Awal Malapetaka Ini..

Di tengah ketegangan yang memuncak, Bibi Shen, yang tidak mau menyerah, berteriak dengan nada nyaring dan penuh tuduhan.

“Tuan Xu, kau salah paham dengan kami! Wanita ini, Yu Yuning, adalah penyebab semua malapetaka ini. Keponakanku, Shen Wei, menderita karenanya! Jika kau melindungi dia, bukankah itu berarti kau menghianati majikanmu sendiri?”

"Dasar tak tahu malu," ucap Yu Yuning dalam hati, menatap Bibi Shen dengan sinis.

Bibi Shen, dengan mata yang penuh kebencian, tampak tidak berniat melepaskan Yu Yuning sedikit pun. Ia menatap Xu Kai dengan penuh emosi, berharap pria itu akan membelanya.

Namun, Xu Kai tetap berdiri tenang, tidak sedikit pun terpengaruh oleh ucapan tersebut. Dengan suara dingin dan tegas, ia menjawab, “Anda salah, Nyonya. Sebelum Jenderal Shen pergi, beliau memberi kami perintah yang sangat jelas. Kami diperintahkan untuk melindungi istrinya dengan segala cara. Beliau juga menekankan bahwa tidak boleh ada seorang pun yang berani menyakiti Nyonya Muda, apapun alasannya.”

Kerumunan yang tadinya penuh amarah terdiam mendengar kata-kata Xu Kai. Mereka mulai merasa gentar, terutama ketika melihat beberapa pengawal Shen Wei lainnya dengan pakaian biasa mulai bergerak, mengelilingi Yu Yuning, Nyonya Shen, dan Shen Ning.

Bahkan para pelayan yang setia pada Shen Wei ikut berdiri di sekitar mereka, membentuk lingkaran perlindungan. Situasi ini menunjukkan betapa kuatnya loyalitas mereka terhadap perintah Shen Wei.

Di tengah kerumunan, Yu Yuning hanya berdiri diam, tampak tenang meskipun pikirannya dipenuhi dengan berbagai spekulasi. Dalam hatinya, ia berkata, "Heeeh… Bukankah Shen Wei sebelumnya menyalahkanku karena memberinya racun? Apakah dia berubah pikiran setelah menerima ‘service’ dariku? Ataukah dia akhirnya menyadari bahwa aku bukan pelakunya? Jika itu benar, mungkin dia memang pria yang baik… atau setidaknya lebih bijaksana daripada yang aku pikirkan."

Shen Ning, yang berdiri di sisi Yu Yuning, tampak tidak bisa menahan emosinya lagi. Dengan suara lantang, ia berkata, “Kakak Ipar, mereka sangat keterlaluan! Kakak Shen sudah memberikan mereka tempat tinggal, makanan, dan segalanya, tapi mereka malah tidak tahu diri seperti ini. Mereka berani-beraninya bersikap tidak sopan padamu!”

"Wah aku tak menyangka, adik ipar baru ku membelaku," ucap Yu Yuning dalam hati.

Yu Yuning hanya tersenyum kecil. Ia menepuk pelan tangan Shen Ning, lalu menjawab dengan suara lembut namun tegas, “Tenanglah, aku tidak apa-apa. Mereka juga tidak akan berani menyentuhku. Jangan khawatir.”

Namun, ucapan Yu Yuning sepertinya semakin memanaskan hati Bibi Shen. Ia kembali maju beberapa langkah, menudingkan jarinya ke arah Yu Yuning sambil berkata dengan nada penuh amarah,

“Tidak akan berani? Kau pikir siapa dirimu, hah? Hanya karena kau menikah dengan Shen Wei, kau pikir kau bisa berdiri di atas kami semua? Kau itu bukan siapa-siapa! Perempuan murahan yang hanya membawa sial bagi keluarga ini!”

Mendengar hinaan tersebut, Shen Ning tidak bisa lagi menahan emosinya. Ia maju dengan wajah merah karena marah, lalu balas berteriak, “Cukup! Kakak Ipar tidak melakukan apa-apa! Kalau ada yang membawa sial, itu kalian semua! Kalian yang hanya menumpang hidup di keluarga Shen tapi berani bertingkah seperti ini! Apa kalian tidak tahu malu?”

