Ch - 18 : Tiba di Kediaman

"Xingyu!"

"Kakak!"

Gu Xingyu terbangun saat ayah, adik dan beberapa anggota keluarga lain datang menyusulnya. Namun dia tampak linglung, dan berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya.

"Xingyu! Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang membuatmu seperti ini?" Gu Bei bertanya dengan khawatir sembari langsung memeriksa keadaan Gu Xingyu. Memastikan jika tidak ada luka yang fatal pada tubuhnya.

"Syukurlah. Tidak ada luka serius." Gu Bei tersenyum dan bangkit dari posisinya.

Saat itu juga dia baru menyadari kekacauan hebat yang sudah meluluhlantakkan area hutan tempat mereka berdiri saat ini.

Dengan tangan terkepal, kembali menatap Gu Xingyu dengan perasaan tak terdeskripsikan. "Siapa orangnya?"

Gu Xingyu masih diam. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pertama kali membuka mulutnya.

"Itu- ... Pemimpin bandit."

Bibir Gu Bei berkedut mendengar kata 'pemimpin bandit' keluar dari mulut putrinya. Dia meneguk ludah kasar, kembali mengepalkan tangan seperti ingin menghancurkan sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya.

"Maaf Ayah. Aku tidak berhasil menangkapnya."

Suara lemah Gu Xingyu seketika meredakan amarah Gu Bei. Pria itu menurunkan pandangannya dan berkata, "Jangan pikirkan hal itu. Yang terpenting kau selamat. Kita masih bisa melacak, bahkan menangkapnya di masa depan. Tidak perlu khawatir."

Gu Xingyu mengangguk dengan pasrah.

Pada saat yang sama Zhao Yang baru saja kembali setelah mengejar pemimpin bandit. Melihat yang lain datang, dan sang istri sudah sadar Zhao Yang merasa lega dan tak lagi memiliki kekhawatiran.

"Zhao Yang. Kau sudah di sini? Kenapa kau dari arah yang berlawanan?"

Suara Gu Yuanwu membuat yang lain sontak menatap ke tempat Zhao Yang. Bahkan Gu Xingyu yang baru saja berdiri dibantu oleh Gu Yiwei mengalihkan pandangannya pada suaminya itu.

"Ayah. Aku menemukan gulungan yang dijatuhkan pemimpin bandit." Zhao Yang mengubah topik pembicaraan. Mengeluarkan gulungan yang didapatkan, kemudian memberikannya kepada Gu Bei.

"Kau menemukannya?" Ekspresi Gu Bei langsung menjadi serius. Cepat-cepat menerima gulungan itu dan membaca isinya.

"..."

Tidak jauh berbeda saat pertama kali Zhao Yang membacanya. Gu Bei tampak syok mengetahui orang di belakang kelompok Bandit Tengkorak adalah Keluarga Jian. Tangan pria itu terkepal. Menjadi sangat marah sampai wajahnya terlihat memerah.

"Lalu di mana pemimpin bandit itu?" tanya Gu Bei.

"..."

"Sudah pasti pergi jauh," potong Gu Yi mendahului Zhao Yang yang baru membuka mulutnya. "Jika tidak bagaimana mungkin dia akan kembali dengan selamat? Xingyu saja terluka seperti ini. Benar, bukan?"

Di akhir kalimatnya pria itu masih sempat mencibir. Beberapa orang memiliki pendapat yang sama, sementara Gu Bei tidak ingin berkomentar dan mengajak semua orang kembali.

____

Karena satu insiden dalam perjalanan membuat rombongan kereta kuda kembali lebih larut dari yang diperkirakan. Begitu sampai mereka langsung turun. Sebagian orang kembali ke ruangan, sementara sebagian lain mengurus belasan bandit yang tertangkap.

Zhao Yang termasuk salah satu yang langsung kembali ke ruangannya. Dia diminta langsung membuat surat yang akan dikirimnya kepada Hao Ming untuk mengundangnya datang.

Tok tok tok!

Baru juga Zhao Yang merebahkan tubuhnya saat suara ketukan pintu terdengar. Mau tidak mau dia segera bangkit dan membukanya, melihat pelayan datang untuk mengantarkan tinta dan juga kertas.

