Tekad Menjalankan Misi

Setelah semua persiapan selesai, Yu Yuning duduk di kursi dengan postur anggun. Ia memandang kedua pelayannya yang berdiri dengan kepala menunduk di sampingnya.

"Ngomong-ngomong," ujar Yu Yuning dengan nada santai, "siapa nama kalian?"

Pelayan pertama, seorang gadis dengan rambut dikepang rapi, menunduk sopan sebelum menjawab, "Hamba bernama Mei Lan, Nyonya."

Pelayan kedua, yang sedikit lebih pendek dengan wajah ceria, segera menambahkan, "Dan hamba bernama Xiao Yun."

Yu Yuning mengangguk kecil, mencatat nama mereka dalam ingatannya. "Mei Lan dan Xiao Yun, ya? Baiklah, apakah kalian berdua yang ditugaskan oleh... suamiku, Jenderal Shen Wei, untuk melayaniku?"

Keduanya saling melirik sejenak sebelum menjawab serempak, "Ya, Nyonya. Jenderal yang memerintahkan kami untuk melayani Anda dengan baik."

Yu Yuning mendesah dalam hati. Tadi malam sok-sok an bilang 'kamu melakukan tipu daya kepada jendral ini' gak tau nya berkali-kali juga kan, belum lagi pagi ini diberi dua pelayan untuk melayaniku. Apakah dia berubah fikiran? Ah sudahlah.

"Baiklah," kata Yu Yuning. Lalu ia menatap kedua pelayan itu dengan penuh minat. "Ngomong-ngomong, apakah kalian punya makanan? Aku lapar sekali."

Mei Lan segera menjawab, "Tentu saja, Nyonya. Makanan sudah disiapkan. Apakah Anda ingin kami segera membawanya ke sini?"

"Ya," Yu Yuning mengangguk mantap. "Ayo, keluarkan makanannya. Aku sudah tidak sabar lagi untuk makan."

Xiao Yun tersenyum lebar. "Baik, Nyonya. Kami akan membawakan makanan terbaik untuk Anda."

Keduanya segera keluar dari ruangan untuk mempersiapkan hidangan, meninggalkan Yu Yuning disana.

Yu Yuning duduk santai di kursi setelah kedua nya pergi. Ia mendesah panjang, tubuhnya terasa remuk karena aktivitas semalam yang intens, belum lagi tadi sempat masuk ruang angkasa melihat isi dalamnya, apalagi semua keribetan dipagi hari memakai segala macam baju berlapis-lapis.

"Ah, badanku benar-benar remuk karena ulah Jenderal itu," gumamnya sambil menggerutu kecil, meski pipinya sedikit memerah saat mengingat kembali malam panas yang baru saja dilaluinya. Shen Wei pura-pura menolak di awal, tapi akhirnya... "Ternyata serigala berbulu domba," batinnya sambil menggelengkan kepala.

Ia mendesah lagi dan memutuskan untuk menghilangkan rasa lelahnya. "Aku perlu air spiritual. Setidaknya ini bisa mengurangi rasa lelahku." Yuning menatap ke meja di hadapannya, di mana terdapat sebuah gelas kosong. Ia mengambil gelas itu, menaruh jarinya di mulut gelas, lalu membayangkan air spiritual dari ruang angkasanya mengalir masuk. Dalam sekejap, gelas itu penuh dengan air bening berkilauan.

Dengan tenang, ia meminum air itu seteguk demi seteguk. Rasa segar menyebar di seluruh tubuhnya, rasa lelah yang tadinya mendera kini perlahan sirna. Bahkan, kulitnya yang sebelumnya terasa kering dan kusam mendadak menjadi lembap dan bercahaya. Yuning menyentuh wajahnya dan tersenyum puas.

"Wow," gumamnya dengan mata berbinar, "air ini luar biasa. Aku merasa lebih segar sekarang." Ia menatap ke cermin dan melihat kilau baru di wajahnya. "Hm, sepertinya kekuatan tubuhku juga meningkat. Mari kita uji."

