lin zirong sama sama bejatnya dengan ayah Yu Yuning. Sama sama suka selangkang*n. Ia juga mengingat kembali bagaimana ayahnya sendiri, dengan tangan yang seharusnya melindunginya, justru menghancurkan hidupnya demi ambisi dan nafsu serakah, begitupun dengan keluarga nya. Keluarga Lin Zirong dan Yu Yuning sama tak bermoral.

Yu Yuning berdiri di ujung ranjang. Ia mematikan semua lilin yang menyala di kamar dengan satu sentuhan jari. Seketika, kegelapan menyelimuti ruangan. Hanya ada desahan napas tertahan yang keluar dari mulutnya. Perlahan, ia mendekati tubuh Tuan Yu Gong.

Tuan Yu Gong terbangun, merasakan sesuatu yang aneh di udara. Ia duduk di pinggir ranjang, matanya mencoba menyesuaikan diri dalam kegelapan. “Siapa di sana?” tanyanya, suaranya penuh kewaspadaan.

Namun, yang ia dapatkan hanyalah suara napas lirih. Sebelum ia menyadarinya, belati yang tajam itu bergerak cepat. Jeritannya memecah keheningan malam saat rasa sakit yang tak tertahankan menyerang tubuhnya. Yu Yuning telah memotong kemalu*nnya tanpa ragu sedikit pun.

“A-ARGHHH!!!”

Teriak Yu Gong sambil memegang bagian bawah tubuhnya yang kini berlumuran darah. Darah mengucur deras, membasahi ranjang dan lantai kamar. Istrinya, Nyonya Go, terbangun karena teriakan itu. Ia mendapati suaminya berguling di lantai, menahan sakit sambil berteriak meminta bantuan.

“Apa yang terjadi?!” Nyonya Go berteriak panik, wajahnya pucat melihat air yang menggenang seluruh kamar. Di bawah cahaya bulan, Nyonya Go tersadar jika itu bukan air melainkan sebuah darah.

“Cepat panggil dokter!” Tuan Yu Gong meraung kesakitan, tubuhnya menggigil. Suaranya menggema hingga terdengar oleh para penjaga di luar kamar.

Para penjaga segera masuk dengan membawa lentera dan obor, namun mereka langsung terdiam mematung melihat pemandangan mengerikan di dalam. Salah satu dari mereka, meskipun gemetar, segera berlari memanggil dokter. Sementara itu, Yu Yuning sudah lenyap dalam kegelapan malam, seperti bayangan yang tidak pernah ada.

Yu Yuning melanjutkan misinya. Kali ini, ia memasuki kamar Yu Hani, saudara tiri ayu Yuning yang licik dan kejam. Kamar itu masih gelap, hanya ada sedikit cahaya bulan yang menembus tirai. Yu Hani, yang masih tertidur nyenyak, tidak menyadari ancaman yang mendekatinya.

Yu Yuning mematikan semua lilin di kamar itu. Suasana yang sebelumnya hanya gelap, kini menjadi gelap gulita. Tiba-tiba terdengar teriakan keras dari kamar lain, membuat Yu Hani terbangun dengan kaget. Ia duduk di tempat tidurnya, matanya mencoba mencari tahu apa yang terjadi di sekitar.

Namun, sebelum ia sempat memanggil seseorang, ia merasakan sesuatu yang dingin dan tajam di lehernya.

“Jangan bergerak,” suara dingin Yu Yuning terdengar di telinganya, seperti bisikan kematian. “Kalau kau bergerak, aku tidak akan ragu memotong lehermu.”

“Siapa?!” Yu Hani berteriak kecil, seluruh tubuhnya mulai berkeringat dingin. “Siapa kau?”

“Kau tidak tahu siapa aku?” Yu Yuning mendesis, menekan belatinya sedikit lebih kuat di kulit leher Yu Hani. “Padahal baru semalam kau mencoba meracuniku, Yu Hani.”