" ... Selain itu, Tuan Besar berpesan agar suratnya ditulis seperti ini." Pelayan itu mengambil sebuah surat dari pelayan lain dan memberikannya kepada Zhao Yang.

Pada detik ini, Zhao Yang benar-benar kehilangan kata melihat contoh surat yang dikirimkan ayah mertuanya. Memijat keningnya, lalu melambaikan tangan kepada dua pelayan.

"Baiklah. Kalian bisa pergi."

Zhao Yang menutup pintu ruangan dan duduk di tepi ranjang. Masih memandang contoh surat itu yang terlihat begitu resmi dengan bahasa yang formal.

"Dia pasti akan tertawa saat membaca surat yang kutulis," gumamnya.

Zhao Yang bahkan sudah dapat membayangkan ekspresi Hao Ming saat membaca surat darinya jika menggunakan format yang sama dengan yang diberikan ayah mertuanya. Namun Zhao Yang tidak punya pilihan selain membuatnya sama persis karena sebelum mengirimnya Gu Bei pasti ingin melihat surat tersebut.

.

.

Dua jam kemudian.

Menulis surat seperti itu bahkan lebih membosankan dari pada berkultivasi seharian. Zhao Yang baru saja selesai membuatnya. Dia menyimpan surat itu di laci, kemudian berdiri di depan jendela kamarnya sekadar merasakan hembusan angin malam.

"Xingyu... Dia sedang apa saat ini? Dia juga langsung kembali ke ruangannya, kan?"

Zhao Yang tiba-tiba memikirkan Gu Xingyu. Mengingat apa yang terjadi sebelumnya membuat Zhao Yang ingin pergi melihat kondisinya.

Wosh!

Dalam sekejap Zhao Yang sudah berada di depan ruangan Gu Xingyu. Dia menjulurkan tangan ingin mengetuk pintu. Namun hal itu diurungkannya saat berpikir sang istri mungkin sudah tidur.

"Kasihan jika dia terbangun. Besok saja. Besok aku bisa melihatnya."

Saat itu Zhao Yang benar-benar akan pergi. Tetapi langkah kakinya kemudian tertahan saat merasakan fluktuasi kacau yang bersumber dari dalam ruangan.

Keningnya mengerut, dan ekspresi wajahnya menjadi serius.

"Xingyu! Apa kau baik-baik saja?"

Cukup lama Zhao Yang menunggu jawaban tetapi Gu Xingyu tidak menjawabnya. Entah memang tidak mau menjawab atau memang tidak mendengar suaranya.

Pada saat yang sama Zhao Yang semakin tidak sabar. Dia meletakkan tangannya di pintu, dan siap membukanya secara paksa. "Aku tahu kau ada di dalam. Aku akan masuk sekarang."

Brak!

