bab 19

" ini.. "

Jhon yang melihat Kai sedang memegang sebuah foto akhirnya dengan cepat mengambil foto tersebut dan memasukkannya kedalam file.

Tuan jangan sembarangan menggeledah tas tuan Max, kalau sampai ketahuan bisa celaka anda.

Ucap Jhon sambil memasukan barang barang yang tadi Kai bongkar dan kemudian menyimpan sling bag tersebut.

" Jhon jelaskan padaku siapa sebenarnya gadis itu, kenapa Max menyimpan foto gadis tersebut " tanya Kai penasaran begitu pula dengan Martin.

Jhon menceritakan gadis yang ada di foto tersebut, dia adalah Arabella Jelita.

Awal pertemuan Max dengan gadis kecil itu, dan Jhon juga menceritakan kalau Max  selama dua tahun ini selalu mencari cari gadis tersebut.

Tapi nihil dia tidak bisa menemukan gadis tersebut.

Hari dimana dia datang ke club untuk menjual diri, itu adalah pertama kalinya dia datang, dan keesokan harinya gadis itu tidak pernah datang lagi.

" itulah selama ini si bos tidak pernah bermain perempuan lagi dua tahun belakangan ini, karena dalam fikirannya hanya ada gadis itu " ungkap Jhon

Kai mulai berhalusinasi, dia membayangkan Max yang dingin dan selalu menampilkan wajah datarnya akan mengalami yang namanya jatuh cinta.

Dia tidak menyangka kalau Max bakal mengalami yang namanya buncin.

Kai terkekeh sendiri membayangkannya.

Bella sudah bersiap untuk tidur, namun sebelum dia tidur dia merapihkan buku buku yang akan dibawa olehnya ke kampus esok hari.

Tok.. tok..tok..

Pintu kamar Bella diketuk oleh seseorang dari luar.

" ck... siapa sih nggak tau apa ini sudah malam " Bella berusaha untuk mengabaikan ketukan tersebut.

Tapi setelah beberapa kali ketukan akhirnya dia membuka pintu tersebut.

Disana terdapat Vegas yang berdiri sambil tersenyum dan ditangannya dia membawa segelas susu coklat.

" minum dulu susu nya sebelum tidur, biar kamu bertambah tinggi "

" ck.. kamu fikir aku anak kecil " Vegas terkekeh saat melihat Bella cemberut dia merasa gemas sekali.

" sudah cepat minum susu nya " Vegas menyodorkan susu tersebut pada Bella, dan Bella langsung meminum nya hingga tandas.

" sudah sekarang kamu pergi sana aku mau tidur " ucap Bella sambil mengembalikan gelas kosong pada Vegas.

Vegas mengacak rambut Bella dengan lembut dan juga tersenyum manis kearah Vella.

" anak pintar " Bella tertegun saat Vegas mengacak rambutnya, ada rasa kehangatan yang dia rasakan, dan juga kerinduan pada seseorang.

Entah kenapa tiba tiba saja Bella menjadi teringat akan ibunya yang sudah meninggal.

Sejak kecil sebelum tidur ibunya selalu memberikan dia susu agar dia tumbuh tinggi, dan setelah menghabiskannya ibu nya akan selalu memujinya dengan berkata " anak pintar "

" baiklah kalau begitu istirahat lah, lain kali jika kamu ada masalah atau ada kesulitan, kamu bisa cerita sama aku, apapun itu aku akan berusaha untuk membantu mu. " Vegas begitu baik dan terlihat tulus, apakah memang seperti itu adanya.

Eh.. tapi dia kan bersaudara dengan ibu Melisa sudah pasti dia akan baik.

" heum... ya sudah kalau begitu aku akan istirahat dulu, selamat malam " Bella langsung menutup pintu nya tanpa ada jawaban dari Vegas.

Bella langsung naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.

Beberapa saat kemudian rasa kantuk itu menyerang, pada saat dia mulai terbawa alam mimpi, tiba tiba saja suara dering ponsel nya terdengar.

Dia sangat kesal dan juga marah sekali karena tidurnya terganggu, dia mengira pasti ini Andika yang menelpon karena hanya dia satu satunya orang yang berani menelponnya tengah malam.