"Kau benar adik ipar, semangat terus..." dalam hati Yu Yuning puas dengan adik iparnya ini.

Bibi Shen tampak terkejut mendengar keberanian Shen Ning, tetapi ia tidak mau kalah. Dengan suara yang sedikit bergetar karena emosi, ia menjawab, “Kau masih kecil, Ponakanku! Jangan ikut campur urusan orang dewasa!”

Namun, sebelum Shen Ning sempat membalas, Xu Kai melangkah maju, berdiri di antara Yu Yuning dan para penyerangnya. Dengan suara tegas yang penuh ancaman, ia berkata,

“Cukup! Saya peringatkan sekali lagi, jika ada yang mencoba menyakiti Nyonya Muda, saya tidak akan segan-segan mengambil tindakan. Tugas saya adalah melindungi keluarga Shen Wei, termasuk istri Jendral. Siapa pun yang melanggar perintah ini akan berurusan dengan saya.”

Di sisi lain, Yu Yuning hanya mengamati situasi dengan tenang. Dalam hati, ia memuji loyalitas para bawahan Shen Wei. Meski pria itu kini Shen Wei berada di titik terendah, orang-orang ini tetap setia padanya.

Dengan sedikit senyum, ia berkata dalam hati,

“Yah… Meskipun Jenderal Shen Wei ini memelihara para ‘benalu’ seperti mereka, aku harus mengakui bahwa kesetiaan bawahannya patut diacungi jempol. Mereka bahkan rela mempertaruhkan nyawa untuk melindungi perintahnya.”

Di ruang yang gelap dan pengap, Raja Wei duduk di sebuah batu besar yang baru diletakkan oleh prajurit, itu khusus untuk sesi interogasi, karena semua harta benda di istana hilang. Di depannya, Shen Wei yang dulu dikenal sebagai jenderal tangguh kini tampak tak berdaya. Wajahnya lebam, tubuhnya kurus, dan luka cambukan masih segar di punggungnya.

Raja Wei menatap Shen Wei dengan ekspresi datar, tetapi dalam hatinya penuh dengan kecemasan. "Shen Wei," ucapnya dengan nada dingin, "sampai kapan kau akan tetap diam? Bukankah lebih baik kau mengaku sekarang, daripada membuat dirimu semakin menderita?"

Shen Wei mengangkat kepalanya perlahan, menatap raja dengan tatapan tajam meski lemah. "Yang Mulia, aku sudah berulang kali mengatakan... aku tidak bersalah. Semua ini adalah fitnah," katanya pelan namun tegas.

Sebelum Raja Wei sempat membalas, seorang kasim masuk dengan tergesa-gesa. Ia menunduk memberi salam. "Yang Mulia, Letnan Hu Wang ingin melapor."

Raja Wei mengerutkan keningnya. "Biarkan dia masuk."

Kasim segera keluar, dan beberapa saat kemudian Letnan Hu Wang muncul. Tubuhnya penuh dengan bengkak, wajahnya hampir tak bisa dikenali. Ia memberi salam dengan tertatih-tatih.

Raja Wei memandangnya dengan heran. "Apa yang terjadi padamu? Dan apa yang ingin kau laporkan?"

Hu Wang mencoba berdiri tegak meski jelas tubuhnya kesakitan. "Ampun, Yang Mulia. Ketika kami menggeledah kediaman Shen, kami diserang oleh sekelompok tawon. Beberapa prajurit tewas di tempat, termasuk komandan Go Sen."

Raja Wei terkejut. "Apa? Bagaimana mungkin hal seperti itu bisa terjadi? Dari mana datangnya binatang itu?"

Hu Wang menunduk. "Kami tidak tahu, Yang Mulia. Tawon-tawon itu muncul begitu saja, menyerang dengan ganas."

Raja Wei semakin kesal. "Selidiki ini! Aku ingin tahu asal-usul tawon itu."

"Baik, Yang Mulia," jawab Hu Wang sambil membungkuk.

Namun, ia masih berdiri di tempat, tampak ragu untuk pergi.

Raja Wei mengerutkan kening. "Apa lagi? Kenapa kau belum pergi?"