Terpopuler

Comments

Eka suci

Eka suci

segera tunjukkan pesonadan kekuatan mu di keluarga gu

2024-12-24

3

Makin Asyik dan menarik Tor

2025-02-02

0

Qing shan

Qing shan

💪💪💪💪

2025-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 Ch - 00 : Prolog
2 Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3 Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4 Ch - 03 : Kemarahan
5 Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6 Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7 Ch - 06 : Lelang
8 Ch - 07 : Lelang ll
9 Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10 Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11 Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12 Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13 Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14 Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15 Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16 Ch - 15 : Bandit
17 Ch - 16 : Hal Buruk
18 Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19 Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20 Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21 Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22 Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23 Ch - 22 : Keluarga Wen
24 Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25 Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26 Ch - 25 : Sebuah Surat
27 Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28 Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29 Ch - 28 : Paviliun Pedang
30 Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31 Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32 Ch - 31 : Tambang Emas
33 Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34 Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35 Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36 Ch - 35 : Runtuh
37 Ch - 36 : Token Teleportasi
38 Ch - 37 : Batu Merah Delima
39 Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40 Ch - 39 : Kembali Pulang
41 Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42 Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43 Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44 Ch - 43 : Serangan Pertama
45 Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46 Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47 Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48 Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49 Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50 Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51 Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52 Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53 Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54 Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55 Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56 Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57 Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58 Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59 Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60 Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61 Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62 Ch - 61 : Kelompok Pencari
63 Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64 Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65 Ch - 64 : Bimbang
66 Ch - 65 : Keputusan Shen Wang
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Ch - 00 : Prolog
2
Ch - 01 : Zhao Yang si Menantu Sampah
3
Ch - 02 : Klan Wang dan Niat Busuk Mereka
4
Ch - 03 : Kemarahan
5
Ch - 04 : Kekuatan Zhao Yang
6
Ch - 05 : Nasib Nahas Klan Wang
7
Ch - 06 : Lelang
8
Ch - 07 : Lelang ll
9
Ch - 08 : Sesuatu Yang Familiar
10
Ch - 09 : Segel Klan Zhao
11
Ch - 10 : Kau Buka Harga Aku Membelinya
12
Ch - 11 : Tidak Takut Siapa Pun
13
Ch - 12 : Dia Diam Bukan Berarti Lemah
14
Ch - 13 : Ayah dan Anak Sama Saja
15
Ch - 14 : Pulang Malah Bertemu Masalah
16
Ch - 15 : Bandit
17
Ch - 16 : Hal Buruk
18
Ch - 17 : Tidak Melepaskannya
19
Ch - 18 : Tiba di Kediaman
20
Ch - 19 : Ternyata Dia Mengetahuinya
21
Ch - 20 : Yang Kalah Pergi Merangkak
22
Ch - 21 : Seorang Pria Tidak Menarik Ucapannya
23
Ch - 22 : Keluarga Wen
24
Ch - 23 : Nilai Seorang Zhao Yang
25
Ch - 24 : Berhadapan Dengan Orang yang Salah
26
Ch - 25 : Sebuah Surat
27
Ch - 26 : Meninggalkan Rumah
28
Ch - 27 : Tiga Pembuat Masalah
29
Ch - 28 : Paviliun Pedang
30
Ch - 29 : Berdiskusi Untuk Misi
31
Ch - 30 : Kelompok Pemetik Herbal
32
Ch - 31 : Tambang Emas
33
Ch - 32 : Antek-antek Keluarga Jian
34
Ch - 33 : Jian Heng dan Jian Yun
35
Ch - 34 : Menang Dengan Mudah
36
Ch - 35 : Runtuh
37
Ch - 36 : Token Teleportasi
38
Ch - 37 : Batu Merah Delima
39
Ch - 38 : 'Hadiah' Untuk Keluarga Jian
40
Ch - 39 : Kembali Pulang
41
Ch - 40 : Satu Lagi Masalah
42
Ch 41 - Ambisi Yang Terlalu Tinggi
43
Ch - 42 : Iblis Tua-Jian Feng
44
Ch - 43 : Serangan Pertama
45
Ch - 44 : Zhao Yang vs Jian Feng
46
Ch - 45 : Zhao Yang vs Jian Feng ll
47
Ch - 46 : Zhao Yang vs Jian Feng lll
48
Ch - 47 : Mati Dengan Mengenaskan
49
Ch - 48 : Tidak Ada Kata Ampun
50
Ch - 49 : Jian Yun dan Ruang Rahasia
51
Ch - 50 : Akhir Keluarga Jian
52
Ch - 51 : Berita Sudah Tersebar
53
Ch - 52 : Seseorang Mengetahui Siapa Dirinya
54
Ch - 53 : Tan Bo Yi, Keluarga Tan
55
Ch - 54 : Tegas! Dia Memang Istriku
56
Ch - 55 : Perjamuan dan Tamu dari Ibukota
57
Ch - 56 : Li Gang, Lembah Api Surgawi
58
Ch - 57 : Tantangan Terbuka
59
Ch - 58 : Dia Bukan Menantu Tidak Berguna
60
Ch - 59 : Jian Feng yang Hilang Ditelan Bumi
61
Ch - 60 : Gu Xingyu, dan Perasaan Rumit di Hatinya
62
Ch - 61 : Kelompok Pencari
63
Ch - 62 : Shen Wang, dan Mata-Mata
64
Ch - 63 : Panggil Aku 'Kakak Ipar'
65
Ch - 64 : Bimbang
66
Ch - 65 : Keputusan Shen Wang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!