Bella mencoba untuk mengabaikan telpon tersebut, namun suara telpon tidak berhenti hingga akhirnya dia mengangkat telpon tersebut dengan kesal sekali.

" hallo Dika lu ingin mati ya, kenapa lu mesti ganggu tidur gue sekarang sih, gue ini lagi mimpi sedang berciuman dengan cowok ganteng, kenapa lu gangguin gue sih.

Lu kan tahu sendiri dalam dunia nyata gue itu itu jomblo, setidaknya biarkan gue punya pasangan pas lagi mimpi, sekarang lu bilang ada apa, awas aja lu kalau nggak penting " kesal Bella.

" siapa pria tampan itu " terdengar suara Barito dari sebrang telpon sana.

Bella merasa kaget dia seperti mengenal suara itu,  tapi dia yakin itu bukan suara Andika.

Dia menjauhkan ponsel nya dari telinganya dan melihat nama siapa yang tertera dalam layar ponselnya.

Tapi ternyata tidak ada namanya, hanya nomor saja.

Kemudian Bella mendekatkan lagi ponselnya ke telinganya.

" hallo.. ini siapa ?? "

" pria tampan mana yang ingin kamu cium " tanya orang itu dengan nada sedikit keras.

" kamu ini siapa?? Malam malam telpon kamu nggak ada kerjaan ya selain gangguin orang. " Bella hendak menutup sambungan telpon tersebut, namun dengan cepat orang itu menyebutkan namanya.

" aku Max " untuk sesaat Bella tertegun mendengar orang tersebut menyebutkan namanya.

Max.. apakah yang dimaksud orang itu adalah paman Max si ketua gangster dan mafia itu, pria yang seperti mesin pembunuh.

" Pa.. paman Max " cicit Bella

" apa benar ini paman Max, jangan jangan kamu penipu lagi yang mengaku ngaku sebagai paman Max " Max yang mendengar hal itu langsung terbahak, menurutnya gadis kecil ini sangat menggemaskan dan sangat menghibur.

" tentu saja aku Max, apa kamu tidak percaya padaku?? Memangnya ada berapa Max yang kamu kenal di dunia ini ?? " Bella masih terdiam tak ingin bicara.

" kalau kamu masih tidak percaya sebaiknya kita video call saja " Max merubah panggilannya dari voice call menjadi video call.

Dan dengan cepat Bella mengangkat panggilan video call tersebut.

Kemudian terlihatlah wajah tampan dan super cool nya Max.

" bagaimana apa kamu percaya sekarang, heum.. " ucap Max sambil tersenyum.

Dia sangat bahagia bisa melihat wajah perempuan yang selama ini diam diam cintai dan dia rindui selama dua tahun lebih.

" I.. iya ternyata benar ini paman Max, paman tahu dari mana no ponsel ku, seingat saya..saya belum memberikan no ponsel saya pada paman " ucap Bella ragu.

" Ara.. kamu lupa siapa saya?? Saya bisa mendapatkan informasi apapun yang saya mau, apalagi kamu itu bukan dokumen rahasia negara, sangat mudah bagi saya buat mencari informasi tentang kamu " mendengar hal itu Bella tersenyum kecut.

Namun beberapa detik kemudian dia terkejut saat teringat Max memanggil dia dengan sebutan Ara.

Apa paman Max juga tahu nama lengkapnya?? Ara itu adalah nama panggilan nya saat masih kecil oleh ibunya yang sudah meninggal.

Semenjak ibunya meninggal tidak pernah ada orang lain lagi yang memanggilnya seperti itu, apalagi Bella tidak mengizinkan siapapun untuk memanggilnya dengan sebutan Ara.

Tapi paman Max...

Entah kenapa dia senang ketika si bos mafia itu memanggil namanya dengan sebutan Ara.

" ada apa paman menelpon ku malam malam?? Apa ada urusan penting, sebaiknya cepat katakan karena besok saya ada jadwal kuliah pagi " ucap Bella dengan ketus.

" bugatti "

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

pasti mau nageh janji Ara yg mau ganti rugi Bugatti nya.bisa di bikin ke sempatan tu mobile.

2025-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!