bab 13

Bella pergi dari rumahnya dengan mengendarai motornya.

Dia menelusuri jalan jalan yang sunyi karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Hingga akhirnya di berhenti dipersimpangan jalan, dia menangis sesegukan, kecewa terhadap sang ayah yang selama ini tidak pernah menyayanginya dia juga kecewa terhadap dirinya karena tidak bisa menyelamatkan makam adik dan ibunya.

Bella merasa putus asa.

Setelah menangis selama tiga puluh menit akhirnya Bella melajukan kembali motornya, dia tidak kembali kerumah tuan Adam, melainkan dia pergi ke apartemen nya Andika.

Tok..tok..tok..

Bella mengetuk pintu apartemen beberapa kali, awalnya pelan tapi lama kelamaan menjadi gebrakan, karena tidak kunjung ada yang membukanya.

Akhirnya setelah beberapa saat Bella menggedor pintu, Andika membuka pintu tersebut, dia sedikit kaget dengan kedatangan Bella yang secara tiba tiba, dengan penampilan yang tidak teratur, wajah nya sembab dan matanya pun merah, terlihat jelas kalau dia habis menangis.

Bella masuk ke apartemen tanpa meminta ijin dia langsung merebahkan dirinya disofa.

" Dik malam ini gue nginep ditempat lu ya " Andika masih terdiam, belum menjawab apapun.

Bella bangun dan kemudian dia duduk.

" Dik tolong siapin baju buat gue dan juga makanan, gua laper banget belum makan tadi "

" Bell... lu nggak papa ?? " tanya Andika cemas.

" tenang aja gue nggak papa kok, boleh ya gue nginep dirumah lu malam ini " tanya Bella lagi.

" lu boleh tinggal disini sampai kapanpun lu mau, ya udah gue ambil baju ganti dulu buat lu, sekarang lu mandi gih " ucap Andika kemudian dia berjalan kekamar nya dan mengambil baju nya dilemari.

Tak berapa lama Andika keluar dari kamarnya dan memberikan baju serta handuk dan peralatan lainnya pada bella.

" Dik gue pake kamar mandi lu ya, gue mau berendam  " ucap nya langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.

Ceklek..

Pintu kamar dibuka, namun tiba tiba saja terdengar seorang wanita menjerit dari arah kamar Andika, membuat bella sedikit berjinjit kaget.

" ngapain lu jerit jerit, bikin kaget aja lu.

Lu nggak usah peduliin gue, gue cuma mau numpang berendam air hangat di kamar mandinya si kunyuk " ucap Bella sambil berjalan kekamar mandi dan menutup pintunya.

Karena mendengar jeritan dengan cepat Andika berlari ke kamarnya, dan tengah mendapati gadisnya yang masih memakai lingerin duduk diranjang sambil menutup tubuhnya hingga dada.

" Dik siapa perempuan itu?? Kenapa dia masuk kamarnya seenaknya?? " kamu selingkuh ya Dik ?? Apa dia juga salah satu pacarmu ?? " Dika diberondong berbagai pertanyaan diwaktu yang bersamaan, membuat kepala nya menjadi pusing.

" dia bukan pacarku, tapi dia istriku.. sudah sebaiknya kamu pulang gih, kalau nggak nanti dia mengamuk dan membuat wajahmu yang mulus itu menjadi banyak goresan "

" apa.. dia istrimu, kamu tak pernah bilang kalau kamu punya istri "

" kamu kan nggak pernah nanya, tadinya aku pikir malam ini dia nggak akan pulang, tapi yaa seperti yang kamu ketahui " ucap Andika santai dan sesekali mengangkat bahunya, seolah acuh tak acuh.

Sang gadis yang merasa kecewa, dengan cepat bangun dari ranjang dan mengambil bajunya yang berserakan dilantai, dia memakainya dengan terburu.

Dia keluar dan menuju pintu, sebelum keluar apartemen dia sempat berbalik ke arah Andika dan..

PLAKK...

Sang gadis menampar Andika, saking kesal dan kecewa terhadap Andika.

" jahat kamu Dik " ucap gadis sambil terisak, kemudian dia pergi meninggalkan apartemen Andika sambil menangis.

Andika mengelus pipinya yang terkena tamparan tadi, dia menutup pintu nya kemudian menuju dapur dan memasak mie instan buat Bella.

Setelah selesai memasak, tak lama Bella keluar dari kamar Andika, dia sudah kelihatan segar, rambutnya basah dan juga aroma sabun dan shampo tercium dari tubuhnya.

Bella memakai kaos yang besar dan juga celana bokser milik Andika.

Andika merasa terpana melihat kecantikan natural dari bella, hingga beberapa saat dia tertegun memandang Bella, sampai akhinya..

Plukkk...

Bella melempar handuk kecil kearah wajah Andika, sesaat Andika terkejut dan mengerjapkan matanya hingga sadar.

" ngeliat apa lu.. gue tahu kalau gue cantik, tapi nggak usah segitunya kali ngeliat gue nya " ucap Bella sambil terduduk di sofa.