Yu Yuning berdiri, mengangkat tangannya, dan mengaktifkan kekuatan esnya. Sebuah jarum es kecil terbentuk di ujung jarinya. Dengan senyum penuh semangat, ia mengarahkannya ke sebuah vas kecil di sudut ruangan. "Mari kita lihat seberapa kuat ini," katanya sambil melempar jarum es itu.

Doar!

Vas itu langsung pecah berkeping-keping.

"Yeeees!" seru Yuning penuh kemenangan, tangannya terangkat ke udara. "Akhirnya kekuatanku naik ke level dua!" Namun, kegembiraannya mendadak terpotong oleh suara pintu yang dibuka kasar.

"Nyonya!" terdengar suara tegas seorang pria.

Yuning yang kaget langsung memegang dadanya. "Astaga! Kau mau membuatku mati kaget, ya?!" Ia menatap pria yang masuk tanpa izin.

Pria itu segera membungkuk sopan. "Maaf, Nyonya."

"Apakah nyonya tak apa?" tanya nya.

"Siapa kau?" tanya Yu Yuning.

"Maaf nyonya, Saya Xukai, Hùwèi (Bodyguard/seseorang yang selalu menemani Shen Wei dalam perang maupun kesehariannya. Kita sebut saja pengawal nanti ya)Jenderal. Saya mendengar suara keras dari luar dan berpikir ada bahaya, jadi saya langsung masuk untuk memastikan keselamatan Anda." ucapnya terburu-buru.

Yuning memandang pria itu dengan alis terangkat. "Pengawal jendral? Huh, apa pun itu, kau tidak bisa sembarangan masuk ke kamar orang tanpa izin, tahu!"

Xukai kembali membungkuk. "Mohon maaf, Nyonya. Saya hanya melaksanakan tugas untuk melindungi Anda." Pandangannya beralih ke pecahan vas di lantai. "Apakah Nyonya baik-baik saja? Apa yang terjadi di sini?"

Yuning terdiam sejenak, lalu menunjuk ke arah vas yang pecah. "Itu... jatuh. tak tahu tiba-tiba saja terjatuh."

Xukai menatap pecahan itu dengan ragu, namun ia tidak bertanya lebih jauh. "Baiklah, Nyonya. Saya akan memanggil pelayan untuk membersihkannya. Karena nyonya tidak apa-apa. Saya undur dirim"

"Hm" jawab Yuning dengan santai, melambaikan tangannya.

Xukai memberi hormat sebelum berbalik dan pergi.

Beberapa saat kemudian, Mei Lan dan Xiao Yun kembali bersama seorang pelayan yang membawa membawa nampan penuh makanan, sementara yang lain mengikuti mereka para pelayan yang membawa alat kebersihan.

Mei Lan melirik pecahan vas di lantai. "Nyonya, kenapa ada pelayan kebersihan di sini?"

Yu Yuning menjawab santai, "Vasnya jatuh."

Mei Lan mengangguk tanpa bertanya lebih jauh. Xiao Yun segera menata makanan di meja. Setelah semua selesai, Yu Yuning meminta para pelayan lainnya keluar, menyisakan dirinya, Xiao Yun, dan Mei Lan di ruangan.

Yuning menatap meja makan yang penuh dengan hidangan beraneka ragam. "Wah, kelihatannya lezat," gumamnya, lalu ia mengambil sepotong makanan dan mencicipinya. Namun, saat makanan itu masuk ke mulutnya, wajah Yuning langsung berubah.

Ia memandang kedua pelayannya dengan ekspresi aneh. "Kenapa rasanya seperti ini? Hambar sekali! Apa kalian hanya menaruh garam pahit di sini?"

Mei Lan dan Xiao Yun saling pandang dengan bingung. "Nyonya, ini adalah makanan terbaik yang disiapkan dari dapur Jenderal," jawab Xiao Yun hati-hati.