Hu Wang menghela napas panjang sebelum melanjutkan. "Yang Mulia... ada hal lain yang ingin saya laporkan. Kediaman Shen tidak hanya diserang tawon, tetapi ketika kami menggeledah kediaman itu, semua harta benda nya juga hilang. Tidak hanya itu, kediaman beberapa pejabat dan bangsawan lainnya juga hilang dalam semalam."

Mendengar itu, Raja Wei bangkit dengan wajah penuh amarah. "Apa?! Bagaimana mungkin semua itu terjadi dalam waktu yang bersamaan?! Perampok mana yang cukup cakap untuk melakukan semua ini tanpa diketahui?" ucapnya dalam hati.

"Apakah pelaku nya sudah tertangkap?" tanya nya marah.

"Maafkan saya, Yang Mulia," ujar Hu Wang, "kami belum mengetahui pelakunya dan belum menemukan petunjuk apa pun. Namun, perampokan ini terjadi secara bersamaan dalam satu malam."

Raja Wei merasa darahnya mendidih. "Pergi dan selidiki semuanya! Aku ingin pelakunya ditemukan secepatnya!"

"Baik, Yang Mulia." Hu Wang segera mundur dengan susah payah, meninggalkan ruangan.

Kasim kemudian melangkah maju, wajahnya tampak cemas. "Yang Mulia, ada laporan lain yang perlu Anda dengar."

Raja Wei menatapnya tajam. "Apa lagi?"

"Keluarga Shen dan seluruh pengikutnya telah dipindahkan ke penjara seperti perintah Anda, tetapi ada seorang petugas penjara yang tewas mendadak." ucap Kasim.

Raja Wei mengerutkan kening. "Kenapa dia tewas?"

"Menurut para saksi, ia terkejut setelah melihat seekor tikus yang tiba-tiba muncul di kaki nya." ucap Kasim dengan hati-hati.

"Tikus?!" Raja Wei hampir tak percaya. "Bagaimana mungkin seorang petugas penjara mati hanya karena seekor tikus?! Ini semua terlalu aneh!"

Ia menghela napas berat, duduk kembali di batu besar itu. Pandangannya kembali tertuju pada Shen Wei, yang tetap diam tanpa ekspresi. "Shen Wei," katanya dengan suara lebih pelan namun penuh tekanan, "katakan padaku... apakah semua ini adalah ulahmu? Apakah kau merencanakan sesuatu di balik semua ini?"

Shen Wei menjawab dengan tubuh yang lemah dan suara yang kecil. "Yang Mulia, aku berada di penjara ini, tubuhku penuh luka, dan para pengikutku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Bagaimana mungkin aku mampu melakukan hal seperti itu?"

Raja Wei merasa darahnya mendidih. Ia tidak bisa menerima logika itu, tetapi kejadian-kejadian aneh yang menimpa kerajaannya membuatnya mulai meragukan keputusannya sendiri. Dalam hati ia bergumam, Apakah ini hukuman dari surga karena aku memperlakukan Shen Wei dengan buruk?

Namun, ia segera menggelengkan kepala, menepis pikiran itu. Tidak mungkin. Segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki penjelasan.

Terpopuler

Comments

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

hukuman dari surga apany... raja yg takut kekuasaanny dilengserkan hingga menuduh jendralny yg setia selama beberapa generasi ingin memberontak memang pantas dpt semua ini....klo perlu nanti hancurkan sekalian itu kerajaan, biar ketakutan rajany terwujud.

2025-03-04

1

Ayu Septiani

Ayu Septiani

Rajanya terlalu bodoh dengan mempercayai seorang pengkhianat dan malah menghakimi jendral perang yang selalu membantu mengamankan kerajaannya.

