ancaman Andika pada 3 wanita

" ya udah lu tunggu aja, gue berangkat sekarang "

Tiga puluh menit kemudian Andika sampai dirumahnya, dia memencet bel secara tergesa, hingga orang rumah terbangun terutama Tuan Adam, dia sangat marah sekali.

Tuan Adam membuka pintu dan mendapati Andika berada diluar pagar rumahnya.

" ada apa kamu malam malam kemari ?? " tanya Tuan Adam dengan nada kesal.

" saya ingin bertemu dengan Bella sekarang om "

" ini sudah malam, besok saja kamu bertemu dengannya "

" tidak bisa om, tolong buka dulu om kuncinya, biar saya bertemu dengan Bella om "

" tidak bisa,, sebaiknya kamu pulang Sekarang " usir Tuan Adam.

Andika yang masih merasa cemas dengan keadaan Bella, kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi Bella.

" hallo Bell gue ada didepan rumah lu sekarang, tapi gue nggak boleh masuk sama bokap lu "

" ya udah gue kesana sekarang " ucap Bella lemah.

Dia berdiri dan berjalan sambil memegang perutnya, wajahnya pucat dan bibirnya pun sudah berwarna putih.

Bella berjalan sambil memegang tembok, keringat sebesar biji jagung keluar dari pelipisnya.

Akhirnya Bella keluar dan sampai digerbang,  dan bertemu ayahnya.

" ayah tolong buka pintu nya yah,  Bella udah nggak tahan, Bella ingin kerumah sakit yah " ucap bella pelan.

" Bella kamu kenapa nak, wajahmu pucat sekali " ucap tuan Adam merasa cemas.

" tidak apa-apa yah, Bella cuma sakit perut yah, Bella mau kerumah sakit biar Dika saja yang antar Bella ke rumah sakit, ayah dirumah saja istirahat, nanti kalau sudah sampai rumah sakit Bella akan hubungin ayah " ucapnya.

" sekarang tolong buka kuncinya yah, Bella sudah nggak tahan, perut Bella sakit sekali, Bella ingin kerumah sakit sekarang " lanjutnya lagi sambil menahan sakit yang diderita nya.

Tuan Adam langsung membuka pintu gerbang tanpa bertanya lagi.

Andika dengan sigap membuka pintu penumpang, dan membimbing Bella untuk masuk, setelah Bella masuk kemobil Andika pun berlari memutari mobil dan masuk kedalam, kemudian dia menjalankan mobilnya dengan kencang menuju rumah sakit terdekat.

● ● ● ● ● ● ● ●

Keesokan harinya Bella terbangun dari tidurnya, semalam sesampainya di rumah sakit dia langsung ditangani oleh dokter jaga, dan untungnya lagi Bella dengan segera dibawa kerumah sakit jika tidak dia bisa saja dia mengalami diare parah, dan itu sangat berbahaya sekali.

Andika masih setia menemani Bella, dan dokter mengatakan jika kondisi Bella siang ini bagus maka dia bisa pulang hari ini juga.

Dan ternyata nasib Bella baik, kondisi kesehatannya pun kembali pulih, sehingga dia bisa pulang hari ini juga.

Saat sampai dirumah Bella mendapat tatapan tajam dari ibu tiri dan juga kedua putrinya.

Bella tidak memperdulikan mereka, dia langsung saja menuju kamarnya yang berada di lantai dua, dia diantar oleh Andika sampai kekamarnya.

Setelah mengantar Bella, Andika turun dan hendak pulang, namun ketika di tangga dia masih melihat ibu dan kedua anaknya sedang berdiri seolah menunggu Andika.

Andika menatap mereka satu persatu dengan tajam.

" aku peringatan kalian, kalau sampai kejadian hal ini terulang lagi, aku tidak akan segan segan melaporkan kalian pada polisi " ucap Andika penuh dengan penekanan.

" a..apa maksud kamu, memangnya kamu siapa berani mengancam kami " ucap ibu Melisa dengan sedikit gugup.

" saya rasa tante tahu siapa saya, begitu pula orang tua saya, anda pasti mengenal mereka dengan baik bukan. " ucap Dika.

" Dika.. kamu jangan begitu Dik, kami tidak pernah melakukan apapun pada Bella, kenapa kamu seperti menuduh kami melakukan sesuatu yang membuat Bella sakit " ucap salah satu anaknya yang bernama Mira.

