bab 6

" lihat kedepan ada orang menyebrang " bentak Max pada Kai yang saat ini tengah menoleh kebelakang.

Kai langsung melihat kedepan dia melihat ada seorang nenek sedang menyebrang jalan sendirian.

Jarak mereka sekitar sepuluh meter, Kai sudah meng klakson agar sang nenek cepat menepi, tapi seperti nya sang nenek tidak bisa mendengar.

" aaahkkk... " teriak panik dari Kai

" banting stirnya " teriak Max,  dan Kai langsung membanting stir kearah kiri dan ternyata disebelah kiri ada sepeda motor yang sedang membentang menghalangi jalan, sehingga mobil bugatti tersebut menabrak motor dengan keras hingga terpental keatas dan menimpa kap mobil bugatti tersebut hingga penyok.

Sementara sang pemilik motor tersebut sedang berlari kearah nenek tua itu dan membantunya untuk segera menyebrang.

" nek ayo saya bantu buat nyebrang " kata Bella sambil menuntun sang nenek untuk menyebrang.

Setelah sampai sang nenek langsung mengucapkan terima kasih pada Bella.

Bella akhirnya meninggalkan sang nenek dan menghampiri motornya yang sudah rusak,  dia menghela nafas panjang, ada rasanya penyesalan dalam dirinya.

Seharusnya dia menyimpan motornya ditempat aman, tapi apa boleh buat semua sudah terjadi.

Motor itu satu satu nya kendaraan yang dia punya jika pergi ke kampus atau ke tempat kerja, motor itu dibeli secara kredit dan baru lunas tiga bulan yang lalu, dan itu juga motor bekas bukan motor baru.

Lukman keluar melihat keadaan mobil bos nya dan dia terpekik saat melihat keadaan body kap mobil bosnya sudah penyok.

" habislah bugatti nya si bos, mana masih baru lagi, semua ini gara gara nenek tua itu, dan juga... ini.. motor siapa ini " omel Kai

Padahal sudah jelas kalau dia tidak ngebut mana mungkin hal ini akan terjadi tapi memang dasarnya dia tidak mau disalahkan makanya dia mencari kesalahan orang lain.

Bella yang saat ini masih berada dekat dengan motor nya merasa kesal ketika mendengar Kai mengomel.

" tuan anda tidak bisa menyetir ya?? Anda tidak lihat ada seorang nenek yang sedang menyebrang, bagaimana bisa dijalan yang ramai begini anda menjalankan mobil anda dengan sangat kencang " ucap Bella.

" heh..gadis kecil kamu bicara apa, sudah jelas kamu yang salah karena sudah menghalangi jalan mobil bos ku, dan kamu berani berkata seperti itu " ucap Kai kesal.

" Berisik !!! " teriak Max saat dia membuka pintu, dia bukan marah karena mobilnya penyok tapi dia marah karena banyak waktu yang terbuang, sementara dia harus segera menghadiri rapat penting saat ini juga.

Max menatap tajam pada Kai, kemudian tatapannya beralih ke gadis tersebut.

" dia... gadis itu "

Max menatap dalam Bella, namun beberapa saat kemudian tatapannya berubah menjadi dingin kembali seperti biasanya.

" bos mobil bugatti mu telah hancur bos karena sepeda motor gadis ini " ucap Kai dengan cepat karena dia tidak mau disalahkan oleh bos nya.

Bella menatap pria yang dipanggil bos oleh Kai, untuk beberapa saat bella tertegun melihat pria itu.

Pria yang sangat tampan, alisnya tebal, matanya besar, hidungnya mancung, serta kulit yang putih, apalagi jika dilihat bentuk tubuh nya terlihat sempurna dan juga tinggi, jika diperkirakan mungkin sekitar 192 cm.

Bella yang menatap Max tanpa berkedip, tetiba menjadi sadar dan segera mengerjapkan matanya.

" pria ini sangat tampan tapi sayang kalau dilihat sepertinya dia orang yang kejam, dan seperti nya orang ini adalah orang yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat, sebaiknya aku harus menghindar dan tidak mencari gara gara dengan mereka " ucap Bella dalam hatinya.

Bella yang tadinya berani berbicara lantang dengan lukman seketika nyalinya menjadi ciut setelah melihat Max, dia menelan ludahnya dan sedikit ketakutan.

Max mendekati motor yang sudah ringsek itu, kemudian dia melihat kearah bella dan bertanya.

" ini motor kamu?? "

Max terdiam ketika dia menatap kearah Bella, dia terlihat lebih kurus dari terakhir kali dia melihatnya dua tahun yang lalu, dimana dia menghabiskan sepanjang malam bersama nya.

" dia masih tetap cantik, walaupun terlihat lebih kurus, apakah selama ini dia hidup dengan baik, apa dia makan dengan baik juga, tapi dibeberapa bagian sepertinya terlihat tumbuh dengan baik " ucap Max dalam hatinya, dia tersenyum tipis, setipis kertas hingga tidak ada yang menyadarinya.