2025-01-27

3

panty sari

panty sari

jendral yg banyak memberikan kontribusi buat kerajaan di penjara karena fitnahan

2025-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 Dunia Tanpa Keadilan
2 Terbangun Di Dunia Berbeda
3 Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4 Ruang Angkasa Istimewa
5 Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6 Tekad Menjalankan Misi
7 Merampok Istana Kerajaaan
8 Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9 Gudang Kediaman Shen
10 Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11 Penyerangan Para Tawon
12 Jangan Pernah Menggangguku
13 Loyalitas Pengawal Shen
14 Awal Malapetaka Ini..
15 Keputusan Raja
16 Kedatangan Shen Wei
17 Membalas Tindakan
18 Karma Bekerja Lebih Cepat
19 Nyonya Muda Kejam
20 Percayalah Padaku
21 Jantung Berdebar Lebih Kencang
22 Efeknya Sangat Bagus
23 Istriku Luar Biasa
24 Kehancuran dan Kemalangan Yu
25 Itu Baru Suamiku
26 Lelucon Yang Sangat Menghibur
27 Ada Sesuatu Di Mangkuk
28 Melihat Pertunjukan Gratis
29 Kue Bulan Untuk Shen Wei
30 Ajari Sopan Santun
31 Arti Bermartabat
32 Peri dari Langit
33 Tidak Ada Yang Gratis
34 Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35 Jangan Melampiaskan Kepadaku
36 Memulai Menuju Pengasingan
37 Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38 Cerita Rakyat Jelata
39 Perintah Raja Za Lim
40 Ada Banyak Jalan
41 Kekacauan Ibu Kota
42 Kepanikan Merajalela
43 Ancaman Datang Untuk Raja
44 Kalian Tak Berguna
45 Dukungan Rakyat
46 Hanya Kamu Istriku
47 Jangan Marah
48 Penuh Kata Makian
49 Siapa Yang Menang?
50 Hadiah Dari Penduduk Desa
51 Merebut Barang Penduduk
52 Roti Sayuran Liar
53 Kau Bisa Semanja Ini
54 Di Intimidasi
55 Bukti Memberinya Racun
56 Mereka Bersekongkol
57 Waktunya Makan
58 Ternyata Jantan Juga
59 Xu Kai Marah
60 Kedatangan Ular Piton Besar
61 Pengawal Raja Za Lim
62 oh!!!
63 Kekuatan Tumbuhan
64 Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65 Ini Emas Woy
66 Di Hadang Perampok
67 Menuju Tambang Emas
68 Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69 Sempurna
70 Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71 Tiba-Tiba Memelukku
72 Butuh Banyak Kesabaran
73 Bernostalgia
74 Keadaan sekitar Pertempuran
75 Mengobati Yang Pantas Di Obati
76 Dia Masih Hidup
77 Tolong Selamatkan Dia
78 Berdebat Romantis
79 Istriku Memang Cerdik
80 Kerja Keras
81 Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82 Akhir Hidup Hakim Li Chao
83 Sesuatu Yang Hangat
84 Tanda Hujan Turun
85 Istri Jendral Yang Luar Biasa
86 Pemisahan Keluarga
87 Musibah Di Hujan Deras
88 Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89 Giok Surga Dari Penduduk Desa
90 Semua Orang Selamat
91 Matahari Terbit Dari Barat
92 Membunuh Yang Melukaiku
93 Akhiri Mereka
94 Penginapan Mewah
95 Pemilik Toko Perhiasan
96 Toko Ini Milikku
97 Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98 Akhirnya Tenang
99 Anak Itu Selamat
100 Cara Memberontak Bersama
101 Menonton Pertunjukan Live
102 Suplemen Vitamin Yu Yuning
103 Kau Sangat Tampan
104 Kecurigaan Letnan Xia Lan
105 Snack Imut dan Menggemaskan
106 Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107 Harimau Mereka Meminta Bantuan
108 Bangunan Tua Di Pegunungan
109 Harta Karun Terlupakan
110 Sikap Acuh Yu Yuning
111 Kau Tak Menyukainya
112 Tipikal Teratai Putih
113 Senyuman Maut Yu Yuning
114 Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115 Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116 Membersihkan Orang-Orang Istana
117 Berita Heboh Mengguncang
118 Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119 Rencana Kerajaan Baru
120 Membangun Pondasi Kerajaan
121 Surat Untuk Pangeran Za Guan
122 Kerajaan Shenmu
123 Kepulangan Letnan Xia
124 Kedatangan Raja dan Bangsawan
