bab 18

" gadis kecil kau tidak apa-apa "

Bella mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk.

Dia melihat kearah Max dengan tatapan sendu, seolah ingin bercerita tentang kesedihannya dan kekecewaan yang saat ini dia rasakan.

Tak terasa airmata nya jatuh tanpa dia sadari.

Max makin mendekat dia mengulurkan tanganya dan menghapus airmata Bella yang menyebrang di pipinya.

Bella menangis tanpa mengeluarkan suara dan Max langsung memeluknya, semua orang yang menyaksikan hal tersebut menjadi terharu, dan ada sebagian yang ikut menangis.

" sudahlah tidak apa-apa, hapus airmata mu.

Kamu harus jadi pribadi yang kuat jangan pernah menunduk dihadapan orang orang yang selalu menyakitimu. " Max melepaskan pelukannya, kemudian dia mengeluarkan sebuah saputangan dari sakunya dan memberikannya pada Bella.

Bella meraihnya dan menghapus airmata dan juga ada sedikit darah di ujung bibirnya akibat tamparan Mila.

" tuan Max, tuan Kai maafkan atas kekacauan ini, saya benar benar malu, maafkan atas segala keributan yang ditimbulkan oleh anak anak saya " ucap Tuan Adam dengan memelas.

Max melihat kearah Tuan adam dengan tatapan tajam.

" saya benar benar kecewa terhadap anda " ucapnya datar dan juga dingin.

" Ara aku akan pergi, ingat jangan biarkan mereka menindasmu, dan aku akan membantumu untuk membalas mereka, jika kamu menginginkannya "

Setelah mengatakan hal itu Max pergi meninggalkan pesta di ikuti oleh Jhon dan kemudian Kai

Namun sebelum pergi Kai mendekati Bella terlebih dahulu.

" gadis kecil lain kali kalau menendang itu harus tepat sasaran dan harus sekencang mungkin, apalagi kalau kamu menghadapi kedua gadis dekil ini " ucap Kai pada Bella dan setelah nya dia menoleh kearah Mila dan Mira dengan tatapan yang meremehkan.

Mila dan Mira melotot saat Kai mengatai mereka gadis dekil, padahal mereka sudah berdandan kece badai, tapi masih aja dibilang dekil.

Kai memberi julukan gadis dekil pada Mila dan Mira dikarenakan kulit mereka sedikit gelap dari Bella, tapi tidak seperti xxx xxxx hitam pada umumnya.

Perkataan tersebut tentu saja membuat orang orang yang ada disekitar menjadi terkejut sekaligus penasaran bahkan ada juga yang tertawa.

Dua anak tiri tuan Adam diberi gelar gadis dekil tentu saja membuat mereka tertawa, sementara Bella..

Bagaimana bisa putri kandung tuan Adam bisa mengenal ceo dari ION corp dan juga pewaris tunggal PT RENCI corp.

Selama ini mereka terkenal sangat dingin dan juga irit berbicara apalagi Max, dia terkenal dengan kekejaman dan juga selalu dingin terhadap lawan nya apalagi terhadap perempuan.

Sementara Kai dia memang sedikit banyak bicara, tapi setiap kata yang keluar dari mulutnya seperti sebuah belati yang selalu siap untuk menghunus kapanpun.

Begitu juga dengan Tuan Adam tak kalah terkejutnya, putri yang selama ini tidak pernah dianggap ternyata bisa kenal dengan para pengusaha yang tidak sembarangan orang bisa berbicara padanya.

Tuan Adam terpaku ditempat nya, hingga beberapa saat kemudian dia tersadar dan mengejar tamu kehormatan nya Max dan Kai.

Vegas pun melakukan hal yang sama, dia pun terheran saat melihat interaksi antara Max dan juga Bella. Namun beberpa saat kemudian dia pun keluar untuk mengiringi tamu kehormatan pulang.

Disusul oleh Mila Mira dan ibunya mereka melihat ke arah Bella dengan tatapan penuh kebencian, dan pergi meninggalkan Bella.

Kini hanya tinggal Andika dan Bella dan juga beberapa orang tamu yang masih memperhatikan Bella.

Gadis yang berpenampilan biasa saja bisa kenal dengan kedua pengusaha muda yang terkenal di Asia .

" sudah lah Bella jangan menangis terus lu kelihatan jeleknya kalau menangis  " ucap Andika mencoba menghibur Bella.

" gue juga nggak tahu kenapa airmata gue keluar saat paman Max menghampiri gue "

" mungkin itu adalah rasa nyaman yang lu rasain saat dekat dengan master, atau mungkin juga lu udah jatuh cinta ama dia "

Pletak..

Bella menoyor kepala Andika dengan keras, sehingga membuat Andika meringis kesakitan dan mengelus kepalanya.

" ishh... lu apa apaan sih Bell ?? Sakit tahu "

" rasain!!! " ucapnya sambil mencebik.

" bella ujung bibir lu berdarah tuh, oh iya.. gue denger katanya luka dibibir akan cepat sembuh dengan cara dicium,  gimana kalau gue cium lu, biar cepat sembuh " ucapnya sambil mengerak gerakan kedua alisnya.