Mendengar nama itu, Yu Hani tersentak. Matanya membelalak dalam kegelapan. “Yu... Yu Yuning? Tidak mungkin! Kau seharusnya sudah mati!” suaranya terdengar bergetar hebat. Tubuhnya mulai gemetar, dan ia bahkan tidak menyadari bahwa ia sudah mengompol di tempat tidurnya.

“Ya, aku memang sudah mati,” Yu Yuning berkata dingin, suaranya penuh dengan amarah yang terpendam. “Tapi kali ini, aku kembali untuk mengambil nyawamu.”

“Jangan! Jangan bunuh aku!” Yu Hani menangis ketakutan. Air matanya mengalir deras, tubuhnya bergetar tanpa kendali. “Aku salah, aku salah! Tolong ampuni aku!”

Yu Yuning tertawa kecil. “Ampun? Kau ingin aku mengampunimu setelah semua yang kau lakukan? Sayangnya, aku tidak sebaik itu, Yu Hani.”

Ketakutan yang tak tertahankan membuat Yu Hani akhirnya pingsan. Namun, Yu Yuning tidak peduli. Dengan ketenangan yang mengerikan, ia memasukkan obat mematikan ke mulut Yu Hani yang tak sadarkan diri. Obat itu adalah racun dari masa depan yang efeknya sangat cepat dan tak terdeteksi.

Sebelum pergi, Yu Yuning menggores wajah dan tubuh Yu Hani dengan belatinya. Luka-luka itu tidak mematikan, tapi cukup untuk membuat tubuh Yu Hani dipenuhi darah. Setelah selesai, ia berdiri di sudut kamar, menatap dingin pada tubuh yang terkulai lemah di tempat tidur.

“Ini adalah pembalasan yang pantas untukmu,” katanya pelan sebelum akhirnya menghilang ke dalam malam.

Yu Yuning berdiri di sudut gelap, menyaksikan kekacauan yang terjadi di kediaman Yu Gong. Seluruh penghuni, termasuk para penjaga, pelayan, dan keluarga Yu, sibuk berlarian, berteriak mencari dokter. Kekacauan yang ia ciptakan telah membuat kediaman itu seperti sarang lebah yang dihantam badai.

Melihat ini, Yu Yuning tersenyum dingin. “Ini waktunya,” gumamnya. Dalam sekejap, ia memanfaatkan kemampuan ruang angkasanya untuk berteleportasi. Tubuhnya lenyap dalam sekejap mata, muncul kembali di depan gudang penyimpanan harta yang menjadi kebanggaan keluarga Yu.

Yu Yuning melangkah masuk ke gudang besar itu, yang penuh dengan tumpukan emas, perhiasan, permata, serta barang-barang berharga lainnya. Ini adalah gudang pribadi milik Nyonya Go, tempat ia menyembunyikan hasil kekayaannya yang didapat dengan cara kotor.

“Semua ini... tidak pantas ada di tangan kalian,” ujar Yu Yuning sambil menjentikkan jarinya. Dalam sekejap, semua harta itu lenyap, menghilang ke ruang angkasanya yang luas.

Ia tidak berhenti di situ. Langkahnya membawa dia ke gudang lainnya, milik Tuan Yu Gong. Tempat itu lebih besar, menyimpan berbagai dokumen tanah, kontrak bisnis, dan kotak-kotak penuh koin emas serta perak. Dengan gerakan cepat, semua itu ia masukkan ke dalam ruang angkasanya, meninggalkan gudang kosong melompong.

Gudang terakhir adalah milik Yu Hani, yang menyimpan barang-barang pribadinya seperti pakaian mahal, perhiasan, dan hadiah-hadiah yang ia terima dari keluarganya. Tanpa ragu, Yu Yuning mengosongkan semuanya.

“Sekarang kalian akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan,” katanya sambil memandangi ruang kosong yang sunyi.