Perlu diketahui kalau Mira dari dulu sangat mencintai Andika, hanya saja Andika tidak pernah memperdulikannya, bahkan dia lebih dekat dan akrab bersama Bella.

" jangan kamu fikir aku bodoh, kalau aku mau aku bisa menemukan buktinya, tapi untuk saat ini aku masih tetap diam, tapi lain kali jangan harap kalian bisa lolos "

" dik kenapa kamu selalu memperhatikan Bella, apakah kamu menyukai nya " ucap Mira gugup, dan juga takut.

Takut kalau ternyata Andika memang suka sama bella.

Mendengar perkataan tersebut Andika tertawa kecil.

" memangnya kenapa kalau aku menyukainya, dia wanita bebas dan aku juga sama, jadi tidak ada halangan bagi kita untuk saling menyukai " ucapnya tegas.

" ta..tapi dia kan hanya anak yang tidak diakui oleh ayahnya, dia juga tidak punya apa-apa "

" kalau ayahnya tidak mau mengakuinya bukan berarti dia tidak punya, entah apa yang kalian lakukan terhadap om Adam sampai dia gelap mata dan melupakan anak dan istrinya demi kalian yang sudah jelas bukan anak kandungnya "

" kau...kau jangan kurang aja ya Dika !!! Sekarang kamu pergi dari rumah ini !! " sentak bu Melisa dan mengusirnya.

" tanpa kalian suruh pun aku akan pergi, lagipula kalau bukan karena Bella aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ku disini " bu Melisa dan Mila merasa geram sekali terhadap Andika mereka mengepalkan tangannya, jika bukan karena pak Adam mempunyai kerja sama dengan papah nya Andika mana mau mereka diam diperlakukan nya seperti itu.

Apalagi mereka juga berniat ingin menjodohkan Andika dengan Mira, hanya saja mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengusulkan hal ini pada orang tuanya Andika.

● ● ● ● ● ● ●

Beberapa hari kemudian....

Seorang gadis sedang duduk dikursi taman sebuah kampus ternama di Indonesia.

Mata yang indah, hidung yang mancung, bibir yang sedikit tebal, dan mempunyai bentuk wajah sedikit bulat, rambut yang tergerai panjang dan hitam, terlihat sangat cantik walaupun dia tidak memakai makeup dan berpakaian biasa saja.

Gadis itu adalah Arabella, yang saat ini tengah merenung, dia mendapat kabar dari pihak manajemen pemakaman kalau dia harus membayar denda untuk dua pemakaman yaitu makam ibunya dan juga adiknya sebesar lima juta untuk setahun, sementara dia sudah hampir dua tahun belum membayarnya karena penghasilan dia sebagai pekerja paruh waktu tidak cukup untuk membayar denda tersebut.

Jika tidak segera dibayarkan maka dengan terpaksa makam tersebut harus dibongkar dan terserah sang ahli waris mau dipindahkan kemana.

Dia bekerja di cafe setelah pulang kuliah, uang didapat dari kerja dia dicafe pun kadang tak cukup untuk membayar kuliahnya, hingga terkadang diapun mencari kerja tambahan untuk menutupi nya.

Saat ini memang dia tinggal bersama ayahnya,tapi bukan berarti ayahnya membayar uang kuliahnya, dia harus bekerja keras untuk membayar kuliah, beserta buku buku lain nya, terkadang dia juga harus membeli makanan untuk dirinya sendiri, karena tak jarang dia tak mendapatkan makanan dirumah ayah nya.

Saat dia sedang melamun, tiba tiba dari arah belakang seseorang menepuknya dengan sedikit keras, sehingga membuat bella sedikit terlonjak kaget.

" woiii... " Bella merasa kesal sekali terhadap Andika dia selalu saja membuatnya kesal, tapi walau gimana pun juga dia adalah sahabat yang baik, dia selalu ada setiap kali Bella membutuhkan bantuan, tidak peduli dengan waktu dan keadaan seperti apa, dia pasti akan datang untuk menemuinya dan membantunya.

" dika !! Ishh.. " kesal Bella sambil melempar buku yang saat ini dia pegang, dengan sigap Dika menangkap buku tersebut.

