bab 15

" Pa... paman "

Bella mengenali pria yang mendekatinya, pria yang sangat tampan dan juga tinggi, Bella sampai mendongkakkan kepalanya untuk melihat sang pria yang saat ini tak jauh darinya.

" Paman Max, kenapa paman ada disini?? " tanya Bella dengan sedikit gemetar.

" jangan jangan paman Max ingin menagih uang bugatti itu sekarang, haduhhh... gimana nih aku belum punya uangnya.

Bagaimana kalau seandainya dia menagih uang tersebut pada ayah, ayah pasti akan sangat marah terhadapku, dan dia bisa saja mengusirku.. bagaimana ini " Bella bermonolog dalam hatinya.

Max yang terpaku melihat kecantikan alami Bella, hingga tidak sadar dia tersenyum beberapa kali pada Bella.

" gadis ini benar benar sangat mengemaskan, dia makan kue sambil belepotan seperti itu, apa dia sangat tidak memperhatikan cara makan dia, tapi dengan begitu dia terlihat lebih manis dengan sifatnya yang natural " 

" gadis kecil kamu makan begitu lahap, apa makanannya begitu lezat ya?? " ucap Max sambil tersenyum

Max mengulurkan tangannya ke sudut bibir Bella yang terdapat cream yang menempel.

Dia menyapu cream tersebut menggunakan ibu jari dan memasukan jari tersebut kedalam mulutnya untuk mencicipi rasa dari cream tersebut tanpa jijik " hmm.. rasa vanila... manis " ucap nya sambil tersenyum.

Bella yang tadi sempat memundurkan wajahnya karena melihat tangan Max yang mendekati wajahnya, dia menyipitkan matanya dan melihat ke raut wajah Max yang tampak bahagia.

" Pa.. paman apa yang paman lakukan " ucap Bella dengan gugup.

" aku.. aku hanya membersihkan cream yang ada disudut bibirmu, cara makan mu seperti anak kecil sampai belepotan seperti itu " ucap nya sambil mengulurkan sebuah tisu pada Bella.

Bella yang masih merasa bingung tak mengerti kenapa Max memberikannya tisu.

" lap wajahmu, banyak cream yang menempel " setelah Max berkata seperti itu Bella mengerjapkan mata nya dan dengan cepat meraih tisu tersebut dan mengelap wajahnya.

Bella melihat kearah Max dan mulai mendekati Max dan berkata sambil berbisik.

" Paman Max..aku.. "

Mendengar dirinya dipanggil paman oleh Bella wajahnya kembali masam dan juga dingin.

Dia berfikir apakah dia memang setua itu sampai harus dipanggil paman oleh gadis kecil ini.

" gadis kecil.. usiaku baru duapuluh delapan tahun " ucap Max dengan datar dia juga merasa sedikit kesal dengan panggilan Bella terhadap nya.

Max itu termasuk orang yang tidak peduli ketika ada orang yang memanggil nya apapun.

Namun ketika Bella memanggilnya dengan sebutan paman, dia merasa tidak nyaman dan ingin protes.

Tapi memangnya dia mau dipanggil apa sama Bella.

" ohh.. jadi paman Max baru berusia duapuluh delapan tahun " ucapnya sambil manggut manggut

" eh tapi bukan itu maksud saya, saya ingin berbicara pada anda sebentar " lanjutnya

" ikut saya paman " ucap Bella yang kemudian dia menggandeng tangan Max dan menariknya agar mengikuti nya.

Max yang diperlakukan Bella seperti itu terlihat sangat senang, bahkan dia secara bergantian melihat kearah Bella yang berjalan didepannya dan juga dia melihat tangannya yang besar di tarik oleh tangan Bella yang kecil.

Hingga akhinya mereka tiba disuatu sudut yang cukup sepi, hanya ada mereka berdua saja.

Bella melepaskan tangannya ketika sampai ditempat dimana mereka akan berbicara.

Ada rasa tak rela dihati Max saat Bella melepaskan genggaman tangannya.

" Paman kenapa paman datang kesini secara tiba tiba?? "

" jadi kamu mau nya aku datang kapan ?? " ucap Max sambil tersenyum menggoda.

" kapan pun boleh tapi tidak hari ini, disini begitu banyak orang, apa paman sengaja ingin mempermalukanku " Max mengerutkan keningnya dia tidak mengerti apa yang dimaksud gadis kecil ini.

" aku.. datang untuk mempermalukan mu " tanya nya heran sambil menunjuk dirinya sendiri.

Bella mengigit bibir bawahnya.

" Paman datang kesini ingin menagih biaya perbaikan mobil itu kan?? Tapi jangan hari ini juga, aku belum ada uang untuk membayarnya.

Dan juga kalau aku minta pada ayahku dia pasti tidak akan memberikannya.

Bukan nya aku mau menakutkan tapi, ayahku itu sangat galak dan juga pelit.