125 Senja di Kerajaan Shenmu
126 Hallo Ada Apa Ya
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dunia Tanpa Keadilan
2
Terbangun Di Dunia Berbeda
3
Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4
Ruang Angkasa Istimewa
5
Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6
Tekad Menjalankan Misi
7
Merampok Istana Kerajaaan
8
Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9
Gudang Kediaman Shen
10
Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11
Penyerangan Para Tawon
12
Jangan Pernah Menggangguku
13
Loyalitas Pengawal Shen
14
Awal Malapetaka Ini..
15
Keputusan Raja
16
Kedatangan Shen Wei
17
Membalas Tindakan
18
Karma Bekerja Lebih Cepat
19
Nyonya Muda Kejam
20
Percayalah Padaku
21
Jantung Berdebar Lebih Kencang
22
Efeknya Sangat Bagus
23
Istriku Luar Biasa
24
Kehancuran dan Kemalangan Yu
25
Itu Baru Suamiku
26
Lelucon Yang Sangat Menghibur
27
Ada Sesuatu Di Mangkuk
28
Melihat Pertunjukan Gratis
29
Kue Bulan Untuk Shen Wei
30
Ajari Sopan Santun
31
Arti Bermartabat
32
Peri dari Langit
33
Tidak Ada Yang Gratis
34
Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35
Jangan Melampiaskan Kepadaku
36
Memulai Menuju Pengasingan
37
Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38
Cerita Rakyat Jelata
39
Perintah Raja Za Lim
40
Ada Banyak Jalan
41
Kekacauan Ibu Kota
42
Kepanikan Merajalela
43
Ancaman Datang Untuk Raja
44
Kalian Tak Berguna
45
Dukungan Rakyat
46
Hanya Kamu Istriku
47
Jangan Marah
48
Penuh Kata Makian
49
Siapa Yang Menang?
50
Hadiah Dari Penduduk Desa
51
Merebut Barang Penduduk
52
Roti Sayuran Liar
53
Kau Bisa Semanja Ini
54
Di Intimidasi
55
Bukti Memberinya Racun
56
Mereka Bersekongkol
57
Waktunya Makan
58
Ternyata Jantan Juga
59
Xu Kai Marah
60
Kedatangan Ular Piton Besar
61
Pengawal Raja Za Lim
62
oh!!!
63
Kekuatan Tumbuhan
64
Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65
Ini Emas Woy
66
Di Hadang Perampok
67
Menuju Tambang Emas
68
Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69
Sempurna
70
Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71
Tiba-Tiba Memelukku
72
Butuh Banyak Kesabaran
73
Bernostalgia
74
Keadaan sekitar Pertempuran
75
Mengobati Yang Pantas Di Obati
76
Dia Masih Hidup
77
Tolong Selamatkan Dia
78
Berdebat Romantis
79
Istriku Memang Cerdik
80
Kerja Keras
81
Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82
Akhir Hidup Hakim Li Chao
83
Sesuatu Yang Hangat
84
Tanda Hujan Turun
85
Istri Jendral Yang Luar Biasa
86
Pemisahan Keluarga
87
Musibah Di Hujan Deras
88
Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89
Giok Surga Dari Penduduk Desa
90
Semua Orang Selamat
91
Matahari Terbit Dari Barat
92
Membunuh Yang Melukaiku
93
Akhiri Mereka
94
Penginapan Mewah
95
Pemilik Toko Perhiasan
96
Toko Ini Milikku
97
Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98
Akhirnya Tenang
99
Anak Itu Selamat
100
Cara Memberontak Bersama
101
Menonton Pertunjukan Live
102
Suplemen Vitamin Yu Yuning
103
Kau Sangat Tampan
104
Kecurigaan Letnan Xia Lan
105
Snack Imut dan Menggemaskan
106
Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107
Harimau Mereka Meminta Bantuan
108
Bangunan Tua Di Pegunungan
109
Harta Karun Terlupakan
110
Sikap Acuh Yu Yuning
111
Kau Tak Menyukainya
112
Tipikal Teratai Putih
113
Senyuman Maut Yu Yuning
114
Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115
Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116
Membersihkan Orang-Orang Istana
117
Berita Heboh Mengguncang
118
Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119
Rencana Kerajaan Baru
120
Membangun Pondasi Kerajaan
121
Surat Untuk Pangeran Za Guan
122
Kerajaan Shenmu
123
Kepulangan Letnan Xia
124
Kedatangan Raja dan Bangsawan
125
Senja di Kerajaan Shenmu
126
Hallo Ada Apa Ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!