Yu Yuning tidak berhenti hanya pada harta. Ia juga berteleportasi ke gudang bahan makanan utama keluarga Yu. Tempat itu penuh dengan karung-karung beras, gandum, kacang-kacangan, minyak, serta bumbu-bumbu berharga. Semua itu adalah persediaan untuk keluarga besar Yu yang hidup dalam kemewahan.

Ia menjentikkan jarinya, dan dalam hitungan detik, semua bahan makanan itu lenyap. Gudang itu kini hanya berisi rak-rak kosong yang bergema dalam keheningan. Tidak lupa, ia juga mengunjungi dapur utama dan merampok semua peralatan masak dan makan yang ada, membuat kediaman keluarga Yu benar-benar tidak bisa memasak apa pun.

Setelah semuanya selesai, Yu Yuning berdiri di luar, memandangi kediaman keluarga Yu yang kini tanpa harta, tanpa makanan, dan dalam kekacauan yang tak terkendali. Ia menghela napas pelan, merasa puas dengan hasil pekerjaannya malam itu.

“Dadah.... Selamat menjalankan hidup buruk kalian,” katanya pada dirinya sendiri. Dengan satu lambaian tangan, tubuhnya menghilang dalam cahaya yang samar, masuk ke dalam ruang angkasanya yang ajaib.

Yuning berada di ruang angkasanya dengan seluruh hasil rampokannya. Ia duduk di atas singgasana yang tadi diambilnya dari istana, sambil memandangi koleksi barunya.

"Harta, emas, makanan, semuanya sudah ada di sini. Malam ini sukses besar," ucapnya sambil tertawa keras.

Di luar, suasana istana keluarga Yu penuh dengan teriakan dan kegaduhan. Para penjaga dan pelayan berlarian ke sana kemari, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Tuan Yu Gong masih meraung kesakitan di kamarnya, sementara Yu Hani ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar lainnya. Sementara para Mentri korup juga sedang ramai. Malam itu adalah malam yang dipenuhi dengan teriakan dan tangis.

Namun, malam itu, tidak ada yang tahu siapa pelaku dari semua kekacauan ini. Tidak ada yang tahu bahwa bayangan yang bergerak dalam kegelapan adalah Yu Yuning, seseorang yang kembali dari kematian untuk menghancurkan mereka semua.

Terpopuler

Comments

Velin Merang

Velin Merang

bagus..tapiterlalu sadis dan tanpa perikemanusian..baagaiman peln ygkerja bisa hidup juga penjaga..mereka tidaak bersalah....hikhik kasihan..tidak ada mkanan
..maasa tidak ada kasih sedikitpun

2025-03-15

0

Arya Al-Qomari@AJK

Arya Al-Qomari@AJK

wah kalau seandainya ada didunia nyata bakalan seru ngerampok pejabat Pertamina yg korupsi dan juga suami Sandra Dewi plus kawan²nya. duh senangnya 🤣🤣

