bab 7

" Paman... tolong jangan seperti itu " teriak Bella sambil menutup matanya ketakutan.

Max yang masih dalam keadaan menunduk dan mendekati wajah Bella sedikit tersenyum, dia makin mendekatkan wajahnya pada telinga Bella dan berbisik.

" Max " ucapnya kemudian dia berdiri tegak lagi dan sedikit memundurkan tubuhnya.

Bella yang merasakan keadaan sekitar aman dia membuka matanya perlahan, dia juga melihat kearah pria tampan yang ada didepannya saat ini.

" gadis kecil aku bukan pamanmu " Bella yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Max mengerjapkan matanya.

" oh.. " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut bella.

Tapi beberapa saat kemudian Bella menjadi lemas, dia berfikir mungkin setelah pria ini memberitahukan namanya, maka selanjutnya adalah dia akan membunuhnya, mungkin ini adalah salah satu cara agar orang dibunuh olehnya tidak mati penasaran.

Jhon yang sedari tadi hanya menyaksikan interaksi bosnya dengan gadis itu, dia melihat kalau tingkah bos nya sedikit berbeda dengan gadis itu.

Jhon memperhatikan gadis tersebut, sekilas dia mengingat seperti pernah melihatnya, tapi dimana entah.

Lalu beberpa saat kemudian Jhon mulai teringat kalau gadis itu pernah dia temui dua tahun lalu, saat dia menjual keperawannya, dan bos yang menidurinya pada malam itu.

Sekarang Jhon mulai paham kenapa bos nya bersikap tak seperti biasanya, rupanya bos sudah menemukan gadis yang selama ini selalu mengusiknya dalam fikiran bosnya.

Jhon dan beberapa anak buahnya berdiri dari arah depan dan juga berjaga dari segala kemungkinan yang ada,mengingat profesi mereka sebagai mafia, tidak sedikit orang yang ingin menyingkirkan mereka, terutama sang bos Maximilian.

Max memberikan kode pada Jhon untuk menjauh dari mereka, dia tindak ingin sang gadis semakin ketakutan karena melihat begitu banyak laki laki yang berbaju hitam layaknya ciri khas mafia.

Jhon yang paham sedikit mundur dan membuat nya terkesan seperti biasa layaknya orang yang sedang menonton kecelakaan.

Kai yang saat ini ada dibelakang Max pun merasa terkejut dengan perlakuan bosnya yang tak biasa terhadap gadis itu.

" ada apa dengan si bos, kenapa dia jadi berubah, dia mendadak menjadi ramah, apa si bos menyukai gadis itu " Kai bermonolog dalam hatinya.

Max memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana nya dan masih memperhatikan Bella.

" kamu tahu apa kesalahanmu ?? " ucap Max sambil menarik nafas dalam.

" ta .. tahu " ucap Bella terbata, dia menunduk lagi dan tepat dihadapan Max dia bisa melihat dengan jelas otot otot perut Max yang tercetak karena Max menggunakan kemeja berwarna cream yang menerawang dan juga ketat.

Otot perut nya terbentuk sempurna, bella menelan saliva nya.

Max yang memperhatikan arah pandang bella tersenyum saat mengetahui kalau Bella sedang melihat kearah perutnya.

" astaga sebenarnya apa yang aku fikirkan, disaat nyawa sedang terancam aku malah berfikir yang lain " ucap Bella dalam hatinya.

" salah apa?? " tanya Max datar.

" salahnya.. menghadang mobil anda "

" hah... " Max mengecilkan matanya.

"  oh..itu salahku.. iya salahku.. aku sudah menghancurkan mobil anda tolong maafkan saya" jawab Bella gugup., dia merasa panik dan juga ketakutan saat melihat Max mengecilkan matanya, seolah dia sedang menatap sinis padanya.

" apa !!!! " sentak Max pada Bella, rupanya Bella masih belum mengerti apa kesalahan yang dia buat sehingga membuat max makin kesal terhadapnya.

Dia membuka jas yang saat ini tengah dipakainya, kemudian dia langsung melemparnya kearah Kai

Dan dengan sigap Kai menangkapnya.

Bella yang melihat kejadian itu dia bertambah panik, dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.