" lu kenapa sih melamun aja?? Lagi ada masalah?? Cerita dong sama gue, sapa tau gue bisa bantu "

" gue butuh duit sepuluh juta, lu bisa bantu gue nggak?? " ucap Bella datar, sementara Dika dia sedikit kaget, tapi kemudian dia menetralkan lagi rasa kaget nya.

" kalau sekarang gue belum ada, tapi kalau lu mau gue bisa bilang ama bokap gue "

" nggak usah gue cuma becanda doang kok, lagian gue masih ada waktu seminggu buat ngumpulin, gue akan cari kerjaan tambahan "

" lu itu udah ngelakuin kerja dua shift, mau tambah berapa lagi, bisa bisa ntar kuliah lo jadi terbengkalai " ucap dika

" lagian lu butuh segitu buat apa?? " lanjutnya.

" makam adik sama ibu gue mau dibongkar, gue belum bayar denda soalnya dari tahun kemarin, dan gue dikasih waktu satu minggu buat ngelunasinnya " jelas bella.

" kalau lu butuh cepet ya udah gini aja, gimana kalau gue gadai motor gue aja, lagian gue jarang pake, waktu itu gue beli motor biar samaan sama motor lu. "

" idih..ngapain juga lu mesti ngikut ngikut gue segala, gue beli motor juga karena emang gue butuh, lu kan tahu sendiri rumah bokap gue berada jauh dari kota, mendaki gunung, lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra "

" yee.. lu kira ninja hatori " Bella tertawa berbahak karena sukses membuat Dika kesal.

" gue serius tahu, kalau lu butuh cepet mending gadai aja motor gue, gue rasa kalau sepuluh juta pasti laku cepat "

" nggak usah Dik, gue mau coba buat cari sendiri aja, kalau seandainya gue udah bener benar nggak bisa baru gue hubungi loe lagi "

" terserah loe deh " ucap Dika pasrah.

" eh Dik gue cabut duluan ya, keburu sore soalnya,  gue takut kalau kemalam dijalan " ucap bella pamit

" ya udah loe hati hati ya,, kalau ada apa-apa hubungi gue jangan dipendam sendiri " pesan dika

" iya bawel " ucap bella sambil melangkah pergi.

● ● ● ● ● ● ● ●

" bos mobilmu sangat bagus, jika dikendarai dengan kecepatan tinggi, tentu akan lebih menyenangkan bos. Bagaimana kalau pinjamkan selama beberapa hari mobilnya padaku bos, aku ingin mencoba nya di trek bos " Ucap seorang pria bernama Kai mencoba untuk merayu bosnya yang baru seminggu lalu tiba di Indonesia, selama dua tahun terakhir sang bos berada di Brazil untuk membereskan segala urusan yang ada disana, sekalian dia ingin memperluas bisnis dan kekuasaan di Brazil.

Dia adalah Xavier Maximilian.

Kai yang sedari tadi tak berhenti bicara, dan tak sadar mulai mempercepat laju kendaraan yang saat ini mereka naiki.

Max merasakan bahwa kalau mobil yang dibawa oleh lukman terlalu kencang, dan itu sangat berbahaya apalagi saat ini mereka bukan berada di jalan bebas hambatan.

" kurangi kecepatan mobilnya, ini bukan jalan bebas hambatan,  jangan sampai mencelakai orang " ucap Max tanpa memperdulikan permintaan dari lukman yang ingin meminjam mobilnya.

" didepan kan ada Jhon bos, tinggal minta dia saja untuk membuka jalan, agar kita bisa leluasa, ini bugatti memang seharusnya dibawa kencang bos " ucap Kai yang sesekali menengok ke belakang untuk melihat bos nya.

" perhatikan jalanmu dan lihat kedepan " ucap Max dengan sedikit menekan.

" badannya sakit semua bos, pinggang juga hampir patah, semalam bos benar benar membantingku seperti karung beras, padahal bos bilang cuma sekedar pemanasan, tapi nyawaku sudah hampir menghadap tuhan bos, sungguh sakit bos, dan aku ingin melampiaskan sakitku pada jalanan ini bos " keluh Kai yang sesekali terus menoleh kebelakang.

Max menggelengkan kepalanya perlahan sambil memperhatikan laptop yang saat ini ada dipangkuannya, hingga saat dia melihat kearah depan dia langsung berteriak.

" perhatikan jalanmu didepan brengsek.."

" ahhh.." teriak panik Kai

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

jgn jgn nabrak Bella tu org

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!