Andika yang mendengar hal itu hanya nyengir saja sambil mengusap tengkuk nya perlahan, kemudian dia pun duduk dekat Bella

" mana makanan gue, gue laper banget nih "

" tuh dimeja " ucap Dika singkat sambil menujuk ke arah meja makan dengan dagu nya.

Bella beranjak dari sofa menuju meja makan, disana terdapat semangkuk mie instan dengan tepung telur satu.

"lu bilang lu orang kaya, tapi ngasih makan gue cuma mie instan,  by the way thanks Dik "

" sama sama sorry gue cuma bisa kasih mie instan, lagian lu kemari ngedadak sih, gue nggak ada persiapan dan gua juga belum beli persediaan " ucapnya sambil berjalan menghampiri bella yang tengah menikmati mie instan buatan Dika.

" oh ya ngomong ngomong lu serius mau nginep disini "

" iya "

" kita berdua tidur bersama satu kasur, gue boleh peluk lu " ucap Andika antusias

" mau lu tuh tidur pelukan, ya nggak lah.

Lu tidur dikamar, gue tidur di sofa aja kalau lu tega "

" ck.. gue kira kita bakal tidur bareng "

" huh... dasar "

Beberapa saat mereka terdiam, Andika memperhatikan Bella yang sedang makan, dia sebenarnya ingin bertanya ada apa, tapi dia sedikit ragu hingga akhirnya..

" Bell lu baik baik aja kan?? Nggak ada masalh serius kan ?? Apa lu berantem lagi sama dua kurcaci itu " Bella masih terdiam dia tidak ingin menjawab, dia hanya makan tanpa menikmati, dia tertunduk dan tak terasa matanya merasa panas, bella berusaha untuk menahan agar air matanya tidak terjatuh didepan sahabatnya.

" gue benci kenapa gue harus punya bokap kayak dia " setelah mengatakan hal itu airmata Bella sudah tidak dapat dibendung lagi dia menangis terisak sambil menutup wajah nya.

Andika terdiam mendengarnya, dia tahu hubungan ayah dan anak itu selama ini tidak pernah akur, apalagi ditambah istrinya selalu memanasi pak Adam dan selalu mengatakan hal yang tidak tidak tentang Bella.

Andika berdiri dan mendekati Bella kemudian dia memeluk tubuh Bella yang masih terduduk, dika menepuk pundak Bella perlahan seolah dia ingin memberikan kekuatan pada sahabatnya tersebut untuk kuat dan bersabar.

" Bella aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi, selama aku masih bernafas aku akan selalu melindungimu, sampai kamu benar benar menemukan kebahagiaan mu "  ucap Andika dalam hatinya.

FLASHBACK ON

Saat pertama kali bertemu dengan bella saat itu mereka masih duduk di sekolah SMP.

Andika melihat bella sedang duduk disudut salah satu taman sendirian.

Dia menghampiri Bella untuk berkenalan.

" hai.. kamu kenapa disini sendirian?? Kamu tidak mau main bersama teman teman mu yang lain ?? Kenalkan namaku andika " Dika mengulurkan tangannya pada bella, tapi Bella hanya diam dan melihat ke arah tangan Dika dan kemudian dia melihat wajah dika yang sedang tersenyum

Bella memalingkan wajahnya, dia seperti enggan berkenalan atau berteman dengan siapapun.

Andika menurunkan tangannya dengan kecewa kemudian dia duduk disebelah Bella dan memandang ke arah depan yang terdapat bunga bunga yang cantik.

.......

" hai Bella .. kamu masih ingat denganku, aku nggak nyangka ternyata rumahmu bertentangga dengan bibiku ?? Apa kamu tahu itu artinya apa?? Itu artinya kita berjodoh "

Saat acara kelulusan Andika mendapatkan nilai terbaik pertama dan kedua adalah bella.

Saat naik kepodium untuk menerima penghargaan Andika melakukan pidato. Dan diakhiri pidato nya dia menyelipkan kata kata buat Bella

" Bella berbahagialah jangan bersedih terus.

Masalah yang kamu hadapi bukan untuk menjatuhkanmu, tetapi agar kamu bisa berpikir lebih dewasa dari hari ini, kemarin dan sebelumnya.

Belajarlah mengalah sampai tak ada seorangpun yang bisa mengalahkanmu.

Hidup ini seperti sebuah piano, berwarna putih dan hitam. Jika Tuhan memainkannya, maka akan menjadi melodi indah.

Jadi semangat lah fighting "

Mendengar pesan dari Andika tak terasa airmata Bella terjatuh, dengan cepat dia mengusapnya agar tidak ada yang melihat dia menangis.

" dasar bodoh.. makasih Dik lu selalu ada buat gue " lirih Bella dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

Dewi Anjasmaraa

Dewi Anjasmaraa

gue baca sendirian gue komen juga sendirian

2025-01-15

2

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

iya Bella semoga kmu dpt kebahagiaan n ayahmu akan bangkrut biar tau rasa

2025-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!