"Hah, terbaik katanya," gumam Yuning sambil mendesah. "Sudahlah. Ayo duduk, makan bersama denganku."

Keduanya terkejut dan segera menggeleng. "Kami tidak berani, Nyonya."

"Tak apa-apa," Yuning bersikeras. "Kalau aku memerintahkan, kalian harus menuruti. Bukankah aku majikan kalian? Jangan pedulikan apa yang Jenderal katakan kalau kalian bersamaku."

Setelah ragu sejenak, akhirnya keduanya duduk di meja bersama Yuning. Mereka makan dalam diam, sementara Yuning berusaha menelan makanan hambar itu dengan susah payah. Dalam hati, ia bersyukur sudah makan buah dan makanan ringan dari ruang angkasanya sebelumnya.

Setelah semua selesai makan, Yuning meletakkan sumpitnya dan menatap kedua pelayannya. "Baiklah, kalian berdua boleh keluar sekarang. Aku ingin beristirahat. Oh, dan satu hal lagi."

Mei Lan dan Xiao Yun segera berdiri. "Ya, Nyonya?"

"Tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke kamarku. Ingat itu. Tak peduli siapa pun, jangan biarkan mereka masuk."

"Baik, Nyonya," jawab keduanya serempak sebelum keluar dari kamar, meninggalkan Yuning sendiri untuk menikmati waktu istirahatnya.

"Baiklah, saatnya kita menjalankan misi ini," gumam Yuning dengan penuh tekad. Yu Yuning akan merampok semua harta raja baru dan semua pengikutnya, sebelum keluarga Shen di hukum dan diasingkan.

Terpopuler

Comments

Neng Alifa

Neng Alifa

saya suka kalo ad rampok rampo kan /Facepalm/

2025-03-30

0

Nyai Suketi

Nyai Suketi

Klo aq pnya ruang angkasa aq bkl masukin restoran padang yg masakan nya paling nomr wahid enak nya 👍😋🥰