" salah..ya salahku sangat banyak terhadap anda, aku seharusnya tidak menghalangi jalan anda, tidak membentangkan motor dan... dan membuat mobil anda menjadi rusak, aku juga tahu waktu anda sangat berharga, aku mohon lepaskan aku tolong jangan mempersulit aku " ucap bella memelas.

Mendengar perkataan Bella raut wajah Max makin masam.

Bella merasa serba salah dia mau berkata apapun tetap saja salah dimata pria itu, dia merasa kalau hari ini tamat riwayat nya.

Sepertinya pria itu memang akan benar benar membunuhnya.

Setelah beberapa saat kemudian bella berfikir, percuma saja dia berkata baik pun dia tetap akan dibunuh oleh pria tersebut, sehingga dia mengumpulkan keberaniannya dan menatap kearah pria tersebut.

" baiklah kalau paman memang tidak mau menerima maafku dan tetap akan membunuhku silahkan saja, ayo bunuh aku secepatnya,  aku tidak peduli ayo cepat lakukan paman " teriak Bella sambil memajukan lehernya seolah dia sudah pasrah dan menyuruh Max untuk memelintir lehernya atau bahkan mencekiknya nya sekalipun dia tidak peduli lagi.

Max yang melihat kelakuan gadis tersebut merasa lucu dan juga gemas, dia ingin tertawa tapi sekuatnya dia tahan dan tetap memperlihatkan wajah dingin nya, kemudian dia membuang nafasnya secara kasar " hah.. "

Disaat Max menolehkan pandangannya kearah samping, dengan cepat Bella menginjak kaki Max sekuatnya, sehingga membuat Max kaget dan melihat kearah nya dengan cepat.

Bella dengan cepat mengepalkan tangannya dan langsung menonjok rahang Max dengan seluruh kekuatannya, beberapa detik kemudian Bella langsung berlari kabur meningalkan Max yang masih terpaku menatap punggung Bella yang semakin menjauh.

Bukan..bukan merasa sakit, mana mungkin pukulan Bella akan terasa sakit, baginya pukulan tersebut seperti sebuah belaian lembut.

" ehh gadis itu kabur bos, Jhon tangkap gadis itu cepat jangan biarkan dia lari " teriak Kai dengan kencang.

Max dengan segera memberi kode pada Jhon untuk memberikan jalan pada Bella agar dia bisa lewat.

Bella bisa melewati barisan para bodyguard Max dengan mudah, sementara Jhon yang melihat Bella melintas dihadapannya hanya diam memperhatikan bella.

Kai yang tidak mengerti akan situasi nya langsung mendekat ke arah Max.

" bos kenapa anda membiarkan dia pergi bos, bagaimana dengan ini, mobil anda rusak bos " ucap Kai sambil mendekati bugatti yang sudah dalam keadaan penyok.

Max yang tadinya sedang memperhatikan punggung Bella yang semakin menjauh, tersenyum tipis dia merasakan hari ini sangat membahagiakan untuknya, pasalnya semenjak malam itu, dia selalu teringat dengan gadis tersebut.

Dia sudah mencari informasi tentang gadis tersebut, tapi seolah Tuhan menutup jalan baginya dia tidak bisa mendapatkan informasi apalagi menemukan gadis tersebut selama dua tahun ini.

Max melihat kearah Kai yang masih saja mengoceh, dia sangat menyayangkan bugatti yang masih baru ini harus penyok, entah berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk memperbaikinya.

" bos bagaimana ini mobilmu rusak begini " ucap Kai lagi.

" apa kau akan mati jika mulutmu itu diam " hardik Max kesal.

Kemudian dia memanggil Jhon dengan menggerakan dua jarinya.

Tak lama Jhon pun berlari dan mendekat kearah Max.

" Jhon perbaiki itu " ucap Max.

" bener bos mobil ini harus segera diperbaiki, sayang kalau sampai berkarat nanti " ucap Kai menimpali.

" bukan mobil itu, tapi motor itu yang harus diperbaiki " ucap Max

" apa !!! " pekik Kai

Kai.. kai.. lebay banget sih

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

KAI KAI kmu yg harus perbaiki soal nya kmu nyetirnya ugal ugalan jdi nabrak.

2025-02-19

1

Dewi Anjasmaraa

Dewi Anjasmaraa

aku urun like aja ya

2025-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!