2025-03-22

0

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

kerja bagus yuning, pembalasan yang pas untuk para manusia² yg tamak dan serakah

2025-02-22

2

lihat semua
Episodes
1 Dunia Tanpa Keadilan
2 Terbangun Di Dunia Berbeda
3 Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4 Ruang Angkasa Istimewa
5 Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6 Tekad Menjalankan Misi
7 Merampok Istana Kerajaaan
8 Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9 Gudang Kediaman Shen
10 Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11 Penyerangan Para Tawon
12 Jangan Pernah Menggangguku
13 Loyalitas Pengawal Shen
14 Awal Malapetaka Ini..
15 Keputusan Raja
16 Kedatangan Shen Wei
17 Membalas Tindakan
18 Karma Bekerja Lebih Cepat
19 Nyonya Muda Kejam
20 Percayalah Padaku
21 Jantung Berdebar Lebih Kencang
22 Efeknya Sangat Bagus
23 Istriku Luar Biasa
24 Kehancuran dan Kemalangan Yu
25 Itu Baru Suamiku
26 Lelucon Yang Sangat Menghibur
27 Ada Sesuatu Di Mangkuk
28 Melihat Pertunjukan Gratis
29 Kue Bulan Untuk Shen Wei
30 Ajari Sopan Santun
31 Arti Bermartabat
32 Peri dari Langit
33 Tidak Ada Yang Gratis
34 Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35 Jangan Melampiaskan Kepadaku
36 Memulai Menuju Pengasingan
37 Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38 Cerita Rakyat Jelata
39 Perintah Raja Za Lim
40 Ada Banyak Jalan
41 Kekacauan Ibu Kota
42 Kepanikan Merajalela
43 Ancaman Datang Untuk Raja
44 Kalian Tak Berguna
45 Dukungan Rakyat
46 Hanya Kamu Istriku
47 Jangan Marah
48 Penuh Kata Makian
49 Siapa Yang Menang?
50 Hadiah Dari Penduduk Desa
51 Merebut Barang Penduduk
52 Roti Sayuran Liar
53 Kau Bisa Semanja Ini
54 Di Intimidasi
55 Bukti Memberinya Racun
56 Mereka Bersekongkol
57 Waktunya Makan
58 Ternyata Jantan Juga
59 Xu Kai Marah
60 Kedatangan Ular Piton Besar
61 Pengawal Raja Za Lim
62 oh!!!
63 Kekuatan Tumbuhan
64 Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65 Ini Emas Woy
66 Di Hadang Perampok
67 Menuju Tambang Emas
68 Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69 Sempurna
70 Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71 Tiba-Tiba Memelukku
72 Butuh Banyak Kesabaran
73 Bernostalgia
74 Keadaan sekitar Pertempuran
75 Mengobati Yang Pantas Di Obati
76 Dia Masih Hidup
77 Tolong Selamatkan Dia
78 Berdebat Romantis
79 Istriku Memang Cerdik
80 Kerja Keras
81 Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82 Akhir Hidup Hakim Li Chao
83 Sesuatu Yang Hangat
84 Tanda Hujan Turun
85 Istri Jendral Yang Luar Biasa
86 Pemisahan Keluarga
87 Musibah Di Hujan Deras
88 Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89 Giok Surga Dari Penduduk Desa
90 Semua Orang Selamat
91 Matahari Terbit Dari Barat
92 Membunuh Yang Melukaiku
93 Akhiri Mereka
94 Penginapan Mewah
95 Pemilik Toko Perhiasan
96 Toko Ini Milikku
97 Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98 Akhirnya Tenang
99 Anak Itu Selamat
100 Cara Memberontak Bersama
101 Menonton Pertunjukan Live
102 Suplemen Vitamin Yu Yuning
103 Kau Sangat Tampan
104 Kecurigaan Letnan Xia Lan
105 Snack Imut dan Menggemaskan
106 Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107 Harimau Mereka Meminta Bantuan
108 Bangunan Tua Di Pegunungan
109 Harta Karun Terlupakan
110 Sikap Acuh Yu Yuning
111 Kau Tak Menyukainya
112 Tipikal Teratai Putih
113 Senyuman Maut Yu Yuning
114 Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115 Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116 Membersihkan Orang-Orang Istana
117 Berita Heboh Mengguncang
118 Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119 Rencana Kerajaan Baru
120 Membangun Pondasi Kerajaan
121 Surat Untuk Pangeran Za Guan
122 Kerajaan Shenmu
123 Kepulangan Letnan Xia
124 Kedatangan Raja dan Bangsawan