Bella bergidik melihat kelakuan Andika yang menurutnya menjijikan

" ihhhhh..ogah " tolaknya sambil berlalu meninggalkan Andika.

Para tamu undangan satu persatu sudah pulang meninggalkan kediaman tuan Adam.

Hingga tibalah saat nya untuk membuka kado dari para tamu yang datang.

Mila Mira dan juga melisa sibuk membuka kado kado tersebut, sementara Bella dia ada dikamar nya sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen nya dikampus.

Tiba pintu kamar Bella ada yang mengetuk tiga kali.

Tok..tok..tok

" non Bella dipanggil sama tuan besar ke ruangan kerja nya non " teriak bi Tuti dari luar agar terdengar oleh Bella yang berada didalam.

" ya bi nanti saya kesana " balas Bella sambil teriak juga agar terdengar oleh bi Tuti.

Sepuluh menit kemudian Bella keluar kamar dan menuju satu ruangan dimana selalu dipakai oleh Tuan Adam untuk menyelesaikan pekerjaan jika belum selesai di kantor.

To..tok..tok

" masuk " ucap tuan Adam dari dalam.

Bella membuka pintu dan melihat sang ayah sedang duduk didepan meja dan sedang menghitung uang Cash dan cek yang ada didepannya, uang yang merupakan hadiah pemberian dari para kolega nya yang datang ke acara ulang tahunnya.

Bella menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan ayahnya yang serakah itu.

" duduklah bell " titah Tuan Adam.

" ada apa memanggilku?? Apa untuk membicarakan soal perkelahian dengan dua putri kesayangan ayah itu?? " ucapan Bella ketus.

" nggak ayah mengerti dengan keadaan mu, ayah tidak ingin bertanya tentang hal itu " Bella mencebikkan bibirnya, dia paham bagaimana sifat dan karakter ayahnya tersebut.

Tidak mungkin dia menjadi tiba tiba baik kalau bukan ada maksud maksud tertentu.

" Bella apa kamu mengenal tuan muda Maximilian dan tuan muda Kai?? " setelah tuan Adam bertanya seperti itu Bella langsung paham akan maksudnya.

Bella juga seolah bisa melihat dengan jelas tertulis di jidat sang ayah yang bertuliskan " BISA DIMANFAATKAN "

" nggak " jawab Bella dengan cepat.

" nggak kenal mana mungkin?? Kalau kalian tidak saling kenal kenapa dia membantu mu?? Bahkan dia memberikanmu saputangan miliknya. " ucap Tuan Adam yang percaya dengan apa yang diucapkan Bella kalau dirinya tidak mengenal kedua orang pria yang sangat berpengaruh didunia bisnis tersebut.

" mana Bella tahu yah, mungkin mereka tidak senang melihat ketidak adilan yang terjadi padaku " jawaban Bella tentu saja menohok bagi tuan Adam.

Pasalnya dia lebih membela dan condong pada anak tirinya ketimbang pada putri kandungnya.

" haahhh... sudahlah jangan diperpanjang lagi urusannya, Bella kamu tahu perusahan ayah saat ini sedang Dalam kesulitan, akhir akhir ini sangat sulit mencari investor, kalau seandainya Tuan Max atau Tuan Kai mau ber investasi, maka perusahan kita akan terselesaikan " Bella hanya mendengus saja.

" ya mau gimana lagi yah Bella emang tidak mengenal mereka sama sekali "

" biarlah aku berpura pura tidak mengenal mereka, agar ayah tidak memanfaatkan mereka untuk meraih investasi modal pada ayah " ucapnya dalam hati.

~~~☆☆☆~~~~

Sementara di sisi lain...

Bugh...bugh...bugh

Pukulan demi pukulan Max layang pada beberapa orang saat ini tengah berlatih dengannya diatas ring.

Ada sekitar sepuluh orang kurang lebih sedang berlatih ilmu bela diri, sementara Max hanya sendirian melawan mereka.

Max begitu lincah gesit dan juga kuat menghadapi mereka sekalian.

Sementara Kai, Martin dan juga Jhon mereka tengah beristirahat sambil menyaksikan aksi Max yang melawan kesepuluh orang tersebut secara bersamaan.

Mereka benar benar kagum akan ilmu beladiri Max yang tak bisa diragukan lagi, dia juga benar benar kuat, dia memang pantas dijadikan seorang ketua gangster mafia.

Setelah Max sudah mengalahkan kesepuluh orang tersebut kemudian dia turun dari ring, dan dengan sigap Jhon memberinya handuk kecil untuk mengelap keringat yang bercucuran.

Setelah itu Max masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Kai yang sedang iseng memeriksa sling bag milik Max, dia mengeluarkan isi tas tersebut, didalam nya terdapat ponsel, dompet yang berisi berbagai macam kartu sakti, kunci mobil dan ada beberapa file .

Karena penasaran Kai membuka salah satu File tersebut, saat dibuka ada sebuah foto yang terjatuh, Kai mengambil foto tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto tersebut.

" ini..."

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

idiih KAI kmu kok lancang banget jadi org.entar di pukul max tau rasa walaupun kmu itu asistennya

2025-02-20

0

Dewi Anjasmaraa

Dewi Anjasmaraa

ihhh.. si KAI kok kurang ajar pake buka1 Sling back ya Max

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!