Apalagi kalau dia sampai marah, dia pasti akan mengusir kita dari sini "

" hahahaha..  " Max malah tertawa terbahak mendengar penuturan Bella tentang ayahnya.

Bella yang merasa kesal karena berfikir Max tertawa karena menganggap semua ini leluconnya padahal menurut dia semua yang dikatakan olehnya itu adalah kebenaran.

Saking kesal nya Bella terhadap Max secara refleks dia memukul lengan Max, karena dia juga terbiasa melakukan hal itu pada Andika jika andika sedang mengejeknya.

" ish.. paman ini jangan ketawa !!! Aku ini serius paman " bentak Bella yang kesal, namun beberapa detik kemudian dia baru tersadar telah memukul Max, dengan wajah yang menyesal dia meminta maaf atas kelakuannya.

" maaf...maaf paman aku tidak sengaja, sekali lagi maaf.

Dan itu.... mengenai ganti rugi saya janji akan membayarnya tapi tidak sekarang, saya mohon berikan saya waktu lagi, kalau sudah ada uangnya saya pasti akan langsung memberikannya pada paman " ucapnya.

Max mengulurkan tangannya pada kepala Bella, dan Bella yang melihat hal itu berfikir kalau Max akan memukulnya, dengan cepat dia mengerutkan kepalanya dan menghalangi kepalanya dengan kedua tangannya.

Namun ternyata dia salah paham, Max hanya ingin membuang sebuah daun yang menempel di kepalanya.

Bella mengelus dada nya perlahan tanda dia tenang dan kembali menetralkan perasaannya.

" sebenarnya hari ini aku datang untuk.... " ucapan Max dengan segera Bella memotongnya.

" aku mohon jangan meminta uangnya sekarang, saya benar benar tidak punya uang sekarang, saya mohon paman pulanglah dulu nanti akan saya kabari kalau uangnya sudah ada. " ucap Bella yang merasa panik.

" hari ini aku datang kesini bukan untuk menagih uang " ucapnya santai

" hah.. " Bella yang tadinya tertunduk sedikit menaikkan kepalanya, dan tepat dihadapannya dia melihat bibir Max yang terkesan Hot dan sexy.

Bella membayangkan jika seandainya mereka berciuman pasti akan terasa lembut bibir Max.

Seketika Bella menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menyadarkannya atas semua segala yang sedang dia khayalan tentang bibir Max.

Bella menghela nafas panjang saat dia sudah kembali pada kesadarannya, dan mengingat apa yang dikatakan oleh Max.

" ohh.. ternyata paman bukan untuk menagih uang " ucap Bella yang merasa lega.

" bilang dong dari tadi kek.. untung saja jantungku tidak copot " ucapnya lagi sambil menepuk lagi lengan Max, dia bersikap seolah mereka sudah akrab dan sudah mengenal lama dengan Max.

" ohh... jadi kamu mau bayar biaya perbaikan mobil ku itu, boleh boleh.. aku merasa senang malahan.

Tadinya aku berfikir tidak akan mempermasalahkannya lagi tapi, berhubung kamu sudah ada niat buat membayar ganti rugi ya... aku tidak akan menolak " ucap Max sambil tertawa memperlihatkan gigi nya yang putih dan bersih.

" ahh..apa.. " pekik Bella kaget saat mendengar penuturan Max.

Bella merasa tak percaya pada penuturan Max, seharusnya kalau dia memang tidak mau mempermasalahkannya dia bilang dong jadi Bella tidak akan memikirkan sampai kepalanya hampir botak.

Dan juga kalau memang dia tidak akan mengungkitnya seharusnya dia jangan mengingatkannya lagi

Dari kejauhan Jhon seperti akan mendekati Max, tapi Max keburu menyadarinya dan melihat kearah Jhon, seolah dia memberi isyarat untuk jangan mendekatinya.

Jhon yang mengerti kemudian dia diam tidak melangkah lagi, tapi jhon memberikan isyarat pada Max kalau sekarang sudah saatnya dia untuk naik panggung untuk memberikan sambutan pada Tuan rumah.

Max pun mengerti dan dia mulai berjalan untuk mendekati panggung kecil yang sudah disiapkan.

Seorang pria datang dari arah belakang tubuh Jhon, dan dia langsung berteriak saat melihat Bella yang sedang berdiri terpaku sambil memikirkan kebodohannya yang sudah mengungkit soal uang pada Max, sementara max sendiri dia pergi meninggalkan Bella yang masih terbengong.

" hei..hei..gadis itu, dasar gadis kurang ajar aku sudah mencarimu kemana mana, rupanya kau ada disini ya.

Awas tidak akan aku biarkan kamu lolos lagi ditanganku "

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

siapa itu ya

2025-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 gadis 250 juta
2 saatnya makan malam
3 kematian Nadien
4 keracunan
5 ancaman Andika pada 3 wanita
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
Episodes

Updated 107 Episodes

1
gadis 250 juta
2
saatnya makan malam
3
kematian Nadien
4
keracunan
5
ancaman Andika pada 3 wanita
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!