125 Senja di Kerajaan Shenmu
126 Hallo Ada Apa Ya
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dunia Tanpa Keadilan
2
Terbangun Di Dunia Berbeda
3
Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4
Ruang Angkasa Istimewa
5
Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6
Tekad Menjalankan Misi
7
Merampok Istana Kerajaaan
8
Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9
Gudang Kediaman Shen
10
Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11
Penyerangan Para Tawon
12
Jangan Pernah Menggangguku
13
Loyalitas Pengawal Shen
14
Awal Malapetaka Ini..
15
Keputusan Raja
16
Kedatangan Shen Wei
17
Membalas Tindakan
18
Karma Bekerja Lebih Cepat
19
Nyonya Muda Kejam
20
Percayalah Padaku
21
Jantung Berdebar Lebih Kencang
22
Efeknya Sangat Bagus
23
Istriku Luar Biasa
24
Kehancuran dan Kemalangan Yu
25
Itu Baru Suamiku
26
Lelucon Yang Sangat Menghibur
27
Ada Sesuatu Di Mangkuk
28
Melihat Pertunjukan Gratis
29
Kue Bulan Untuk Shen Wei
30
Ajari Sopan Santun
31
Arti Bermartabat
32
Peri dari Langit
33
Tidak Ada Yang Gratis
34
Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35
Jangan Melampiaskan Kepadaku
36
Memulai Menuju Pengasingan
37
Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38
Cerita Rakyat Jelata
39
Perintah Raja Za Lim
40
Ada Banyak Jalan
41
Kekacauan Ibu Kota
42
Kepanikan Merajalela
43
Ancaman Datang Untuk Raja
44
Kalian Tak Berguna
45
Dukungan Rakyat
46
Hanya Kamu Istriku
47
Jangan Marah
48
Penuh Kata Makian
49
Siapa Yang Menang?
50
Hadiah Dari Penduduk Desa
51
Merebut Barang Penduduk
52
Roti Sayuran Liar
53
Kau Bisa Semanja Ini
54
Di Intimidasi
55
Bukti Memberinya Racun
56
Mereka Bersekongkol
57
Waktunya Makan
58
Ternyata Jantan Juga
59
Xu Kai Marah
60
Kedatangan Ular Piton Besar
61
Pengawal Raja Za Lim
62
oh!!!
63
Kekuatan Tumbuhan
64
Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65
Ini Emas Woy
66
Di Hadang Perampok
67
Menuju Tambang Emas
68
Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69
Sempurna
70
Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71
Tiba-Tiba Memelukku
72
Butuh Banyak Kesabaran
73
Bernostalgia
74
Keadaan sekitar Pertempuran
75
Mengobati Yang Pantas Di Obati
76
Dia Masih Hidup
77
Tolong Selamatkan Dia
78
Berdebat Romantis
79
Istriku Memang Cerdik
80
Kerja Keras
81
Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82
Akhir Hidup Hakim Li Chao
83
Sesuatu Yang Hangat
84
Tanda Hujan Turun
85
Istri Jendral Yang Luar Biasa
86
Pemisahan Keluarga
87
Musibah Di Hujan Deras
88
Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89
Giok Surga Dari Penduduk Desa
90
Semua Orang Selamat
91
Matahari Terbit Dari Barat
92
Membunuh Yang Melukaiku
93
Akhiri Mereka
94
Penginapan Mewah
95
Pemilik Toko Perhiasan
96
Toko Ini Milikku
97
Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98
Akhirnya Tenang
99
Anak Itu Selamat
100
Cara Memberontak Bersama
101
Menonton Pertunjukan Live
102
Suplemen Vitamin Yu Yuning
103
Kau Sangat Tampan
104
Kecurigaan Letnan Xia Lan
105
Snack Imut dan Menggemaskan
106
Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107
Harimau Mereka Meminta Bantuan
108
Bangunan Tua Di Pegunungan
109
Harta Karun Terlupakan
110
Sikap Acuh Yu Yuning
111
Kau Tak Menyukainya
112
Tipikal Teratai Putih
113
Senyuman Maut Yu Yuning
114
Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115
Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116
Membersihkan Orang-Orang Istana
117
Berita Heboh Mengguncang
118
Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119
Rencana Kerajaan Baru
120
Membangun Pondasi Kerajaan
121
Surat Untuk Pangeran Za Guan
122
Kerajaan Shenmu
123
Kepulangan Letnan Xia
124
Kedatangan Raja dan Bangsawan
125
Senja di Kerajaan Shenmu
126
Hallo Ada Apa Ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!