Bella yang mendapat pertanyaan seperti itu disertai tatapan dari pria tersebut membuat Bella benar benar merasa gugup dan juga takut, diperuntukkan dan menjawab dengan pelan.

" I.. iya paman itu motorku "

" apa !!!?? " pekik Max dan melotot kearah Bella. Max merasa tak terima dengan sebutan yang gadis itu berikan padanya.

Dan apa katanya ??

Paman ??

Apakah menurut dia aku sudah setua itu, umurku baru duapuluh tujuh tahun, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu.

Bella yang tidak mengerti sebenarnya apa yang dipermasalahkan oleh Max, dia berfikir kalau Max marah karena mobil bugatti nya rusak.

Bella menundukan kepalanya, suaranya tidak sepanjang tadi, dengan suara kecil dia berkata kembali " aku bilang itu motorku paman.. "

Makin memanas lah hati Max, gadis itu memanggil dia paman lagi.

Dia merasa sangat kesal sekali dengan panggilan yang gadis itu berikan terhadapnya.

Padahal dia adalah orang yang tidak peduli dengan panggilan yang diberikan padanya, bahkan ada banyak musuh yang memberikan panggilan padanya, bahkan tak jarang dia mendapatkan panggilan nama nama binatang, tapi sekali lagi dia tidak peduli, tapi gadis itu...

" sudah bos nggak usah banyak bicara dengan gadis itu, lebih baik suruh dia ganti rugi, kalau dia tidak mampu membayar kita kirim dia ke club venus. " Kai menggulung baju nya dia seperti bersiap siap untuk menggiring gadis itu.

Bughhhh...

Max langsung menghadirkan bogem mentah pada Kai, karena dia terlalu banyak bicara dan juga sebagai pelampiasan kekesalannya karena Bella memanggilnya paman.

" bos.. kenapa memukulku " ucap Kai sambil memegang rahang nya yang terkena pukulan dari Max.

Bella yang melihat kejadian tersebut kaget dan sesaat kemudian dia makin tertunduk, dia takut bagaimana jika pria tersebut memukulnya juga sama seperti dia memukul temannya, bisa langsung mati kali kalau bella mendapat pukulan semacam itu.

Max berjalan makin mendekat kearah Bella pelan tapi pasti, aura nya sangat dingin dan bahkan Bella pun dapat merasakannya.

Ingin rasanya Bella lari dari orang itu, tapi kaki ini rasanya tidak bisa bergerak sedikitpun.

Jantung Bella merasa berdetak lebih kencang dari biasanya, bahkan diapun bisa mendengar suara detakan tersebut, badannya sedikit gemetar, dia benar benar takut jika orang itu benar benar akan memukulnya, atau mungkin membunuhnya, sejenak dia memperhatikan mobil tersebut, itu mobil yang sangat mahal kalau seandainya dia mengganti rugi mana bisa, seumur hidup pun mungkin tidak akan lunas.

Pasrah... ya hanya itu yang bisa dia lakukan jika seandainya dia harus mati hari ini, dia sudah pasrah setidaknya dia akan bertemu ibu dan juga adiknya diatas sana.

Max berdiri tepat didepan Bella, dia menatap gadis yang ada didepannya yang saat ini sedang tertunduk, karena badan gadis itu lebih pendek darinya sehingga untuk melihat dirinya dia harus tertunduk.

Bella mundur beberapa langkah dari hadapan Max, karena Max berdiri sangat dekat dengannya.

" Pa...paman.. bisakah kita bicarakan hal ini baik baik " cicit Bella pelan.

Max berjalan kembali mendekati Bella.

Bella mendongkakkan kepalanya untuk melihat Max, dia sangat tinggi Bella seperti anak kecil jika berhadapan dengannya.

" Pa.. paman.. aku..aku benar benar tidak sengaja.. bisakah paman memberikanku kesempatan, tolong jangan  bunuh aku " ucap Bella dengan gugup, dan dia memundurkan tubuhnya kembali beberapa langkah.

" Paman aku ini masih kecil, masa depanku masih pajang, usiaku juga baru duapuluh tahun, aku belum pernah pacaran, belum pernah menikah bahkan aku juga belum pernah punya anak, tolong jangan bunuh aku paman " mohon Bella pada Max dengan sedikit bergetar. Dalam hati Max ingin rasanya tertawa melihat Bella yang gugup dan juga ketakutan, tapi sebisa mungkin dia menahan nya.

" hajar saja bos, dia sudah berani merusak bugatti nya bos, jika disuruh menggantinya dia tidak akan sanggup, jadi lebih baik kita bunuh saja dia " ucap Kai yang berusaha memprovokasi Max.

Bella yang mendengarnya melotot kearah Kai, dan hal itu tentu tidak luput dari pandangan Max, sehingga tercipta senyuman tipis dari bibirnya Max.

Max mendekati Bella dia menundukan badannya dan juga kepalanya seperti ingin menyentuh gadis itu.

Bella yang terlihat panik menutup matanya dan menjauhkan kepalanya dari Max, dia merasa kalau Max seperti ingin menciumnya,

" Paman... tolong jangan seperti itu.. "

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

😆😆😆😆😆

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!