2025-03-05

1

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

part ini jga mirip crita seseorang... semangaaat

2025-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dunia Tanpa Keadilan
2 Terbangun Di Dunia Berbeda
3 Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4 Ruang Angkasa Istimewa
5 Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6 Tekad Menjalankan Misi
7 Merampok Istana Kerajaaan
8 Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9 Gudang Kediaman Shen
10 Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11 Penyerangan Para Tawon
12 Jangan Pernah Menggangguku
13 Loyalitas Pengawal Shen
14 Awal Malapetaka Ini..
15 Keputusan Raja
16 Kedatangan Shen Wei
17 Membalas Tindakan
18 Karma Bekerja Lebih Cepat
19 Nyonya Muda Kejam
20 Percayalah Padaku
21 Jantung Berdebar Lebih Kencang
22 Efeknya Sangat Bagus
23 Istriku Luar Biasa
24 Kehancuran dan Kemalangan Yu
25 Itu Baru Suamiku
26 Lelucon Yang Sangat Menghibur
27 Ada Sesuatu Di Mangkuk
28 Melihat Pertunjukan Gratis
29 Kue Bulan Untuk Shen Wei
30 Ajari Sopan Santun
31 Arti Bermartabat
32 Peri dari Langit
33 Tidak Ada Yang Gratis
34 Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35 Jangan Melampiaskan Kepadaku
36 Memulai Menuju Pengasingan
37 Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38 Cerita Rakyat Jelata
39 Perintah Raja Za Lim
40 Ada Banyak Jalan
41 Kekacauan Ibu Kota
42 Kepanikan Merajalela
43 Ancaman Datang Untuk Raja
44 Kalian Tak Berguna
45 Dukungan Rakyat
46 Hanya Kamu Istriku
47 Jangan Marah
48 Penuh Kata Makian
49 Siapa Yang Menang?
50 Hadiah Dari Penduduk Desa
51 Merebut Barang Penduduk
52 Roti Sayuran Liar
53 Kau Bisa Semanja Ini
54 Di Intimidasi
55 Bukti Memberinya Racun
56 Mereka Bersekongkol
57 Waktunya Makan
58 Ternyata Jantan Juga
59 Xu Kai Marah
60 Kedatangan Ular Piton Besar
61 Pengawal Raja Za Lim
62 oh!!!
63 Kekuatan Tumbuhan
64 Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65 Ini Emas Woy
66 Di Hadang Perampok
67 Menuju Tambang Emas
68 Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69 Sempurna
70 Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71 Tiba-Tiba Memelukku
72 Butuh Banyak Kesabaran
73 Bernostalgia
74 Keadaan sekitar Pertempuran
75 Mengobati Yang Pantas Di Obati
76 Dia Masih Hidup
77 Tolong Selamatkan Dia
78 Berdebat Romantis
79 Istriku Memang Cerdik
80 Kerja Keras
81 Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82 Akhir Hidup Hakim Li Chao
83 Sesuatu Yang Hangat
84 Tanda Hujan Turun
85 Istri Jendral Yang Luar Biasa
86 Pemisahan Keluarga
87 Musibah Di Hujan Deras
88 Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89 Giok Surga Dari Penduduk Desa
90 Semua Orang Selamat
91 Matahari Terbit Dari Barat
92 Membunuh Yang Melukaiku
93 Akhiri Mereka
94 Penginapan Mewah
95 Pemilik Toko Perhiasan
96 Toko Ini Milikku
97 Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98 Akhirnya Tenang
99 Anak Itu Selamat
100 Cara Memberontak Bersama
101 Menonton Pertunjukan Live
102 Suplemen Vitamin Yu Yuning
103 Kau Sangat Tampan
104 Kecurigaan Letnan Xia Lan
105 Snack Imut dan Menggemaskan
106 Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107 Harimau Mereka Meminta Bantuan
108 Bangunan Tua Di Pegunungan
109 Harta Karun Terlupakan
110 Sikap Acuh Yu Yuning
111 Kau Tak Menyukainya
112 Tipikal Teratai Putih
113 Senyuman Maut Yu Yuning
114 Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115 Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116 Membersihkan Orang-Orang Istana
117 Berita Heboh Mengguncang
118 Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119 Rencana Kerajaan Baru
120 Membangun Pondasi Kerajaan
121 Surat Untuk Pangeran Za Guan
122 Kerajaan Shenmu
123 Kepulangan Letnan Xia
124 Kedatangan Raja dan Bangsawan
125 Senja di Kerajaan Shenmu
126 Hallo Ada Apa Ya
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Dunia Tanpa Keadilan
2
Terbangun Di Dunia Berbeda
3
Kilasan Masa Lalu Dan Masa Depan
4
Ruang Angkasa Istimewa
5
Mulai Beradaptasi di Zaman Kuno
6
Tekad Menjalankan Misi
7
Merampok Istana Kerajaaan
8
Mengosongkan Harta Pejabat Korup
9
Gudang Kediaman Shen
10
Penggeledahan Kediaman Keluarga Shen
11
Penyerangan Para Tawon
12
Jangan Pernah Menggangguku
13
Loyalitas Pengawal Shen
14
Awal Malapetaka Ini..
15
Keputusan Raja
16
Kedatangan Shen Wei
17
Membalas Tindakan
18
Karma Bekerja Lebih Cepat
19
Nyonya Muda Kejam
20
Percayalah Padaku
21
Jantung Berdebar Lebih Kencang
22
Efeknya Sangat Bagus
23
Istriku Luar Biasa
24
Kehancuran dan Kemalangan Yu
25
Itu Baru Suamiku
26
Lelucon Yang Sangat Menghibur
27
Ada Sesuatu Di Mangkuk
28
Melihat Pertunjukan Gratis
29
Kue Bulan Untuk Shen Wei
30
Ajari Sopan Santun
31
Arti Bermartabat
32
Peri dari Langit
33
Tidak Ada Yang Gratis
34
Pagi Hari Sebelum Pengasingan Di Mulai
35
Jangan Melampiaskan Kepadaku
36
Memulai Menuju Pengasingan
37
Sama-sama Tidak Tahu Terima Kasih
38
Cerita Rakyat Jelata
39
Perintah Raja Za Lim
40
Ada Banyak Jalan
41
Kekacauan Ibu Kota
42
Kepanikan Merajalela
43
Ancaman Datang Untuk Raja
44
Kalian Tak Berguna
45
Dukungan Rakyat
46
Hanya Kamu Istriku
47
Jangan Marah
48
Penuh Kata Makian
49
Siapa Yang Menang?
50
Hadiah Dari Penduduk Desa
51
Merebut Barang Penduduk
52
Roti Sayuran Liar
53
Kau Bisa Semanja Ini
54
Di Intimidasi
55
Bukti Memberinya Racun
56
Mereka Bersekongkol
57
Waktunya Makan
58
Ternyata Jantan Juga
59
Xu Kai Marah
60
Kedatangan Ular Piton Besar
61
Pengawal Raja Za Lim
62
oh!!!
63
Kekuatan Tumbuhan
64
Yu Yuning Menyukai Kekayaan
65
Ini Emas Woy
66
Di Hadang Perampok
67
Menuju Tambang Emas
68
Ku Lindungi dengan Separuh Hidupku
69
Sempurna
70
Tinggal Sebuah Tanah Gersang
71
Tiba-Tiba Memelukku
72
Butuh Banyak Kesabaran
73
Bernostalgia
74
Keadaan sekitar Pertempuran
75
Mengobati Yang Pantas Di Obati
76
Dia Masih Hidup
77
Tolong Selamatkan Dia
78
Berdebat Romantis
79
Istriku Memang Cerdik
80
Kerja Keras
81
Merampok Hakim Daerah Fu, Li Chao
82
Akhir Hidup Hakim Li Chao
83
Sesuatu Yang Hangat
84
Tanda Hujan Turun
85
Istri Jendral Yang Luar Biasa
86
Pemisahan Keluarga
87
Musibah Di Hujan Deras
88
Rencana Jahat Letnan Xia Lan
89
Giok Surga Dari Penduduk Desa
90
Semua Orang Selamat
91
Matahari Terbit Dari Barat
92
Membunuh Yang Melukaiku
93
Akhiri Mereka
94
Penginapan Mewah
95
Pemilik Toko Perhiasan
96
Toko Ini Milikku
97
Yu Yuning Lebih Kaya Dari Kaisar
98
Akhirnya Tenang
99
Anak Itu Selamat
100
Cara Memberontak Bersama
101
Menonton Pertunjukan Live
102
Suplemen Vitamin Yu Yuning
103
Kau Sangat Tampan
104
Kecurigaan Letnan Xia Lan
105
Snack Imut dan Menggemaskan
106
Jangan Ber Masalah Dg Ny Shen
107
Harimau Mereka Meminta Bantuan
108
Bangunan Tua Di Pegunungan
109
Harta Karun Terlupakan
110
Sikap Acuh Yu Yuning
111
Kau Tak Menyukainya
112
Tipikal Teratai Putih
113
Senyuman Maut Yu Yuning
114
Rencana Licik Pasangan Suami Istri
115
Beberapa Detik Sampai di Ibu Kota
116
Membersihkan Orang-Orang Istana
117
Berita Heboh Mengguncang
118
Awal Perjalanan Yu Yuning dan Shen Wei
119
Rencana Kerajaan Baru
120
Membangun Pondasi Kerajaan
121
Surat Untuk Pangeran Za Guan
122
Kerajaan Shenmu
123
Kepulangan Letnan Xia
124
Kedatangan Raja dan Bangsawan
125
Senja di Kerajaan Shenmu
126
Hallo Ada Apa Ya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!